I still care, but sometimes distance is the healthiest choice.
Agustus, 2026
occasionally subtle

Andulka
No title available

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Today's Document

Product Placement
KIROKAZE

PR's Tumblrdome
Noah Kahan
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
official daine visual archive
Claire Keane
Cosimo Galluzzi
Show & Tell
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline

#extradirty
taylor price
The Bowery Presents

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Denmark
seen from Türkiye

seen from Iraq
seen from Bolivia
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from South Africa

seen from United States

seen from Bangladesh

seen from Ireland

seen from Netherlands

seen from China

seen from United States
@justthewayiam
I still care, but sometimes distance is the healthiest choice.
Agustus, 2026
"ketika seseorang tidak menjadi takdir yang kau miliki.. maka saat itulah otak akan memutar sosok yang tak bisa dihapus oleh hati"
Jangan buka buku yang sudah kamu baca,
hanya karna kamu rindu halaman pertamanya.
Ada kalanya yang kau genggam bukan lagi membuatmu hangat, tapi justru membakar telapak tanganmu.
Kamu tau apa yang lebih menyakitkan dibanding kamu tak punya rumah? Apa? Kamu mati secara perlahan di dalam rumah yang terlihat sempurna di mata orang lain, tapi hancur di dalam matamu. *unknown
Ketika kamu telah mendiskusikannya berulang-ulang kali Tapi tidak ada yang berubah Itu bukan kesalahan tapi kebiasaan Kamu hanya punya dua pilihan Pergi atau terus memaklumi
Trying to be happy doesn’t mean you’re failing if you’re not smiling every day. Some days just surviving is enough. Happiness isn’t a constant state — it comes in moments, sometimes small ones.
#25.7.25
Sisa
Kadang, berakhirnya cerita dua orang itu nggak kayak di film—nggak ada pelukan selamat tinggal, nggak ada pintu yang dibanting, nggak ada kata-kata menyakitkan.
Enggak.
Justru, kita selesai kayak gerimis yang pelannnnn banget redanya, sampai-sampai kita baru sadar udah nggak hujan lagi pas langitnya terang.
Satu waktu kita masih merasa “kita”, tapi besoknya udah kayak dua orang asing yang lupa gimana caranya ngobrol. Nggak ada perpisahan yang formal. Nggak ada kopi terakhir sambil cari penjelasan.
Kita cuma... berhenti aja—pelan-pelan, benang demi benang, terurai kayak baju sweater yang mulai lepas jahitannya melonggar tapi terlalu halus untuk disadari sejak awal.
Yang lucu, yang paling sering kita inget bukanlah bagian akhirnya. Tapi bagian di antaranya.
Yang nggak penting, tapi kok ya justru nyisa.
Cara kamu manggil nama aku sambil senyum kecil. Cara kamu hafal aku suka Earl Gray Milk Tea with extra caramel pudding. Tawa kamu yang nggak ikhlas tapi tetap kamu keluarin pas aku maksa ngelucu.
Nggak ada yang megah dari itu semua. Tapi... ada.
Kamu juga begitu. Nggak pernah jadi segalanya, tapi pernah jadi cukup.
Tapi, kayaknya dari awal kita udah sama-sama tahu, deh: hubungan ini nggak akan selamanya.
Seperti yang aku bilang, kita tuh kayak hujan sore yang turun cepet, heboh sebentar, lalu hilang secepat datangnya. Tapi meskipun gitu, rasanya tetap nyaman. Hangat. Nggak lama, tapi cukup buat bikin kita sadar bahwa ternyata kita masih bisa merasa. Masih bisa sayang. Masih bisa nyimpen kangen, walau cuma sementara.
Sekarang kita udah jalan masing-masing. Nggak ada yang jahat. Nggak ada yang salah. Cuma dua orang yang tumbuh ke arah yang beda. Tapi nggak apa-apa. Karena meski akhirnya nggak ke mana-mana, perasaan itu pernah ada. Dan itu cukup.
Kadang cinta tuh emang nggak harus dibungkus dengan janji atau dirayakan pakai pesta. Cukup dikenang dalam diam. Disimpan rapi dalam hati, kayak surat yang nggak pernah dikirim—tapi kamu tahu isinya berarti.
Tapi hei, menyenangkan juga, ya, selama momen itu masih ada.
I miss you every single day
and now you're so far away
#liriklagu
He's not you He will never be you.
#liriklagu
Hal hal yang tak kusesali, mengenalmu.
Aku rindu ketika kamu penasaran denganku.
Waktu tak selalu bisa mengobati luka
Beberapa cerita berhenti di halaman yang tak selesai, bukan karena kita kehabisan gagasan;
—tapi karena kita tahu tak semua cerita harus dilanjutkan.
Mungkin yang paling menyakitkan bukanlah kehilanganmu, tetapi kehilangan bagian dari diriku yg pernah bersamamu.
Diam dan Bertahan
Balik, Janjimu ketinggalan.