kenapa dunia segedabag gedebug gini ya allah
dirt enthusiast
cherry valley forever
🪼
Cosimo Galluzzi
Three Goblin Art

No title available

No title available
we're not kids anymore.

Andulka
One Nice Bug Per Day

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
sheepfilms
seen from United States

seen from Denmark
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Latvia
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Ukraine

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from France

seen from United States
@kardusmieinstan
kenapa dunia segedabag gedebug gini ya allah
tubuhmu tidak sakit
Tapi kamu sibuk mencari sembuh
🗣️: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantep🙏🏻
pastikan gaya hidupmu tidak menggangu kehidupan ekonomi orang lain
Tidak semua yang belum berumah tangga itu lebih bebas dari tanggungan
Ada dari mereka yang bahkan mungkin punya tanggung jawab lebih besar dari mereka yang sudah menikah
Mereka harus menghidupi dirinya sendiri, orang tuanya, adik adiknya, atau keluarganya yang lain.
Manusia itu hidup dalam tiga waktu; masa lalu, masa depan dan masa kini.
Pertanyaannya, bagaimana harus bersikap akan tiga waktu tersebut? Sebab salah dalam bersikap, menentukan kadar kualitas hidup manusia.
Misalnya, mereka yang terlalu setia tinggal di masa lalu, akan menghadapi hidup tanpa gairah, karena setiap waktu yang berlalu hanya akan dipenuhi rasa penyesalan—"Kenapa dulu tidak ini? Kenapa aku memilih itu?" Atau juga, mereka yang terlalu 'bergairah' untuk hidup di masa depan, akan terbuai oleh angan yang kadang justru memicu ketakutan yang tak berkesudahan—"Nanti kalau ini gimana? Bisa nggak ya aku nanti?"
Itulah kenapa penting bagi kita dalam berlaku adil dalam menyikapi segala sesuatu. Adil itu mudahnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bagaimana kita menaruh porsi yang menurut kita tepat, berdasarkan pertimbangan matang sebagai bentuk ikhtiar terbaik dalam mensyukuri kehidupan.
Jika diibaratkan, tiga masa itu layaknya kita berkendara dalam mobil. Masa lalu adalah spionnya, masa depan adalah jalan yang kita kihat di depan, dan masa kini adalah tangan kita di atas kemudi. Kita sesekali melihat spion, tapi tidak untuk terus menatapnya. Karena jika terlalu lama menoleh ke belakang, kita kehilangan arah di depan.
Kita juga perlu melihat jauh ke depan, membaca jalan untuk memetakan potensi dan peluang, serta mengantisipasi tikungan. Namun jika terlalu sibuk membayangkan apa yang belum terjadi, kita justru kehilangan kendali atas kendaraan yang sedang kita jalankan.
Maka kuncinya bukan memilih salah satu, tapi menempatkan semuanya secara proporsional. Melihat ke belakang seckupnya, menatap ke depan seperlunya, dan memastikan tangan tetap teguh mengendalikan arah di saat ini. Sebab pada akhirnya, bukan masa lalu yang bisa kita ubah, dan bukan pula masa depan yang bisa kita pastikan, melainkan bagaimana kita mengemudi hari ini, yang akan menentukan kita sampai di mana.
Nikmati setiap peristiwa yang dihadapkan, hargai sebuah pertemuan, dengan sesekali kita bermuhasabah atas apa yang telah kita bekalkan. Semoga Allah meridhoi setiap hajat yang sedsng kita ikhtiarkan. Aamiin ya Robbal 'alamin :)
Sebagaimana Allah sabar menunggu taubatmu, seharusnya pun demikian, kita harus jauh lebih sabar menunggu doa-doa itu di kabulkan satu-satu. Karena yang satu adalah sabar tentang kesadaran kita, dan yang satu sabar untuk kebutuhan kita.
Kita bebas merasakan perasaan apa pun, tapi kita gak bebas dari tanggungjawab atas risiko tindakan yang didorong oleh apa yang kita rasakan.
Kita boleh marah. Tapi apakah karena marah kita jadi berhak menjadikan orang samsak?
Kita boleh sedih. Tapi apakah karena sedih kita jadi berhak untuk melukai?
Kita boleh merasa senang. Tapi apakah karena senang kita jadi berhak untuk mengecilkan perasaan orang lain?
Semua perasaan itu netral. Yang menjadikannya baik dan buruk tergantung bagaimana kita mengekspresikannya.
Feel the feeling but dont become the emotion.
Di perjalanan panjang ini, kelak kita akan menyadari dan mensyukuri betapa beruntungnya diri kita karena telah di tempatkan di posisi saat ini, bahkan di posisi paling sulit sekalipun.
Pengembara, 05 April 2026
di hidup yang sepenuhnya milik Tuhan ini, semoga setiap dari kita selalu percaya bahwa skenario yang dituliskan-Nya adalah sebuah keajaiban.
Jangan pernah berharap kepada manusia, sebab hal-hal baik hanya datang dari Allah bukan dari mereka.
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
Turut berbahagia dengan kebahagiaan orang lain adalah sebuah skill yang harus dilatih. Kenapa? Karena di sana kita harus belajar qanaah, belajar yakin dengan ketetapanNya, belajar syukur dan ikhlas.
Semangat bertumbuh.
Aku percaya pada rumus :
"Perbaikilah hubunganmu dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki keseluruhan hidupmu" :)
Tiba-tiba saja, Allah buat hati kita tenang
Tiba-tiba ada jalan untuk berkomunikasi dengan yang sudah lama dan canggung untuk kembali berkomunikasi
Tiba-tiba saja Allah, membuat orang yang dulu menyebalkan bagi kita, jadi tidak. Entah dengan mengubah orang itu, atau dengan melapangkan hati kita untuk lebih memaklumi
Tiba-tiba saja, semua terasa lebih mudah, lebih ringan, lebih menenangkan
hari-hari yang kita jalani saat ini mungkin adalah impian bagi beberapa orang, semoga kita tak pernah lupa untuk mensyukuri apapun yang kita miliki.
Siapa bilang tangki cintamu harus dipenuhi oleh manusia. Nyatanya hamparan sajadah bersama khusyuknya sujud, do'a yang tulus, baca'an qur'an yang tenang, istighfar dengan penuh penghayatan dan segala bentuk ibadah lainnya bisa memenuhi tangki cinta itu :")
10 hari terakhir Ramadhan, ayok kembali isi tangki cinta itu dengan istighfar panjang, khusyuknya sujud dan tenangnya bacaan qur'an. Bismillah
sebenarnya, manusia yang kurang empati itu mengerikan. jangankan untuk memahami kondisi orang lain, untuk sekadar menyadari bahwa tindakannya menyakiti saja pun mereka tak mampu.
dan yang lebih menyeramkan adalah, mereka tidak merasa bersalah. dalam kepala mereka, semua tampak wajar, semua terasa layak, bahkan ketika luka yang mereka timbulkan bersarang di hati orang lain dalam waktu yang lama.
doa lengkapnya
seorang suami dan bapak mengimami sholat Shubuh istrinya setiap pagi. kebiasaannya selalu sama:
selepas salam, ia membalikkan badan dan menggamit tangan istrinya untuk disalami oleh istrinya itu. ia lantas mendekatkan kepala sang istri ke hadapan wajahnya dan mendaratkan ciuman di kening. lalu kepala itu dibenamkan di atas pangkuannya. kemudian berzikirlah dia sambil mengusap-usap seluruh punggung istrinya, seakan-akan zikir itu dimandikan kepadanya.
yang selanjutnya adalah bagian yang paling disukai istrinya, yaitu dibacakan doa.
"ya Allah ya Rabb kami, ampunilah dosa kami berdua, dosa kedua orang tua kami, dosa anak-anak kami, dosa saudara-saudara kami, dosa kaum muslimin dan muslimat.
ya Allah tunjukkanlah kami jalan yang lurus dan Engkau ridhoi. janganlah Engkau membiarkan kami tersesat setelah Engkau memberi kami petunjuk. ya Allah terimalah amal ibadah kami.
ya Allah berikanlah kami rezeki yang halal dan berkah. berikanlah kami kesehatan. berikanlah kami kemudahan dan kelancaran dalam berkarier dan pendidikan. panggillah kami untuk beribadah haji.
ya Allah jadikanlah keluarga kami keluarga sakinah mawadah warahmah. jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang sholeh dan sholehah. ya Allah jadikanlah hamba seorang pemimpin yang qawwam.
ya Allah berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat. sembuhkanlah istriku ya Allah. angkatlah rasa sedih, marah, takut, dan kecewa dari hatinya. jauhkanlah dia dari mimpi-mimpi buruk. berikanlah ketenangan untuknya.
kabulkanlah doa kami ya Allah."
doa-doa itu ditutup dengan ciuman berkali-kali di seluruh wajah sang istri. lalu sambil memeluk istrinya erat, dia berucap, "aku sayang kamu banget. maafin aku ya. hari ini menikah sama aku ya?"
ternyata seperti itulah caranya memulai hari dengan ketenangan hati. rupanya itu pula salah satu cara merawat cinta dalam rumah tangga: tidak sekadar beribadah bersama, tetapi juga berdoa bersama. saling ridho akan satu sama lain, saling menjaga hati dan diri tanpa kehilangan humility.
catatan: menurut penelitian Gottman Institute, berpelukan minimal 20 detik sehari dan berciuman (bibir) minimal 6 detik sehari dapat merilis hormon-hormon kebahagiaan, merawat cinta antara suami istri. selamat mencoba. ❤️