Sepertinya kita memang perlu bosan
Bisa melamun dan bengong adalah cara menepi paling sederhana di zaman yang serba cepat ini.
Kembali menormalisasi duduk tanpa telepon genggam, makan tanpa menonton tayangan reels/vt dan sejenisnya.
Kembali merenungi diam tanpa mengkonsumsi informasi apa-apa.
Menikmati suatu tempat dan acara tanpa harus membagikan moment.
Memberi waktu untuk berpikir melambat, memberi jeda untuk mengambil keputusan.
Beristirahat yang sebenar-benarnya istrirahat.
Kembali hadir utuh disetiap perbincangan.
Tidak lagi membuat semuanya menjadi permasalahan dan menjadi perbandingan.
Gamasalah kalau tertinggal, gamasalah kalau harus berbeda tujuan.
Dan gamasalah juga menjadi biasa-biasa saja.
Kita tidak harus menjadi penting di mata dan telinga setiap orang.
—ibnufir
Kemarin Sore aku menutup halaman terakhir novel "Home Sweet Loan" yang sebenarnya dibeli karena penasaran sama film nya dan di Kota kami tidak ada bioskop. Dari siang tadi gak ngecek hp sama sekali, selain karena memang ku atur di mode DND dan karena memang benar-benar bisa menikmati membaca novel di sore hari yang tenang.
Setelahnya baru sadar, oh ini energi yang hilang. Sudah lama sekali merasa kosong dan hidup seperti robot. Karena memang sejak bekerja tidak pernah lagi meluangkan waktu untuk membaca novel, merasa bahwa novel fiksi sudah tidak cocok dan mulai menghindarinya. Padahal membaca dari sejak SD adalah kegemaranku nomor satu.
Dan ya, kita sangat perlu dan butuh berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia. Menikmati hal-hal kecil, berhenti terburu-buru dalam semua hal. Memangnya sedang mengejar apa ?








