Ada hari ketika aku bangun tanpa ambisi, hanya ingin hidup tanpa harus menang. Tanpa harus menjelaskan apa-apa kepada siapa pun. Tapi mereka menatapku seolah itu dosa. Seolah diamku adalah kemalasan, dan tenangku adalah kegagalan.
Lucu, ya. Kita diajarkan mencintai diri sendiri, tapi juga ditakuti agar tak terlalu nyaman dengan diri yang belum “jadi”. Kita disuruh menerima kekurangan, tapi juga diukur dengan hasil yang tak boleh kurang.














