Etika Bisnis
Berbicara tentang etika bisnis sudah selayaknya bagi para pelaku bisnis memperlakukan costumer mereka sebagai orang yang membutuhkan kita, bukan dagangan kita. Kenapa? Karena kalau mereka butuh dagangan kita, setelah dapat apa yang mereka perlukan, maka mereka bakal pergi. Namun kalau yang mereka butuhkan adalah kita maka mereka pun bisa loyal.
Keloyalan seorang custumer itu langka, karena pada suatu saat kehadiran mereka pun masih bisa mendongkrak bisnis kita. Sebagai seorang yang bergelut di bidang bisnis, tebarkan lebih banyak manfaat pada costumer daripada segudang iklan. Belajar dari perkataan guru hebat saya, gak semua orang itu mau diiklanin. So, kita sebagai pelaku bisnis juga gak bisa egois.
Mulai dari sekarang sedikit demi sedikit tebarkan manfaat lebih banyak lagi, tonjolkan personal branding-mu. Maka mereka yang tertarik padamu akan lebih banyak. Dan secara gak langsung memperbesar peluang mereka tertarik pada bisnismu.
Tebar manfaat bisa berbentuk tips & tricks yang bisa berkaitan dengan bisnismu. Selain itu, berbagi motivasi pun juga bisa dilakukan berkala. Terlebih lagi motivasi yang bisa membangun interaksi dengan calon pelangganmu. Tentu akan membantu personal branding bisnismu juga.
Apa sih personal branding? Itu adalah pandangan orang, terlebih calon pelangganmu terhadap bisnismu, dan tentunya akan selalu melekat padamu sebagai owner. Tentunya inginkan tak hanya dikenal sebagai sesosok kawan atau rekan kerja juga, namun nama bisnis sudah melekat di benak pelanggan dan mitramu?
Nah, ketika personal branding sudah kuat, maka jangan kaget jika ternyata kepercayaan (trust) pelanggan dan juga mitra sudah menempel padamu dan bisnismu. Perkuat dengan menyebarkan testimoni dari pelanggan setiamu sehingga dapat memancing kedatangan calon pelanggan dan mitra baru. Tentunya tak ada owner yang ingin bisnisnya tak berkembang bukan?
Setelah personal branding kuat dan trust mulai terbentuk, maka ucapkanlah ‘selamat datang’ pada pelanggan setia. Karena bentuk loyalitas akan mendatangkan omset tetap.pada bisnismu, dan mereka tak segan-segan beriklan pada kerabat dekat mereka tentang bisnismu, dengan kata lain words of mouth. Bukankah akan semakin mudah mengembangkan bisnismu jika sudah sampai titik ini?













