Played a bunch of Fallout 1 this weekend, for the first time. Of course by now there’s not much I’m unfamiliar with as far as the story goes, but it’s still fun.
This is my Vault Dweller, Gisele. Mother, short order cook, hobby seamstress. She’s cleaning up the wasteland so that her kids can grow up in safety once they all leave the Vault. It’s only a matter of time, right? Right.......?
Pangan fungsional adalah pangan yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan karena kandungan komponen aktifnya diluar kandungan zat gizinya dan merupakan bagian dari diet sehari-hari serta memiliki sifat sensoris yang dapat diterima.
Jepang sendiri merupakan negara yang paling tegas dalam memberi batasan mengenai pangan fungsional dan paling maju dalam perkembangan industrinya. Maka dari itu para ilmuwan Jepang menekankan pada tiga syarat/fungsi dasar pangan fungsional, yaitu:
Sensory (warna dan penampilannya yang menarik dan cita rasanya yang enak).
Nutritional (bernilai gizi tinggi).
Physiological (memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi tubuh).
Di banyak negara, pangan fungsional telah berkembang sangat pesat dikarenakan meningkatnya kesadaran akan pentingnya makanan dalam pencegahan atau penyembuhan penyakit, tuntutan konsumen akan adanya makanan yang memiliki sifat lebih, pengalaman masyarakat mengenai alternative medicine, serta studi epidemiologi mengenai prevalensi penyakit tertentu yang ternyata dipengaruhi oleh kebiasaan makan dan bahan yang dimakan oleh suatu populasi.
Pangan fungsional di Indonesia juga sedang berkembang dan dapat dilihat dari produk-produk yang ditawarkan di pasaran seperti minuman fungsional yang umumnya mengandung taurin, kholin, madu, kafein ginseng dan sebagainya yang diharapkan memberi efek fisiologis pada tubuh. Kemudian yang menjadi trend akhir – akhir ini yaitu minuman isotonik yang memiliki kandungan elektrolit lebih komplit dari pada air biasa. Lalu, produk makanan/susu bayi telah banyak yang diperkaya dengan prebiotik dan susu untuk lansia diperkaya dengan kalsium.
Jika dilihat berdasarkan jenis-jenis penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, jantung koroner, hypertensi dan kanker yang prevalensinya meningkat saat ini, juga keinginan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan bugar melalui pengaturan pola makan, maka permintaan terhadap pangan fungsional diprediksi akan meningkat kedepannya.
Sumber:
Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI. (2011). Peraturan Kepala BPOM HK.03.1.23.11.11.09909: Pengawasan Kalim dalam Label dan Iklan Pangan Olahan. BPOM RI. Jakarta.
Kurnia, N., Muhali, M., Hunaepi, H., & Asy'ari, M. (2021). Pangan fungsional untuk proyek independen kkn-tematik di masa pandemi covid-19. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 5(1), 608-615.
Suter, I. K. (2013). Pangan fungsional dan prospek pengembangannya. In: Teknologi Pangan. 1-17.