Anda Pasti Benar!
Di waktu syuruq, Rasulullah ﷺ duduk termenung di depan Ka’bah mencoba merenungi kejadian luar biasa yang telah beliau alami saat perjalanan Isra’ dan Mi’raj semalam.
“Ya Muhammad, kenapa engkau duduk termenung sebagaimana orang kebingungan?” ucap Abu Jahal saat melihat Rasulullah duduk termenung di depan Ka’bah.
Dengan hikmah Allah, Rasulullah ﷺ sampaikan dengan polosnya kepada Abu Jahal apa yang beliau alami semalam.
“Semalam datang kepadaku Malaikat bernama JIbril membawa kuda bersayap bernama Buraq. Aku naik diatasnya, Aku tiba di Palestina, turun di Masjid Aqsha, Aku shalat mengimami para nabi-nabi, kemudian Aku kembali naik ke Buraq dan Mi’raj ke langit. Aku diperlihatkan kenikmatan syurga dan siksaan di neraka. Kemudian di langit pertama Aku bertemu dengan Adam as, di langit kedua bertemu dengan Isa as dan Yahya as, di langit ketiga bertemu dengan Idris as, di langit keempat bertemu dengan Yusuf as, langit kelima bertemu dengan Harun a.s, langit keenam bertemu dengan Musa as, dan di langit ketujuh Aku bertemu dengan Ibrahim as. Setelah naik ke atas Arsy’ milik Allah dan mendapatkan perintah shalat, aku turun kembali ke Palestina, dan kembali ke Mekkah” jelas Rasulullah ﷺ kepada Abu Jahal
“Ya Muhammad, kau mampu menempuh perjalanan Mekkah Palestina yang kami tempuh dalam waktu dua bulan dengan kuda dan orang terbaik kami, dalam waktu satu malam?” tanya Abu Jahal dengan masih diliputi kebingungan dan rasa tidak percaya,
“Iya!” jawab Rasulullah ﷺ dengan meyakinkan
“Ya Muhammad, jika aku memanggil seluruh masyarakat Mekkah untuk mendengarkanmu, apakah kamu mau menceritakannya kepada mereka?” ucap Abu Jahal dengan penuh semangat
“Iya, tentu saja” jawab Rasulullah ﷺ
Kemudian Abu Jahal memegang tangan Rasulullah ﷺ seraya membawa Rasulullah ﷺ bersamanya naik ke atas Bukit Abi Qubais, sambil berharap masyarakat Mekkah yang telah beriman meninggalkan Rasulullah ﷺ karena cerita yang menurutnya dusta dan tidak masuk akal itu.
Saat Rasulullah ﷺ dan Abu Jahal berdiri di atas bukit Abi Qubais, para masyarakat terheran-heran karena baru di hari itu Rasulullah ﷺ orang terpercaya Mekkah dan Abu Jahal sang kepala suku quraisy berdiri bersama di atas sana. Orang-orang kafir berkumpul karena ada Abu Jahal, dan orang-orang yang telah beriman berkumpul karena keberadaan Rasulullah ﷺ .
“Wahai masyarakat Mekkah, dengarkan baik-baik apa yang ingin disampaikan Muhammad” ucap Abu Jahal dengan suara lantang
Kemudian dengan polosnya Rasulullah ﷺ menceritakan dengan detail setiap kejadian yang beliau alami semalam. Bertemu dengan Jibril, menaiki kuda terbang, pergi ke Palestina, naik ke langit lalu kembali ke Mekkah dalam waktu satu malam.
Setelah Rasulullah ﷺ selesai menceritakan setiap detail kejadiannya, maka orang-orang yang kafir bertambah kufur dan orang-orang yang telah beriman mulai mempertanyakan kebenaran cerita yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ
Melihat tanggapan rakyat Mekkah, Abu Jahal pergi menuruni bukit dengan wajah gembira dan tertawa puas seraya berkata “Agama Muhammad sudah habis, Muhammad mengarang cerita dusta”. Setelah itu, Abu Jahal menemui para sahabatnya di Darun Nadwah seraya menceritakan dengan detail apa yang telah Rasulullah sampaikan kepadanya.
“Wahai sahabatku, ada satu orang yang jika orang ini mampu kita goyahkan keyakinannya, maka agama Muhammad akan benar benar habis” ucap Abu Jahal
“Siapa itu wahai Abu Hakam* (panggilan masyarakat Mekkah kpd Abu Jahal)?”
“Abu Bakar! Ayo kita cari Abu Bakar” ucap Abu Jahal seraya mengajak para sahabatnya menuju kebun kurma milik Abu Bakar di pinggir kota Mekkah
Sesampainya di kebun Kurma milik Abu Bakar, Abu Jahal beserta para sahabatnya memanggil Abu Bakar dengan sedikit berteriak.
“Wahai Abu Bakar, keluarlah. Abu Bakar keluar”
“Ada apa wahai Abu Jahal” jawab Abu Bakar
“Sahabatmu Muhammad gila, dia sudah mengarang cerita dusta! (begini, begini, dan begini)” jelas Abu Jahal
“Apakah benar yang kau katakan itu wahai Abu Jahal?” tanya Abu Bakar
“Iya, tentu saja. Kami mendengarkan ini langsung dari Muhammad” ucap Abu Jahal
Dengan penuh percaya diri Abu Bakar menjawab,
“Ya Quraisy, Muhammad mengaku turun wahyu dari langit kepadanya dan aku percaya. Lalu apa bedanya dengan dia naik ke atas langit? Sama saja! Tidak akan menggoyahkan kepercayaan saya kepada Muhammad” jelas Abu Bakar
“Ya Quraisy, ketahuilah jika di depan saya ada tembok berwarna putih, namun Muhammad mengatakan bahwa itu hitam. Maka saya akan bohongkan mata saya dan saya akan bilang bahwa itu adalah tembok berwarna hitam” tambah Abu Bakar
Masyarakat Quraisy yang mendengarkan jawaban Abu Bakar terdiam dan merasa tidak mampu menggoyahkan kepercayaannya terhadap Rasulullah ﷺ
“Dimana Muhammad?” tanya Abu Bakar
“Di atas bukit Abi Qubais dikerumuni oleh orang orang Mekkah” jawab salah satu dari mereka
Kemudian Abu Bakar ra berjalan menuju ke Bukit Abi Qubais. Sesampainya disana, beliau berteriak dengan keras.
“Ya Rasulullah, ya Rasulullah!” teriak Abu Bakar
Rasulullah ﷺ tersenyum melihat kedatangan Abu Bakar.
“Ya Rasulullah, Aku mendengar dari Abu Jahal bahwasanya Anda begini, begini, dan begini” ucap Abu Bakar menceritakan apa yang didengarnya dari Abu Jahal seraya berjalan mendekati Rasulullah.
“Apakah itu benar ya Rasulullah?”
“Ya, itu benar ya Abu Bakar”
“Anda Pasti Benar! ”
Mendengar itu para sahabat yang telah beriman yang semula ragu, kembali mempercayai apa yang Rasulullah sampaikan tentang Isra’ dan Mi’raj.
“Ya Rasulullah, Aku punya permintaan ya Rasulullah” Ucap Abu Bakar
“Silahkan ya Abu Bakar” jawab Rasulullah ﷺ
“Seluruh orang di Mekkah tau bahwa Anda belum pernah sekalipun pergi ke Palestina, maukah Anda ceritakan kepada kami tentang Palestina ya Rasulullah? Agar masyarakat Mekkah percaya kepadamu?” tanya Abu Bakar
“Tentu ya Abu Bakar” ucap Rasulullah ﷺ
“Wahai kalian pimpinan dan kepala-kepala suku Quraisy, semua orang mengetahui bahwa kalian seringkali pergi ke Palestina dan pasti kalian telah hafal tentang keadaan Palestina. Maka dengarkanlah, Muhammad akan menceritakan kepada kalian tentang Palestina” jelas Abu Bakar
“Jika Muhammad menceritakan Palestina persis sebagaimana yang kalian tau, maka kalian harus mengatakan bahwa itu benar. Jika ada satu saja yang tidak sesuai, maka kalian punya hak untuk mendustakannya. Apa kalian setuju?” tantang Abu Bakar
“Ya kami setuju!” balas para kepala suku Quraisy
“Silahkan ya Rasulullah” ucap Abu Bakar
Dalam hadist Bukhori, Rasulullah ﷺ bersabda bahwasanya Allah membukakan kepada beliau gambaran tentang Palestina di depan matanya saat beliau menjelaskan kepada orang-orang Mekkah kala itu. Beliau menjelaskan kepada orang-orang Mekkah tentang pintu gerbangnya, jalan-jalannya, pasar-pasarnya, bahkan beliau mampu menghitungkan kepada mereka jumlah tiang di masjid Aqsha. dan Subhanallah, setiap kali Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang ciri-ciri Palestina dan Masjid Aqsha, maka para kepala suku Quraisy tidak mengatakan apapun kecuali,
“Muhammad benar, Muhammad benar, Muhammad benar”
Dengan hikmah Allah, karena kejadian itu seluruh masyarakat Mekkah mempercayai kejadian Isra’ dan Mi’raj yang dialami oleh Rasulullah ﷺ
“Ya Allah kami bersholawat untuk Nabi kami Muhammad ﷺ serta memohon keridhaanMu untuk para sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ yang mereka ridho kepadaMu dan Engkaupun ridha kepada mereka”
Wallahu A’lam
Semoga Bermanfaat
Tokyo, 11 Maret 2021
14.27 WIB
Andy Prakoso













