Nyatanya. Emang orang lain ga akan pernah bisa ngerti, sedekat apapun itu.
Dan nyatanya. Umur memang hanya sebatas angka. Sama sekali tidak bisa mengukur kedewasaan.
_Oktober 2020
h
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Love Begins
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear
Alisa U Zemlji Chuda
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸

#extradirty
ojovivo
will byers stan first human second
Jules of Nature
RMH
Misplaced Lens Cap
TVSTRANGERTHINGS
sheepfilms
Keni
YOU ARE THE REASON
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Russia
seen from Germany

seen from Russia
seen from Bolivia
seen from Bolivia
seen from Bolivia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Germany
@lililulio
Nyatanya. Emang orang lain ga akan pernah bisa ngerti, sedekat apapun itu.
Dan nyatanya. Umur memang hanya sebatas angka. Sama sekali tidak bisa mengukur kedewasaan.
_Oktober 2020
Aku tau.
Mungkin hidupku tidak lebih baik dari mantanmu.
Mungkin wajahku tidak lebih menarik dari mantanmu.
Mungkin perhatianku tidak lebih banyak dari mantanmu.
Mungkin usahaku tidak lebih besar dari mantanmu.
Bahkan mungkin cintaku tidak lebih dalam dari mantanmu.
Tapi aku mohon, hargai aku.
Hargai berbagai hal yang sudah aku usahakan.
Hargai aku yang sudah mencoba berlari untuk menyamakan langkahmu.
Hargai aku yang sudah mencoba merunduk untuk meredam egomu.
Hargai aku yang sudah mencoba menyelam untuk memahami kamu.
Mungkin belum sempurna, karna waktuku belum banyak.
Bukankah kita masih punya ribuan detik lagi untuk saling mengusahakan?
Tapi sekali lagi aku mohon. Jangan bandingkan aku dengan siapapun.
Karna yang kamu hadapi adalah aku.
Aku dengan segala versi terbaikku hingga saat ini.
Dibanding2kan dengan adik sendiri aja saya gasuka.
Gimana ini dibanding2in sama mantan.
Taek.
Balikan aja sono sama mantan.
Haasshh. Ingin ngomong kasar malem2 gini.
Dari yang awalnya nangis tiap berantem.
Sampe sekrang biasa aja.
Saking udah capeknya.
Udah pasrah. Terserah endingnya mau gimana.
Kayak... Yauda aja gitu.
Sediih. Tp udh gabisa nangis. Saking ga masuk dinalar.
Kadang sering tanya sama diri sendiri.
Ini bener jodohnya ga sii?
Kok berantem terus.
Kok ya masalahnya itu2 terus.
Kok ya ga paham2.
Sumpah. Kalo bisa keluar kerja....
Gamau keluar kerja deng.
Mau bisa mandiri. Gamau jd perempuan yang cuma bisa minta2. Haaaaaahh
Padahal dulu mikirnya kalau punya partner yang umurnya beda beberapa Tahun bakal lebih bisa ngemong aku yang begini.
Tapi kok lama2 berasa aku yg ngemong juga.
Jealous ga jelas.
Ngambek ga jelas.
Ego terlalu tinggi.
Apa dia maunya aku gapunya temen lawan jenis yaa?
Ya aku gabisa.
..
Boyolali. 22 April 2020
Hidupmu otoritasmu.
Bahkan orangtuamu pun tak punya hak buat mengatur hidupmu.
Mereka memang hidup lebih lama dan lebih dulu.
Tapi mereka juga manusia, bukan Tuhan yang bisa mengatur segalanya.
So, chill
Kalo kamu yakin dengan keputusanmu dan kamu merasa sanggup bertanggung jawab, ya monggo.
...
16 April 2020. 14.53
Manusia teh lucu.
Dia yang salah. Dia yang marah. Heeuu
Ngapain telfon kalo mau ketawa2 baca chat orang?
Mikir laaaah. Zbl
...
16 Apr 2020. 07.02
Mau pulaaangg.
Capek ga dihargai.
Capek ga dimengerti.
Mam. Pap. I lavs you. Maaf sudah menyakiti diri sendiri. :"")
Kalau telfon hanya untuk mencaci maki dan menyalahkan, orangtua saya yg membesarkan selama 25 tahun aja gapernah melakukan hal tersebut.
Salah. Ditegur. Bukan disalah2kan.
Saya capek nangisin orang yg gatau ada hati atau ngga pas ngomong gitu.
Semuanya butuh jarak. Semuanya butuh jeda. Pun kalimat2 itu butuh jarak dan jeda agar bisa terbaca jelas dan sempurna.
Dulu.
Ada yang bilang sama aku.
"ga semua orang bisa jd pemimpin. Banyak yg egois dengan dirinya. Banyak yang bersudut pandang 'aku' bukan 'kita'."
Jawabanku saat itu
"banyak bukan berarti ga ada. Ego itu bisa diatur. Segimananya kita mau ngatur. Segimananya kita mau menerima"
Semua orang punya ego.
Tapi tidak semua keputusan dapat melibatkan ego.
Jadilah pemimpin yg bijak.
Turunkan sedikit ego.
Tidak tahukah kamu hitler dengan egonya mampu membunuh ribuan nyawa dan dirinya sendiri?
Tidak tahukan kamu dokter dengan menurunkan egonya mampu menolong ribuan nyawa dan dirinya sendiri?
Aku memaksamu mengambil keputusan.
Aku memaksamu mencari jalan tengah.
Karna itu yg harus pemimpin lakukan.
Aku tau jalan tengahnya.
Aku tau keputusan baiknya.
Tapi bukan aku yg akan memimpin.
Cukup aku pernah memimpin sekian orang.
Saat ini sudah saatnya aku jadi pengikutmu.
Aku menghormatimu dengan penuh.
Jadi silahkan. Jadilah pemimpin yang baik.
Baja yg segitu kuatnya aja ketika sudah sampai pada stress level tertentu akan putus juga.
.
.
Sepasang manusia pun begitu. Stress level tinggi. Yang satu sudah mengendurkan, yang satu makin menaikkan. Ujung2nya? Sudah bisa ditebak.
Untuk kamu.
Yang melarangku bercerita dengan orang lain.
Tapi tidak bisa menjadi tempatku bercerita dengan baik.
.
.
Aku tau mas punya kurang, adekpun.
Tapi setiap mas minta adek buat ga cerita sama orang lain, dan meminta adek untuk hanya cerita sama mas, adek coba pelan2 ikutin mau mas apa.
Tapi setiap adek cerita, respon yang adek dapet gapernah baik.
Respon yang adek dapet selalu amarah dari mas.
Amarah yang bikin adek takut buat cerita lagi.
Seolah2 mas bikin tameng buat adek ga cerita lagi.
Adek mau cerita, tp adek takut mas marah.
Mas. Adek mohon. Tolong berubah sedikit. Tolong kalahkan ego sedikit.
Tapi kalau adek ga cerita dan mas tiba2 tau, adek takut mas lebih marah.
.
Mas. Adek mau kita hidup dalam suka. Bukan dalam sebuah ketakutan.
Adek mau menghormati mas, bukan takut sama mas.
Mas. Adek mohon. Berubah sedikit. Tolong tahan egonya.
Iya. Tau kok setiap manusia pasti punya kekurangan, akupun.
Tapi dari dulu selalu ingin punya imam yg bs ngasih tau aku pelan2. Orang yang kalo aku lagi nangis sampe sesek cukup dipeluk aja, bukan malah ditinggal. Orang yang kalo aku cerita kesalahanku cukup dikasih tau pelan2 dan bilang "jangan diulangi lagi ya", bukan malah marah.
Aku selalu mencoba bersikap manis. Ternyata yang aku dapat ga selalu manis.
Mungkin Tuhan mau aku dewasa dengan sendirinya.
Mungkin Tuhan mau aku belajar dengan sendirinya.
Mungkin Tuhan mau aku mengalah lagi. Mengalah terus. Hingga nanti kalah dengan diri sendiri.
Gapapa. Aku masih kuat.
Aku masih kuat buat ngehapus air mata sendiri.
Aku masih kuat buat meluk diri sendiri.
Mungkin memang aku yang seperti ini selalu salah.
Mungkin memang orang yang punya sifat gaenakan selalu salah.
...