Susah payah aku mencari foto tahun 2009. Hampir nggak punya. Maklum, selain itu adalah sangat jarang difoto, aku masih setia dengan ponsel Siemens C45 butut--masih monophonic pula--sehingga nggak punya foto selfie (eh, belum musim, ya?), sudah begitu penyimpanan file yang masih pakai disket (3½ floppy A, siapa yang tahu?) belum secanggih sekarang, macam memory eksternal bisa bergiga-giga dan simpel penggunaannya. Jadi, bisa menemukan foto malam terakhir study tour di Jakarta pas kelas XII SMA ini aku benar-benar bersyukur sekali. Maaf ya, kepada teman-teman satu frame yang terpaksa di-crop. 2009 itu tahun kelulusan SMA (duh, ketahuan mature-nya). Sibuk belajar untuk persiapan SNMPTN--meski pada akhirnya nggak lolos blas dan belum jadi melanjutkan studi--, punya ponsel baru untuk kali pertama dengan uang tabungan sendiri (Nokia 5130 XM), juga kesempatan bertualang ke Lampung selama beberapa bulan. 2009 masih polos-polosnya aku. Gadis bau kencur yang mulai merasakan kerasnya kehidupan. Masih suka galau, masih alay, masih Friendster-an dan main Farmville, tapi sudah mulai mikir dan bisa cari duit sendiri. Sekarang? 2019, alhamdulillah sudah berkeluarga, punya 1 suami dan 2 balita, jagoan semuanya aku paling cantik. Tantangan hidup akan selalu ada dan makin ganas saja. Tapi, tentu life skill dan leveling-nya sudah berbeda. Gagal tumbuh ke atas sih, tapi masih bisa lah, upgrade diri lebih baik lagi. Dan teruntuk diriku 10 tahun lalu, terimakasih sudah berusaha sekuatnya untuk tidak menyerah. Aku yang sekarang bisa tiba si titik ini berkatmu, juga. Ngomong-ngomong, kami mirip, ya? @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1916 #metamorphoself #10yearschallenge #writingchallenge #ricchanmenulis https://www.instagram.com/p/Bssms8bFcT4/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=ko8icv30h6op