Rahasia Pelangi Kesuksesan Hakiki
Sukses merupakan do’a yang perlu diwujudkan dalam akumulasi amal nyata yang secara kontinyu membentuk good habits. Dalam hal ini, sukses perlu diperjuangkan dan hanya mereka yang berjuanglah yang mampu meraih kesuksesan atas izin-Nya. Tak heran jika banyak orang-orang hebat di masanya mampu meraih kesuksesan setelah darah juang bercucuran. Semua tak terlepas dari aktualisasi cinta kepada Allah swt. Karena kunci kesuksesan hakiki terletak pada niat dan tujuan yang mulia yakni lillahi ta’ala.
Setelah meluruskan niat, seseorang dengan suka cita mengayunkan langkah demi langkah tanpa membasahi bibir dengan keluh kesah meski menjumpai jalanan berliku sekali pun. Ia akan terus melangkahkan kaki hingga mencapai tujuan yang diimpikannya. Untuknya, genggamlah maslahat dunia di tangan dan maslahat akhirat di hati untuk menggapai kesuksesan hakiki.
Sesungguhnya, kesuksesan hakiki adalah kondisi dimana kita mampu bertaqarrub illallah dan menebar kebermanfaatan untuk semesta. Sehingga, dunia ini dipenuhi dengan rahmat tanpa cela. Menjunjung kesejahteraan dan keadilan tanpa nista. Menghapus kedzaliman dan menyalakan obor kehangatan atas ukhuwah yang terbina. Semua teruntuk-Nya dan hanya Dia tujuan utama.
Adapun kisah pribadi hebat di zaman Rasulullah yang sukses dengan hartanya hingga dijuluki “manusia bertangan emas” yakni Abdurrahman bin ‘Auf. Kesuksesan Abdurrahman bin ‘Auf bermula dari kedermawanan dan keshalihan pribadinya. Ia senantiasa menafkahkan hartanya untuk berjihad di jalan Allah. Pernah suatu ketika saat perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin ‘Auf memenuhi seruan Rasulullah saw dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Selain itu, disaat perang Tabuk Allah memuliakan Abdurrahman bin ‘Auf untuk menjadi imam saat Rasulullah datang terlambat dalam jama’ah shalat.
Begitu taatnya Abdurahman bin ‘Auf dengan segala perintah Allah menjadikannya salah satu sahabat Rasulullah yang dikarunia harta yang melimpah. Sungguh, good habits yang dimiliki Abdurrahman bin ‘Auf yakni senantiasa menjaga sholat dan menafkahkan hartanya di jalan Allah perlu kita teladani. Menjalani semua aktifitas ini karena-Nya dan untuk-Nya sehingga Allah pun akan memantaskan setiap usaha kita dengan memberikan karunia-Nya yang tak disangka-sangka.
Dalam Q.S At-Taubah (9):111-112, Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikianlah kemenangan yang agung.Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman”.
Kisah hebat lainnya dari Muhammad Al-Fatih. Muhammad Al-Fatih pada usia mudanya yakni 23 tahun telah berhasil menakhlukan benteng Konstatinopel. Bersama pasukannya, Muhammad Al-Fatih selalu bersinambung dan sempurna dalam shalatnya dengan mengerjakan shalat tepat waktu, berjama’ah dan dikerjakan di masjid sesuai dengan syarat rukun dan sunnahnya. Menjadi ahli sujud yang terpercaya, sebagaimana para ahlul bayt nabi yang digelari as-Sajjad. Hal inilah yang menjadi sumber kekuatan dan energi positif yang mengalir sepanjang nadi Muhammad Al-Fatih. Selain itu, kekuatan Muhammad Al-Fatih tumbuh dari keberjama’ahan yang tersusun rapi seperti bangunan yang kokoh untuk bersama-sama menakhlukan konstatinopel atas izin-Nya.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Q.S As-Saff (61):4)
Dari dua kisah tersebut, maka setiap dari kita perlu menyadari bahwa kesuksesan hakiki tak lahir dengan sendirinya. Kesuksesan itu perlu dijemput dan diperjuangkan melalui serangkaian amalan yang Allah cintai. Seperti pelangi yang muncul setelah adanya hujan. Kesuksesan yang hakiki pun muncul setelah darah juang bercucuran. Tak perduli seberapa lama, tak perduli banyaknya aral yang menghadang, dengan tekad dan niat yang mulia maka Allah akan menyempurnakan langkah kita.
“Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu”
Ini adalah sebuah kalimat yang menjadi ujung tombak untuk terus memompa semangat memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada-Nya. Hinga suatu saat kelak, saat kita memiliki mimpi besar, Allah pasti mengizinkan kita untuk meraihnya.
Untuk itu, rahasia pelangi kesuksesan hakiki terletak pada kedekatan kita pada Allah. Taat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini tentu mebutuhkan sebuah proses. Berhijrah dari pribadi biasa menjadi pribadi yang luar biasa dengan amalan-amalan hebat yang dicintai-Nya. Yakinlah bahwa setiap dari kita memiliki peluang yang sama hanya setiap detik kitalah yang membedakannya. Jadi, bersegeralah melukis pelangi kesuksesan hakiki karena-Nya dan untuk-Nya. Keep fastabiqul khairat..!! :-)