Allah never broke his promise to his servant, be grateful Nis💙

titsay

Kiana Khansmith
d e v o n
todays bird
almost home
Peter Solarz
i don't do bad sauce passes

★

pixel skylines
noise dept.
hello vonnie
Xuebing Du
Three Goblin Art
NASA
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!

Origami Around
sheepfilms
No title available
dirt enthusiast
seen from United States

seen from T1
seen from Türkiye
seen from India

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Germany

seen from Singapore

seen from Germany
seen from Greece

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Argentina

seen from Norway

seen from Argentina

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@sereneids
Allah never broke his promise to his servant, be grateful Nis💙
Untuk aku di 2025
Bagaimana hari ini? Sudah melakukan apa saja? Lebih bahagia bukan? Masih semangat untuk hidup bukan? Sudah bertemu kekasih hati? Segalanya masih utuh?
Hei, aku menulis ini di 2020, kamu masih tentang wanita yang keras kepala, kadang labil, masih tentang sakit dan trauma. Kamu perempuan yang begitu kuat menghadapi keadaan. Kamu yang masih berusaha kesana kemari mencari tempatmu dalam kehidupan. Semuanya masih utuh, hanya saja kamu yang sedang merasa tidak utuh. Kamu baru saja pulih yang kadang masih sering kambuh. Di tahun ini kamu banyak belajar arti ikhlas dan melepaskan seseorang, belajar untuk menjadi manusia yang lebih mandiri, hidupmu di tahun ini tampak berantakan, tapi yakin kamu akan melaluinya dengan mudah. Kamu wanita hebat dan kuat!
Semoga kamu di 2025 ini lebih baik daripada kamu saat itu, kamu harus tau betapa kamu hebat menghadapi semuanya yang tak jarang sendirian. Semoga kamu sudah benar-benar sembuh, benar-benar pulih, dan semoga seseorang yang tepat untukmu segera menemukanmu atau bahkan sudah. Semoga nasib kamu hari ini akan jauh lebih baik daripada hari itu yaa. Aku yakin kamu hebat!!
love, kamu di september 2020
Haloo, ini aku di tahun 2025 Aku bahkan lupa pernah nulis future memo ini hehehe. Terimakasih yaa sudah mendoakan aku jauh sebelumnya. Aku sekarang sudah jauh lebih bahagia, lebih dewasa, lebih berani, lebih tangguh, lebih mandiri, dan aku sekarang sudah menemukan hidupku dan tempatku. Walaupun aku sekarang malah jauh di luar kota, dan ternyata di 2025 aku belum menikah hahaha. Tapi aku udah nggak sedih-sedih lagi sekarang, ternyata di tahun 2025 aku sedang menjelajahi Indonesia hahaha banyak pengalaman baru dan lebih seru di luar sana yang sayang untuk di lewatkan. Semoga kita sehat terus yaaa, dan bisa segera berkumpul bersama keluarga lagi aamiin. Terimakasih sudah berjuang dan berusaha sekuat itu yaa atas semua proses yang tidak mudah tapi bisa kita lalui. Dan kamu sangat layak untuk semua yang kamu raih dan kamu miliki saat ini. Cinta sebesar dunia untukmu! -Oktober 2025
Untuk aku di 2025
Bagaimana hari ini? Sudah melakukan apa saja? Lebih bahagia bukan? Masih semangat untuk hidup bukan? Sudah bertemu kekasih hati? Segalanya masih utuh?
Hei, aku menulis ini di 2020, kamu masih tentang wanita yang keras kepala, kadang labil, masih tentang sakit dan trauma. Kamu perempuan yang begitu kuat. Kamu yang masih berusaha kesana kemari mencari tempatmu dalam kehidupan. Semuanya masih utuh, hanya saja kamu yang sedang merasa tidak utuh. Kamu baru saja pulih yang kadang masih sering kambuh. Di tahun ini kamu banyak belajar arti ikhlas dan melepaskan seseorang, belajar untuk menjadi manusia yang lebih mandiri, hidupmu di tahun ini tampak berantakan, tapi yakin kamu akan melaluinya dengan mudah. Kamu wanita hebat dan kuat!
Semoga kamu di 2025 ini lebih baik daripada kamu saat itu, kamu harus tau betapa kamu hebat menghadapi semuanya yang tak jarang sendirian. Semoga kamu sudah benar-benar sembuh, benar-benar pulih, dan semoga seseorang yang tepat untukmu segera menemukanmu atau bahkan sudah. Semoga nasib kamu hari ini akan jauh lebih baik daripada hari itu yaa. Aku yakin kamu hebat!!
love, kamu di september 2020
Kepala rasanya sesak penuh, dan badan rasanya lelah sekali. Katanya, bagaimana dengan orang-orang yang lebih capek di luar sana? Baiklah, sejak saat itu aku lebih nyaman untuk menyimpan semua perasaan sendiri, merasakannya sendiri mendengar segala riuh isi kepala sendiri, dan berujung menyangkal hal-hal yang katanya tidak sepantasnya untuk dirasakan. Namun justru hal-hal tersebut yang mengambil alih fokusku, membuat segala langkahku menjadi ragu. Benar, aku memang menjadi orang yang tidak cengeng, lebih tangguh namun juga aku menjadi orang yang tidak mengerti terhadap perasaanku sendiri.
Sampai suatu hari, ada acara kantor awal tahun ini yang memberikan momen untuk sharing dan refleksi diri. Awalnya semua masih aman terkendali, lalu sampai sesi deep moment ketika aku mendengar, mengetahui hal-hal di balik kehidupan teman-teman kerja ku. Saat itu aku masih bisa mendengar dan mencernanya dengan baik, emosiku lebih stabil dibanding teman-temanku yang sudah gagal membendung isak tangis. Tiba saatnya giliran aku yang bercerita, awalnya sudah aku pastikan apa saja yang akan aku sampaikan, namun di tengah pertanyaan isak tangisku tak terbendung. Aku tidak tahu seperti apa raut wajahku saat itu, bagaimana ekspresi teman-temanku saat itu. Yang aku tahu saat itu aku sedang berusaha menyampaikan semua perasaan, semua keluh kesah, semua apa yang ada di kepalaku dengan baik dengan jelas dan dengan lega. Pun kalau diminta untuk menceritakan kembali apa yang aku katakan saat itu rasanya tidak bisa, dan tidak ingat. Namun di sisi lain aku merasa begitu sangat lega.
Selepas acara itu aku tahu, apa yang aku butuhkan. Ya, menerima segala perasaan sedih, marah, kecewa, bahagia tanpa perlu memendamnya bahkan menyangkalnya. Dan, mungkin aku juga perlu tempat untuk bercerita dimana tempat itu tidak menyudutkan ku balik apalagi menjadikan ceritaku sebagai tolak ukur perbandingan, karena di situasi seperti itu sebenarnya aku tahu ada banyak hal yang perlu disyukuri dan masih banyak orang yang menginginkan posisiku saat ini. Namun semua perasaan itu juga nyata, semua orang berhak untuk merasakan banyak rasa. Dari situ aku juga belajar, untuk menjadi pendengar yang lebih baik. Karena terkadang dengan kita mau mendengarkan dan menyimpan semua cerita itu dengan baik saja sudah lebih dari cukup dan sudah membuat orang di luar sana lebih lega dan lebih percaya. Dengan hangat, Nisa.
See You Chapter 22 !
Bukan merayakan, hanya rasa syukur setelah 22 tahun yang mungkin tidak selalu berjalan mudah tapi alhamdulillah semua bisa terlewati satu persatu. Semua bukan karena hebatnya aku, tapi doa orang-orang baik disekelilingku. Memikirkan kembali dulu betapa payahnya aku, banyak hal yang tidak aku tahu, banyak hal yang selalu aku pertanyakan hingga tak jarang membuat langkahku ragu. Dari perjalanan 22 tahun ini aku bisa mengerti tentang waktu, memahami alur setiap perjalanan. Aku tidak pernah tahu seberapa lama lagi aku akan terus menghitung waktu, tapi selama aku masih bisa menghitung aku akan terus menghitung dan mempelajarinya. Tidak ada yang pernah sia-sia dalam kehidupan, aku memahami bahwa setiap jalan yang aku lalui adalah pelajaran hidup yang mungkin tidak pernah aku dapatkan di bangku pendidikan. Tentang menghitung, mungkin tidak sedikit aku menghitung berapa kali aku ingin menyerah. Sekarang yang aku ingin hanyalah bagaimana aku akan menjalani sisa usiaku dengan sebaik-baiknya, dengan lebih bermanfaat. Terimakasih 22 yang luar biasa atas kerjasamanya, semoga panjang waktu kita berjalan dan banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik sekaligus bermanfaat. Terimakasih ya aku! Aku bangga kita masih mau terus menguatkan dan menjadi kuat bersama 🤍
Srg, 01 September 2022
16 July 2021.
Finally, you did it all so well Nis! After many things that you thought would be difficult to go through, it turns out you've made it through. Thank you for trying and not giving up. Keep being yourself who is always grateful, be patient, and try to be better. Thanks for good people who have always supported. Finally, you less one of burden! Hopefully what you have achieved can be useful for others.
Be good, then good things will follow you
Satu tahun tidak terasa, sudah bukan freshgraduation lagi hehe. Selamat 1 tahun merayakan kelulusan, sekarang sudah harus terus menghidupi diri sendiri, bertahan dan berkembang. Proud of you girlll !!
Nemu kata-kata ajaib di beranda tiktok yang aku merasa relate banget. Kurang lebih begini. “Jangan katakan kita akan dipertemukan jika jodoh sudah ditentukan Tuhan. Itu kalimat omong kosong tersopan yang pernah aku dengar. Kelak, jika Tuhan memang mempertemukan kita, aku sungguh akan berdoa agar melihatmu adalah hal yang biasa saja tanpa kebencian dan ketertarikan. Jangan bawa-bawa Tuhan untuk tingkah liarmu yang tidak mampu menjaga perasaan, tidak mampu bertahan pada satu orang, dan tidak mampu menjaga setitik saja kepercayaan.” Entah mengapa aku seolah melihat aku yang sedang menulis kalimat itu, seperti yang selalu aku minta ke Allah selama ini, untuk dijauhkan dari perasaan benci setelah semua hal yang aku lalui, dan aku akan terus mengusahakannya demi diriku sendiri.
13/07/2022
Perjalanan di Dalam Sebuah Perjalanan (Ke-1) Mataku ditarik oleh sesuatu yang sangat meneduhkan hati, dari tempat duduk aku melihat laki-laki tua yang duduk di depan yang mungkin sedang menikmati masa pensiunnya. Sedari tadi dia begitu sibuk memperhatikan ponsel di genggamannya dan mengenakan earphone. Aku penasaran apa yang menyita perhatian laki-laki tua itu, dan MasyaAllah tampak jelas sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang tengah dibuka. Hatiku terenyuh seketika melihatnya, dan merasa malu pada saat yang sama. Di usiaku yang terbilang cukup muda dan masih diberi kemudahan untuk melakukan berbagai hal ini namun selalu dan terus disibukkan oleh kehidupan dunia. Sedangkan beliau, beliau tahu betul apa yang sedang ia tuju dan dimana akhir dari perjalanan yang sesungguhnya, sebuah perjalanan yang kekal dan dia tengah berusaha mempersiapkannya dengan amat baik. Setelah melihat beliau aku jadi berfikir tentang sebuah perjalanan didalam sebuah perjalanan, dimana kita tidak pernah tahu siapa yang sedang kita percaya untuk mengendarai didepan, siapakah orang disekeliling kita, apa kepentingan mereka, kita hanya tahu mereka semua akan turun ketika tujuan mereka sudah tiba kemudian akan lewat begitu saja. Ya sama hal nya dengan perjalanan hidup, semua akan terasa cepat, tidak ada yang tahu seberapa jauh jarak tempuh masing-masing, tapi yang jelas kita semua sedang dalam perjalanan menuju.
Akan disayangkan kalau aku tidak mengabadikan hal yang meneduhkan didepan mataku saat itu. Semoga Allah selalu menjaga beliau, menjagaku, dan menjaga kita semua.
Surakarta, 30 Juni 2022
Tahun ke-3
Tak terasa, sudah 3 tahun kamu memilih jalan yang kamu pikir tadinya akan tidak mudah. Kamu yang tadinya bingung bagaimana akan menghabiskan waktumu selanjutnya, bagaimana akan berbagi cerita hidupmu selanjutnya. Nyatanya kamu lebih hebat dari kebingungan dan ketakutan dalam dirimu. Siapa sangka, perempuan yang dulu dunianya begitu sempit dan kecil itu kini tumbuh menjadi wanita yang pemberani, yang membuka diri untuk hal-hal luar biasa, yang tidak lelah untuk terus belajar menjadi lebih baik.
3 tahun ini tidak mudah ya? Aku yakin kalau kamu menyerah pasti sudah kembali lagi ke jalan yang lalu, tapi nyatanya kamu tidak ingin dan tidak semudah itu untuk menyerah. Kalau aku boleh bilang, tenang, take your time and enjoy your time. Kita semua punya timeline masing-masing, sekarang habiskan keraguanmu dulu, habiskan rasa sakitmu dulu sampai kamu benar-benar siap untuk menerima hal yang membuatmu menangis bahagia. Dan ingat ya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan saat ini. Semoga Allah selalu menjaga kita semua dari keburukan.
Srg, 27 Juni 2022
Istirahat sebentar, apa sih yang dikejar?
Setahun terakhir waktu berjalan cepat sekali. Januari tahun lalu masih disibukkan dengan skripsi, alhamdulillah akhirnya 16 Juli 2021 dinyatakan lulus. Di bulan Agustus alhamdulillah sudah harus pindah ke luar kota untuk bekerja, sampai wisuda pun hampir saja tidak bisa pulang. Dan hari ini 28 Januari 2022 saya baru sadar, sejak kapan saya mulai se ambisius itu? Melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan dengan rentang yang singkat. Saya bukanlah orang yang suka diburu-buru karena harus merencanakan semuanya secara baik-baik. Tapi kali ini berbeda, justru kali ini waktu yang berbalik memburu saya. Rasanya hidup saya satu tahun terakhir ini diburu oleh waktu, namun saya justru bisa belajar menghargai waktu yang saya miliki dengan bertemu dengan orang-orang yang tidak setiap waktu bisa saya temui. Sampai orang-orang bertanya “Apa nggak capek Nis, kesana kemari?”, bahkan sampai saya pernah 24jam tidak tidur. Sampai saya tidak sadar, saya sudah berjalan sejauh ini, tanpa henti, bahkan sejenak.
Sampai kadang saya tidak jarang menangis, entah saya sendiri tidak tahu apa sebabnya. Dan saya sendiri juga yang harus menenangkan diri saya. Bahkan ada yang bertanya “Support sistem kamu siapa, Nis?” Ya saya jawab, diri saya sendiri. Karena saya tipikal orang yang tidak ingin membuat orang lain khawatir, apalagi tinggal jauh dari orang terdekat saya. Hidup jauh dari keluarga, dan teman-teman benar-benar membuat saya belajar menghidupi diri saya sendiri. Sampai suatu hari saya benar-benar sudah sangat amat lelah, saya menangis sejadi-jadinya selepas sholat. Ya, sendiri, semua saya lalui sendiri, saya rasakan sendiri. Dan satu pertanyaan yang saya dapatkan saat itu “Sebenarnya yang aku cari di dunia ini apa? Semua yang aku lakuin ini tujuan akhirnya apa? Kalau misalnya hari ini terakhir aku hidup apakah aku bakal merasa sudah cukup dengan semua yang sudah aku kejar dan dapatkan?” Saat itu saya merasa ditampar oleh diri sendiri, dan saya tersadar dan mulai mencari kembali fokus yang harus saya tuju yaitu kehidupan setelah ini.
Dari situ saya mulai mengurangi kegiatan yang tidak harus saya lakukan untuk mendapatkan work-life balance, saya mulai memaksimalkan waktu yang saya miliki hari ini, karena belum tentu saya masih hidup besuk. Saya mulai memberikan waktu istirahat yang cukup untuk diri saya. Karena, tidak ada yang benar-benar harus dikejar di kehidupan dunia yang sementara ini.
"Cinta-cintaan yang bukan pada tempatnya itu kayak terjebak dalam lingkaran setan ya Sa, mau keluar susah. Udah keluar juga akhirnya balik lagi, mau sih keluar nutup pintunya tapi berat banget melangkahnya. Ini itu kayak aku udah tau salah, tapi aku sakit kalo nggak sama dia" —kata salah satu teman saya.
Cinta itu nikmat dari Allah. Allah memberikan kita rasa cinta ya untuk mencintai Nya, mengasihi ciptaan Allah namun tidak untuk melebihi cinta kita ke Allah. Allah memberi kita nikmat juga salah satunya untuk menguji kita, apakah kita akan bersyukur atau menjadikan kita lalai. Salah satu cara untuk mengembalikan perasaan yang sudah berlebihan itu juga dengan kembali ke Allah, berharap ke Allah, minta bantuan Allah, minta diberikan keikhlasan, kelapangan, dan kemudahan untuk melangkah ke jalan yang Allah ridhoi. InsyaaAllah semoga Allah mudahkan.
Omg, I can't hold my tears when read this email. I wrote this 2years ago, I don't know what I thought at that moment :')
But, Hi Anisa in 2020. Thank you sooo much! Today I feel better, feel happier, ya I know this will not happen if you choose to give up at that time, a million thankyou! Ya today I still here, still healthy, also still choosing alone. And see! That's not a problem, I am more independent now and stronger. Let's continue our journey girlll🌹 — Love, Anisa 16/01/2022
Terburu Waktu Di usia yang bisa dibilang menjadi dewasa ini, ternyata kehidupan tampak lebih membingungkan. Melakukan 'ini' namun harus meninggalkan 'itu', memilih 'itu' namun kehilangan 'ini'. Kepala rasanya diserbu pertanyaan "habis ini ngapain ya?", selalu dan terus menerus. Perasaan dan pertanyaan tersebut justru menimbulkan kecemasan berlebih, hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sampai suatu ketika saya mendapatkan pertanyaan untuk diri sendiri "sebenarnya yang kamu cari dalam hidup ini apa? waktumu kau habiskan untuk apa?" Malam itu saya sampai terisak karena mengasihani diri sendiri, dan berfikir "kalau hari ini adalah hari terakhir saya hidup, apakah saya sudah menggunakan waktu sebaik-baiknya?". Hingga akhirnya saya mencoba secara perlahan untuk mulai menjalani hidup yang sewajarnya, menikmati apa yang saya jalani hari ini, memaksimalkan waktu yang saya dapatkan hari ini, dan mengasihi orang yang saya temui hari ini. Karena ketika saya menghabiskan waktu untuk berfikir "habis ini ngapain ya?", sedangkan saya belum tentu masih memiliki waktu untuk menjalani kehidupan 'habis ini' atau tidak. Dan kita semua sedang hidup diburu oleh waktu dengan masing-masing durasi yang kita sendiri tidak pernah tahu berapa lama.
smg, 16 jan 2022
Seberat apapun ujiannya sampai rasanya membuatmu terkoyak-koyak, aku mohon padamu jangan sampai terucap di bibir kalau engkau menyalahkan Allah atas semuanya.
Selelah-lelahnya kamu menghadapi ujian yang kamu rasa terlalu berat untuk dipikul, aku mohon jaga doa dan harapmu kepada Allah. Teruslah berdoa agar hatimu tak pernah putus dari rahmat Allah.
Ujian adalah pembuktian. Maka inilah saatnya engkau buktikan kepada Allah bahwa imanmu adalah nyata, bahwa cintamu bukanlah palsu.
Tenang. Semuanya pasti berakhir dan pada akhirnya kamu akan tersenyum dan bersyukur atas segala yang telah kamu lewati saat ini. Sabar. Semuanya pasti akan berakhir :)
@terusberanjak
Out of Comfort Zone
Menjadi pribadi yang pendiam, cenderung mendengarkan dan memperhatikan adalah hal yang sangat menyenangkan dan tidak berisiko. Tapi berada pada zona tersebut perlahan akan menyingkirakan kita. Disaat dunia terus berkembang, banyak hal baru diluar sana tapi kita memilih konsisten ditempat paling nyaman dan aman, konsisten itu perlu tapi berkembang juga sangat perlu.
Beberapa tahun lalu saya adalah orang seperti yang saya terangkan di atas. Pertengahan tahun ini Allah memberi saya kesempatan kepada saya untuk berada pada lingkungan kerja yang tentunya diluar zona nyaman saya. Saya sempat mengalami culture shock di hari pertama, kemudian perlahan saya tata kembali, saya ubah beberapa hal untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru saya, mengimbangi rekan saya, menjalin komunikasi yang baik, belajar berpendapat, belajar menunjukkan siapa diri saya, dan melakukan banyak hal yang tidak saya lakukan sebelumnya. Kalau saya bilang, it's new normal of me. Beruntungnya saya berada pada lingkungan yang benar benar tidak mengenal saya sebelumnya, mereka mengenal saya hari ini, tentu saya tidak perlu menjelaskan atas perubahan yang saya ambil. Saya tinggal di kota yang jauh dari tempat saya tumbuh, namun disini saya harus berkembang.
Dan yang saya pelajari dari semua hal ini, ternyata tidak semua kekhawatiran yang saya pikirkan akan terjadi. Karena saya yang terlalu khawatir dan saya juga yang bisa membuat kekhawatiran saya itu tidak terjadi. smg, 2 sept 2022
21 dan Usai
Adaptasi remaja menuju dewasa ternyata tidak mudah begitu saja. banyak hal yang mengejutkan, banyak hal terjadi diluar kepala, diluar perkiraan. Sebagai orang yang hidupnya selalu terkonsep, satu tahun ini menjadi tahun yang memaksa untuk saya mengambil langkah dengan cepat dan menyingkirkan konsep hidup yang sedang saya susun. Yang selama ini saya khawatirkan ternyata tidak benar-benar menjadi hal yang buruk, justru membawa banyak hal diluar perkiraan saya. Satu tahun ini saya benar-benar bisa fokus untuk menghidupkan mimpi saya. Satu tahun ini saya belajar banyak hal, dari pengalaman, dari orang disekitar, dari lingkungan baru, dari ketidak terbiasaan yang kemudian menjadikan saya mampu. Hidup dalam hidup yang seperti ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, mimpi-mimpi yang awalnya hanya disimpan bersama malam, kini pelan-pelan mulai saling meyakinkan.
“Terimakasih Sa, kamu sudah berusaha melewati semua itu, terimakasih Sa, kamu tidak berhenti berusaha. Tidak perlu kamu mencari seseorang yang bangga atas dirimu, karena kamu tidak perlu atas pengakuan itu. Semoga kamu terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi manfaat untuk sekelilingmu. Kamu sudah mampu berjalan sejauh 21tahun, dan sekarang lanjutkan perjalananmu, dengan kaki dan usahamu sendiri. Saaa I love you more than other love you!”
Selamat tinggal 21 yang begitu menyenangkan :)
Semarang, 1 September 2021
"Mudah bagi Allah buat ngabulin doa kamu, yang susah adalah pertanggungjawabanmu atas doa yang Allah kabulkan" —ns