”Kena Deh” Satu Indonesia oleh Pandji Pragiwaksono
Untuk orang yang mengikuti dunia dan perkembangan Standup Comedy di Indonesia hampir pasti mengetahui siapa itu Pandji Pragiwaksono. Namun, untuk yang belum mengetahui siapa itu Pandji Pragiwaksono, dia adalah seorang Public Figure, Rapper, Standup Comedian, Aktor, Marketer, Praktisi Public Speaking dan masih banyak lagi hal lain yang dia kerjakan. Lengkapnya kalian bisa cari informasinya di Internet. Namun kali ini, saya tidak akan membahas secara mendetil biografi dari Pandji Pragiwaksono. Saya akan membahas Strateginya dalam memasarkan karyanya, khususnya salah satu Tur Standup Comedynya yaitu Pragiwaksono World Tour.
Jika menikmati karya-karya Pandji di Standup Comedy, maka tidak akan terkejut jika dalam setiap pertunjukan ia selalu membawakan topik-topik politik dalam materinya ketika manggung. Citra dekat dengan dunia politik tidak hanya bisa kita temukan dalam pertunjukan Standup Comedynya tapi dari Videonya di Youtube, Konten Podcast, Twitnya di Social Media dan Keterlibatannya dengan politik praktis yang ada di Indonesia. Pandji pernah terlibat dalam Tim calon independent Faisal Basri di Pilgub Jakarta 2012 meskipun tidak berhasil membawa kemanangan. Terlibat dalam pilpres 2014 di tim Jokowi – JK dan yang paling fenomenal baru baru ini serta dampaknya masih dibicarakan sampai sekarang adalah keputusannya untuk menerima tawaran sebagai Juru Bicara Resmi Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies - Sandi pada Pilgub Jakarta 2017.
Keputusannya menjadi Juru Bicara Anies – Sandi mendapat berbagai macam respon di social media. Banyak penikmat dari karya Pandji Pragiwaksono yang cukup terkejut dengan keputusan yang di ambil oleh Pandji terhadap keberpihakannya kepada Anies – Sandi. Karena jika dilihat dari topik-topik yang dibahas oleh Pandji di karya karyanya, Pandji tergolong cukup lantang menyuarakan isu-isu yang masuk dalam kategori progresif seperti Legalisasi Ganja dan Legalisasi Prostitusi dan Saat itu citra yang merepresentasi kesan Progresif cenderung banyak ditujukan ke kubu Ahok
Bisa dibilang saat bertugas sebagai Jubir Resmi Pasangan Anies- Sandi. Performa Pandji cukup optimal, dilihat bagaimana komunikasi yang dilakukan Pndji baik di lini Online maupun Offline dalam menyampaikan visi misi dari Anies- Sandi. Dan hal ini juga dibuktikan dengan berhasilnya pasangan Anies-Sandi keluar sebagai pemenang dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Meskipun kemenangan tersebut tidak dicapai hanya dengan kontribusi Pandji tapi peran Pandji tidak bisa dikatakan kecil dalam membuat visi-misi Anies – Sandi semakin melekat di masyarakat Jakarta, terutama mereka yang aktif di Social Media. Namun dampak dari kemenangan ini tidak selalu membawa hal positif, terutama kepada Pandji. Sentimen negatif dari pendukung Ahok kepada Pandji semakin meningkat. Caci maki tetap saja dilontarkan oleh para pendukung Ahok yang masih belum bisa menerima kekalahannya, meskipun Pilkada sudah lama berlalu.
Banyak menuai sentimen negatif dan cacian tidak membuat proses Pandji dalam berkarya terganggu. Bahkan Pandji secara cerdas memanfaatkan sentimen negatif sisa-sisa pilkada Jakarta untuk kepentingan Marketingnya. Pemanfaatan sentimen negatif ini dituangkan dalam strategi marketing salah satu Tur Standup Comedynya yaitu “Pragiwaksono World Tour”. Strategi yang dilakukan oleh Pandji dalam mempromosikan turnya kali ini adalah ia seolah-olah akan maju sebagai Caleg di Pileg 2019. Berbagai Manuver dilakukan dan Konten di hasilkan untuk memperkuat asumsi masyarakat bahwa Pandji akan maju sebagai Calon Legislatif pada Pileg 2019. Dimulai dengan munculnya website pilihpandji.com dan dibentuknya sebuah grup relawan bernama relawanpandji. Langkah untuk memperkuat asumsi berikutnya adalah munculnya Baliho – Baliho pilihpandji di beberapa kota lengkap dengan desain “kurang estetik dan seadanya” ala ala politisi yang akan maju mencalonkan diri. Pandji bahkan menciptakan Handsign khusus, yang mana merupakan gimmick pasti Politisi yang akan bertarung di Pileg (sebelum tujuan sebenernya terungkap saya merasa handsign ini merupakan pilihan yang jenaka untuk dijadikan sebuah tanda bagi seseorang yang akan maju berkontestasi dalam politik). Asumsi bahwa Pandji akan maju sebagai Calon Legislatif diperkuat juga oleh Pandji yang melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh politisi dari beberapa Partai. Seperti Faldo Maldini yang waktu itu di PAN dan para Politisi PKS. Dengan adanya pertemuan ini, masyarakat akan semakin penasaran dengan Pandji. Timbul pertanyaan. Jika benar menjadi Calon Legislatif, Pandji akan Nyaleg diusung dari Partai apa ya?
Dalam menyampaikan dan menyalurkan konten-konten strateginya, Selain dari kanal pribadinya seperti Instagram, Twitter dan Website. Pandji juga aktif untuk berkunjung ke channel-channel youtube orang lain untuk tetap mempromosikan manuver sekan-akan nyalegnya. Hal ini membuat persepsi masyarakat terhadap Pandji yang akan maju nyaleg semakin kuat. Bahkan mulai muncul pemberitaan dari berbagai media online tentang rencananya majunya Pandji sebagai Calon Legislatif pada Pileg selanjutnya. Dan jika diperhatikan dengan seksama, dalam semua informasi dan manuver yang dilakukan oleh Pandji. Sebenarnya tidak ada satupun pernyataan explisit yang secara langsung terucap oleh Pandji bahwa ia akan maju sebagai Caleg. Ia bermain dan memanfaatkan persepsi masyarakat untuk kepentingan promosinya.
Kampanye atau Stategi seolah-olah nyaleg ini dimulai dari 5 Februari 2018. Dengan menggunakan berbagai macam media untuk menunjang kampanyenya. Mulai dari Baliho, puluhan desain, puluhan foto dan banyak video. Akhirnya pada 14 Maret 2018 Pandji mengumumkan melalui website pilihpandji.com bahwa ia tidak maju untuk nyaleg tapi semua upaya dan usaha yang dia lakukan beberapa bulan tersebut adalah semata-mata untuk melaunching Stand Up Comedy World Tournya yang ke 3. Yang berjudul “Pragiwaksono World Tour”. Respon di Social Media Pandji meledak. Kena Deh!!! Pandji berhasil “menipu” Netizen satu Indonesia. Hari itu, akibat dari pengumuman tersebut. Pandji masuk dalam trending topic Indonesia di Twitter. Meskipun banyak yang kecewa. Tidak sedikit pula penikmat karyanya yang bersyukur Pandji tidak jadi mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif.
Strategi ini sangat brilian dan dapat memberi banyak pelajaran bagi Standup Comedian atau bahkan semua marketer yang akan menjual karyanya atau produknya. Pandji memberikan contoh yang sangat baik bagaimana memanfaatkan sentimen negatif dari masyarakat untuk mendapat hasil yang positif. Keberhasilan dari strategi ini bisa dilihat dari berhasilnya terjual habis tiket pertunjukan Pragiwaksono World Tour di Jakarta yang berjumlah sekitar 5000 kursi bahkan jauh-jauh hari sebelum acara diselenggarakan.












