One Nice Bug Per Day
Doug Jones

gracie abrams
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Color Me Curious
Today's Document
Misplaced Lens Cap
tumblr dot com
official daine visual archive

#extradirty
The Stonewall Inn

bliss lane

blake kathryn
NASA
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
Show & Tell
seen from United States

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Ireland
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
@lavinalovina-blog
blood
Jatuh cinta dan patah hati, dua hal yang membuatmu lancar menulis. Dan aku menulis sekarang. Apa aku sedang jatuh cinta? Atau patah hati? Bisa ku bilang, keduanya. Jatuh cinta pada seseorang dengan jarak ratusan kilometer membuat patah hati, bukan?
lavinalovina
Objek
"Apa ini, Vin?" dia menyodorkan layar hpku ke arahku dengan kening mengernyit. Aku memang memberikan dia kebebasan untuk menjelajahi hpku, soalnya tidak ada yang kusembunyikan. Maka ketika dia membaca isi notes ku yang isinya adalah 10% catatan tugas, dan 90% nya adalah curahan hati, aku hanya menjawab santai
"Ini? Tulisanku. Aku belakangan sedang mencoba menulis lagi."
"Kamu suka nulis? Aku baru tau." Iya, memang aku belum lama dekat dengannya, jadi wajar kalau dia baru tau.
"Berarti ini, semacam fiksi?" Dia sedikit ragu, lalu aku menggeleng, "Aku menulis apa yang ada dipikiranku, apa yang aku alami, dan apa yang aku rasakan. Aku ga jago nulis fiksi, imajinasiku belum liar. Jadi aku cuma nulis hal-hal yang ada disekitar aku aja, biar feelnya lebih dapet."
Dia diam, aku tau apa yang ada dalam pikirannya.
"Kamu ngerasa jadi objek dalam tulisanku?" jeda sejenak, aku tidak berharap dia menjawab, karena aku tau
"Iya, aku nulis itu ketika ingat kamu." jeda lagi sejenak, aku sedang menimbang untuk melanjutkan atau tidak
"Aku ga tau perasaan kamu ke aku sedalam ini." sorot matanya melunak, seperti menyesal dan sedih bercampur menjadi satu.
"Kamu ga pernah tau karena kamu ga bertanya dan ga pernah ngasih aku kesempatan buat nunjukin. Ego kamu sebagai cowo terlalu besar. Kamu slalu berpikir bahwa kamu adalah orang yang harus memberikan segalanya, dan aku hanya menerima. Hakikat perempuan dan laki-laki yang kamu pegang itu sudah melenceng. Kamu tidak membiarkan aku menunjukkan ketulusan hati aku, karena kalau menurutmu laki-laki lah yang boleh menunjukkan romantisme, laki-laki yang boleh mengejar, laki-laki yang boleh berkata dan bertindak duluan. Jadi aku minta maaf, karena dalamnya perasaan aku ke kamu cuma bisa aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Dan aku bisa lebih jujur bukan ketika kamu adalah objek didepan mataku, tapi ketika kamu adalah ojek dalam tulisanku."
aesthetics
15/5/2017
Suara derum kereta api itu mengisi seluruh ruang yang sebelumnya sunyi. Pikiranku yang sebelumnya terbang kembali mendarat ke tempatnya seiring melihat gerbong-gerbong kereta yang berlintasan di depan mataku. Sebentar lagi kereta api akan berhenti, gerbangnya akan terbuka, lalu hal lain yang selanjutnya terbuka adalah bibirku yang merekah melihat kembali wajahmu setelah sekian lama.
Segala hal yan berada di depan mataku terasa terputar dalam mode slow-mo. Ah, dunia jahat sekali. Disaat aku sedang menggebu-gebu merindukanmu dan tidak sabar melihat matamu, waktu malah terasa lambat berlalu.
Aku menarik nafas dalam-dalam, berusaha men-stabilkan emosiku. Aku menggesek-gesekan ujung sepatuku ke lantai, sedikit gugup. Ku selipkan ujung rambutku ke belakang telinga, berusaha memastikan bahwa penampilanku sudah baik-baik saja.
Bahkan setelah bertahun-tahun kita bersama, aku masih merasakan kupu-kupu berterbangan di perutku ketika kita akan bertemu. Selalu saja seperti ini, aku seperti merasa akan bertemu denganmu untuk pertama kalinya.
Aku menggigit bibir bawahku, tidak bisa menahan kebahagian ini. Aku ingat terakhir kali aku berdiri disini, menunggumu datang persis seperti saat ini, adalah enam bulan yang lalu. Saat itu kamu sedang cuti semester kuliah pasca sarjanamu. Kamu memilih membeli tiket kereta api kesini daripada membeli perlengkapan mendaki gunung untuk pergi ke Rinjani bersama teman-temanmu. Kamu bilang hidup selalu tentang prioritas dan aku ada di prioritasmu yang paling atas.
Lalu kita menghabiskan waktu mengunjungi museum-museum yang belum pernah kau kunjungi, menikmati sore hari di alun-alun kota, menghabiskan malam di Batu Night Spectacular, dan berpetualang ke banyak tempat.
Rekaman kenangan indah itu terputar dikepalaku sekarang. Aku belum mempersiapkan petualangan kita kali ini, kamu ingin kemana? Aku akan membawamu kemana saja yang kamu inginkan. Apa kamu ingin ke Bromo lagi? Ah, tapi kita sudah pernah kesana. Tapi aku tidak masalah kalau kamu ingin kesana lagi, aku tau kamu rindu dengan suasana dinginnya, sunrisenya yang indah, hal-hal yang sulit kamu dapatkan di ibukota. Atau kamu ingin ke Pantai Batu Bengkung? Kata orang pemandangan pantainya sangat menggoda, aku belum pernah kesana, katanya disana juga bisa camping, apa kita camping saja? Hm, nanti sajalah aku pikirkan setelah memelukmu.
Aku rindu sekali suaramu. Terkahir kali kamu menghubungiku saat kamu di dalam grab menuju ke stasiun. Kamu bilang telpon genggammu hampir habis baterai. Kamu mengingatkanku untuk menjemputmu esok paginya. Iya, tidak perlu diingatkan juga pasti aku akan ingat. Aku kesal kenapa kamu tidak mengisi bateraimu dulu sebelum pergi. Ah tapi biasanya juga kamu akan tidur selama perjalanan, kamu tidak akan mengabariku sampai kamu tiba disini. Yasudahlah.
Kereta api berhenti dengan suara decitan pelan. Gerbang pintu membuka. Aku berharap melihat wajahmu yang pertama kali keluar, tetapi aku tau kamu akan duduk dan menunggu orang lain keluar dahulu baru akan keluar disaat orang sudah tidak berdesak-desakan lagi.
Aku menarik dan menghembuskan nafas lagi, sabar, sebentar lagi, ucapku pada diri sendiri.
Telepon genggam disakuku bergetar-getar tanda ada panggilan masuk. Siapapun yang menelfonku, aku minta maaf, aku akan mengangkatnya nanti. Parasmu tak kunjung terlihat, aku mulai gelisah, telpon genggamku terus-terusan berdering. Aku celingak-celinguk, berharap leherku sepanjang jerapah agar bisa melihat lebih jauh. Kenapa kamu lama sekali turun? Aku berdecak kesal, mengambil telpon genggamku yang tidak bisa diam dan mengangkatnya.
“Halo?”
“Kamu lagi dimana? Kamu tau kan Adam lagi dirumah sakit sekarang? Grab yang dia naikin kemarin kecelakaan. Jangan bilang ngga ada yang hubungi kamu dari semalam?”
Hening, beku.
How are you still single?
Have you ever got that question? Or maybe have you ever asked that question to your friends or even to someone you just met.
Well, I have to say that those words are quite annoying. I mean, is it wrong from being single? Did someone do something wrong by simply being single?
I got it, sometimes those words can be a compliment. Like you’re saying “you so attractive, what are men on this earth waiting for?”
But my dear, so what if attractive people still single? The problem is people always relate single to sadness, emptiness, and loneliness. And it’s pathetic. You can be lonely even if you have a boyfriend. You can feel empty even though you are not single. You might be sad whether you have a boyfriend or not. Dating or not, it doesn’t determine your happiness. Even if you are in relationship is there any guarantee that you will be happy? No guarantee my dear.
People can have a lot of reasons to stay single. Some people just don’t feel like dating is a right thing. Some people are too busy. Some people have other priorities. Some people just decide not to be in a relationship.
I am single and I don’t feel like a lonely sad girl living in this big world. I am quite proud of myself because I can rely a lot on myself. I can handle myself through my ups and downs. I am the one who cheer myself up when I am down, and I’m the one who motivate myself when I feel like I need motivation. I’m not feeling lonely and I’m not feeling empty. So it’s ridiculous when people ask me “you’re still single, vin?” in a mocking way.
Besides, if you are still around 15-21, and you are not even graduated from senior high school or college. Come on. You are still young. It’s too early for you to worry about your relationship status. You got a lot of dreams to reach, goals to achieve, why worry so much about being single? And why worry so much seeing other people already got their partner. Someone will come eventually, at the right time.
Now, listen, girls. Stop asking people why they are single and also, stop asking yourself why are you still single. Ya better grab your bucket lists now and start accomplish it one by one, by yourself. Enjoy your life intensively, by your self. Because someday when you already tied up with someone, you will miss the time when you are single, truly single.
Ada berjuta-juta orang lain yang sedang patah hati, kamu tidak sendiri.
Being honest.
Recently i’ve been facing some problems .
I made some decisions, big decisions.
It confused me, when people ask the reasons behind my decisions.
Before i end up making decisions, i consider about it, i think, rethink, over and over again until finally i’m sure about what im going to decide. But when it comes to explaining to people about the ‘why’ i made that decision, its really hard. I’m afraid if I say what’s the real reasons behind it, people wont accept it. I’m afraid to tell people about what is really going through in my life in specific way. I thought, maybe I should make other reasons (not the true one) so that people will be like ‘ohh I got it, I understand, its okay’. I was thinking about lying so that people will accept it. I don’t want people to ask too much. I want people to understand, without long explanation. So maybe I should lie, I should think about other reasons that make sense, I’ll find easier words to say instead of explaining what I really feel, and what I really have in my mind.
But nah, it didn’t happen. I end up being honest. The words flew easily. And surprisingly, people understand, people accept the reasons that I thought wont make sense.
I talk about honesty in general, it could be about admitting your mistakes, showing your feeling to someone, explaining the struggle you are facing, anything.
Sometimes you don’t have to overthink too much, just say what you wanna say, just be honest about what you feel. Some people will understand, some will not. But hey, let’s just be who we really are. In the end, being honest is better then faking perfection.
biarkan masalalu berada di tempatnya, agar tak ada lagi ingatan tentang rasa sakit penuh tanda tanya. merelakan apa yang harus di ikhlaskan, lalu percaya bahwa terkadang tersakiti adalah bagian dari pendewasaan.
arsa nugraha (via arsanugraha)