Kepada tempat yang selalu memelukku. Aku rindu.
d e v o n

⁂
Xuebing Du

祝日 / Permanent Vacation

izzy's playlists!

oozey mess
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
YOU ARE THE REASON
taylor price
i don't do bad sauce passes
almost home

JBB: An Artblog!

Love Begins
Lint Roller? I Barely Know Her
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Origami Around
$LAYYYTER

#extradirty
Keni
seen from Vietnam

seen from United States
seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from El Salvador
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@jasjusposts-blog
Kepada tempat yang selalu memelukku. Aku rindu.
Bertanya kabar.
Aku tadi dikirim oleh ayah foto, kata ayah dia sehat dan sedang bekerja.
Ketika liat foto ayah, aku langsung nangis. Durhaka banget deh aku jadi anak, gak pernah nanya kabar orang tua. Gengsi ku tinggi sekali.
Ketika ingin nanya kabar orang tua selalu mikir, nanti ayah atau ibu aku ngerasa aneh gak ya kalo di tanya-tanya. Kayak, tumben nih anak Nelvon.
Padahal aku tau, setiap orang tua pasti merindukan anak perempuan nya yang sedang merantau. Kemarin malam aku memberanikan diri menelfon ibuku.
Ternyata tidak seperti yang ku pikirkan, kami bercerita banyak hal, kemudian pagi hari nya aku menghubungi ayah ku via wa. Saking jarang nya menghubungi orang tua.
Jadi buat anak-anak muda, jangan gengsi deh. Kita mikir orang tua kita sibuk, orang tua mikir kita yang sibuk. Padahal kita sama-sama merindukan.
Orang tua merindukan cerita dan kabar anaknya, anak merindukan nasehat orang tua nya. Begitu lah kira-kira.
Harusnya kamu tidak perlu seberlebihan itu, menunjukkan persaingan dengan keberadaan saya
Saya pergi. Selamat pemenang.
Mengalahkan ketakutan
Tanpa saya sadari ternyata kepercayaan diri saya sudah lama hilang, sedari kecil orang-orang menuntut saya harus melakukan hal terbaik. Orang-orang sering menertawakan saya ketika saya melakukan kesalahan. Orang-orang menjadi kan saya objek tertawaan karena saya berbadan gempal. Dan saya pun menertawakan diri saya sendiri.
Dulu sewaktu saya pindah mengaji, orang-orang tidak mau berteman dengan saya. Mereka menatap saya dengan remeh dan aneh. Pernah tidak kalian berfikir saya ini juga manusia, saya punya perasaan. Tatapan - ejekan kalian bahkan masih masih teringat jelas di benak saya.
Benih-benih prilaku kalian menjadi kan saya seperti orang paling buruk saat ini. sering grogi, tidak mau menatap orang dan mempunyai kepercayaan diri yang sangat rendah.
Saya selalu berbicara pada diri saya, jangan sampai adik saya di perlakukan orang seperti saya. Saya akan marah besar pada orang itu, adik saya sangat berharga bagi saya kalian jangan pernah merendahkan nya.
Dulu sewaktu kecil mungkin saya hanya diam dan tertawa hambar ketika orang yang sedikit lebih tua dari pada saya menyampaikan "Ayahmu yang tuli".
Saya harap suatu saat anda membaca tulisan ini. Ayah saya memang memiliki masalah pendengaran tapi ayah saya tidak tuli, Ayah bisa menjawab apa yang anda tanya kan pada nya. Bahkan ayah saya lebih berilmu dari pada anda, ia bisa melakukan apapun.
Anda tau, ketika orang-orang sejenis anda membuat saya menjadi orang penakut dan tidak bisa mengandalkan diri saya sendiri. Ayah selalu bilang, bahwa saya tidak boleh bergantung pada orang lain, saya harus bisa mengandalkan diri saya sendiri. Kalian membuat saya ketakutan tapi ayah saya mengajarkan saya jangan pernah takut.
Kalian kalah banyak, saya bisa sendiri kemana pun saya pergi tanpa harus ditemani. Saya banyak menemukan tempat baru dan pengetahuan baru.
Ayah saya hanya perlu memberi tahu bahwa saya tidak boleh pergi berduan dengan lelaki, saya tidak boleh pacaran, saya tidak boleh lupa sholat, saya tidak boleh memakan dan meminum hal yang tidak saya ketahui pemberi nya.
-Sudah ah capek.
Aku tidak mengulang, tapi memutuskan berhenti.
Jasjusposts
Favorite
-Untuk diri sendiri
Lapar itu jangan malam-malam, Aku ingin tidur.
Jasjusposts
Hey, aku ini bukan menyerah. Aku hanya Ingin mengambil jalanku sendiri tanpa merasa ketakutan dan tertekan.
Fri (16nov18)
Pemikiran ku sering kali berlawanan dengan orang akhir-akhir ini.
Aku sering berdebat Perihal bertahan atau pergi, mungkin mereka sudah terbiasa tumbuh dengan cara menyiksa diri sendiri. Kau tau ketika memaksa diri sendiri atas apa yang tidak kamu inginkan? Kau akan tertekan, jiwa mu menangis bahkan ketakutanmu semakin bertambah.
Jangan pernah membandingkan sesuatu dengan kisahmu, orang punya pemikiran sendiri.
Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa aku tak seperti anak lain. Mereka bisa menangis didepan orang tuanya jika mereka tersakiti, mereka bisa memberontak jika mereka tidak menyukai dan bisa mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Hah…. aku hidup sebagai pembicara yang bisu.
Jika malas belajar. Maka tidurlah. Sesungguhnya itu, tidak terlalu merugi.
Jasjuspost
Pergi jam 6 pulang jam 6. Dirumah cuma numpang makan sama tidur doang.
Tetua SMA
Adik, Ayah tidak marah denganmu. Ayah sayang sama adik, Ayah tidak ingin adik jadi anak pembangkang. Makanya adik jangan bangga jadi generasi 'nunduk'.
Jika ingin bertahan dari binatang, maka kau harus jadi pemburu. Binatang yang pemakan tidak akan bisa mengalahkan senapan api.
-NnEvangellyn (via jasjusposts)
Sini aku peluk.
Nanti kalau kamu lelah, jangan meluk diri sendirian, kan ada aku.
Sejenis orang yang malas bertanya dan tidak suka ditanya
Aku pergi. Bukan berarti mati. Hanya ingin berlari. Dan tunggu Aku kembali. - Winda Mulvariani
( via Jasjusposts)