Diduga Cabuli Santriwati, Kiai Baron Dipolisikan-koranmemo.com
New Post has been published on https://koranmemo.com/diduga-cabuli-santriwati-kiai-baron-dipolisikan/
Diduga Cabuli Santriwati, Kiai Baron Dipolisikan
Nganjuk, koranmemo.com – Lagi, seorang kiai diduga mencabuli santriwatinya. Ini terjadi di pondok pesantren di wilayah Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Kabarnya, kasus ini dalam pengawasan Women Crisis Centre (WCC) Nganjuk.
Dugaan pencabulan yang dilakukan kiai yang berinisial IK ini, terkuak sekitar satu bulan lalu. Saat itu, salah satu korban, Kuncup (bukan nama sebenarnya) sedang mengaji. Tiba-tiba, sang kiai marah-marah dan menyeret Kuncup keluar. Lalu, anak berumur 14 ini ditampar oleh sang kiai.
“Usai ditampar, korban langsung memeluk guru ngajinya yang kebetulan anak saya. Nah, dari sini-$lah akhirnya si korban bercerita kepada anak saya,” ujar Jum (44) warga Bandar Kedungmulyo, Jombang di Mapolres Nganjuk saat mengantar anaknya yang dimintai keterangan polisi, Jumat (23/2) siang tadi.
Diungkapkan, korban adalah anak orang Sulawesi. Karena ada perselisihan rumah tangga, sejak berusia 7 tahun dititipkan ke pondok pesantren tersebut. “Korban selama dititipkan ke kiai, dia tidak bersekolah, hanya mengaji saja hingga usianya kini empat belas tahun,” beber Jum.
Kepada anaknya yang guru ngaji di pondok itu, lanjut Jum, korban bercerita jika pernah diperlakukan senonoh oleh sang kiai. Bahkan, dia juga pernah dikasih lihat video porno sebelum dikerjai oleh sang kiai. “Korban juga mengatakan ada tiga temannya yang dibegitukan,” imbuhnya.
Merasa kasihan dan ingin menegakkan kebenaran, Jum langsung menemui beberapa kerabat sang kiai untuk mengadukan dugaan perbuatan cabul ini. “Saya sudah musyawarah dengan keluarganya, termasuk menantu saya, karena dia juga kerabat kiai,” ucapnya.
Setelah mempertimbangkan segala hal, usai musyawarah Jum langsung berangkat ke kantor WCC Nganjuk untuk mengadukan permasalahan ini. “Begitu saya adukan, WCC langsung merespon. Korban juga langsung dimintai keterangan. Selanjutnya kasusnya dibawa ke Polres Nganjuk,” paparnya.
Sayangnya, sampai malam, Musidah Ketua WCC Nganjuk belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi via ponselnya, ada nada sambung namun tidak diangkat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Kristanto saat dicegat sejumlah wartawan mengatakan jika kasus ini masih dalam pengaduan. “Masih dalam pengaduan. Nanti saja saya kabari, ini masih mau menghadap pak kapolres,” kata Yogi seraya tergesa-gesa.
Reporter : Muji Hartono
Editor : Acmad Saichu















