Sebagian orang tengah berupaya menemukan pasangan jiwa. Sedang sebagian lainnya justru sedang berjuang mempertahankan janji pernikahan untuk selalu setia.
Sebagian orang tengah berikhtiar berbilang tahun untuk memiliki keturunan. Sedang sebagian lainnya justru tengah berikhtiar melawan keegoisannya agar anak-anaknya tak kehilangan teladan.
Sebagian orang tengah membanting tulang siang malam demi kekayaan. Sedang sebagian lain justru tengah tersedu dalam kekayaan yang tiada pernah menghadirkan ketenangan.
Sebagian orang mengorbankan waktu bersama keluarga dan sahabat demi meniti tangga ambisi menduduki ‘kursi’ nan jauh di atas sana. Sedang sebagian lain justru tengah berharap agar bisa membeli waktu tambahan barang 30 menit, sekadar untuk menikmati makan malam bersama keluarga.
Sebagian orang melakukan segala daya untuk menjadi popular dan dikagumi banyak orang. Sedang sebagian lainnya tengah bersembunyi di balik keasingan karena lelah menjadi pusat pandangan.
Hampir semua dari kita pernah berusaha memberanikan diri untuk berangkat ke suatu tempat yang belum pernah kita jejak. Tujuan sudah kita catat. Dan kita yakin betul bahwa tujuan itu benar-benar ada di ujung jalan yang kita pilih.
Namun, apa yang kita tuju, ternyata bukan seperti yang kita bayangkan. Jalannya tak semudah yang kita mimpikan. Samar-samar, nampak perjuangan itu belum–dan tak akan pernah–berakhir.
Begitulah kehidupan jika dipandang dengan utuh. Hitam putihnya, pahit manisnya, terang gelapnya, naik turunnya, susah senangnya, semuanya selalu beriringan.
Perjalanan bernama hidup ini akan selalu membuat kita serba salah. Berbagai impian yang kita miliki sebenarnya adalah paradoks-paradoks yang bersembunyi rapi dalam kotak indah. Indah saat ada di tangan orang, berat saat telah di tangan sendiri.
Memberanikan diri untuk bermimpi berarti memberanikan diri untuk menemukan jawaban dari berbagai teka-teki. Tapi, tak semua mimpi mengantar pada jawaban yang kita harapkan. Tak semua jalan mengantar pada tujuan.
Kita harus jeli menentukan tujuan. Bukan sekadar tujuan-tujuan pendek, tapi tujuan yang lebih jauh, yang melampaui semua kelelahan, kepayahan, dan kebosanan. Yang akan selalu menghubungkan kita dengan harapan-harapan dan rasa syukur. Yang akan membuat kita terus melangkah, melewati kesusahan-kesenangan. Karena kita tahu tujuan kita jauh lebih besar, lebih pantas diupayakan, lebih penting, dari kesusahan-kesenangan yang sementara itu.
Pastikan tujuanmu bukanlah stasiun-stasiun kecil. Pernikahan, keturunan, kekayaan, jabatan, popularitas, semua itu hanyalah stasiun kecil. Stasiun-stasiun tempat berkumpul sementara untuk menuju stasiun yang lebih jauh, lebih besar. Muara dari segala perjalanan yang kita tempuh.