Benar kita dulu pernah berjanji untuk sepakat mengisi segala kurang dan saling melengkapi. Mencoba tetap bertahan, sesulit apapun hubungan ini nanti. Namun dalam perjalanan, perlahan sikapmu berubah. Kau tiba tiba menjadi sosok yang lain atau mungkin memang inilah kau yang sebenarnya. Sungguh aku tak tahu lagi. Apa yang tak ku suka malah yang paling sering kau lakukan. Apa yang membuat ku terluka, itu yang selalu menjadi bahan khilaf mu. Kadang kurasa kau sedang menguji sabarku atau memang kau berharap aku yang lebih dulu menyerah. Dan sekali lagi aku memilih sabar. Kesempatan padamu kuberi lagi. Bukan tanpa alasan, tapi karena kau masih menjadi sosok yang ku ingin nanti menjadi pendamping. Hasilnya ? Ternyata kau tetap menjadi seseorang yang paling hebat untuk membuatku patah. Dan lucunya kau masih bersikap biasa biasa saja. Luka ku menjadi semakin parah. Aku memilikimu namun tak pernah lagi merasakan apa itu bahagia. Setiap hari hanya ada perdebatan, rasa curiga dan cemburu. Bahkan kini aku sudah tak mengenal lagi siapa kamu. Beberapa lama terjebak dalam keadaan. Kuputuskan untuk benar benar melepaskan kita. Melupakan semua angan dan janji yang tak mungkin lagi menjadi nyata. Mengubur kata "kembali" yang terlalu sering terucap. Mungkin sudah saatnya aku kembali waras. Menata hati lagi untuk seseorang yang lebih baik. Maaf aku tak bisa lagi menjadi rumah tempatmu pulang. Aku pamit, semoga setelah ini kau dan aku menemukan takdir yang bahagia. #selamat #40hari (di Medan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B1RBeczniqJ6dMIhgb5gcXk-L1oYBRKNRvqbGA0/?igshid=1dr9tyojbwzew














