New Post has been published on Jakarta Media News
New Post has been published on http://www.jakarta-media.com/kekurangan-gizi-balita-buruk-membayangi-masa-depan-anak-indonesia
Kekurangan Gizi Balita Buruk Membayangi Masa Depan Anak Indonesia !
Ancaman kekurangan gizi balita ternyata masih membayangi masa depan generasi bangsa, akibat dampak kekurangan gizi semasa balita dan menghambat kemajuan bangsa.
Miris rasanya mendengar pernyataan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, bahwa ancaman gizi balita buruk masih akan terus membayangi masa depan generasi muda di Indonesia – Setelah 70 tahun merdeka, rasanya ini sulit untuk kita terima, bagaimana dampak kekurangan gizi dan sebagainya masih menjadi lingkaran setan di negara yang kaya akan sumber bahan baku pangan ini.
Menurut pernyataan Mensos kepada awak media di Jawa Tengah, pada Jambore Gizi tahun 2015 di Kecamatan Subah, Jawa Tengah, kemarin (01/06), kenyataan kekurangan gizi balita ini masih akan membayangi anak-anak di Indonesia hingga pada tahun 2020 mendatang – Dan parahnya lagi, dampak kekurangan gizi yang buruk bagi masa depan anak, justeru tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat.
Bahkan kenyataan gizi balita buruk di Indonesia, bukan hanya terjadi pada masyarakat pedesaaan yang notabene sumber penghidupannya dari sektor pertanian – Namun juga terjadi pada masyarakat di daerah pesisir pantai, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan – Dimana seharusnya, anak-anak nelayan tidak perlu menderita gizi buruk, karena ikan yang dijual oleh nelayan adalah salah satu asupan protein paling bagus bagi anak-anak.
Penyebab Kekurangan Gizi Balita
Pertama, apakah masyarakatnya sendiri yang kurang paham pada pentingnya gizi balita untuk perkembangan anak kelak ?
Pertanyaan berikutnya, apakah sedemikian miskinnya penghidupan masyarakat pantai atau nelayan ? Sehingga anak-anak dari kelompok nelayan pun masih harus ikut mengalami gizi buruk. Apalagi anak-anak petani di daerah terpencil, nasibnya pasti akan lebih parah.
Lalu pertanyaan utama yang paling mendasar adalah, berapa pendapatan per kapita setiap kepala keluarga, untuk bisa mencukupi kebutuhan gizi balita mereka ?
Jika jawabannya lebih banyak pada pertanyaan pertama, bahwa masyarakat sendiri yang kurang paham pada arti kekurangan gizi balita – Maka kampanye gizi ini bisa cukup efektif untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bagi masyarakat mengenai arti pentingnya gizi bagi masa depan anak.
Lantas bila pertanyaan kedua yang mendasari krisis gizi balita, karena penghidupan orang tuanya yang sangat miskin – Maka ini menjadi PR panjang bagi pemerintah untuk mencari solusinya, mengentaskan kemiskinan pada masyarakat marjinal, dengan berbagai cara untuk segera mengentaskan siklus kemiskinan absolut masyarakat pinggiran.
Dan persoalan ini akan menjadi lebih serius, bila itu terkait dengan pendapatan per kapita setiap kepala keluarga yang sangat rendah – Atau dengan kata lain, seberapa keras pun upaya setiap kepala keluarga hari ini bekerja sangat keras, mereka masih tetap tidak mampu untuk membiayai kebutuhan hidup yang paling mendasar, yaitu kebutuhan makan dan kecukupan gizi.
Parameter ini sangat mutlak harus diketahui oleh pemerintah daerah maupun pemerintah, sebagai bahan kajian dasar untuk menata skala prioritas pengembangan sektor ekonomi masyarakat lokal.
Kekurangan Gizi Balita & Lingkaran Setan Kemiskinan
Sementara itu, VOA melansir, menurut laporan dari Bank Dunia, malah lebih memprihatinkan, karena kekurangan gizi balita pada 2 tahun usia kehidupan pertama mereka, akan berpotensi menderita kerusakan abadi.
Dari mulai dampak kekurangan gizi, seperti perkembangan fisik yang lambat, kebodohan, hingga kemungkinan menderita cacat fisik, dampak dari kekurangan gizi yang buruk – Dan persoalan ini tidak hanya selesai sampai disitu saja, karena akan terus bergulir menjadi lingkaran setan.
Sebab menurut sejumlah penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia, akibat kekurangan gizi balita, mereka pada umumnya akan cenderung juga mengalami putus sekolah ketika mulai beranjak remaja.
Dan hasilnya, akan mudah kita tebak, bahwa mereka tidak mampu bersaing untuk mencari pekerjaan, atau bahkan sekedar mencari uang untuk membiayai hidup.
Maka siklus mata rantai “Kemiskinan Absolut” ini akan terus bergulir, seperti fenomena bola salju, yang terus menggelinding menjadi semakin besar, dari mulai kakek-nenek mereka, hingga akhirnya terus bergulir ke keluarga dan anak cucu kelak. Sangat ironis.
VOA melansir, data penelitian yang menunjukan bahwa malnutrisi ternyata juga menghambat laju pertumbuhan eknonomi di negara-negara miskin dan negara berkembang sampai dengan 3 %.
Ini artinya jika negara-negara lain mengalami pertumbuhan ekonomi 2-7% per tahun – Maka selamanya, negara-negara miskin dan berkembang akan terus tertinggal jauh pertumbuhan ekonominya, serta terus menyandang predikat menjadi negara miskin “Abadi”
Dan yang lebih menyakitkan hati kita, fakta ini masih harus kita telan mentah-mentah, karena negara Indonesia masih termasuk dalam kategori itu, hampir sama dengan negara-negara miskin lainnya di kawasan Afrika, Asia Selatan dan India.
Fakta ancaman kekurangan gizi balita ini adalah kenyataan yang amat sangat menyakitkan hati kita semua sebagai rakyat di negara yang subur dan kaya akan sumber bahan pangan ini.
Kenyataan yang sangat menyedihkan, akibat dampak korupsi, perampokan besar-besaran kekayaan dan keuangan negara, serta kegagalan pemerintahan di masa lalu dalam upaya pemberantasan korupsi serta menata pembangunan ekonomi masyarakat.
Padahal kita semua tahu, bahwa Indonesia adalah produsen terbesar berbagai komoditas pangan di dunia – Maka bila masalah kekurangan gizi balita masih menjadi ancaman di negara kaya ini, lantas siapa yang salah ?
Persoalan kekurangan gizi balita Ini sama saja ibarat tikus yang mati kelaparan di lumbung beras.
Kita semua tentu berharap tidak akan ada lagi masalah kekurangan gizi balita yang serius pada tubuh pemerintahan Presiden Jokowi, yang jauh lebih bersih dari lingkaran setan koruptor.
Ini adalah tugas mulia dari Tuhan untuk jajaran pemerintahan Jokowi, segera tuntaskan masalah “Kemiskinan Absolut” dalam masyarakat.
Dapatkan info terbaru Jakarta Media News, akurat, ikut berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa, akurat, terpercaya, langsung dari sumbernya. Silahkan isi form email News Letter dibawah ini
( Putra )








