Fuzzy: Semacam Cinta Lama Bersemi Kembali
Beberapa hari berselang, melalui unggahan Instagram Buku Mojok saya mendapati tulisan Rusdi Mathari yang menurut saya cukup panjang untuk sekadar status di Facebook. Belum lagi komentar mbak Kalis yang menyatakan cak Rusdi terbiasa membaca 15 artikel panjang yang kemudian mengahasilkan sekedar status di Facebook membuat saya, malu.
Ya, saya malu. Sebagai orang yang merada dalam dunia Pendidikan, yang membuat saya seharusnya dekat dengan dunia membaca seharusnya saya produktif menulis. Tapi pada kenyataannya tidak demikian. Selama hampir 2 tahun bekerja saya hanya menghasilkan 1 tulisan yang itupun dipublikasikan oleh jurnal internal tempat saya bekerja.
Tulisan tidak jelas di tumblr.com/mahanova ini saya hapus kemudian akan saya ini dengan tulisan yang agak serius, tentang tulisan yang akan saya buat yang belum layak dipublikasikan. Siapa tahu suatu nanti saya atau salah seorang pembaca kemudian menemukan ide untuk membuat salah satu tulisan di sini layak.
*
Menjelang kelulusan, saya pergi ke UPT Perpustakaan UGM (dulu berlokasi di Jl Sekip Selatan, persis di seberang Larissa). Saya suka duduk-duduk di ruang bacanya, walaupun tidak membaca. Kali itu saya membaca koran yang ditempel di depan ruang baca, Kedaulatan Rakyat. Sebuah pesan singkat masuk (sudah menjelang lulus kuliah saja, saya masih SMSan, bisa ditebak setua apa saya kan). “Tahu fuzzy kah? Belajar fuzzy lah, di Jepang sedang ngetren. Semua-semua bisa pake fuzzy, mesin cuci aja sekarang pake fuzzy.” Teman saya yang sedang belajar di negara lain ternyata pengirimnya. “Kapan-kapan lah, kuliahku sudah selesai.”
Setelah kuliah saya pulang, bekerja di kampung halaman. Dua dari tiga pekerjaan yang saya lakukan waktu itu adalah mengajar di universitas negeri dan swasta lainnya. Sungguh, tanpa diwajibkan pengajar harus memiliki tingkat pendidikan minimal strata-2, saya kira semua penngajar merasa butuh tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sewaktu mengajar, sungguh saya harus berusa keras meningkatkan pengetahuan. Banyak hal yang saya rasa harus saya sampaikan di kelas namun tidak ada pada saya. Kemudian saya memutuskan untuk berkuliah lagi. Walaupun awalnya tidak disetujui orang tua, tapi akhirnya mereka luluh juga.
Saat memilih peminatan yang diambil saat kuliah lagi, tanpa pikir panjang saya memilih peminatan sistem cerdas. Menurut saya peminatan tersebut yang paling aplikatif (dibandingan peminatan komputasi dan ilmu komputer tentu saja juga lebih mudah), secara latar belakang pendidikan S1 saya adalah elektronika. Saat mengambil tugas akhir ya apalagi tema yang saya ambil kalau bukan fuzzy.
Saya bahkan tak perlu berpikir keras sampai akhirnya memutuskan mengangkat tema fuzzy untuk tugas akhir saya. Pesan yang masuk ke telepon seluler saya dahulu kala sekitar 2 tahun sebelumnya diam-diam tinggal dalam kepala dan akhirnya keluar begitu saja dalam bentuk proposal.
*
Seperti dinyatakan oleh Sarioghalam, dkk (2013), logika ataupun metode fuzzy selama ini tidak berkembang secara signifikan. Namun implementasinya di bidang keilmuan lain sangat massif. Zaman sekarang, hampir semua perangkat elektronik rumahan saja menerapkan metode fuzzy, mesin cuci dan pendingin ruang yang paling sering dijumpai.
Saya mengimplementasi metode fuzzy-mamdani untuk mengendalikan suhu dan kelembabkan gudang. Dengan metode fuzzy, suhu dan kelembabkan gudang dapat menyesuaikan dengan barang yang disimpan di gudang tersebut. Ceritanya saat ini sedang mengerjakan bagian sangat kecil dari manajemen pergudangan yang adalah bagian kecil dari rantai suplai.
*
Fuzzy sebenarnya adalah salah satu himpunan, jadi teori himpunan dan norma-norma yang berlaku pada himpunan pada umumnya juga berlaku pada himpunan fuzzy. Dalam pengambilan keputusan norma t adalah yang paling umum digunakan dalam referensi. Dalam matematika himpunan yang paling sering digunakan adalah operasi “dan”. Proposisi, predikat yang ditemui di kalkulus juga bisa direpresentasikan di fuzzy sebagai variable fuzzy itu sendiri. Operasi yang digunakan pada umumnya adalah dan, atau, sering juga implikasi.
Norma t yang banyak digunakan Lukasiewicz, Godel-Dummett, dan produk. Norma t produk menggunakan fungsi dan, norma t Godel-Dummett menggunakan fungsi minimum, dan norma t Lukasiewicz menggunakan fungsi maksimum.
Yang lain-lain nanti saya baca lagi, kemudian saya tulis lagi deh.
Tabik,
Pustaka:
1. Sariolghalam, N., Sariolghalam, V., dan Noruzi, M.R., 2013, The Basic Fuzzy Propositional Calculus, Three Important T-Norm, Fuzzy Predicate Calculus And A Glance For Managerial Fuzzy Implication.
2. T-norm Fuzzy Logic, https://en.wikipedia.org/wiki/T-norm_fuzzy_logics.









