Selasa selow di Tanjungmoco
.
Tidak nampak banyak pemancing, tadi pagi. Tidak seperti hari biasanya, terlebih Minggu atau hari libur, yang banyak pemancing berdatangan: mencari lauk, hiburan, atau liburan. Hanya ada beberapa pemancing, satu dua di antaranya anak-anak usia siswa SD. Mungkin bapaknya yang mengajaknya mancing daripada di rumah disuntuki gawai. Ada juga perempuan pemancing yang sempat terdengar berberteriak "sarapan".
.
"Jam berapa pasangnya ini?". Pertanyaan yang digumamkan seorang pemancing tua. Pertanyaan itu tidak dilontarkan kepada orang lain, terlebih kepada saya yang baru datang. Dimaksudkan untuk untuk menutupi kekesalannya: tidak ada perlawanan ikan. Sekian kali pemancing tua itu menggerak-gerakkan jorannya untuk menarik perhatian ikan. Sayang, ikan belum menyentuh umpan pancingnya.
.
"Arusnya terlalu lemah!", lagi gumam laki-laki tua itu setelah membuka layar gawainya.
.
Pagi tadi suasana Tanjungmoco tampak biru. Pemandangan yang indah bagi yang sekadar datang untuk menikmati pemandangannya. Pemandangan seperti itu, bahkan yang lebih indah lagi, sudah sering dinikmati dan dialami para pemancing. Indah bagi para pemancing adalah jika mereka mendapatkan ikan yang banyak. Semoga. Amin ya rabbal alamin














