Ada yg disebut 'rumah' tapi di dalamnya tak pernah ramah
Jika orang lain pulang untuk tenang,
Maka aku ingin pergi agar tetap waras
Gimana ya rasanya ada di keluarga cemara?
TVSTRANGERTHINGS
trying on a metaphor
Today's Document

Discoholic 🪩

shark vs the universe
KIROKAZE
Misplaced Lens Cap
No title available
🪼
Stranger Things

#extradirty

izzy's playlists!
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
Three Goblin Art
Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

祝日 / Permanent Vacation
seen from United States

seen from T1
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
@alannandra
Ada yg disebut 'rumah' tapi di dalamnya tak pernah ramah
Jika orang lain pulang untuk tenang,
Maka aku ingin pergi agar tetap waras
Gimana ya rasanya ada di keluarga cemara?
W kalo ketawa karena beginian, berasa jadi bapak-bapak umur 40 tahun 😏
Ada seseorang yang benar-benar menunggu hujan, ia rindu untuk melangitkan doa dan menyebut nama seseorang dalam lisannya. Kamu tahu? Jika hari ini ada yang membenci hujan, maka di belahan bumi lainnya ada yang mencintai hujan.
Cintanya sederhana, hanya dengan melihat hujan dari jendela, memejamkan mata dan menghela napas. Ketika hujan, rindu dan doa menjadi satu.
@jndmmsyhd
Bang. Apa yang seharusnya dilakukan ketika sedang berada dititik seperti tidak punya seseorang yang mau mendengarkan? Padahal diri ini ingin sekali bercerita tentang segalanya.
TITIK TIDAK ADA SIAPA-SIAPA
Gilang, punya motor, ga? Kemungkinan punya ya. Kalau punya, coba pas lagi ngerasa di titik jenuh dan ga ada seorang pun yang bisa kita jadikan tempat untuk cerita, ambil kunci, pake jaket, bawa helm, pake sarung tangan dan sepatu, siapin duit 15 ribu, lalu cabut aja keluar ga tau ke mana. Jalan aja gitu keliling santai 40-50 kmpj. Sambil lihat-lihat kanan-kiri. paling asik ke arah Senayan trus ke Sudirman (kalau di Jakarta atau sekitarnya). Soalnya gedungnya tinggi-tinggi bisa jadi kerangka untuk berimajinasi. Pas jalan itu kita lagi ga ada beban. Ga ada pikiran. Karena keluar aja langsung cabut ga pakai rencana. Di momen itu, kita bisa ngobrol dengan diri sendiri. Kita bisa objektif melihat sejauh mana kita berjalan dan berlari.
Cerita aja gitu ngalir. Kadang kalau saya sampai bego-begoin diri sendiri pas inget ngelakuin hal bodoh. Lebih sering saya tertawa atas apa yang saya lakukan. Duit di dompet tinggal 15 ribu. Bensin mau habis pula. Ya, tertawain aja itu semua. Juga coba nyanyi lagu-lagu yang menyoal kehidupan. Coba Linkin Park “One More Light” atau “The Messenger”, teksnya sederhana tapi berisi.
When you feel you're alone Cut off from this cruel world Your instinct’s telling you to run
Listen to your heart Those angel voices They'll see you to you They'll be your guide Back home where life leaves us blind Love keeps us kind It keeps us kind Atau coba lagu-lagunya Imagine Dragons.
Gilang, ga perlu capek mencari validasi orang untuk diajak bicara. Kamu punya dirimu sendiri untuk bersua. Dirimu yang paham banget maunya apa. Dirimu yang paling mengerti kamu mau gimana. Dirimu yang merasakan segalanya. Ajak dia bicara karena dia yang paling memahami. Jangan berharap pada manusia. Capek, Gil. Dalam diskusimu dengan dirimu sendiri itu, kamu akan mengerti bahwa kadang ada Dia yang selalu kita lupa. Dia yang bisa jadi mengajak diri kita untuk ngobrol. Melalui ilham. Mengadu ke Tuhan semuanya. Ga perlu lah orang tahu, Gil. Toh kebanyakan mereka tidak bisa jadi solusi keresahanmu.
Nikmati kesendirian ini. Nikmati ridemu dengan motor kesayanganmu. Nikmati diskusi dengan-Nya. Tadi kan kamu masih ada 15 ribu, beli gorengan dapat 5 lah. Beli bakwan 2, tahu, tempe, sama combro masing-masing satu. Kenyang, pikiran tenang. Beli Air Mineral 4 ribu. Masih sisa 1 ribu. Sambil sekali lagi memperhatikan orang-orang. Ya, kayak anak-anak Indie gitu lah.
Di momen kesendirian ini justru kita bisa melakukan evaluasi. Ini yang disebut Me Time, Gil. Momen tanpa beban, tapi fokus ke diri kita. Momen tanpa rencana, tapi kita yang jadi sentralnya. Siapa lagi yang akan memikirkan kita kalau bukan diri kita sendiri?
Kan seru ini; lagunya Linkin Park, cemilannya gorengan, konsep berpikirnya Indie filosofis. Nikmat mana lagi sih yang harus kita dustakan? Coba deh.
Akhirnya, terjabarkan:)
Dosa adalah penghalang kebaikan. Maka ketika kamu menemukan dirimu sudah jarang baca Al-Qur'an, jarang bangun malam, jarang puasa sunnah, dan terlambat shalat subuh, jangan-jangan ada dosa yang menghalangimu.
— Taufik Aulia
Syair Cinta
Wahai jiwa yang sedang dirundung duka
Engkau yang menyembunyikannya dari khalayak
Ketahuilah...
Allah tahu engkau sedang berikhtiar menggapai
Engkau yang sedang menunggu penantian doamu
Ketahuilah...
Mungkin, bukan doa mu yang tertolak
Tetapi,
Allah menginginkanmu dalam banyak kebaikan
Allah menginginkan banyak doamu
Allah rindu doamu
Allah sayang engkau, wahai jiwa yang sedang dirundung kesedihan
Ingatkah engkau kisah nabi berdoa (zakaria) berdoa menanti anak?
Ingakkah engkau kisah kemalangan nabi ayub?
Semuanya hanya masalah waktu
Allah hanya ingin engkau bersabar
Allah hanya ingin engkau dalam kebaikan
Jangan lah engkau berputus asa dari rahmat Allah
Teruslah meminta
Iringilah ikhtiarmu dengan Allah
Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar
Berbaik sangkalah pada Allah jallaluhhu
Sesungguhnya Allah sesuai persangkaan hambanya
Untukmu wahai habibullah (kekasih Allah)...
©زوجي كريم
“Saya belajar bahwa hubungan manusia yang paling awet adalah hubungan yang ‘genuine’, di mana satu sama lain bisa saling menunjukkan kerapuhannya tanpa penghakiman. Menjadi rapuh adalah menjadi manusia yang 'relatable’. Sementara berpura-pura sempurna biasanya malah memicu orang lain untuk membuktikan ketidaksempurnaan kita.”
—
Dari semua yang ada ada didunia, tak ada yang benar-benar abadi. Termasuk diri kita sendiri sendiri.
Jadi meskipun mata kita hanya melihat masalah yang sebenar gunung. Barangkali setekah mendaki kita akan menemukan indahnya sebuah danau.
Bersiap pula jika hari ini kita benar-benar bahagia. Esok hari bisa jadi diuji dengan beberapa rasa kecewa.
Karena itu, tenang saja semua pasti ada akhirnya. Tak ada hari tanpa pagi, tak ada hujan tanpa reda.
Sedang berproses membuat sebuah karya berupa kumpulan gambar. Mari berteman di instagram @mendakipundakmimpi
RTM : Menumbuhkan Peka
Menjadi peka seperti laki-laki pada umumnya rasanya tidak akan cukup bahkan tidak akan mampu mencapai level standar kepekaan perempuan. Sekalipun kamu melakukan apapun, sebaik-baik apapun perjuanganmu, barangkali dimatanya kamu tetap saja kurang atau bahkan mungkin tidak peka. Maka kuncinya barangkali kamu harus jauh lebih mengamati, jauh lebih memperhatikan, serta jauh lebih meluaskan rasa sabar - MFS 2021
Bahkan Sayyidah Aisyah pun pernah membanting piring, karena dianggapnya Rasulullah tak peka pada perasaan kecemburuannya, padahal hanya sekedar mendapat hidangan yang beralaskan nampan dari istri yang lain. Bahkan sebaik-baik suami seperti Rasulullah pun masih mendapat ujian kepekaan dari istri-istrinya, lantas, apalagi kita?
Jika menggunakan sudut pandang logika laki-laki mungkin kita akan berkata “ngapain sih?” “Lho itu kan istri sah-nya Rasulullah, ya wajar dong ngirim makanan”. “Lha daripada dipecahin mending kan dimakan, eman dong makanannya”.
Namun alih-alih menggunakan logika laki-laki, Rasulullah hanya tersenyum, seraya berkata singkat pada para sahabat beliau yang hadir, “Maaf, Ibunda sedang cemburu”. Kebesaran hati beliau, kelembutan hati beliau dan bagaimana beliau berusaha peka terhadap istri-istrinya lah yang sudah seyogianya kita teladani.
Kelak ketika berumah tangga, sebagai lelaki kamu akan mendapati ‘makhluk ajaib’ yang bernama perempuan. Terkadang kita sudah membantu pekerjaan rumah dari memasak, mencucikan pakaian, lantas pergi berangkat kerja, lantas tiba-tiba ada pesan chat masuk, “kan ini pertama kali aku ditinggal di rumah buat kerja, kok nggak di tanyain, di khawatirin?” Naah lho salah lagi wkwk.
Ada juga saat dia lapar, kita tanyai lapar? Lantas dia menjawab iya, kemudian kita berkata “aku belikan makan ya?”. Dia menjawab iya. Kemudian tiba-tiba kita ter-distract pekerjaan atau sesuatu hingga akhirnya lupa, akhirnya dia malah tidak makan. Malamnya dia menggerutu karena siang tadi tidak diingatkan makan. Lho ? Padahal sudah diingatkan. Logika laki-laki pasti berkata “kan tinggal bilang, kan tinggal diingatkan lagi supaya dibelikan makan”, “apa susahnya sih sekedar bilang?”. Namun ternyata itu tidak berlaku di perasaan perempuan, yang jauh lebih menginginkan aksi nyata yang muncul dari hati tanpa harus diingatkan lagi dan lagi.
Menjalani rumah tangga muda memang memberikan banyak pelajaran. Saat ada seseroang yang engkau ambil tanggung jawabnya dari ayahnya, saat ada seseorang yang rela membersamaimu, yang rela keluar dari zona nyaman bersama keluarganya, yang bahkan ikhlash hidup sederhana bersamamu.
Pelajaran pertama, yang paling mengena, bahkan mungkin seumur hidup harus terus belajar entah mengapa menurutku adalah kepekaan. Kita, kaum laki-laki dilahirkan dengan logika, yang harus diperhalus dengan perasaan terutama saat memulai kehidupan rumah tangga. Hingga hasil perenungan dan muhasabah setiap malam membuahkan kesimpulan yang barangkali belum tentu benar, namun setidaknya meredakan diri yang seringkali merasa kurang peka, dan semoga meredakan para istri saat melihat lelaki yang kurang bahkan tidak peka menurut mereka.
“Tidak usah mengejar level peka perempuan, kamu akan kalah. Kamu hanya cukup melebihkan peka dengan caramu tersendiri. Lakukan dari hati, lakukan sebab kamu mencintainya karena Illahi rabbi.”
“Kalau dia nanti berkata kamu kurang peka, atau kamu tidak peka, bersabarlah. Bukankah sebaik-baik laki-laki adalah yang bersabar pada istrinya? Balas dengan senyuman, balas dengan kata maaf, jika kamu ingin emosi, tahan emosimu, langsung peluk dia untuk meredakannya. Atau coba ingat kebaikan-kebaikan yang ia berikan kepadamu. Bukankah dia sudah menjagamu dari segala perbuatan zina? Bukankah itu merupakan anugrah terbesar dariNya?”
“Berdoalah, selalu doakan ia tiada henti. Selalu kecup keningnya setiap hari, mohon doa kepadaNya agar kamu mendapat kebaikan dariNya dan dijauhkan olehNya dari segala keburukanNya. Bukankah doa tersebut doa terbaik yang diajarkan oelh Rasulullah?”
“Diam, Dengarkan, Tanggapi sesekali dengan positif. Ingat, perempuan adalah makhluk puluhan ribu kata. Dia butuh kamu mendengarkan. Tak usah menyalahkannya, namun cukup dirimu sendiri saja, sebagaimana Nabi Adam dan Siti Hawa berdoa, bahwa kami telah menganiaya diri kami sendiri, hal yang menunjukkan bahwa sekalipun sudah takdir Allah keduanya diturunkan ke bumi, beliau berdua tidak menyalahkanNya.
Yang senantiasa belajar dan berdoa untuk jauh lebih menumbuhkan peka, Surabaya, 22 - 2 - 2021 13.22
Aku bukan orang yang baik, tapi aku sedang ke arah itu, mungkin ianya tak semegah pencapaian orang lain, tapi aku bersyukur.
Kau ada, untuk bersaksikan semua ini, andai nanti, bila kau menjemputku pulang, menghadap.
Buku catatanku moga terisi dengan kebaikan yang telah kau izinkan dan redhai, terdahulu.
Untuk sesuatu yang membuatmu jatuh, bisa jadi itu hanya cara-Nya agar kamu lebih kuat ..lalu tumbuh :)
Atas setiap rencana-rencana yang dirancang oleh manusia, ada garis takdir-Nya yang sudah tertulis rahasia dan kadang terjadi diluar rencana.
Atas setiap kehendak yang terbesit dalam dada, ada ketetapan dari-Nya yang sudah tidak bisa diganggu gugat dan merupakan niscaya.
Semoga hati dan diri ini menyadari dimana semestinya tempat terbaik meletakkan harapan, agar tidak kecewa, agar tidak menyalahkan siapa-siapa, dan agar selalu berlapang dada bahwa; diatas segala ekspektasi yang terbesit ada kenyataan yang kadang bisa manis dan juga pahit. :)
Pagi, 16 Januari 2021 06.45
“Hal yang paling aku yakini di dunia ini untuk tidak menyerah jika tentang mencintaimu, itu karena setiap detik yang ada di dunia ini bisa berubah, termasuk kamu.”
— @langitsenjatanpamu
This is, obviously, very condensed. Also, there are other theories on how Patriarchy emerged. Some look at it from a more biological perspective (eg. testosterone makes you more aggressive/competitive). But, while this POV has some value, we’re not slaves to the “urges” or incentives that might stem from the differences in our bodies (and this isn’t to say that all men or women or others have this or that kinda body).
“Nyatanya Tuhan masih jadi tempat paling menyenangkan dan menenangkan untuk menceritakan segalanya. Tanpa suara, Dia merengkuhku jiwa dan raga.”
— Sastrasa
“Jangan memaksakan sesuatu yang memang tak ditujukan untukmu. Apalagi jika kamu memang sudah menyadarinya sejak awal. Ada beberapa hal yang mungkin harus dicukupkan saja. Karena yang harus kau pahami, tak semua yang kau inginkan akan berpihak kepadamu. Ada campur tangan Tuhan disetiap keputusan yang tak bisa kau langkahi sama sekali.”
— -Cakrawala
“mungkin saat ini kita menangis. tapi suatu saat nanti kita akan sedar, bahawa inilah perkara terbaik yang Tuhan berikan buat kita. bahawa jika kita tidak menangis pada saat ini, mana mungkin kita bertemu dengan yang lebih baik, yang lebih menenangkan hati, yang lebih membaikkan iman, di masa hadapan.”
—