Hug 😍😍😍😍😍😍😍😍

tannertan36
taylor price
Peter Solarz
YOU ARE THE REASON

Andulka
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Lint Roller? I Barely Know Her
No title available
Today's Document
occasionally subtle
we're not kids anymore.
DEAR READER

★
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
art blog(derogatory)

ellievsbear
hello vonnie
todays bird
Three Goblin Art
seen from Philippines

seen from United Kingdom
seen from Portugal
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from France

seen from Portugal

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Poland

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Indonesia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Portugal

seen from United Kingdom
@junaediahmad
Hug 😍😍😍😍😍😍😍😍
Kimi no na wa real locations 💕
Kimi no na wa real locations 💕 (part 2)
today, we chose a path that differed from the letter
Orange オレンジ (2015)
tao as kento’s fangirl.. sort of
Matsumoto (Orange PARCO shop & Festival) [x]
Characters Birth Date & Blood Type
[x]
• Naho: March 14 (B)
• Kakeru: September 14 (B)
• Suwa: November 27 (O)
• Azusa: October 5 (O)
• Takako: June 18 (A)
• Hagita: February 29 (AB)
FEATURE: Anime vs. Real Life! "Orange" Part 1
Anime vs. Real Life finally returns now that I am back from my trip to Japan. Fortunately, I was able to visit some of these cool anime locations myself during my free time, so please look forward to these in the coming weeks. First up, Orange!
Orange, based on the identically named manga, is set in the city of Matsumoto, in Nagano Prefecture. Matsumoto (with an estimated population of 240,000) is located in the center of Japan’s main island, Honshu, northwest of Tokyo. If you are currently following the anime, you probably noticed that the city is surrounded by mountains, specifically by the Japanese Alps in the west and the Utsukushigahara Plateau in the east – making it a popular destination for hikers and mountain climbers. The city itself also has a lot to offer, like Matsumoto Castle, one of the oldest castles in Japan, or the former Kaichi School, one of the first schools in Japan – both of which have not yet appeared in the show (but that could of course still happen). Now, let’s see how the fictional version of Matsumoto stacks up to the real one, and if the anime is able to correctly capture the atmosphere of the city. This article is going to focus on the locations of the first episode of Orange.
There was no time capsule buried there, at least I was not able to find one.
This location was right outside of the east exit of Matsumoto Station, and shows the main street of the city. From there it’s a straight walk to Agatanomori Park, which I will come back to a little further down.
Hanadokei Park is a small park right behind a Parco shopping mall.
This is the entrance of Agatanomori Park. It is a straight walk from Matsumoto Station along the main street and it took me about twenty minutes of walking to get there.
It’s still quite a long way from that point to the school – Naho, you should better hurry up!
Sadly, I was not able to find the bakery of Azusa’s parents – I also wanted to try some of their curry buns.
This little bridge and the river are located right next to the school. There was not really a lot going on there, but it has become evident that the anime is following its real world counterparts quite closely. Accurately recreating the city of Matsumoto works especially well for a show like Orange, since the setting feels real and authentic, while at the same time still being unique and interesting.
The photo at the end of the article will better show these statues they just passed by.
After a little detour, the gang heads back home through Agatanomori Park. The park itself, in truth, does not really seem to be a tourist attraction, since it was rarely mentioned in any of the brochures or guides I saw. The park does however have quite a bit to offer, since it was established on the school grounds of a former high school. The school was built as a western style wooden structure and now houses a public library and the Pre-war High School Memorial Museum.
I actually had to go back to Matsumoto the next day just for this shot from Koboyama Hill. It is quite hard to reach from the station, as buses only go there every two to three hours, but once I was there, it only was a fifteen-minute hike to get up. Koboyama Hill is a famous cherry blossom viewing spot and also contains one of Japan’s oldest tombs.
Some extra pictures:
There was quite a bit of promotion going on in the city for Orange. The tourist information center in Matsumoto Station even had free Orange location maps, although only for the manga and the live-action movie. I coincidentally watched the live-action movie on my flight to Japan, and it kind of spoiled the whole show for me.
A better view of the former high school in Agatanomori Park.
So what do you think - is Matsumoto a fitting setting for a show like Orange? For next week, would you like to see some more locations of Orange, or are you up for something different? Let me know in the comments below.
OMG! After read this post I really want to come back to Japan 😭😭😭😭😭
Anywhere's better than (t)here
Hello everyone,
As I promised before, I will tell the truth.
Gue punya cerita, based on true story sih.
Singkat saja ada orang namanya A. Ada orang namanya B. Si A baru aja mengalami beberapa shock yang dipublish oleh seseorang, sebut saja si B. Setelah terapi untuk shock ini selesai, si A ingin mengubah agar shock ini tidak membuat si A hidupnya berantakan. Terapi ini berjalan lancar. Si A mulai nyaman dengan perubahan yang diubahnya.
A dan B gabung dalam suatu komunitas. A pernah keluar dari komunitas itu karena tidak tahan dengan shock yang dijadikan bahan candaan. Mereka tidak tahu seberapa dahsyatnya shock itu berdampak pada kehidupan si A. Setelah itu, si A akhirnya mau kembali ke komunitas itu.
Di dalam komunitas itu, ada sekitar 5 orang lainnya yang memang tidak aktif. Fenomena 5 orang ini sudah berlangsung cukup lama, dan tidak menjadi masalah besar dalam komunitas itu. Berkaca dari itu, A memberlakukan fenomena itu untuk dirinya di dalam komunitas itu, terlebih atas kejadian bahan candaan itu. Berharap dengan bersikap begitu tak menjadi masalah besar.
Komunitas ini melaksanakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Tahun ini, musibah mendatangi keluarga si A satu hari sebelum kegiatan rutin tahunan tsb. Salah satu anggota keluarga besar A meninggal dunia. Si A sedih dan tidak bisa ikut kegiatan rutin tsb. Tetapi si A tetap memberikan sepatah kata ke dalam komunitas tsb pada saat hari H kegiatan tahunan tsb.
Si L, yang merupakan anggota komunitas yg sama dgn A & B, memiliki ‘hutang’ kepada si A. Sudah ditanyakan beberapa kali ke A tetapi belum ditemukan solusinya. Akhirnya A merencanakan di hari yang bagus itu untuk melancarkan pembayaran ‘hutang’ L kepada A dengan mengadakan pertemuan dengan O, salah satu anggota komunitas juga. A berpikir karena urusan ini hanya ada kaitannya dgn A, O, dan L, ia sengaja tidak memberitahukannya ke dalam komunitas karena bersifat pribadi. Tak terpikirkan oleh A, hal ini malah menjadi suatu yang membuat citra si A 'hina’ di depan jari jemari orang yang masih aktif mengisi kekosongan. A mencoba sabar dan tidak menanggapinya terkait citra yang buruk yang sudah dicapkan kepada dirinya. A bingung dan mencoba mempertanyakan pada dirinya, apa yang pernah diperbuat dirinya sehingga dicitrakan 'hina’ oleh yang lainnya? Apakah A mengganggu orang lain sehingga dendam pada dirinya? Si A pun mulai menyadari resiko yang terjadi di masa kekinian ini. A memikirkan hal tsb di tempat yang sudah ditinggali orang kebanyakan.
Tak ada angin tak ada hujan, B dengan tagline yg dramatis, mengasumsikan teganya seseorang (A) yang melakukan hal biadab kepada dirinya sedangkan dirinya ini berhati malaikat, yang sangat mulia terhadap sesama orang lain meski jahat sekalipun (A). B melakukan ini dihadapan mata ratusan orang termasuk dihadapan A.
Melihat hal tsb, sama dengan sebelum-sebelumnya, A keluar dari hadapan orang banyak tersebut dan menyamankan diri ditempat yang mulai banyak ditinggal orang, ia berprinsip untuk tidak peduli dengan apapun yang membuat dirinya gusar.
Tak pelak beberapa waktu kemudian, A menyadari bahwa tagline dramatisir yang disebutkan oleh B hanya buah emosi biasa. Bila bicara lain dibibir lain dihati lain yang dilakukan, menurut Ikke Nurjanah disebut munafik. Yang dilakukan oleh B adalah lain yang dilihat oleh banyak mata mengenai tagline itu, lain yang dilakukan bertolakbelakang dengan tagline itu secara sembunyi.
As the result, A tetap menutup telinga atas apa yang terjadi. Jika B bisa melakukan demikian, A bisa menyimpulkan. Akhirnya, A akan berpikir: “anywhere’s better than here”
Itulah kisah yang dikemas dengan sangat ingin orang yang membacanya jadi bingung! :p Tamat (I hope so, males drama).
Tulisan : Melewati
Aku selalu percaya pada proses dan berusaha untuk tidak tergesa-gesa. Proses itu memakan waktu, membuat khawatir, membuat ragu, dan membuat lelah. Namun, melalui proses itu pula pembelajaran-pembelajaran terbaik itu hadir.
Aku percaya kalau kita mampu melewati satu hari dalam menunggu, maka kita mampu melewati hari kedua-ketiga-dan seterusnya. Kalau kita mampu melewati satu hari perjuangan untuk melepaskan sesuatu, maka kita mampu melewati hari-hari berikutnya. Hingga pada satu titik kita telah mengetahui bahwa kita sudah jauh dan berhasil melewati semua itu.
Memang kita sempat ragu, sempat khawatir tidak bisa melewatinya, sempat resah tidak bisa melepaskan sesuatu atau memperjuangkan sesuatu. Tapi yakinlah, kadang dalam hidup ini kita hanya perlu sekedar menjalaninya tanpa banyak bertanya.
Aku percaya kalau kita bisa melewati hidup dengan segala liku perjuangannya ini. Hari ini mungkin kita belum ikhlas, suatu hari kita akan menyaksikan betapa berharganya perjuangan yang kita tempuh saat ini.
Yogyakarta, tengah malam; 6 Mei 2016 | ©kurniawangunadi
Your Lie in Aprils’ river scene: movie vs anime.
anohana: The Flower We Saw That Day
Live Action VS Anime
Jangan ditiru: Modal nekat dan akhirnya sewa boat yang harusnya isi 16 orang tapi malah buat sendirian. Habis sudah uang saku selama 5 hari di sorong 😅 Tapi uang itu dapat dicari, kalau kesempatan ga datang 2 kali 😆 at Raja Ampat – View on Path.
Dan, akhirnya Dan akhirnya teasernya keluar! Haha https://youtu.be/CN9xpqG1giY Walaupun berasa fan fiction liat muka mukanya, gak sabar nunggu sampe bulan November 2015 hahahaha. #デジモンアドベンチャー tri with Herdiansyah at Digital World – View on Path.
#WhoIsMuhammad adalah trendingtopic di media sosial sebagai respon dari umat Muslim karena kasus Charlie Hebdo yang menggambarkan sosok Muhammad dengan leluconnya. Dan gue jadi keinget lagu ini. Lagu yang dari SD sering gue dengerin karena kaka gue yang cewek nyetel ini terus di radio. Suka banget dan merinding denger/baca liriknya: "Rasulullah dalam mengenangmu Kami susuli lembaran sirahmu Pahit getir pengorbananmu Membawa cahaya kebenaran Engkau taburkan pengorbananmu Untuk umatmu yang tercinta Biar terpaksa tempuh derita Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya Tak terjangkau tinggi pekertimu Tidak tergambar indahnya akhlakmu Tidak terbalas segala jasamu Sesungguhnya engkau rasul mulia Tabahnya hatimu menempuh dugaan Mengajar erti kesabaran Menjulang panji kemenangan Terukir namamu di dalam Al-Quran Rasulullah kami umatmu Walau tak pernah melihat wajahmu Kami cuba mengingatimu Dan kami cuba mengamal sunnahmu Kami sambung perjuanganmu Walau kita tak pernah bersua Tapi kami tak pernah kecewa Allah dan rasul sebagai pembela" Ya, lirik lagu ini hanya sebagian sedikit dari penggambaran sosok nabi Muhammad SAW, nabi terakhir. Jadi, sudah tahukan WhoIsMuhammad?