Menyoal Wisuda dan ketidak beruntungan ku
Sepertinya akan manjadi soalan lumrah tiap kali ada wisuda atas tercapainnya tujuan dari berbagai pendidikan yang pernah ku lalui, hanya satu Prosesi Wisuda yang masih menjadi bagian terbaik dari perjalanan wisuda dalam hidup ku. Wisuda TK (Taman kanak-kanak).
Aku ingat betul bagaimana prosesi itu berlangsung, melihat kebahagian kedua orang tua dari atas panggung. Menjadi anak kecil yang sangat beruntung saat itu adalah hal yang mahal dan ga semua orang bisa merasakannya.
Ga ada wisuda terbaik yang lain kecuali wisuda TK, seorang anak kecil yang lulus TK belum bisa membaca dapat di-wisudakan. Aku jelas bahagia, belum tentu mereka(ortu) juga. Namun saat itu seharusnya mereka bahagia melihat anaknya berpentas diatas panggung, menari dengan gerakan yang sudah cukup hapal diluar kepala berasama seorang gadis yang sampai saat ini aku tidak ingat siapa dia.
Aku lupa bagaimana Wisuda SD (sekolah dasar) kala itu terjadi, aku tidak yakin itu sangat berkesan. Jelas saja, sampai hari ini aku seperti tidak merasa pernah melakukan wisuda tersebut. Apa mungkin hanya pembagian Raport dengan tulisan 'Tidak Lulus' yang di coret tinta hitam. Aku tidak ingat jelas, bahkan terlalu kabur.
SMP (sekolah menengah pertama) aku jelas ingat wisudanya. Yang tidak berkesan dari itu adalah tidak datangnya kedua orang tua ku. Padahalah setahun sebelumnya orang tua ku datang ke wisuda abang ku di sekolah tetangga. Aku lupa kenapa sampai tidak datang saat itu. Mungkin sibuk dan belum ada waktu. Baiklah kubiarkan itu terjadi dan menganggapnya biasa saja walau sedikit kecewa.
Ada harapan di SMA (sekolah menengah atas) bagaimana merasakan wisuda seperti orang lainnya. Di datangi orang tua bahkan sanak saudara. Rasanya seru sekali. Ibu ku datang, tapi belum dimulai acaranya dia sudah pulang, meninggalkan aku sendiri lagi melewatai masa-masa wisuda seperti biasa. Yasudah mungkin saat itu sedang mengejar kereta atau ada sesuatu yang harus diurus. Yang penting sebelum wisuda ia sudah sempat datang kemari. Membuat diri senang bukan main.
Kuliah ku selesaikan 4,5 tahun lamanya, yaa standar orang-orang ga cepet ga lama. Maret itu seharusnya aku wisuda, iya akhir Maret ingatku. Sedangkan berita covid sudah mulai masuk kepelosok daerah bahkan instansi pendidikan seperti kampusku ini. Aku bertanya dalam hati, apakah wisudaku akan tetap menemui kekecewaannya?. Ku kira tidak, karena Malang dan Brawijaya masih belum begitu hebohnya soal pandemi ini. Menghitung hari, h-7 ingatku semua harapan harus kembali di gulung dan disimpan pada botol kaca, lalu dihanyutkan ke laut entah kemana ia akan berlabuh. Ah baikalah. Lagi-lagi hal ini semakin membuat mudah untuk di baca, namun rencana yang diatas tidak mungkin kau tebak. Hanya soal waktu, semua akan memahami bagaimana peran mu dalam skenario ini. Sampai Jumpa kembali Wisuda :')


















