#4 Anak Pondok
(by : Athiyyah)
Main bareng sama anak laki-laki itu seru! Ga ada bosennya. Tapi suasana jadi berubah ga seru, kalo ada yang melibatkan suatu perasaan bernama cinta. Ah, bukan cinta, bagi anak SD, belum sampai ke level itu bukan? , mungkin kita bisa menyebutnya sebagai perasaan suka. Bagiku, rasa suka adalah rasa kagum yang menjelma. Kamu bisa saja menyembunyikannya, tapi entah mengapa akan ada satu dua orang yang menyadarinya. Dan aku, adalah salah satu dari orang itu. Itulah yang membuatku memilih untuk menyikapi rasa suka sebagai hal yang biasa saja dan tidak perlu diperdalam dan diungkapkan. Karena itu, bisa mengurangi keseruan moment bermainku di sekolah dan aku ga suka.
Mungkin karena aku menganggap bermain bersama teman-teman adalah suatu moment yang jarang adanya dan hanya bisa aku lakukan di sekolah. Karena kalau sudah sampai rumah, aku tidak memiliki teman selain kedua saudaraku. Ummiku melarangku untuk sering bermain dengan tetanggaku, karena tak sengaja, keluar kata-kata kasar dari mulutku setelah bermain dengannya, dan ummi menyadari itu. Jadilah, di rumah, aku lebih sering bermain dengan kakak dan adikku saja yang sama-sama perempuan.
Maka, siapa yang menolak jika ditawarkan kesempatan bisa bermain sepaanjang hari dengan teman-teman di sekolah ?
Aku memilih masuk pondok pesantren Hasanah yang nan jauh di mata, berpisah dengan keluarga, hanya karena satu alasan mendasar itu. Yang ternyata tidak terwujudkan. Di pondok, agendanya banyak sekali, hingga diriku pun kehilangan minat untuk bermain. Lagipula, kala itu, aku hanya bisa bermain dengan teman-teman perempuanku saja, karena anak perempuan dan laki-laki dipisah. Dan dilarang untuk bertemu.
Kelucuan alasanku membawaku pada jawaban, bahwa mungkin, memang sudah bukan saatnya lagi bisa bermain bersama mereka. Aku harus menerima dan mencari keseruan hanya dengan bersama teman-temanku yang perempuan saja. Karena mengenal mereka saja aku tak bisa, lalu bagaimana bisa bermain dengan mereka kembali ?. Sampai akhirnya..
“Lewat facebook athiyyah! Lewat facebook! Lewat facebook kamu bisa mengenali mereka..”. Bagaikan suatu permasalahan yang menemukan solusinya, aku dibuat bahagia karena sudah menemukan jalannya. Maka setiap hari Jum’at, aku sempatkan diriku untuk bisa bermain facebook dan mengenali satu persatu dari mereka. Mengenali siapa saja yang sering jadi bahan omongan teman-temanku, siapa yang menyakiti temanku, siapa yang membuat temanku berbunga-bunga, siapa yang disebut-sebut saat upacara gabungan ikhwan akhwat, juga, siapa yang membuatku penasaran..
Bersambung...







