"Aku tidak GILA WANITA, namun kenapa aku tidak seberuntung laki-laki BANGSAT yang selalu di cintai dengan hebat oleh wanitanya".
One Nice Bug Per Day
Xuebing Du

@theartofmadeline
$LAYYYTER

pixel skylines
RMH
NASA

No title available

Kiana Khansmith
Lint Roller? I Barely Know Her
will byers stan first human second
wallacepolsom
KIROKAZE
Mike Driver
cherry valley forever
𓃗
DEAR READER
we're not kids anymore.

oozey mess
occasionally subtle
seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Argentina

seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Nepal

seen from Nepal
@katasandinyalupaa
"Aku tidak GILA WANITA, namun kenapa aku tidak seberuntung laki-laki BANGSAT yang selalu di cintai dengan hebat oleh wanitanya".
Bagaimana jika aku merindukanmu seumur hidupku ?
Bagaimana jika cinta ku sudah benar-benar habis di kamu ?
Bagaimana jika cinta yang patah di hati ini benar-benar patah dan tidak bisa di pulihkan kembali ?
Bagaimana jika saat aku mengucapkan "pergi lah, berbahagia lah", itu adalah kebohongan terbesar di hidupku yang sebenarnya aku tak mengingin kan mu pergi.
Namun, tidak dengan ku aku masih punya kehidupan yang belum aku selesaikan dan ketika tidak denganku, berjanjilah untuk terus bahagia meski bukan aku lagi di dalam nya.
Karena, jika meninggalkan ku adalah bagian dari rasa nyamanmu, maka lakukanlah dan aku tanpa mu, biarlah ini jadi urusanku.
aku pernah mengusap air matanya karena dia ketahuan selingkuh, padahal waktu itu aku jauh lebih hancur dibandingkan dia.
Menyedihkan sekali aku,
Merenungi merancang hal-hal yang aku senangi di kemudian hari, namun semesta tidak mengizinkan ku untuk mewujudkan nya.
Aku hanya ingin berbuat baik, berpikir lebih baik, hidup lebih baik, mencintai lebih baik, menjadi lebih baik, itu saja. 🙂
Berceritalah kepadaku tentang hari-harimu, siapa tau esok atau lusa takdir tidak mempertemukan kita lagi.
Bercerita
Hubungan kami bukan karena rasa yang pudar melainkan karena keadaan, ada hal-hal yang tidak bisa kami jelaskan dan kami memilih untuk berpisah dengan baik-baik. Sampai beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa dia sudah bersama orang lain namun aku tidak marah hanya saja hatiku belum selesai belajar tentang penerimaan.
Sekarang, bertahun tahun setelahnya dia masih sering mampir di pikiranku, tidak hanya menunggu waktu lenggang dia muncul saat aku sekedar menutup mata, saat aku hendak tidur dan bahkan di tengah-tengah kesibukanku.
Seolah tidak ada pintu yang benar-benar aku tutup. Aku masih ingat wajahnya, suaranya, cara nya memandangku dan setiap detik saat itu terasa biasa-biasa saja ternyata punya dampak yang luar biasa.
Ini bukan bercerita tentang seseorang yang telah menghilang namun ini tentang seseorang yang tetap tinggal di dalam kepalaku, di ingatanku, di rasa yang entah kapan akan reda, tentang rumah yang pernah kami bangun, tapi tidak pernah kami tempati lagi.
Aku tidak munafik, namun jujur aku yang sekarang sudah banyak berubahnya, entah itu respect sama orang, jarang percaya sama orang walaupun dulunya sedekat nadi sekalipun.
Karena sekarang aku merasa di dalam kondisi apapun dan seterpuruk apapun itu, aku hanya akan mendapat pertolongan dari diri sendiri dan bayang diri sendiri yang selalu menemani.
lagi-lagi aku harus berkompromi dengan diriku sendiri, dengan versi diriku yang bahkan sudah tidak bisa aku kenali lagi. rasanya tubuh ini bukan lagi milikku, aku kehilangan banyak hal, ingatan, kebiasaan, bahkan rasa tentang siapa sebenarnya aku, semua itu terasa begitu berat, tapi aku tidak bisa menghindarinya.
Hai... Aku tidak pernah membencimu, tidak juga marah terhadapmu. Hanya saja aku sedikit tidak paham, kamu begitu mudah melanjutkan hidupmu. Sedangkan aku masih tercekik oleh luka yang belum menemukan sembuhnya.
Kita membutuhkan seseorang yang bisa di ajak kerja sama merancang skenario:
Tentang berbagi cerita bagaimana jika salah satu dari kita memimpin negri, berbicara tentang masalah viral, filsafat, kenapa semut di panggil "semut", membahas sejarah kenapa ban belakang dan ban depan gak pernah berdekatan, dan mungkin pembahasan tentang alien pernah pilek atau gak.
-bukan berhenti hanya pada fantasi liar seputar masa depan cinta yang bullshit saja.
Aku sebenarnya sedang merindukan siapa atau merindukan apa?
Mereka bertanya apa gunanya membaca buku, menulis, memotret dan menonton. Seketika aku membisu, tak ingin bersuara untuk mengatakannya. Mereka hanya ingin memaksaku meninggalkan buku, pena dan sinemasastra.
Tuntutan mereka adalah remote, yang ingin aku berpasrah pada keinginan mereka saja, lalu aku berprilaku seperti robot agar tidak di teriaki durhaka karena mengabaikan inginnya mereka.
Tentu jelas aku tidak akan kehilangan masa depanku setelah menuruti permintaannya untuk meninggalkan yang aku sukai demi mengikuti yang mereka sukai, tapi yang jelas terlihat aku kehilangan diriku sendiri.
Malam ini ku telan kembali pill perpisahan itu, di tangan satunya aku menyimpannya sebagai pengikhlasan.
Mau bagaimana pun bentuknya perpisahan selalu menjadi hal yang menyakitiku.
Terimakasih sudah menemaniku, perpisahan ini aku simpan rapi di ruang khusus. Agar nanti aku kembali melihatnya lagi aku bisa meneguk pill pengikhlasan ini.
Kenapa aku tidak begitu takut prihal kehilangan?
Sebab sudah terlalu banyak hilang yang aku ikhlaskan, di hidupku kehilangan adalah akrab. Jadi siapapun yang ingin pergi dan menghilang dariku, aku permudah jalannya.
Kadang aku berbisik bertanya pelan, bukan tentang kenapa aku selalu gagal. Namun kenapa setiap kali hampir sampai semesta seperti menarikku kembali dan bilang "belum waktunya".
Begitu banyak peran yang bersemayam di dalam diri ini, hingga sulit membedakan antara rasa sakit atau rasa lelah.