adik-adik senang bertanya, mengapa akhirnya saya memilih pasangan saya sekarang. jawabannya selalu sama: saya bisa hidup bersamanya--yang lama-lama konsep ini menjadi saya merasa tidak bisa hidup tanpanya.
tapi maksudnya begini. orang-orang bilang, marry somebody you can't live without. don't only marry somebody you can live with. bagi saya, either way, don't marry somebody you can't live with. that's it. jangan menikah dengan seseorang yang kita jelas-jelas tidak bisa hidup dengannya.
oleh karena itulah, saat mencari jodoh, yang paling penting bukanlah membuat ceklis tentang hal baik apa saja yang harus ada pada dirinya, melainkan tentang hal-hal apa saja yang tidak boleh ada (atau tidak boleh tidak ada) pada dirinya. sebab, hal yang positif itu bisa tak terhingga nilai ukurnya. akan tetapi, hal yang nilainya negatif itu selalu jelas. maka, di mana titik nol kita harus jelas. di mana batas toleransi diri kita harus jelas.
jika ditarik mundur lagi, proses ini pun sejatinya tak hanya soal mencari dan menemukan jodoh yang tepat, tetapi juga soal mengenal diri sendiri dengan sebenar-benarnya. kalau kita tak bisa jujur kepada diri sendiri akan batasan-batasan itu--dan jika ternyata seseorang yang bersama kita kelak adalah yang di luar batasan, diri kita sendirilah yang akan kerepotan.
dalam banyak diskusi, saya menemukan sebuah pola. yang ada di daftar ceklis itu letaknya tak hanya pada orangnya, tetapi juga pada caranya menjalani hubungan. misalnya, apakah dia dapat mendukung karier atau cita-cita kita--dengan kata-kata dan dengan tindakan nyata. apakah dia dan kita memiliki kesamaan prinsip tentang pengelolaan keuangan. apakah dia menganggap perempuan sebagai objek alih-alih subjek. daftar ini bisa panjang sekali dan ya, kalau dipikirkan matang-matang akan lebih dalam daripada sekadar "harus mapan" atau "harus sholeh".
perlu berapa banyak yang menjadi ceklis tidak-nya, diri kita sendiri yang mengetahui. memang sih, semakin banyak ceklis-nya, semakin sedikit orang yang bisa masuk ke dalam kriteria. tapi, kita hanya akan menikah dengan satu orang. kita tidak perlu banyak calon. kita hanya perlu satu calon yang paling tepat. maka, ceklis itu harus apa adanya.
jujurlah pada diri sendiri. berkenalanlah kembali dengan diri sendiri. buatlah ceklis tidak-mu. jika kamu bertemu seseorang yang punya begitu banyak kebaikan namun ada satu saja dari daftar tidak itu yang tertandai, kamu tahu bahwa mungkin itu isyarat tidak. dan jangan lupa, tetaplah minta petunjuk kepada Allah Swt. Allah-lah yang memiliki semua kemungkinan.