Hanya gara-gara PASSWORD! Urusan di hari Senin kemarin menjadi runyam. Ini pelajaran akibat menggunakan kata sandi yang terlalu rumit saat registrasi di websitus Dukcapil Tangsel, dan pula hanya tersimpan di browser laptop saja.
Bermula dari mau mengurus administrasi data diri KTP di Dukcapil karena adanya masalah teknis yang membuat tidak bisa melakukan pengajuan pencetakan KTP Elektronik, jadi harus datang ke sana untuk mengurusnya. Dan di perjalanan ke sana sudah sempat teringat kalau gue ga hapal passwordnya untuk mengecek di browser hape. Yang kemudian itu menjadi awal permasalahan di hari Senin itu. Senin memang hari yang menyebalkan.
Kenapa begitu, karena pas pelaporan gue sempat pertamanya dibilang suruh datang lagi besok karena loket antrian sudah penuh KATANYA. Setelah gue iseng2 datengin loket 9, ternyata masih dilayani. Kemudian disuruh ke Loket 8 untuk pengecekan. Kemudian harus datang ke Loket 9. See, bolak balik kan. Di saat itulah musibah terjadi, KECOPETAN! Di Loket 8 tadi gue diminta sama petugas untuk login ke websitenya, dan seketika gue langsung teringat kalau lupa passwordnya. Kenapa begitu, karena kita juga tidak bisa reset password tsb secara mandiri, yang mana harus dari pihak DUKCAPIL-nya. Ribet kan? Gue tadinya malas untuk Reset karena passwordnya ada di browser laptop di rumah (ini juga yang ngeselin karena browser BRAVE yang gue pakai tidak Sync ke hape gue untuk mengetahui password, tidak semudah browser CHROME). Karena reset passwordnya harus ke Loket 9 jadilah gue ke sana, tetapi karena ga bawa berkas jadi balik ke Loket 8, dan balik lagi ke Loket 9. Setelah selesai di Loket 9, barulah menyadari kalau dompet yang berisikan kartu-kartu (tidak ada uang) RAIB! Setelah dicari-cari tidak menemukan hasil (IYALAH SERAME ITU MANA ADA YANG JUJUR?! APALAGI JAMAN COVID-COVID BEGINIH!). Setelah tanya sana sini tidak ada hasil, terpaksa lapor ke Polsek untuk masalah kehilangan tsb.
Ini sih keteledoran gue semata sih, pelajaran buat gue ke depan dan buat yang baca juga. Ketika berada di situasi seperti itu, sebaiknya TETAP WASPADA akan permasalahannya apa pun itu yang sedang diurus. Jangan meleng atau terlalu konsen dengan 1 hal. Di tempat publik/keramaian seperti itu banyak sekali celah dan manusia-manusia jahat. Percayalah! Kita tidak bisa berharap banyak untuk orang-orang berbuat baik dan jujur di situasi begitu. Yang gue ingat kemarin itu ketika melewati pintu utama / exit di sana ada banyak orang yang berdiri di depan meja sekuriti. Di saat lewat itu lah gue rasa kejadiannya, dan teledornya gue kadang lupa menutup kembali (zipping) tas gue. Ini mungkin yang gue rasa kejadiannya. Tetapi bisa juga gue pas buka2 dokumen di tas tidak sengaja menaruhkan dompet tsb di mana dan lupa untuk mengecek kembali.
Ini jujur pengalaman pertama gue, gue anggap ini hilang karena KECOPETAN. Sebenarnya kartu-kartu yang hilang seperti KIA (Kartu Identitas Anak) itu ga terlalu dipermasalahkan karena gue sudah pindah alamat dan pengurusan kartu baru karena sudah alamat baru. Kartu ATM pun ada yang sudah hangus jadi tidak masalah, ada 1 ATM lainnya yang masih valid rekeningnya tapi ga pernah dipakai untuk tarik tunai/cash. Yang bikin gue kepikiran adalah kartu-kartu apa lagi dan dokumen apa yang tersemat di dompet tsb. Karena gue yang sudah mulai pelupa, jadi harap-harap cemas tidak ada dokumen penting ada di situ. Untungnya STNK motor (yang satu lagi) tidak di situ, setelah dicek ke rumah. Padahal itu sempat ada di dompet tsb, yang mana gue juga lupa kenapa bisa tidak di situ lagi.
Ini mungkin peringatan keras buat gue menyambut usia 40. -_-
- Jangan juga mudah menyerah kalau petugas di frontdesk bilang ga bisa hari ini, coba saja iseng-iseng datang ke loketnya. Soalnya sudah jauh-jauh datang (jangan lupa itu ongkosnya jg), waktunya masih comply.
- Saat keluarin barang2 di tas, jangan lupa untuk dicek kembali sebelum pergi.
- Saat melewati banyak orang, pastikan tas tidak terbuka dan pegang baik-baik.
- Ketika diminta untuk “mondar-mandir” untuk mengurus sesuatu, jangan lupa tarik napas dan waspada sekitaran.