day 27
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from France
seen from Brazil
seen from United States
seen from Taiwan

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States
seen from China

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from China
seen from Yemen
day 27
Today's transmasc character is:
Togata from Fire Punch
Togata is a trans man and uses he/him pronouns
day 27: eye dee kay
day twenty-seven (27)
An Archive of Our Own, a project of the Organization for Transformative Works
There were two other beds in the room. The one closest to the door had an older man sleeping in it, though the one between them was empty. And next to Lu Guang….
Cheng Xiaoshi. Slumped over the side of the bed, head resting on his folded arms. Lu Guang raised his left hand and tentatively poked the side of his friend’s head.
“I’m awake!” Cheng Xiaoshi bolted upright, bleary-eyed. “Can you repeat the question?”
(@juneofdoom 2026, Day 27: "You're pathetic")
Aku yang Pernah Bertahan
Aku pernah menjadi seseorang yang percaya bahwa menjadi kuat berarti selalu ada untuk semua orang.
Aku pernah berpikir bahwa seorang pemimpin tidak boleh terlihat lelah.
Seorang guru tidak boleh kehilangan arah.
Dan seseorang yang memikul amanah tidak boleh berhenti, meski tubuhnya sudah meminta jeda.
Karena itu aku terus berjalan.
Di balik ruang kelas, rapat, tumpukan administrasi, persiapan Uji Kompetensi Keahlian, hingga hiruk-pikuk menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa, ada begitu banyak malam yang kulewati bersama daftar pekerjaan yang terasa tidak pernah selesai.
Aku pernah duduk sendirian di bawah cahaya lampu kamar, memandangi layar laptop yang masih menyala, sementara pikiranku sibuk menghitung apa lagi yang belum kuselesaikan.
Aku pernah merasa tenagaku habis.
Pernah merasa kepalaku terlalu penuh.
Pernah bertanya dalam diam apakah aku masih sanggup melewati semuanya.
Namun setiap pagi, entah dari mana datangnya, kakiku tetap melangkah.
Mungkin karena ada amanah yang harus kuselesaikan.
Mungkin karena ada siswa-siswa yang menunggu arah.
Mungkin karena ada kepercayaan yang sudah diberikan kepadaku.
Atau mungkin... karena jauh di dalam diriku selalu ada keyakinan kecil bahwa satu hari lagi masih layak untuk diperjuangkan.
Aku juga pernah kehilangan diriku sendiri.
Di tengah kesibukan mengurus begitu banyak hal, aku lupa bagaimana rasanya duduk tenang tanpa memikirkan pekerjaan berikutnya.
Aku lupa bahwa tubuh juga memiliki batas.
Aku lupa bahwa hati pun membutuhkan ruang untuk bernapas.
Yang tidak kusadari saat itu, ternyata bukan semangatku yang hilang.
Aku hanya terlalu lama meninggalkan diriku sendiri.
Ada malam-malam ketika rasa sepi terasa lebih berat daripada pekerjaan.
Saat semua orang datang membawa pertanyaan, sementara aku sendiri sedang mencari jawaban.
Saat aku menjadi tempat bersandar bagi banyak orang, tetapi tidak tahu harus bersandar kepada siapa.
Hari ini aku mengenang semua itu tanpa marah.
Tanpa kecewa.
Karena sekarang aku tahu, malam-malam itu tidak sedang menghancurkanku.
Mereka sedang memperluas ruang di dalam diriku.
Mengajarkanku bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga tentang belajar memahami manusia.
Bahwa ketegasan tidak harus menghilangkan kelembutan.
Bahwa wibawa tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian untuk tetap bertanggung jawab, bahkan ketika keadaan tidak sempurna.
Kalau hari ini semua versi diriku duduk di hadapanku, aku ingin memeluk mereka satu per satu.
Versi yang kelelahan.
Versi yang menangis diam-diam.
Versi yang takut mengecewakan.
Versi yang memaksakan diri tetap tersenyum.
Aku ingin mengatakan,
"Terima kasih."
Terima kasih karena tidak menyerah.
Terima kasih karena tetap memilih bangun setiap pagi.
Terima kasih karena menjaga ketulusan itu tetap hidup, meski berkali-kali merasa hampir habis.
Hari ini aku berdiri bukan karena aku tidak pernah jatuh.
Aku berdiri karena semua versi diriku yang pernah jatuh memilih bangkit sekali lagi.
Dan ketika melihat ke belakang, ada satu kata yang paling ingin kupilih untuk menggambarkan semua perjalanan itu.
Bukan bertahan.
Melainkan bertumbuh.
Karena setiap air mata, setiap kegagalan, setiap malam yang terasa begitu panjang, tidak pernah meninggalkanku di tempat yang sama.
Mereka membentukku menjadi seseorang yang lebih tenang, lebih bijaksana, dan lebih mengenal dirinya sendiri.
Untuk semua versi diriku yang pernah berjuang...
Kalian boleh beristirahat sekarang.
Terima kasih telah menjadi pondasi yang begitu kokoh hingga aku bisa berdiri di titik ini.
Mulai hari ini, biarlah aku yang melanjutkan perjalanan ini.
Dengan langkah yang lebih tenang.
Dengan hati yang lebih lembut.
Dan tanpa pernah lagi meninggalkan diriku sendiri.
How many times does Badboyhalo say Dapper's name? Day 27
Day 27 SPECIAL DAY WITH DAPPER! | QSMP
265
Total Dappers so far: 7,188
Personal notes⤵️⤵️
June Prompts Day 27 Derelict
Do we see them
Really see them
Those whose homes
Are on the corners of busy
Streets
Derelict
The world calls them
Someone I died for
Says God
Maybe even angels in disguise.