Ichiro (kita yang berperan)
Mungkin belakangan ini santer di medsos terdengar tentang ichiro atau andi wenas tentang aksi-aksi "menghukum" para pengendara gak disiplin. Yang belum tau silahkan cari aja link2 youtube.
Menurut gw kenapa sih bisa ada ichiro? karena ya kita semua sendiri lah yang berperan membentuk Ichiro, semua ini bermula dari ledakan kendaraan yang ada di Indonesia, terutama kota-2 besar seperti Jakarta. Dengan kemudahan-kemudahan membeli kendaraan baik tunai maupun kredit maka makin banyak pula yang punya kendaraan. Kembali lagi tahun 2000-2004 kala itu kendaraan baik motor maupun mobil pribadi tak sebanyak sekarang, hal ini juga berimbas makin banyak orang "tidak layak" membawa kendaraan.
Orang tidak layak yang saya maksud adalah orang yang hanya bisa mengemudikan motor tanpa jatuh, ya jadi asal jalan, atau pengemudi mobil yang penting bisa bawa mobil. mereka adalah penyumbang besar pembentuk Ichiro versi andi wenas maupun versi-2 lainnya.
Penerobosan lampu merah, tidak memperhatikan marka, rambu lalu lintas, berhenti sesudah garis putih, lewat jalur transjakarta, lewat trotar itu hanya sebagain kecil, sebagai contoh kecil pengamatan saya kenapa sih orang-orang suka nerobos? terburu-2 kah? menurut pengamatan saya ternyata mereka TIDAK terburu-buru waktu, kenapa saya bisa bilang begitu? karena sesudah lampu merah yang mereka terobos mereka tetap jalan santai, tidak memacu gas seperti orang terburu-buru, jadi kesimpulan saya, menerobos lampu merah itu memicu suatu hormon atau enzim seperti adrenalin yang membuat mereka ketagihan atau NYANDU.
Tidak munafik saya sering menghukum mereka ketika mereka menerobos dengan memalangi motor atau mobil mereka di tengah jalan, lalu ketika rombongan ratusan motor di belakang saya mulai bergerak maju, kemudian saya tinggal di tengah2. Dan beberapa teman saya yang wanita, suka menumpahkan kemarahan pada pengendara motor yang melewati trotoar, padahal kemarahan itu dia dapat dari tempat lain, misal tempat kerja. kata temen saya "ya kita tumpahkan saja di tempat yang tepat, biar lega dan orang mikir".
Saya Ichiro versi saya? jujur iya, tapi belum sampai seberani Ichioro versi Andi Wenas.
Pembentukan Ichiro juga melibatkan para polisi yang terlalu melempem terhadap pelanggar, padahal saya yakin kalo para polisi menilang semua pelanggar dan masuk ke kas negara hasil tilangnya, pendapatan APBN kita akan meningkat menyaingi cukai rokok atau miras. Anggap saja 1 pelanggar Rp.50.000 dikali 100.000 motor per hari, silahkan hitung sendiri.....
Sekali lagi kalo kalian semua tidak sadar dan disiplin berkendara, maka akan banyak lahir Ichiro-Ichiro baru terlahir yang siap "menghukum" anda. Begitulah hukum alam, kita tidak bisa menghilangkan tapi bisa mengurangi.













