TENTENA . Pernah kalian mendengar kerusuhan Poso? Ya pertikaian yang kabarnya tercetus krn konflik horisontal antar agama di Sulawesi Tengah. Tahun 1998, setelah beberapa bulan presiden Soeharto di yang berkuasa selama 32 tahun lebih turunkan oleh rakyat dan mahasiswa, peristiwa ini terjadi dan berjalan selama 2 tahun lebih. Kondisi yang mencekam bagi penduduk Poso waktu itu, tapi mungkin bagi sebagian besar kita mungkin itu hanya sekedar berita nasional aja kok, tidak lebih. . Samuel aka “Sipon”, teman waktu masih menempuh pendidikan di Malang, dia ini saksi hidup peristiwa tersebut. Mengungsi dan menghindar dia lakukan bersama keluarga selama pertikaian. Pelor panas yg menembus tembok rumahnya kini membekas tajam di ingitannya. Bapaknya yang seorang pendeta, menjadi salah satu target, waktu itu “dihargai” dengan beberapa angka rupiah untuk ditukar nyawanya. Untung bapaknya selamat hingga saat ini. . Berjalan 2 tahun lebih, tidak ada konflik atau peperangan yang meninggalkan kebaikan, yang ada hanya luka yang mendalam, trauma kejadian yang membekas sangat dalam. Mata semakin berat dan sepertinya dia sudah mulai menyerah dengan cerita nya itu, lalu kalimat bijaknya mulai mengalir… “Wes wes sam, yo ngene iki urip iku… keras, cuman arak bali tok sing lembut…” 😅 . . . Gunung Batur - Kintamani // Mei2017













