Alhamdulillah segala nikmat ya Allah berikan diusia saat ini. Semoga senantiasa selalu memberikan manfaat bagi sekitar ๐
24 Mei 2026
I'd rather be in outer space ๐ธ
macklin celebrini has autism

ellievsbear

โ

romaโ
noise dept.
Mike Driver
KIROKAZE
d e v o n

โ

Origami Around

Kaledo Art
almost home
๐ชผ
we're not kids anymore.
Today's Document

PR's Tumblrdome

็ฅๆฅ / Permanent Vacation
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
RMH
seen from United States
seen from Spain
seen from T1

seen from Tรผrkiye

seen from Argentina

seen from India

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@manjaddawajadasworld
Alhamdulillah segala nikmat ya Allah berikan diusia saat ini. Semoga senantiasa selalu memberikan manfaat bagi sekitar ๐
24 Mei 2026
Bertumbuh tanpa harus menyingkirkan orang lain. Semoga segala hal baik selalu menghampiri.
Allah menempatkanmu pada kondisi dan posisi yang kau jalani saat ini bukan tanpa sebab.
Jika engkau masih berada di sini, berarti masih ada tugas yang harus engkau selesaikan.
Masih ada hikmah yang harus kau temukan, masih ada jiwa yang harus kau kuatkan, masih ada kesabaran yang harus kau tumbuhkan, dan masih ada takdir yang menunggu untuk engkau jemput.
Tidak ada posisi yang keliru selama engkau berada di tempat yang Allah takdirkan bagimu.
Dan selama Allah belum memindahkanmu, maka tugasmu di sini belum selesai.
Dewasa dan Harta
Makin dewasa, makin banyak hal yang kita sadari ternyata membutuhkan biaya. Dan itu tidak sedikit, sesuatu yang dulu waktu kita kecil bahkan mungkin sampai kuliah, kita nggak kepikiran karena semua hal yang kita butuhkan, diusahakan oleh orang tua. Kita tidak perlu mengusahakannya sendiri, semua tersedia. Kini, umur kita beranjak, tanggungjawab kita bertumbuh. Kita mulai menyadari bahwa biaya hidup sehari-hari, bahkan untuk diri sendiri, ternyata begitu banyak. Apalagi jika nanti berkeluarga.
Menyadari saat kita perlu bekerja bukan lagi karena kita suka, tapi karena kita butuh. Kita perlu membeli tempat tinggal, membeli pakaian, membayar biaya pendidikan, menjaga kesehatan, dan ternyata kita menyadari bahwa untuk mencapai standar kenyamanan kita, jalannya tidak nyaman. Namun, di tengah hiruk pikuk manusia yang mengusahakan dunia. Kita adalah hamba Allah Yang Maha Kuasa, yang memiliki dunia dan seisinya. Melalui petunjukNya, kita belajar bahwa kehidupan dunia yang amat sebentar ini hanyalah tempat singgah. Seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan dan istirahat sebentar, tempat ini nanti akan kita tinggalkan selamanya.
Kita tidak pernah mendengar orang yang bergelimang harta hidup sampai 200 tahun, bahkan 100 tahun pun belum tentu. Hidup kita mungkin hanya sampai umur 60 atau 70? Bisa lebih dari itu, bisa kurang, kita tidak ada yang tahu. Sementara kita tahu bahwa hidup yang sebentar ini, kita diisyaratkan untuk menyiapkan bekal hari akhir. Pernah nggak membayangkan? Para orang salih yang dulu mungkin meninggal di tahun 5 hijriah. Hidupnya di dunia mungkin sederhana dan cukup. Bayangkan umurnya kala itu mungkin hanya 60 tahun di dunia dengan hidup yang sederhana tapi bekal akhiratnya luar biasa. Maka, saat ini 1400-an tahun ia hidup di alam kubur dengan kelapangan dan kenikmatan sembari menunggu hari akhir. Dan kita tidak tahu, kapan hari akhir itu akan terjadi. 60 tahun benar-benar tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan 1400-an tahun, apalagi dibandingkan dengan kekekalan di akhirat nanti. Makin dewasa, kita juga makin belajar bahwa tidak semua jalan bisa kita pakai untuk mengumpulkan harta. Kita mulai memilah halal haram, tapi kadang kala kita pun tergoda dengan riba. Karena merasa tidak ada jalan lain. Makin dewasa, selain belajar dan bekerja dengan baik. Untuk menjaga akal sehat dan ketenangan hidup. Kita harus menyeimbangkan cara pandang dan cara hidup kita dengan pandangan yang benar. Pandangan yang menata hidup kita menjadi lebih bijaksana, ditengah pemahaman bahwa takdir seorang manusia itu beda-beda.
Mungkin pekerjaan yang kita tekuni saat ini, tidak menjadikan kita seorang kaya rasa yang bisa membeli segalanya, seperti yang kita lihat di media sosial. Mungkin pekerjaan yang kita pilih, tidak akan menjadikan kita bergelimang harta hingga kita tidak tahu cara menghabiskannya. Tapi sadarkah kita, bahwa mungkin itu adalah keadaan terbaik yang paling menyelamatkan. Yang membuat hidup kita di akhirat nanti lebih selamat. Sesuatu yang justru meringankan hidup kita nanti. Kita hanya perlu cukup, bukan berlebih. Kita hanya perlu cukup, bukan segalanya. (c)kurniawangunadi
Membesarlah, tapi jangan memaksa menjadi besar Meluaslah, tapi jangan mengusik sekitar Melangitlah, tapi ingat, tetaplah bersujud kepada Tuhanmu
Akan ada rasa yang sulit terdefinisikan
-24 Juli 2024-
Semoga segala hal baik kian mendekat.
~ 10 Muharram 1446 ~
Rezeki yang Utuh
Pasti ada momen dalam hidup ini, kita merasa kurang. Khususnya kurang harta. Saat pengin sesuatu, ternyata tidak cukup. Atau sesuatu yang kita miliki sebelumnya kemudian berkurang, misal karena berganti pekerjaan, perdagangan yang lagi sepi, dan sebagainya. Rasa kurang itu, kalau tidak terkelola dengan baik akan mempengaruhi cara pandang kita di kemudian hari. Cara pandang kita terhadap harta.
Lalu seiring berjalannya waktu, ngobrol kesana kemari, nemu satu perspektif yang menarik. Bahwa rezeki yang kita terima ini selalu utuh. Tidak dikurangi dan juga tidak dilebihkan. Apa yang kita terima saat ini adalah rezeki kita, berapapun itu jumlahnya. Kita diminta untuk mensyukurinya agar nikmat dari rezeki itu bertambah. Nikmatnya yang ditambahkan, bukan serta-merta jumlah yang kita terima saat itu yang kemudian bertambah. Jika kita bisa menikmati rezeki yang kita dapatkan, di situlah keberkahannya.
Perspektif yang kutemukan ini menegaskan kembali hal-hal yang mungkin sering kita amati, mengapa orang tua kita mungkin atau orang lain yang kita kenal, yang total pendapatannya tidak sebanyak kita ternyata bisa menyekolahkan kita atau anak-anak mereka begitu tinggi dan berhasil. Lebih bahagia, bisa memiliki sesuatu yang bagi kita rasanya mustahil sekarang ini. Bahkan dengan apa yang kita dapatkan saat ini, kita ragu apa bisa beli/bangun rumah, bisa gak ngasih pendidikan yang baik dan layak buat anak-anak nanti, dsb.
Perspektif yang juga sangat menegaskan bahwa ukuran rezeki setiap orang itu telah diatur sedemikian rupa dan kita tidak akan dimatikan hingga seluruh rezeki yang menjadi jatah kita, kita dapatkan. Tinggal kitanya yang lebih mawas diri terkait jalan apa yang mau kita tempuh untuk meraih rezeki tersebut dan bagaimana kita menggunakannya. Mudah-mudahan kita semua diberikan perasaan cukup, kemudahan dalam bersyukur, dan keberkahan. Aamiin
Alhamdulillah Ramadhan kali ini penuh dengan keberkahan, kebahagiaan, dan kesehatan
16 Ramadhan, 2024
Ramadan #1
Ukuran kita terhadap dunia ini bisa jadi macam-macam. Bisa jadi saat ini, cara kita mengukur dunia ini berdasar dengan uang. Uang yang dirasa menjadi pokok dari hal yang perlu dikejar karena merasa semua pintu akan terbuka dengan uang.
Bisa juga kita sedang mengukur dunia ini dengan kepemilikan. Merasa diri memiliki keberhargaan dengan memiliki hal-hal yang mungkin hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang.
Bisa jadi juga kita sedang mengukur dunia ini dengan kepuasan hati. Perasaan puas yang bisa diartikan dengan berbagai macam parameter, saat kita berhasil mencapai fase tertentu seperti pernikahan dan memiliki keturunan. Atau memiliki pekerjaan yang memberikan kita fasilitas yang terbaik. Atau hal-hal lain yang membuat diri merasa puas.
Atau ada juga yang mengukur dunia ini dengan akhiratnya. Saat-saat dia menyadari bahwa jika di dunia ini akhirat yang menjadi tujuan, Allah yang akan mengurus dunianya. Semua urusan dunianya diukur dari keridhaan Allah yang menciptakannya.
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasรปlullรขh Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda :
ู ููู ููุงููุชู ุงูุฏููููููุง ููู ูููู ุ ููุฑูููู ุงูููู ุนููููููู ุฃูู ูุฑููู ุ ููุฌูุนููู ููููุฑููู ุจููููู ุนููููููููู ูุ ููููู ู ููุฃูุชููู ู ููู ุงูุฏููููููุง ุฅููููุง ู ูุง ููุชูุจู ูููู ุ ููู ููู ููุงููุชู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ููููููุชููู ุ ุฌูู ูุนู ุงูููู ุฃูู ูุฑููู ุ ููุฌูุนููู ุบูููุงูู ูููู ููููุจููู ุ ููุฃูุชูุชููู ุงูุฏููููููุง ูููููู ุฑูุงุบูู ูุฉู.
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allรขh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allรขh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.โ * * * * Mohon doanya, semoga suatu saat penulis bisa sampai di level keimanan tsb. Kita semua pun mudah-mudahan bisa memiliki cara pandang itu. Dunia takkan lagi membuat kita gelisah, takkan lagi membuat kita takut. Bahkan sampai dititik, kita tak takut meninggalkan dunia ini.
It's been 55 days and 75 years
Hal Baik Kembali Tertunda
Kesekian kalinya gagal mungkin memang selama ini harus lebih rajin lagi belajarnya. Benar pepatah mengatakan โJika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i
Semoga semangat ini kian terus membara hingga diujung batas waktu. Ya Rabb berikan segala kemudahan bagi hamba, berikan yang terbaik bagi Hamba Ya Rabb. Semoga akan selalu ada cerita indah dibalik kisah ini.
Terimakasih diri untuk rasa yang tak pernah lelah walau terkadang malu melanda tapi semangat tak boleh pudar. Akhir tahun ditutup dengan pedihnya kegagalan semoga awal tahun dibuka dengan penuh kebahagiaan.
25 November 2023
Ramadhan Kareem
1 April 2023
Alhamdulillah,masih diberikan usia hingga sekarang. Terimakasih orang tersayang semoga akan selalu seperti ini seterusnya
-Semarang, 24 Mei 2022-
Alhamdulillah kembali bertemu dengan Bulan Ramadhan. Semoga segala ibadah diterima oleh Allah SWT.
4 April 2022
Marah yang tak bisa terluapkan hanya akan menjadi partikel-partikel hingga bom waktu itu hadir.
Sabar yang tak berbatas
Lebih banyak belajar kembali akan makna dewasa...