I stole your words
and made new poetry,
but yours is my favorite
tumblr dot com
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
styofa doing anything

titsay
will byers stan first human second

blake kathryn
Cosmic Funnies

JBB: An Artblog!

No title available

shark vs the universe

⁂

No title available

roma★
he wasn't even looking at me and he found me
NASA
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available

if i look back, i am lost
Show & Tell
Acquired Stardust

seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from Sweden

seen from Sweden

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
@karmadolescene
I stole your words
and made new poetry,
but yours is my favorite
Konon ada jenis pertanyaan di dunia ini yang tidak akan pernah kau temui jawabannya.
Apa yang sebenarnya kita cari?
Tumbuh dewasa, sekolah, bekerja, menikah (bagian ini opsional), memiliki anak (ini pun juga opsional). Memenuhi kebutuhan dasar sandang-papan-pangan, membeli asset, menumpuk kekayaan, mencapai kesejahteraan. Hingga waktunya meninggal. Entah karena tua, kecelakaan, sakit; atau apapun itu.
Tidak sampai disitu. Konon akan ada pengadilan dan ganjaran di kehidupan setelah meninggal. Tapi untuk apa semua itu?
Untuk apa kita dihidupkan, mati, lalu mendapat reward atau punishment?
Siklus kehidupan berakhir pada kematian; dan menemukan awal setelahnya. Dunia hanya sebatas simulator dan “ruang ujian”. Masing-masing kisi-kisi dan panduan sudah ada sesuai peminatan dan masing-masing keyakinan.
Standar baik dan layak untuk bisa lolos dan uji kecakapan memang ada.
Ketika kita sekolah setinggi mungkin hingga mencapai gelar tinggi, bekerja merantau dengan upah tertentu, atau mengejar segala yang kita inginkan, sebenarnya apa tujuan akhirnya?
Pertanyaaan; apa yang sebenarnya kita cari?
Ada bukan untuk dijawab, namun dijalani dan kita hidup di dalamnya.
Kadang kita tidak memerlukan jawaban diplomatis dalam segala hal. Utopis dan mengawang-ngawang.
Sama seperti mengejar ujung pelangi, yang kita sendiri tidak tahu persis apa yang ada dipangkal cahaya warna-warni itu. Pelangi adalah bias. Refleksi, refraksi, dan difraksi. Tetesan air, matahari, lalu muncul spektrum kilau indah.
Memaknai hidup pun tidak sederhana. Ada berbagai bias. Nilai dan cara kita meyakini membawa kita pada masing-masing penjelasan; membawa kita pada kebenaran mutlak atau malah pada kebiasan lainnya.
Dalam menjalani hidup, saya memilih menjawab pertanyaan “apa yang sebenarnya kita cari?” dengan menjalaninya saja.
Mengikuti panduan yang sudah ada, melakukan usaha terbaik, dan menyelipkan satu keinginan sederhana-namun-setelah-tumbuh-setua-ini-baru-mengerti-bahwa-itu-tidak-sederhana; menjaminkan bahwa keluarga tidak kesusahan dan melalui hari dengan gembira, bahagia.
ANALISIS TIPE CALON MERTUA DARI FILM PENDEK TILIK
Beberapa hari ini berbagai media sosial diramaikan dengan sebuah film pendek yang sebenarnya cukup lama, karena dipublish pada tahun 2018. Ravacana Films bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY mengeluarkan film yang baru heboh dibicarakan hingga per hari ini mencapai 3,2 juta penonton dikanal youtube.
Bagi mereka yang telah tamat menonton film berdurasi 32 menit 34 detik ini, pasti langsung mengenal siapa pemilik bibir iconic di atas. Popularitasnya belakangan melebihi Angelina Jolie, sempat menduduki trending nomor satu twitter tagar #BuTedjo. Tentu, mimik khas tersebut hanya milik Bu Tedjo seorang. Ibu-ibu berjilbab hijau yang menjadi tokoh sentral dalam kisah ringan yang tidak jauh dari cerita sederhana sehari-hari Ketika banyak orang bingung memikirkan hal kompleks untuk diangkat sebagai cerita, pada Tilik Ravacana Films berhasil membuat banyak orang tertawa sekaligus kesal terbawa suasana dengan dialog tokoh-tokohnya. Realistis dan tidak utopis.
Ketika banyak orang bingung memikirkan hal kompleks untuk diangkat sebagai cerita, pada Tilik Ravacana Films berhasil membuat banyak orang tertawa sekaligus kesal terbawa suasana dengan dialog tokoh-tokohnya. Realistis dan tidak utopis.
Tilik atau dalam bahasa jawa memiliki arti jenguk adalah sebuah film bercerita tentang sekumpulan ibu-ibu yang ingin menjenguk Ibu Lurah yang tengah sakit. Menaiki truk sewaan milik Gatrok, mereka pun membelah Yogyakarta dengan cerita ringan dan lucu namun memiliki beberapa pesan moral diakhir cerita. Alasan viral-nya video ini ada pada sang juru kunci, Bu Tedjo tersayang. Hikmah yang diambil dari film pendek ini adalah tentang menyebarkan berita tidak benar alias hoax yang ditutup dengan dialog pamungkas Bu Tedjo; "Dadi nyebarke kabar sing rung cetho kuwi klebu fitnah ora, he?”. Walau agak plot-twist diakhir, film ini tersampaikan ringan dan mulus
Karakter Bu Tedjo yang sangat aktif, informatif dan ditambah solutif diakhir cerita sangat relate serta sukses menggambarkan Ibu-ibu ceriwis dan nyinyir di Indonesia. Aksen, bahasa serta gestur bicaranya secara spesifik berhasil menirukan Ibu-ibu julid Jawa Tengah-DIY.
Tak hanya si tokoh sentral, kehadiran Yu Ning, Yu Sam, Gatrok, dan tokoh lainnya menambah menarik. Kehadiran Yu Sam rasanya satu pendapat dengan Ibu Jilbab Abu-abu, menjadi pendukung dan berada disisi Bu Tedjo. Sementara Yu Ning menjadi penetral dalam setiap perkataan Bu Tedjo. Kalem, tidak memusingkan urusan orang lain, tidak suka pertikaian. Yu Ning muda mungkin bisa diperankan oleh Allysa Soebandono.
Jika ada yang penasaran dengan struggle-nya seorang menantu ketika memilih untuk menikah dengan calon suami berasal dari Jawa, khususnya Jawa Tengah-DIY, silahkan tonton dan jangan lewatkan satu detikpun. Sebagai anak Timur-Tengah alias Ibu Jawa Timur-Bapak Jawa Tengah, sangat paham dan bisa mengatakan bahwa film itu cukup akurat menggambarkan obrolan ibu-ibu Jawa Tengah-DIY. Sadar bahwa hidup yang dilalui Ibu tidaklah gampang. Wong aku saja menonton Bu Tedjo yang super cerewet tidak lebih dari 33 menit bisa kesal dan marah, membayangkan beliau hidup berpuluh-puluh tahun menghadapi tidak hanya satu, tetapi banyak kloningan Bu Tedjo yang terdiri dari Ibu Mertua, Ipar, Tante hinggah Mbah dari pihak Bapak. Walah bisa stroke disatu tahun awal pernikahan aku, ndes!
Ada yang seperti Bu Tedjo yang senang menganalisa kehidupan pribadi orang lain alias ghibah, seperti Yu Sam dan Ibu Jilbab Abu-abu yang selalu menjadi kompor hock 12 sumbu setia memanaskan suasana, seperti Yu Ning yang baik hatinya tidak suka pergosipan duniawi namun polos dan salah tangkap, seperti istri Gatrok yang pencemburu, atau bahkan seperti Mbak Jilbab Ungu serta yang lainnya; diam, muntah, atau manut-manut wae.
Melihat banyak tragedi dan drama ibukota yang berawal dari ketidakharmonisan menantu-mertua, sempat terpikir bahwa ketika akan menikah sebaiknya ajang seleksi mertua lebih penting dibanding seleksi calon suami. Atau mereka yang menikah dengan calon suami piatu entah harus disebut duka atau bahagia. Tapi tentu itu tidak mungkin, karena menikah adalah komitmen berdua. Bukan komitmen dengan mertua. Yang akan kau tatap tiap pagi dan menghabiskan hari adalah suami. Mertua adalah takdir yang melebihi jodoh. Ketika jodoh bisa dipilih, mertua tidak. Mendapatkan mertua seperti Yu Ning Si Idaman, atau bahkan Bu Tedjo Si Ekpresif adalah ketetapan yang tidak bisa diubah. Semuanya memiliki sisi kurang elok, namun sekecil-kecilnya kebaikan pasti juga punya minimal satu hal baik yang bisa diambil.
Detik jakarta bergerak dua kali lebih cepat
Memburu. Kita semua terbunuh.
how to beat the winter blues tutorial;
when you didn't update (and share too much) your life on social media, people expect what they want; bad and good.
that's normal when they said; "Do something, you're too lazy and don't do anything. No wonder you haven't gotten X like A, or Y like B."
They just saw you didn't do the "life updates" on social media, which doesn't mean they know you didn't do anything.
They expect you to be lazy and (again) "do nothing". even though; you have tried-- through many failures-and-then-rise-again-and-again.
it was just undeniable
my dad's last wishes 1 day before he died was; "tolong jaga X, berteman dengan X, kasihan dia nda da Papa." and then the next day i lost him too.
pengenalan menjadi yatim dengan studi kasus, sialan.
_________________________________________
only live with him for 8 years, and never met. but mom always told me; "why u copy-paste all his characters, attitude, personality, or even how-to-solve-a-prob, like; all the "software"?"
happy to know u (always) live in me.
happy (national) father's day!
"makanya jangan santai, badusu, ba cek2 jangan cm badiam."
mohon izin untuk meng-akupuntur cocotmu, nggih🙏
mengatur mood agar happy pas bikin skripsi: teliti hal yang disukai.
susah dan ribet urusan belakangan.
eh ga gitu juga sih
salah satu kunci bahagia adalah self-love, seperti; mengapresiasi ukiran alis dengan tingkat akurasi dan presisi mendekati sempurna
karena sempurna adalah milik Allah, maka alis-alis menakjubkan ada ditingkatan setelahnya.
"Hey , ternyata kamu bisa masak ya. Saya kiraa...hehe. Habisnya kamu bar-bar. Seperti pejantan tangguh. Bisa juga handle pekerjaan rumah."
-Kata seorang teman yang saat itu kebetulan bermalam di rumah. Dan kebetulan sedang cosplay jadi babi.
Menurut saya, memasak adalah skill dasar bertahan hidup yang harus dimiliki setiap orang. Enak adalah urusan nanti. Tetap bernapas dengan tidak keroncongan adalah kunci. Sejak dahulu manusia punya insting yang menggiringnya agar tetap bertahan hidup. Berkembang biak, beradaptasi, bertumbuh dan berkembang, adalah contohnya. Jika anda Raffi Ahmad atau Waren Buffet yang hidup di zaman serba online ini, memesan makanan melalui aplikasi ojek online adalah solusi termudah. Tapi jika anda manusia normal yang punya cicilan dan harus mengatur alokasi gaji setiap bulannya, maka memasak adalah solusi terbaik. Memang bukan yang termudah, tapi pastilah yang terekonomis.
Selain karena lahir dari keluarga normal pada umumnya, memasak nyatanya adalah kemampuan dasar yang tidak bisa hanya dilekatkan pada satu gender saja.
Beruntung lahir dikeluarga yang mengedepankan nilai-nilai fenimisme sejak dini, sejak masih belum mengerti apa itu fenimisme. Mentok-mentok kenal Ibu Kartini thok!
Tak jarang ketika Ibu pulang membeli peralatan, perkakas, atau perabotan kecil yang harus dirangkai-- saya menjadi mesin simulator atau perakit dadakan. Itu sebanding dengan saya yang mbangkong, bangun mendekati adzan Dzuhur tiba-tiba adik laki-laki saya sudah siap dengan hidangan makan siang yang dimasaknya.
Dapur, kasur, sumur identik dengan perempuan yang dianggap rendahan; hanya diwajibkan mengurus rumah hanya keluar dari mulut laki-laki yang ingin terlihat superior namun sebenarnya tidak memiliki keunggulan. Bisanya cuma misah-misuh, mboh! Prinsipnya sama seperti prinsip umum si ambisius-namun tidak mau berkompetisi.
"Jika saya tidak unggul, minimal kamu selalu di bawah saya. Maka saya akan selalu menjadi yang terhebat."
Dapur, kasur dan sumur adalah sumber kehidupan bersama. Sengsara dan nikmat sudah selayaknya dilakoni bersama pula.
Tentang memasak untuk para lelaki: Sesederhana tempe goreng + sambal bawang, maka sesederhana itu pula kamu bisa bertahan hidup.
Berkomentar dan menjadi nyinyir adalah hak setiap orang. Tapi melanjutkan hidup dan stay awesome adalah kewajiban.
Tidak semua harus diukur dengan waktu. Jika pencapaian setiap orang harus sama, lantas mau ajalmu disamakan dengan sepupuku yang meninggal belum genap berumur 2 belasan tahun silam?
Tanggung jawab yang kamu ambil tidak akan pernah sama dengan mereka. Berat tidaknya beban yang kau pikul akan kau tuai. Jangankan teman, tetangga atau pacarmu. Kau dan kedua orang tuamu punya momentum yang berbeda. Tidak ada yang mengalami kebahagiaan, termasuk penderitaanmu selain dirimu sendiri. Sekalipun kau punya kembaran.
Bandingkan saja terus dirimu dengan pencapaian orang lain kalau kau ingin mati perlahan bukan karena meneguk racun, tetapi mati karena meneguk kehausanmu menginginkan air dari cawan orang lain; yang tak mungkin pernah bisa kamu miliki.
Makanya bawa tumblr sendiri heheheheheheheheh
menyelundupkan gerakan zero waste biar ocehan diatas tidak terlalu sia-sia
Anak pertama harus lebih kuat.
Anak pertama harus jadi contoh.
Anak pertama tidak boleh menampakkan sedih.
Anak pertama adalah komandan pleton.
Tuntutan, keinginan, sampai kewajiban adalah tiga dari berbagai hal tentang Si Sulung. Kebanyakan dari mereka adalah perencana. Melakukan sesuatu dengan memikirkan dua tiga langkah selanjutnya.
Pun tidak lebih mudah menjadi Kedua, Ketiga, atau bahkan bungsu. Semua punya kesulitan dan tuntutannya masing-masing.
TIPS JITU MENGATASI GAGAL MOVE ON
Tips melupakan mantan adalah dengan tidak mencoba untuk melupakannya. Karena, tanpa anda, saya, dan banyak orang di dunia yang hanya sementara ini sadari-- pada saat kita mencoba melupakan, ternyata pada saat yang sama pula kita sedang mengingat.
Ikhlas adalah kunci.
Karena,
"Ayo, lupa."
Apabila diulang setiap hari, akan menjadi pengingat. Malah tak bisa lupa.
Jangan sedih. Untuk yang tidak bermantan, tips di atas juga jitu untuk melupakan banyak hal.
Ditulis dan diramu oleh profesional berdasar banyak keluhan tetangga kompleks.
Selamat mencoba!
Kenapa Dollar AS menjadi patokan?
Di pasar valuta asing, sistem moneter, hingga praktik bisnis internasional mengenal Dollar AS sebagai unit mata uang umum yang ditukar dengan mata uang lain. Merupakan cadangan devisa, mata uang sarana dan mata uang intervensi yang paling banyak digunakan.
Ada negara selain AS yang menggunakannya sebagai mata uang utama. Seperti Liberia dan Panama. Ada juga yang menggunakannya sebagai mata uang paralel, seperti Israel.
Lalu bagaimana bisa?
Singkat cerita semua itu ditetapkan dalam Konferensi Bretton Woods tentang Sistem Moneter Internasional, menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Menetapkan nilai Dollar AS sebesar $35 per ons. Yang kemudian semua mata uang utama lainnya dinyatakan dalam perbandingan Dollar AS sebagai patokan.
Bretton Woods adalah sebuah konferensi yang dipelopori oleh Presiden Frankiln Delano Roosevelt sebagai bentuk kerja sama internasional dibidang ekonomi untuk mengatasi kesulitan Perang Dunia II.
Alasan Bretton Woods memilih Dollar AS karena dianggap sebagai mata uang paling kuat.
Siapa negara adikuasa setelah Perang Dunia II?
Tentu, AS. Bahkan kejayaannya masih kita bisa rasakan hingga sekarang.
Dulu, perekonomian AS berada dalam posisi paling baik dan mampu memimpin yang lain agar keluar dari masalah ekonomi pasca Perang Dunia II. Permintaan Dollar AS begitu besar. Selain hal-hal diatas, safe heaven (tempat berlindung yang aman) serta diterima secara universal pun menjadi alasan penguat.