If there's a reset switch. I will press it.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
DEAR READER
Claire Keane

Kiana Khansmith
dirt enthusiast
he wasn't even looking at me and he found me
tumblr dot com
No title available
Alisa U Zemlji Chuda
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

izzy's playlists!
h
noise dept.

No title available
No title available
occasionally subtle
Show & Tell
sheepfilms
Mike Driver
almost home
seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from Germany

seen from T1
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from T1

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Canada

seen from Germany

seen from United States

seen from Canada
seen from Poland
@mahranmahran
If there's a reset switch. I will press it.
Kindness will take you there.
Jikamaka
Semua ini bermula ketika aku terlalu takut,
Takut akan apa yang orang katakan.
Takut atas penolakan.
Takut terhadap persaingan.
Takut kehilangan.
Atas semuanya, aku berpura-pura,
Pura-pura tidak tahu.
Pura-pura menghindari.
Pura-pura tangguh.
Pura-pura rapuh.
Padahal banyak sekali inginnya,
Ingin mengerti.
Ingin mendengar.
Ingin mengenal.
Ingin menjadi baik.
Hari ini yang ku bisa hanya,
Hanya mengingat.
Hanya dimimpi.
Hanya ketidaktahuan.
Hanya ketidakpastian.
You really are enough. A thousand times enough
Kehidupan seorang (yang masih) retail associate (yang harus segera buka toko baru)
Delapan bulan. Iya tepat di bulan ke-8 I land my first job at UNIQLO. Cerita mengenai perjalanan selama in ngapain ajanya lain kali aja lah ya. Ada yang lebih urgent (halah, padahal maksudnya lebih penting buat di curhatin)
Sebagai lulusan segar dari suatu universitas ternama (semoga saja bisa menjadi lebih baik ya, Pad!) yang jurusannya juga cukup bersaing masuknya, bekerja di retail mungkin jadi pillihan ke sekian. Orang bilang kerja di retail itu lelah luar biasa tiada tara, orang lain libur kita kerja, orang lain kerja kita juga masih kerja (lol). Tapi kenapa saya mau?
Memang benar, I am not trying to sugarcoating this job, lelah pasti namanya juga orang kerja. Tapi, kalau hanya itu yang diliat, apa ga malu sama gelar sarjananya? Yang saya lihat, kebanyakan staff di retail itu lulusan SMA/K. Bukan artinya buruk, tapi masa insting survival kita kalah sama mereka? Malah saya sangat respect pada staff-staff di toko. Mereka punya semangat hidup yang tinggi buat berjuang mencari pundi-pundi kehidupan.
Sedikit mundur, saya bergabung dengan perusahaan ini melalui jalur Uniqlo Manager Candidate (Store). Jalur ini adalah untuk lulusan / yang akan lulus dari univ dan diharapkan menjadi Manager toko secepat mungkin. Hal yang harus ditekankan di sini adalah, kita yang lulusan univ ini harus menjadi leader para staff yang mungkin saja sudah lebih lama kerja daripada kita.
Kebayang dong kedernya gimana kita yang masih anak bawang ini, bulan pertama masih dilatih, dua bulan kedepan udah ngelatih, 3 bulan kedepan jadi panutannya mereka, mengarahkan mereka dan toko ke arah yang lebih baik. Anxious? Definitely!
Itu adalah overthinking-nya.
While we should master the basics, we should think that why we should master this and that. Is it just mastering for the sake of getting the job done. Or we should get the job done by mastering basics to be a trusted leader?
Satu hal yang tervisualisasi adalah, program ini memberikan training yang sangat bagus! Saya bisa bilang bahwa rasanya seperti kuliah Bisnis. Kenapa? karena materi dalam bentuk buku-buku di sediakan perusahaan, resources sangat lengkap. Belum lagi daily tasks yang memungkinkan learning by doing. Yang paling penting sih, instead of paying tuition, we are the one that getting paid. Eits, jangan salah, itu artinya justru apa yang akan kita kasih buat tempat kerja kita. Long story short, I need to get out of my comfort zone, in order to make a living and meaning. Not only for me, but for society. Corporations also have tangible impact on society, don’t you think? Ah, and also, nothing worth having comes easy, ain’t it right?
The three brothers of time
Yesterday, I dreamt. Today, it was a good small step. Tomorrow, I wonder.
Oke, semua orang butuh makan dan untuk beberapa orang cara untuk bisa makan adalah harus nyari uang dulu makanya harus kerja. Oh ya anak-anak sekolahan juga anggap saja sedang bekerja untuk masa depannya nanti...untuk beneran kerja. Karena untuk dapat uang itu sulit usaha tiap orang macam-macam bentuknya. Masalahnya (kayanya sih) untuk ketempat kerja harus ada perpindahan badan. Untuk pindah badan minimal pake kendaraan (entah umum atau pribadi). Untuk bisa pake kendaraan harus ada infrastrukturnya entah jalan atau rel, tapi karena bicara Bandung berarti fokus ke jalan aja ya. Kalau misalnya ada pilihan (abaikan dulu faktor macet, dll) antara untuk kerja harus nyetir sendiri sama kemudahan tinggal duduk tunggu nyampe tempat kerja, enak yang mana? Saya bukan pengguna angkot yang rutin tapi hampir setengah tahun ini kalau keluar diusahain pake angkot/bis damri. Pun, sebenarnya sadar kalau angkot masih banyak kurangnya. Apalagi kalau dibanding-banding dengan transport online, atau malah kendaraan pribadi masing-masing mungkin? Bahwa angkot secara fisiknya juga pelayanannya plus segala masalah belakang layarnya (ini cerita lain hari) itu nyata ada walaupun tidak bisa di generalisasikan (toh ada aja angkot yang taat aturan, bersih, ga seenak jidat). Bahwa dari sisi customer, di industri transportasi kota Bandung, tentu ingin serba ‘lebih’(lebih murah, lebih nyaman, lebih cepat). Tapi, saya tidak setuju kalau ada yang menyebutkan kejadian kemarin di Bandung yang mana jalanan lengang itu sebab-akibat angkot Bandung unjuk rasa makanya tidak beroperasi seharian. Bahkan sampai ada yang minta ke kang Ridwan Kamil, di laga pertwitteran, kalau Angkot hapusin aja soalnya terbukti no angkot=no macet (wkwkwk padahal di jembatan pasupati malem2 macet tuh sampe ke gebang tol pasteur). Kayaknya kalau ada percobaan sehari tanpa kendaraan pribadi dan yang ada Cuma angkot+bis umum bakal engga macet juga sih. Semua orang kemana-mana pake angkot, angkot penuh, no ngetem no lama dijalan dan no macet. Tau kan ya kenapa angkot bikin macet? Ya karena mereka nyari penumpang! Terus kalau bener hari itu no macet, bakal ada yang ngajuin hapuskan kepemilikan kendaraan pribadi engga ya? Betapa orang-orang enjoy Bandung yang ga ada angkotnya kemarin. Sambil naik kendaraan pribadi (atau pas udah sampe tujuan) terus ngetweet. Kalau angkotnya emang beneran dihapusin, dan semua orang beli kendaraan pribadi buat mindahin badan, paling ga akan sampe 8 tahun ngomel2 ke pemerintah kalau jalanan macet, lagi. Sekarang, saya pun bukanlah die hard-angkoters. Tapi esensi angkot sebagai transportasi publik itu yang saya suka. Udah mah tinggal duduk, bisa main hp, bisa baca-baca, bisa tidur terus nyampe deh. Kebayang kalau udah ada transportasi masal yang mumpuni kan? Buat apa pake kendaraan pribadi buat kerja? PS: semoga ngerti maksud tulisan ini wk. Kode ieu teh untuk siapapun yang berkepentingan agar supaya : 1. Kalau angkot harus dibenahi, diremajakan, agar penumpang bisa nyaman. 2. Tambahin lagi spot berenti angkot/bus di daerah non-tengah kota. Jadi konsisten kalau naik turun di situ. Ga ada lagi protes ngetem2an sembarangan, meureun. 3. Sugan weh, lebih baik terlambat dari pada tidak, ketika saya sudah tua (tentu tidak jomblo) kemana-mana bisa pake kereta dalem kota. Agar supados supaya tidak sering-sering jalan-jalan keluar negeri cuma buat foto sama kereta. Mending foto sama si dia. Sekian.
Jika ada sesuatu hal, cobalah ukur kadar pentingnya. Jika tidak penting, maka tinggalkanlah.
M. Quraish Shihab (via kuntawiaji)
She haven’t said anything nice to him. Good.
He haven’t said anything nice to her. Too bad.
She came back from the toilet as soon as she can. No one knows that she is crying there. No tears come out when you really bleeding your heart out. He found out the truth. When you really know the truth, even sucks to have your brain guess where the conversation are going, at that time you also want to bang your head off the wall.
"You never know what i’ve been through. To me, it’s been hard living by myself. I could choose living in orphanage, but i won’t, i could stay with my relatives, but i won’t. You know? i never met someone that as annoying as you.” Her face as red as her blood. She knew that no one really cares what she do, but not that-silly-ill-mannered-guy. The janitor turn on the light. The sky looks gorgeous. Like her paintings he saw last autumn. Red-Violet.
Ini adalah undangan yang dikirim langsung oleh kordinator lapanganku, Dehe. Sekaligus undangan nikahan pertama yang diterima (Beberapa bulan yang lalu pernah sih ada undangan juga dari senior SMA, tapi engga ngirimin beginian, wk). Singkat cerita, pagi ini di kirim tuh undangan elektronik. Begitu liat desainnya, fix sih ini kerjaannya si Udin.
New song on New Year. Welcome back!
┏━━┓┏━━┓┏━━┓┏┓ ┗━┓┃┃┏┓┃┗━┓┃┃┃ ┏━┛┃┃┃┃┃ ┃┃┃┃ ┃┏━┛┃┃┃┃ ┃┃┃┃ ┃┗━┓┃┗┛┃ ┃┃┃┃ ┗━━┛┗━━┛ ┗┛┗┛
Twitterverse
“When Your Dreams Come True and Ruin the Comfort of Your Nightmare” @nilegirl
*Le me scrollin on da phone, then some official account sent events or jobs information*
Me: wah boleh juga nih kerjaan. Eh tapi di jakarta.
Ba: a, tau reeracoen? Kemaren pas di jakarta ada engga?
Me: *googling dulu reeracoen baru jawab* ooh engga bah itu hr agent juga kan?
Ba: iya, coba liat2 dulu deh kerjaannya. Kalau bisa sih bahasa jepangnya belajar lagi
Me: hmm iya nanti deh, emang pengen juga kok.
*lewat dua jam Ba masih ngomongin kerjaan2 di reeracoen*
Ba: Wah ini nih coba apply ini nih
Ba: Ini ada yang di bandung
Ba: Banyak juga ya lowongannya
*Le Me gettin constant chat from bukapintu, askevent, raja event every half hour*
Me: *merasa tertekan* *tinggalin hp* *tidur*
She is my love/hate relations. Si gadis mandiri di taman bermain. Taman bermain yang tadinya kamu sendiri, kedatangan mahluk asing yang ikutan pengen tau, terus berteman, terus sendiri lagi .
Maaf-maaf aja ya teman taman bermainmu yang satu ini pindah komplek,pindah planet, duluan hahaha. . We’ve been through a lot, but seems like it doesn’t make things easier. Selalu jadi salah satu sumber kebagelan. Tapi jadi juga salah satu motivasi. Karena motivasi=kebagelan yang hakiki. Agar supaya tidak bagel maka harus produktif. Terimakasih amat sangat ya!😁 . Semoga skripsimu lancar, beneran februari wisuda. Biar bisa foto. Soalnya ga ada foto yang bener. Aku liat kamera ku kamu liat kameramu. Bagimu kameramu bagiku kameraku.
Sincerely,
Your Envy yet Adoring Friend,
My precious pack for survival. Thanks, Precious!
Inferiority complex, brotherhood
Gimana kalau dibandingin?!