Lupa Peluk Ibu
Pagi selalu datang lebih cepat bagi seorang ibu yang juga bekerja. Alarm berbunyi sebelum matahari sempat mengintip jendela, dan sebelum sempat menarik napas panjang, peran demi peran sudah menunggu untuk dikenakan. Di dapur, ia adalah tangan yang menanak nasi dan menyiapkan bekal. Di kamar, ia adalah suara lembut yang membangunkan anak dengan ciuman singkat. Di luar rumah, ia berubah menjadi perempuan yang rapi, bergegas, membawa tanggung jawab lain yang tak kalah berat. Namun di tengah semua itu, sering kali ada satu hal yang terlupa: pelukan untuk dirinya sendiri sebagai seorang ibu.
Hari-hari berjalan seperti rangkaian rutinitas yang nyaris tak memberi jeda. Sepulang kerja, tubuh lelah disambut rumah yang tak pernah benar-benar diam. Piring kotor menunggu, lantai perlu disapu, dan cucian menumpuk tanpa rasa bersalah. Di sela kesibukan itu, terdengar rengekan kecil dari sudut rumah suara anak yang lelah, mengantuk, atau sekadar ingin dipeluk. Anak kecil itu belum mengenal kata “sibuk” atau “lelah”, yang ia tahu hanya satu: ibunya adalah dunianya.
Rengekan itu bukan sekadar suara manja, melainkan panggilan hati. Anak itu tidak menuntut banyak, hanya kehadiran. Ia ingin ibunya duduk di sampingnya, mendengar ceritanya yang sederhana, mengusap kepalanya, atau memeluknya tanpa tergesa. Namun sering kali, ibu menjawab dengan kalimat pendek, “Tunggu ya, ibu capek,” sambil tetap melanjutkan pekerjaan rumah yang seakan tak ada habisnya. Tanpa sadar, hari kembali berlalu tanpa pelukan.
Malam datang, rumah mulai tenang, anak terlelap dengan napas kecil yang teratur. Ibu duduk sendiri, merasakan lelah yang akhirnya menemukan bentuknya. Di saat sunyi itulah rasa bersalah kerap menyelinap, tentang waktu yang terpotong, tentang pelukan yang tertunda, tentang diri yang terlalu sibuk menjadi segalanya hingga lupa menjadi ibu yang hadir sepenuhnya. Ia lupa bahwa di balik perannya sebagai pekerja dan pengurus rumah, ada hati kecil yang setiap hari menunggunya pulang sebagai dunia.
“Lupa peluk ibu” bukan hanya tentang anak yang lupa memeluk, tetapi tentang ibu yang lupa memberi pelukan pada anaknya dan untuk dirinya. Padahal, mungkin satu pelukan sederhana mampu meredam lelah, menghentikan rengekan, dan menenangkan dua jiwa sekaligus. Sebab bagi anak kecil itu, ibu bukan sekadar sosok yang bekerja dan mengurus rumah; ibu adalah rumah itu sendiri, tempat paling aman di seluruh dunia.
Karena sebelum memeluk dunia untuk anaknya, ibu pun pantas memeluk dirinya sendiri.
#LupaPelukIbu #IbuAdalahRumah #PelukDiriSendiri #IbuBekerja #IbuKuat #IbuHebat #KasihIbu #IbuDanAnak #CeritaIbu #RuangSunyiIbu #SelfLove #IbuBerjuang












