Mālik ibn Dinār (رح) said, “What is the death of the heart?”
Hasan al Basrī (رح) replied, “The love of the world.”
wallacepolsom
Mike Driver
Sade Olutola
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

roma★

titsay

oozey mess
NASA
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Misplaced Lens Cap
tumblr dot com
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always
Jules of Nature

⁂
DEAR READER
almost home

if i look back, i am lost

izzy's playlists!
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from Ireland
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
@jejakrintik
Mālik ibn Dinār (رح) said, “What is the death of the heart?”
Hasan al Basrī (رح) replied, “The love of the world.”
Seperti Musa dalam Penjagaan Harun
“Betapa indahnya jika engkau menemui hati yang tidak pernah menuntut apa-apa darimu kecuali sebatas keinginan melihatmu dalam keadaan baik.”
Ada kasih yang tidak perlu digenggam atau dilihat dengan mata dunia. Ia hadir dalam diam, menjaga dengan cara yang paling halus: menginginkan keselamatan yang utuh—pada raga, jiwa, dan iman.
Keadaan baik, dalam pandangannya, bukan sekadar senyum yang tampak atau keberhasilan yang bisa diceritakan. Ia lebih dalam dari itu. Ia menghendaki ruh yang tetap hidup, hati yang tidak asing dari zikir, dan langkah yang selalu berada di jalan yang benar, meski dilanda lelah dan keraguan.
Ia ingin yang disayang tetap utuh, bukan hanya dari luka dunia, tapi juga dari keretakan batin yang menjauh dari Sang Pemilik Hati. Seperti Harun yang selalu menjaga Musa, meski tak tampak, ia memastikan langkahmu tetap berada di jalan yang benar, tanpa kata yang terucap.
Ia tidak meminta peran dalam cerita hidupmu. Ia tidak merengek untuk ditempatkan dalam ruang khusus. Rasa pedulinya adalah langit yang luas, tidak membatasi, hanya menaungi. Ia tidak menuntut untuk dikenali, cukup tahu bahwa dalam setiap malam, nama yang dicintainya tetap disebut dalam doa yang tak pernah putus. Ia adalah senja yang tak menahan matahari, hanya mendoakan agar cahaya itu kembali pulang dalam damai.
Ia tidak hadir untuk menjadi tujuan, namun menjadi saksi bisu yang berharap: semoga langkahmu selalu menuju kebaikan. Semoga bahumu tetap kuat meski ia tak bisa menyandarkannya. Semoga hatimu tetap lapang, meski tak ada tempat baginya di sana. Dan yang paling dalam—semoga Tuhan tak pernah melepas genggaman-Nya darimu.
Pada akhirnya, kasih yang paling tulus adalah yang merelakan, namun tetap setia dalam harapan. Yang tidak membungkus diri dengan kepemilikan, tapi membalut namamu dengan doa-doa yang tak diminta untuk dibalas. Seperti Harun yang setia dalam diam, meski tidak mendampingi setiap langkah, ia tetap menjaga dan berdoa agar Musa selalu dalam penjagaan Tuhan.
Jika di sepanjang perjalanan ini kita tak dipertemukan dengan hati yang seperti itu—yang menyayangi tanpa menuntut, yang hanya ingin melihatmu dalam keadaan baik, yang mendoakan tanpa pernah menyapa—semoga kita sendiri yang tumbuh menjadi sosok yang demikian.
Sebab dunia ini terlalu sempit untuk harapan yang serakah, namun cukup luas untuk ketulusan yang merdeka. Mungkin bukan tugas kita untuk selalu dipedulikan dengan cara yang tenang, tapi mungkin Tuhan menghendaki kita belajar menjadi pribadi yang meneduhkan.
Menjadi hati yang tidak menggenggam, tapi menuntun. Yang tidak menuntut balasan, hanya berharap kebaikan dibalas Tuhan. Menjadi pelita yang tak ingin dikenali sumber cahayanya, cukup menjadi terang bagi yang tengah dalam gelap. Seperti Harun yang tidak mencari pujian, tapi hadir untuk menjaga dalam diam, kita pun dapat belajar memberikan yang terbaik dalam hening, untuk orang-orang yang kita sayangi.
Dan semoga, jika tidak ada jiwa yang setia mendoakan kita dalam diam, kitalah yang diam-diam mendoakan dunia—agar semakin banyak kasih yang tidak menyesakkan, perhatian yang tidak memberatkan, dan hati-hati yang tidak ingin memiliki apa pun selain melihat sesamanya dalam keadaan benar-benar baik: lahir, batin, dan iman.
Yogyakarta, April 2025 || Kaderiyen
Semoga pada teduhmu ada banyak yang dapatkan kelegaan🥰🌱
Lalu, pada fana yang lalu dan datang nanti, harapku kau tak jauh langkahkan kaki, tahu bahwa kau adalah hamba yang akan kembali, pada ilahi, Robbi.
193 days left
hari ini, last regist for turkey scholarship. rasanya sebagian diriku berkata apakah benar apa yang aku putuskan ini? tidak mendaftar untuk ke 4 kalinya. setelah menimbang jika 4 tahun kedepan dengan ketentuan harus belajar bahasa setahun dan melanjutkan pendidikan doktor 3 tahun berikutnya seperti memakan cukup banyak waktu yang bisa aku habiskan bersama orang yang ku sayang, mak tercinta. yang ketika melihat beliau seperti halnya melihat ayah belahan hatinya. seperti melihat hidup yang aku yang aku punya.
ku katakan, jika saja langkah berikutnya ku pending dahulu bagaimana(?) dan ia dengan segala ucapan yang menenangkan berkata bahwa mau kemanapun, melangkah atau berhenti, melanjutkan atau singgah dahulu, apapun pilihanku kedepan mak ada disini, selalu menunggu kapanpun untukku pulang, ia adalah rumah dengan segala keteduhannya.
sempat ia katakan, ia merestui pilihanku selanjutnya di tanah yang penuh berkah, negeri para ambiya, negeri dimana rasulullah bertemu ibunda, negeri yang penuh dengan cinta dan kasih, yang setiap hamba akan merindukan setiap perjalanan kesana jika telah pulang ke kota masing-masing. ya, sesederhana harapnya, perihal ingin aku berada disana jika nanti ada kunjungan berikutnya yang Allah izinkan entah itu untuk ia, kakak-kakak, atau adik ku, pun keluarga besarku, pun orangorang dikampungku, waah bagaimana rasanya bisa menjadi guide tetangga tentu bakal senyum full :)) sudah terasa sekarang bahagianya, (Aminn semoga Allah mampukan dan izinkan).
targetku sekarang, memaksimalkan niat untuk meningkatkan skill language ku, disamping hal utama untuk memaksimalkan ibadah di minggu terakhir sya'ban menuju menyambut bulan Ramadhan yang mulia. semoga, semoga Allah ridhoi perjalanan penghambaan ini, Amin.
Februari, 20/2025
194 days left.
kemarin dapet kabar temen seperjuangan lulus melanjutkan rute berikutnya dari jenjang pendidikan yang saat ini kami tapaki. seterharu itu, dan sebahagia itu. excited!! alhamdulillah ya Allah, temen deketku sudah pasti jalan apa yang akan di laluinya, di samping aku yang masih ragu saat kaki mau kemana dilangkahkan, setidaknya orang terdekatku masing masing sudah punya terminal lanjutan. karna setiap orang punya takdirnya, setiap kita punya cerita spesial masing-masingnya.
berhenti pada refleksi apa yang akan aku raih kedepannya, apa yang akan aku gapai berikutnya. harapku cuma satu dari tumpukan hari yang akan aku temui nanti, semoga Allah selalu berita pada titik tertinggi dari impiannya, semoga Ridho Allah menjadi pertimbangan nomor 1 dari deretan kesempatan yang akan ditemuinya, dan ya, tentu didalam hatinya ada Allah yang ikut serta.
Februari 19/2025
195 days left.
Pernah gak si, merasa asing banget sama sekitar, terasa kaya kamu ga dibutuhin di tempat yang jadi bagian untuk kamu pulang, berfikir kalau semua orang gak perlu kamu, gak pengen dekat denganmu, dan tentunya malas untuk communicate sama kamu. Sepertinya kamu semembosankan itu untuk dijadikan teman, dalam hal apapun. Awal-awal rasanya semenggugah itu untuk berkelana, full senyum gak habis-habisnya, berfikir positif sama banyak hal yang tak sesuai dengan rencana, namun rasanya makin kesini, makin kentara lelahnya, makin terasa pekanya, makin juga merasa paling gagal dan gak bisa di andelin, meski rasanya udah maksimal, udah gak ngundang hal yang bikin orang kecewa dan marah, namun lagi-lagi payah, sejelek itu dalam manajemen waktu, berfikir, dan berilmu. dan kadang bertanya, aku itu apa sih positifnya, aku itu apa sih ahlinya, hal yang bisa di andelin dalam dirirku itu apa sihh??
pada akhirnya yang sayang semaksimal itu pada diri sendiri adalah kamu yang punya raga, yang sayang kamu dan tak peduli akan burukmu hanya kamu dan penciptamu, yang berhak akan hidup baik ini hanya IA maha pencipta, segalanya. gak peduli seberapa buruk kamu dalam bertindak dalam hidup, gak peduli segunung atau selaut dosa yang kamu bawa di punggungmu, tetap saja IA akan datang dengan tangan terbentang, mendekapmu dengan segala ketenangan, yang menghentikan keriuhan yang ada dalam pikiran dan perasaanmu. aah,, tidak ada yang semudah itu menerimamu jika itu manusia, tidak ada- kalaupun ada mungkinn kedua orangtuamu saja (?).. Lagi pula yang ada didunia ini ada dalam kendaliNya. Ilmu Nya. bukankah sebaik-baik hamba adalah ia yang berserah meski tahu segala hal tak melulu bisa dalam kendali kita. segala punya porsinya, sebab kamu hamba bergantung padaNya, adalah benar adanya.
pada perjalanan bumi yang tidak ada akhirnya kecuali kematian. harapku kamu tak terlalu jauh jika melangkah, tak terlalu dalam jika terbenam, tak terlalu kuat dalam menggenggam banyaknya semu dalam pilihan, meski ragamu tak lagi sekuat dulu, meski banyak hal hidup yang menjadi alasan air mata itu terjatuh, tidak ada yang aku harap kecuali kamu menjalani rona dunia dengan keluasan hati, tanpa tepi. Allah tak mungkin meninggalkanmu dalam sulit tanpa ada penawar, tak mungkin memberi sulit tanpa ada kemudahan sebagai pelengkap kekeliruan, tak mungkin ada tangis tanpa kabar bahagia yang menjadi pembatas yang menentramkan hati dalam keikhlasan. Anggikk,, tugasmu hanya berbuat kewajiban dengan semaksimalnya, dengan segala hal terbaik yang engkau punya, bukankah IA bersama mereka yang sadar akan tugas di bumi ini menjadi apa. tugasmu di kampus memaksimalkan diri menjadi siswa, berpandai menempatkan segala, tentunya dan harusnya selalulah menempatkan Allah dinomor pertama, disela susah senang yang kamu punya. semoga Allah mudahkan segala jalannya. semangat ya- hamba.
kampus gifu. tengah hari -12.00pm
Februari 18/2025.
Pesan Untukmu
Tulisan ini mungkin akan segera menemukanmu, atau mungkin membutuhkan beberapa waktu, entah sehari, seminggu, sebulan, bahkan mungkin beberapa tahun kemudian.
Tulisan ini dibuat di 23 Januari 2025, sebuah penanda waktu yang mungkin bagimu adalah hari yang membahagiakan atau mungkin hari yang membuat sedih. Setiap orang punya ceritanya sendiri di tanggal yang sama.
Aku hanya ingin mengatakan kepadamu bahwa kamu telah berjalan sejauh ini, masih bertahan hingga saat ini. Meski pikiranmu berkecamuk, beberapa kali ingin menyerah, banyak sekali pertanyaan di kepalamu yang membuatmu sulit tidur, serta bingung menerka kemana dan seperti apa ujung dari jalan yang lagi kamu lalui. Bahkan beberapa di antaranya, ada yang sempat kepikiran untuk mengakhiri hidup tapi itu tidak dilakukan hingga saat ini. Bukankah itu hebat? * * * * *
Saat orang lain mungkin telah memiliki apa yang kita inginkan, mencapai apa yang kita harapkan. Sering kita bertanya-tanya, mengapa bagi kita jalan ke sana itu terasa sulit. Ada banyak hambatan, bahkan harus muter-muter. Kadang kita juga berpikir, kenapa untuk memahami sesuatu butuh waktu yang lama. Saat belajar hal baru, kita butuh waktu setahun, mereka sebulan sudah bisa. Kenapa semuanya terasa sulit buat kita? Bahkan saat mereka memiliki impian-impian, hal-hal di sekitarnya tak memberatkan. Mereka mendapatkan dukungan tanpa harus memikirkan tanggungan lain, seperti kita yang mungkin harus banyak berkorban untuk keluarga, saudara, bahkan diri sendiri.
Saat malam menjelang, pelan kita tutup pintu kamar dan sendirian. Pikiran kita terasa rumit, terasa sulit untuk melihat kenyataan bahwa menurut kita, kita belum mencapai apapun. Hal-hal yang jadi impian kita rasanya seperti khayalan saja.
Itu adalah pikiran yang membuat kita sulit bahagia.
Sementara di lain waktu, saat kita berkendara, saat kita bertemu dengan banyak orang di luar sana. Hidup yang menurut kita merana ini, ternyata adalah hidup yang begitu nyaman. Kita masih bisa berteduh saat hujan, masih bisa menikmati makan setiap hari, masih ada waktu untuk berselancar di dunia maya, masih memilik pakaian yang bisa berganti-ganti, masih punya waktu untuk mengaji, dan banyak hal lainnya.
Ahhh kadang hidup yang kita jalani ini, terasa sesak bukan karena apa yang kita miliki, tapi kita terlalu banyak memikirkan apa yang tidak kita miliki.
Rasanya, kita sebenarnya sedang diuji dengan ketakutan diri. Takut akan penilaian orang, takut akan kemiskinan, takut akan hilangnya kesempatan, takut akan umur yang semakin bertambah, takut salah memilih pasangan. Semua rasa takut itu seolah menjadi pemutus jalan antara kita dan masa depan. Sehingga kita terus menerus hidup di hari ini, dengan keadaan yang seolah tak pernah beranjak karena kita tidak pernah berani.
Tidak berani untuk kelelahan nmemperjuangkan impian, tidak berani untuk membuat kesalahan, tidak berani untuk membuat keputusan, tidak berani untuk menghadapi kenyataan, tidak berani untuk bertemu dengan hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi.
Jangan-jangan jarak kita dengan tujuan hanya sejengkal, hanya saja butuh keberanian. Sementara kita terus menerus hidup dalam rasa takut seolah tidak punya Tuhan? * * * * *
Tulisan ini mungkin akan kamu temukan suatu hari nanti, entah kapanpun itu ditemukan dan kamu sedang tidak nyaman menjalani hidupmu sendiri? Coba lihat lagi, ada berapa banyak pilihan yang kamu miliki jika kamu berani? Sesuatu yang selama ini kamu berpikir bahwa kamu tidak punya pilihan. (c)kurniawangunadi
Katanya berTuhan namun masih saja ketakutan itu dinomorsatukan,
Bukannya mereka yang menghamba adalah yang banyak syukur dan tenangnya (?)
Ingat, dalam sebentar banyak hal baik yang menghantar, jangan terlalu lama berputar.
7/365
bagaimana rasanya terlahir kembali?
seminggu berlalu tahun 2025. awalan yang diharapkan, memulai hari ditahun baru dengan berkumpul dan menjalankan rutinitas sebagai hamba bersama orng -orang yang dengan mereka aku paham makna menjadi manusia yang bertuhan. merangkai lagi makna hari yang dimiliki dengan segala kebaikan yang ingin dilakukan, berharap lagi dan lagi semoga tahun ini penuh dengan amalan yang tuhanku ridhoi, meski pada pekan ini pula hantaman dari dosa lainnya ikut serta mewarnai, rasanya pekat dengan kabut hitam yang bergemul dalam rongga dada yang mengecil, sasak sekali rasanya jika berpikir aku akan lama hidup menapaki kaki di tanah yang abadi namun akunya kan hilang termakan hari.
dihitungnya hari-hari dengan jatuh bangunnya peran sebagai manusia yang lengkap dengan kurang dan lebih, dan tepat pada hari ke 7 ini, ia mulai dengan menutup hari kemarin dengan memperdengarkan suara live talbiyah dirumah suci, harapan gadis 26 thn yang ingin menjadi tamuNya dengan dalih ingin bertemu dengan sang ibu yang nantinya juga bertamu awal februari nanti.
dan disisi lain, riuh pikiran tidak lagi mengantri mengerubungi, ia penat dengan segala macam rona dunia, tapi ia masih harus berjalan memaksimalkan hari yang penuh cerita sana sini. ia ingin berjalan tanpa harus memikirkan banyak hal, tanpa harus takut dibilang tak setia kawan, tanpa harus mendengar gerutuan dari mulut mulut fana lainnya dalam kesekian kali. ia hanya ingin bersama tuhannya, bercerita panjang lebar perihal hari berat yang harus terlewatkan, ia ingin mengadukan banyak hal pada sang pemilik raga, tentang begitu lelahnya menjadi hamba yang mencoba menepati janji, janji sebagai manusia, pun lengkap dengan sifat menghamba.
pada minggu pertama tahun ini, ia langitkan banyak semoga, banyak hal baru ia mulai dengan harapan Allah ridho dengan hal kecil yang ia lakoni, sebagai bentuk penyelasan dari banyak kurang yang memenuhi catatan tahun lalu, sebagai bentuk sebenar-benar hamba yang tak mampu berjalan jika Tuhannya tak mengasihani, sebagai banyak pembayaran yang harus ditunaikan akan amanah hidup sudah sampai hari ini. semoga, semoga masih ada ruang pada semesta untuk menerima ia si fakir dalam banyak halnya.
akhirnya, Tuhanmu melihat apa yang telah dikorbankan olehmu, besar kecilnya, berat ringannya, semoga ia dibersamakan dengan banyak cinta dan kasih sayang oleh Tuhannya pun makhluknya :)
---11.06am, kampus gifu
days 255.
dari waktu waktu terbaik.
hari ini berlalu dengan setengah hari terbuang sia-sia rasanya. tapi, gak papa ujarku, dengan segala kesalahan yang aku lakukan ini menjadi pengingat bahwa aku si hamba yang banyak salah dan kurangnya, adalah harus untuk bergantung pada ia sang Maha segala, maha memberikan banyak kesempatan dan keberaturan. pemilik waktu yang selalu mengingatkan dengan waktu waktu yang kadang aku abaikan. si waktu yang tidak menunggu barang sedetikpun, yang tetap berdetak meski rasanya hari itu penuh dengan retak, yang pasti tak mungkin bisa aku hentikan meski berada pada masa senang penuh kebahagian.
dari waktu terbaik yang dipunya, ternyata kita tak perlu mengukur banyak kemungkinan masa depan, hingga terlupa masa sekarang yang sedang dimiliki dan dijalankan, berdiri dengan memaksimalkan tiap detik kedepan dengan cerita cerita yang diharapkan, jangan menunggu orang membuat segala nya menjadi nyata, namun kamu punya waktumu sendiri yang bisa kamu maksimalkan dengan warna yang ingin kamu warnai, kamu punya kesempatan dan kisahmu sendiri, tidak peduli orang lain mengatakan itu hal yang tak perlu dipentingkan, sebab pemnting tidaknya hidupmu berbeda dengan apa yang diperioritaskan orng.
lagi dan lagi, jangan sia siakan setiap detik yang berlalu, jangan menganggap remeh setiap masa yang saat ini kamu miliki, berbaik baik akan waktu adalah keharusan.
semoga kamu tenang, dalam memaksimalkan segala kesempatan
@05.32pm,-studentroom:)
256 days before left.
i decided. fixed.
apakah benar? ujarnya bebisik pelan. apakah yang ku pilih ini benar dan membawaku pada harapan harapan lain yang ku langitkan tahun tahun sebelumnya.(?)
akhir perbincangan dengan kesimpulan bahwa aku akan melanjutkan perjalanan dengan rute lainnya. dengan hal baru lainnya yang tentunya berbeda dengan apa yang saat ini aku kerjakan, orang baru yang aku sayang selama satu tahun belakangan ini, yang dengannya aku paham makna menghargai waktu, menghargai pertemuan, menghargai kebersamaan, menghargai perbedaan, menghargai waktu luang, menghargai segalanya.. aaaa kan mau nangis lagi:"), karna emng setakut itu untuk namanya perpisahan:(( emng semengerikan itu meninggalkan orang-orang yang dengannya aku berbagi waktu, hati, pikiran dan kesempatan. mau bilang makasi banyaak, udah menumbuhkanku, mendewasakanku setiap harinya, punya kakak banyak yang dengan background yang superduper buat kerenn hehe, mereka orang berilmu dan punya wawasan luas. seluas jarak pandang, dengan mereka aku semakin banyak belajar, bagaimana ilmu ini dan itu, seberapa gak tau apa apa nya aku terus diajarin ini itu, dengan segala kurang dan lemotnya aku. makasii sudah mengadakan aku di rantau ini ya kakak-kakak sayaangg <3,
pun temen lainnya yang seumuran dan sebab berkerja sampingan membuat kita punya banyak kesempatan untuk berdiri bareng, untuk menghabiskan waktu bareng bareng, makan bareng, olahraga bareng dan apapun itu yang kita habisin bareng, makasi udah mau temenan dengan aku yang kadang lemot dan kadang nyebelinn, dan kadang cuma mau dengeriin tanpa memberikan banyak tanggepan hehe, apapun itu, aku sebersyukur itu kita dibersamakan, makasi mau jadi temen yang menyenangkan untuk awal pun hari hari kedepan <3
pun untuk temen-temen yang masuknya bareng, yang walaupun aku banyak skip nya, banyak gak bisanya, tapi masih juga di ladenin si aku yang banyak kurangnya ini, mau bicara dan mengikutsertakan aku dalam cerita random grup, meski aku si paling terakhir yang nanggepin, yang gk terlalu aktif, tapi mereka selalu ajarin aku bagaimana tetap bersikap dewasa dengan segala pemakluman itu, bersikap dengan segala kelebihannya, dan aku sungguh menghargai warna warninya mereka, yang unik plus berprestasi, makasi makasi banyak sudah ada, dan bersinar dengan warna warni kebahagian <3
pun temen yang baru aku temuin satu persatu, temen lab yang denganny aku belajar bagaimana cara mengusahakan tiap persoalan, yang dengannya aku belajar gak papa kalau tidak paham, yang penting kita udah berusaha, pun pembimbing yang dengan aura baik dan kebapakannya, udah nanya kepastian berukali kalo perihal lanjut ato engganya, seterbuka itu perihal sudut pandang, meski aku dengan kebebalan yang tumpah ruah, mohon maaf untuk banyak kurangnya selama dibimbing pak, semoga banyak kebaikan dan kemudahan yang membersamai bapak :)
beberapa ratus hari kedepan- tak akan sama lagi setelahnya, meski begitu, akan ku maksimalkan 256 hari penuh cerita ini, dengan segala yang bisa aku usahakan, dengan segala yang bisa ku bagi akan diriku, mengadakan diri bahwa aku ada karna orang sekitar ku pula, mereka pelengkap hari hari selama di rantau ini, sungguh aku bertemu dengen mereka dan memang mereka sudah masuk dalam orng-orang tercinta yang dengannya aku bersyukur setiap harinya.:)
@studentroom ujung:) kamps Gifu.
10.50pm/dec.18/2024 ; 256 before lefts.
padanya terletak berkah.
Dec.4/2024
sesingkat video yang tersebar didunia nyata yang luas, pada banyak respon yang mengudara dengan berbagai macam cuacanya, tulisan ini juga bermaksud dalam menyampaikan apa yang aku rasakan ketika melihat cuplikan tersebut.
menjadi manusia tekadang membuat kita lengah dalam merasakan emosi lainnya, dalam hidup dan kehidupan yang berjalan, sejatinya kita dengan kecemasan masing-masingnya, dengan ingin terlihat baik dari segala sisinya, terlihat tanpa cela dalam bertindak dan juga menyampaikan apa-apa. namun terkadang lupa dalam memelihara perasaan lainnya tersebab telalu kuat dalam mempertahankan diri untuk terlihat oke dalam suatu keadaan.
menjadi salah satu dari lainnya yang berjalan di bumi yang penuh akan manusianya, tentu menjadi keharusan untuk memelihara setiap makhluknya, tanpa tumpang tindih sikap yang membuat lainnya bersedih atau terluka, namun lagi lagi aku tersadar bahwa setiap mereka yang bersinggungan dengan sesiapa selalu saja memberikan pembelajaran dan pendewasaan, semesta selalu bertindak dengan keharusannya, dan sang pencipta selalu memberikan sisi berkah atas apapun yang kita hadapi.
selalu ada yang dikembalikan pada rasa sakit yang kita rasakan, selagi Allah yang menjadi tempatnya bergantung, selagi Allah yng menjadi tempat aduan setiap detiknya, Allahu,. dari bapak aku belajar, bahwa kesabaran itu selalu saja berbuah berkah, tidak membalas bukan berarti lemah, tidak menanggapi orang yang membuat luka bukan berarti kita kalah, namun kita sudah pada kata ''la'allahu khoir'' disana teletak kebaikan, disana terletak berkah dan disana terletak obat yang nantinya menutupi segala kesakitan yang dirasakan.
sehat selalu bapak penjual teh, yang jua terpenting adalah engkau Hero bagi istri dan anak-anak dirumah, bukan suatu kerendahan apapun mata pencaharian yang engkau geluti, apapun itu selagi halal dan Allah ridho akan apa apa yang dijuangkan, selalu ada berkah disana.
pun pada sang ilmu, selalu saja ada pembelajaran yang kita bisa ambil, perihal menata lisan dalam menyampaikan, pentingnya berfikir sebelum memberikan ungkapan, tidak peduli sesiapa yang kita singgung, muda ataupun tua, selagi manusia dan makhluk yang IA cipta, kita berhak untuk menjaga setiapnya, semampu kita, semaksimal kita.
semoga kita selalu Allah jaga, dalam apapun yang saat ini kita juangkan, semoga berkah.
selamat kamis, jangan lupa tersenyum manis:)
June 24/24
Pada banyak awal dalam memulai jalan kembali pulang, semoga Allah mudahkan, Allah ridho dan berkahkan setiap tindak yang dilakukan.
dan nyatanya- IA adalah sebaik baik pencipta yang menghidupkan.
mudahkan jalan penghambaan ini, ya Ilahi Robbi.
page 1- 10.40pm
June 13.
''Coba deh liat langit itu'' - ujarnya saat kami sama sama merebahkan diri diatas rerumputan lapangan setelah berlari kecil dalam rangka jogging sore.
'' mereka bersih, sama halnya seperti ilmu ga sii ?, kalaulah ilmu itu kan membawa pada ketenangan dan juga luasnya kerendahhatian-bukankah ia adalah satu satunya hal yang ingin kita dapatkan disaat menjadi seorang pembelajar? - lanjutnya lagi bergumam dengan suara yang penuh kesadaran.
aku pun tersadar. memang benar bukan(?)
bukankah ilmu yang berkah itu kan membawa si pembelajar pada diri yang serendah-rendahnya dalam urusan menghamba? sebab ia tahu bahwa cahaya akan menuntutnya menuju sang cahaya dengan segala ikhlas dan tanpa noda.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي , وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي , وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي , يَفْقَهُوا قَوْلِي
Pada banyak kurang kami sebagai hamba, tolong tuntun kami selalu ya Allah:"
@lapanganujung-kampus gifu -06.60pm
june ke 7.
lelah katanya, namun doa yang mengudara ingin selalu disibukkan dengan banyak kebaikan, lalu kenapa ada keluh akhirnya, tuan?
semoga berkah segala sibukmu - manusia semu.
kampus Gifu, langit Biru- 02.37pm.
untuk tulisan yang penuh nasehat akan diri,
semua yang kamu pasrahkan pada sang pemilik kehidupan adalah sebaik-baik pasrah setelah apapun yang kamu juangkan sebelumnya.
sadar akan manusia banyak kurangnya, semoga kamu memperlakukan yang lainnya seperti halnya berlaku akan dirimu sendiri.
student room ujung-kampus Gifu. 04.24pm
May 28.
lalu siapa yang salah.
kamu hanya akan semakin tak mampu berbuat apa-apa, untuk banyak rumpang yang tercipta.
seperti biasa, melakukan apapun yang tak menghasilkan guna, lagi lagi kamu akan bertaruh akan bualan kata yang mengudara, siapa yang paham kamu selain IA, yang tahu lebih pun banyak kurang pada raga, semoga-kamu tak apa.
Hujan Gifu, tak kunjung reda. 05.57pm
May 22.
kita manusia, segala punya porsinya- pun rasa.
harapku, kita saling menjaga. agar tak ada yang terluka. sesederhana itu, ya:)