Pergi Terlalu Jauh
Akan ada yang selalu menanti saat kita sudah memutuskan untuk pergi. Mungkin karena keberadaan kita yang dianggap berarti dalam hidup mereka, mungkin karena hanya gurauan kita yang bisa hilangkan sepi, mungkin cuma rangkul hangat kita yang selalu bisa menyemangati, dan juga mungkin segala tingkah laku kita yang sudah terlanjur mengisi mereka di setiap hari.
Tidak ada satu pun dari kita yang begitu menyukai perpisahan. Saat harus memaksa diri untuk beranjak meninggalkan, lalu kemudian harus belajar menghadapi kehilangan. Karena banyak dari kita yang sudah mengalami, kemudian paham. Kalau semua bisa memilih pergi. Tapi tidak semua punya pilihan, kemauan, juga kesempatan untuk bisa kembali.
Kalau kita berada di sisi yang pergi, coba sesekali kembali. Entah hanya menyapa, mendatangi, menawarkan, atau memberikan sesuatu pada mereka yang sudah begitu jauh kita tinggalkan.
Kalau kita berada di sisi yang lainnya, tidak perlu sungkan, tidak perlu gengsi untuk mencoba menyambung kembalI. ย Mungkin memang kita yang harus lebih dulu memulai. Bukan karena lebih butuh, atau dikarenakan penyebab lainnya. Hanya saja, kesibukan tanpa jeda memang seringkali membuat kita lupa. Sehingga menjauhkan beberapa manusia yang pernah begitu dekat.
Surabaya, 1 Februari 2018 ยฉ Danny Dzul Fikri














