apapun yang terjadi akhir-akhir ini, adalah bagian dari perjalanan, suka dan duka pasti akan terlewati
Xuebing Du
Claire Keane
Game of Thrones Daily

#extradirty

JBB: An Artblog!

izzy's playlists!

Love Begins

★
sheepfilms
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
art blog(derogatory)
Today's Document

oozey mess

PR's Tumblrdome
Mike Driver
AnasAbdin
NASA
Not today Justin

⁂
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Chile

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Jamaica

seen from Venezuela
@keju-bakar
apapun yang terjadi akhir-akhir ini, adalah bagian dari perjalanan, suka dan duka pasti akan terlewati
Tuhan, terima kasih sudah pernah menitipkan rasa yang begitu luar biasa pada hati saya untuk seseorang. Setidaknya saya pernah menemukan seseorang yang saya mencintainya dengan sederhana dan apa adanya.
Dia laki-laki yang mengajarkan saya titik tertinggi dalam mencintai yaitu mengikhlaskan. Dia membuat saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Di sampingnya saya merasakan sebuah ketenangan, hingga bisa menjadi diri saya sendiri. Dia laki-laki yang saya sayangi tiba-tiba seiring berjalannya waktu, dan terpaksa mengikhlaskannya.
Memang waktu tidak berpihak pada kami. Bertemu di titik yang tidak tepat. Memang tidak seharusnya dilanjutkan. Karena manakala itu berlanjut lebih jauh lagi, maka pasti ada yang terluka. Tembok yang begitu tinggi belum mampu saya tempuh.
Ketika saya berupaya terbiasa tanpa dia, rasanya sungguh luar biasa bedanya. Tak lagi mendengar dering telfon menyapa di pagi yang cerah, tanpa telfon malam hari dengan obrolan yang penting maupun tidak penting hingga salah satu dari kami terlelap dalam mimpi indah. Tak ada lagi sesekali mencuri waktu luang untuk kabur makan siang bersama. Tak lagi berkeliling kota dengan mengendarai motor dan mendengarkan lagu favorit. Tak ada canda tawa, saling usil hingga pelukan hangat itu.
Semua sudah berubah. Ada rasa tak kuasa melawan rindu. Saya selalu berupaya untuk tidak meresponnya lagi, tapi sulit rasanya. Bahkan saya masih beberapa kali menangis ketika mengingatnya.
Lantas jika takdir kami saat ini tidak lagi satu, maka tolong bantu saya dengan rasa ikhlas. Sebab melepaskannya adalah keterpaksaan yang benar-benar nyaris membuat saya membenci takdir saya sendiri.
Terlalu jauh melangkah, hingga tak sadar kemana mengarah
2020
Akhirnya kita berada di penghujung 2020, dan ini semua akan segera terlewati. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menjalani tahun yang luar biasa ini. Banyak hal yang terjadi begitu saja, tanpa bisa kita mencegahnya.
Sedikit kilas balik, di awal tahun kita disambut dengan bencana, dilanjut dengan pandemi hingga saat ini. Cukup sulit memang, tapi kita mampu bertahan. Ke depan kita hanya perlu bertahan, sekali lagi bertahan menghadapi segala cobaan.
Pada akhirnya kita hidup dari satu overthinking ke overthinking lainnya.
kala (via kalaneira)
Ternyata sudah sejauh ini melangkah. Hingga mampu berdiri di sini. Menengok lagi ke belakang. Samar terlihat sebuah senyuman dari ku di masa lalu. Kini, satu per satu jalan mulai nampak. Benar memang, hasil tak akan menghianati usaha. Mari kembali berlari, di depan sana sudah ada yang menanti. Tak perlu berputus asa!
Tentang bagaimana kita menikmati setiap langkah perjalanan diri. Terseok, terjatuh, hingga mampu bangkit kembali. Selalu ada cara, selalu ada bantuan dari-Nya. Setiap tarikan nafas kita bersama-Nya. Sabar, apa yang kita pinta akan selalu ada jawabnya. Jika bukan sekarang, mungkin nanti. Jika tidak, mungkin akan ada pengganti. Usahakanlah selagi bisa, maksimalkan kemampuan diri, berdo'alah dan berserahlah pada yang Maha Mengasihi.
semua bisa terlewati, percayalah.
Hari ini memang bukan hari yang spesial, hanya saja rasanya sedikit lebih ringan. Mungkin hujan siang tadi menebarkan aura bahagia. Bukan apa-apa, hanya sedikit lega.
Nanti kita cerita tentang hari ini, katanya. Menumpahkan keresahan yang akhir-akhir ini sering melanda. Akan banyak hal yang tak semuanya bisa tersampaikan. Sedikit cerita, berbagi tawa. Menularkan kembali kewarasan yang sempat terhempas entah kemana.
Tak perlu sesuatu yang luar biasa. Cukup duduk menikmati secangkir kopi ditemani alunan musik. Sepatah dua patah kata, dari satu cerita ke cerita yang lain. Tak butuh solusi, cukup ruang dan waktu yang memadai.
Menemukan sudut pandang baru. Keluar dari lingkaran pikiran yang kusut. Menarik, membentang panjang. Tentang apa-apa yang sudah tersampaikan.
Sudah sepatutnya menjaga kewarasan di kondisi seperti ini. Stay healthy everyone!
Barangkali, salah satu cara melawan ketakutan adalah dengan menghadapinya. Setidaknya, kita bersiap sebaik mungkin sebelum benar-benar dihadapkan dengannya.
Pena Imaji
menjadi biasa dan terbiasa, tak bisa dipungkiri bahwa rasa itu pernah ada, dulu, saat semuanya masih abu-abu tentunya, hingga mulai terasa jelas, kisah yang fana.
semesta bekerja sesuka hatinya, setelah sekian lama tak jumpa, Tuhan memberi kesempatan yang tak terduga, pertemuan tak disengaja.
melihatnya kembali, seperti memutar kenangan yang tlah lama mati, kilas balik cerita tersusun rapi, merengsek keluar dari kotak memori.
terima kasih pernah hadir, layaknya oase di tengah gurun pasir, perkataan mu seperti mantra sihir, yang membuat ku sadar, mimpi harus dikejar.
Apa yang lebih menyenangkan dari datangnya hujan?
keju-bakar
Mungkin aku hanya salah satu dari ribuan orang yang singgah di hidup mu. Hanya sebatas singgah, atau sungguh. Entah aku atau kamu yang tak sungguh. Semua berjalan, mengalir begitu saja. Menikmati setiap rasa yang ada. Seperti sebuah kata, yang berakhir tanya.
"Apapun itu, secukupnya"
keju-bakar
"Kenapa sibuk mencari? Kenapa tidak sibuk menjadi? Terkadang kita terlalu fokus mengejar, hingga tak menyadari menjadi seperti apa kita berproses"
keju-bakar
Perjalanan Pasca Kampus
Sudah beberapa waktu berlalu, diri ini berhasil keluar menuju gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Kata orang pasca kampus itu merupakan dunia yang lebih nyata. Nyatanya memang begitu. Terasa sekali bedanya.
Tanggung jawab yang dipikul semakin beragam. Permasalahan datang silih berganti, ingin segera dituntaskan. Pengambilan keputusan menjadi hal yang riskan. Salah langkah bisa berujung bubrah.
Aku percaya, jalan ini mungkin masih panjang dan berliku. Tanpa pernah tau apa yang ada di depan sana. Rintangan atau justru kebahagiaan. Tapi apapun itu diri ini lah yang kan menentukan. Mau jadi seperti apa?
—
Tulisan ini ditulis pada 21 November 2019 silam saat semuanya terasa semakin rumit