🙂

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

if i look back, i am lost
Cosimo Galluzzi
The Stonewall Inn
Phantogram Three

izzy's playlists!
Fai_Ryy
almost home
EXPECTATIONS
Show & Tell
𓃗

Jimmy Eat World
macklin celebrini has autism
$LAYYYTER

bliss lane

No title available
No title available
seen from United States
seen from Indonesia

seen from Vietnam
seen from Brazil

seen from United States
seen from Poland

seen from Iraq
seen from France

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Brazil
seen from Argentina
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Russia
seen from Venezuela
seen from India

seen from Venezuela
seen from Colombia

seen from Belgium
@masagungwijaya
🙂
🙂
Selasa Kliwon
before anyone else 🐿
Manusia ibarat suatu pesanggrahan. Setiap pagi selalu saja ada tamu baru yang datang: kegembiraan, kesedihan, ataupun keburukan; lalu kesadaran sesaat datang sebagai suatu pengunjung yang tak diduga. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua hanya membawa dukacita. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua dengan kasar menyapu dan mengosongkan isi rumahmu. Perlakukan setiap tamu dengan hormat, sebab mereka semua mungkin adalah para utusan Tuhan yang akan mengisi rumahmu dengan beberapa kesenangan baru. Jika kau bertemu dengan pikiran yang gelap, atau kedengkian, atau beberapa prasangka yang memalukan, maka tertawalah bersama mereka dan undanglah mereka masuk ke dalam rumahmu. Berterimakasihlah untuk setiap tamu yang datang ke rumahmu, sebab mereka telah dikirim oleh-Nya sebagai pemandumu. • • • • • Jalaluddin Rumi.
Double Exposure
FKJ - Canggu 🎼🌅 (at Rock Bar Bali)
FKJ - Canggu 🎼🌅 (at Rock Bar Bali)
Jakarta
Lauterbrunnen, Switzerland
Lauterbrunnen, Switzerland. Photo by @christofs70
Lauterbrunnen Staubbach falls - Switzerland
travel-lusting:
Lauterbrunnen, Switzerland (by perahia)
The best revenge is to improve yourself.
yes (via lazy-hearts)
karena aku sangat mudah untukmu
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
Miskin
Miskin itu adalah urusan jiwa, bukan harta. Apalagi sebagai seorang yang berislam, Allah telah mencukupkan nikmatnya kepada kita. Memang yang saya maksud tidak berarti kaya raya bergelimang harta, tapi cukup. Allah mencukupkan segala sesuatunya.
Kalau ada dari kita merasa dirinya miskin. Maka itu adalah sebuah penghinaan atas diri sendiri. Penghinaan kepada Yang Mecukupkan segala sesuatunya untuk kita.
Sebab kita tahu bahwa setiap makhluk telah Allah cukupkan rezekinya. Apalagi kita sebagai manusia yang diberikan akal. Kalau kita masih merasa miskin, maka tengoklah jiwa itu.
Apakah kita senantiasa bersyukur? Apakah kita masih terus menerus merasa kurang? Apakah ada percikan iri atas rezeki milik orang lain?
Miskin itu urusan jiwa. Miskin itu sangat dekat dengan kekafiran. Maka hati-hatilah saat kita merasa miskin padahal kita memiliki begitu banyak hal. Kita dicukupkan atas kebutuhan kita.
©kurniawangunadi
bersyukur :)
Lelaki Seharusnya
Kewajiban seorang laki-laki sejati selepas menikahi seorang perempuan adalah menjaga kehormatannya, bahkan kalau perlu dengan mempertaruhkan nyawanya. Sebab istri (utamanya istri yang shalihah) adalah harta yang paling berharga di dunia ini bagi seorang laki-laki. Jauh lebih berharga dari trilyunan uang, ribuan investasi, luasnya tanah dan kebun.
Kecemburuan laki-laki harusnya dahsyat. Karena Allah lebih cemburu dari itu. Maka sungguh mengherankan bila ada laki-laki yang mengizinkan istrinya memperlihatkan auratnya di depan umum, ayah yang mengizinkan anak-anak perempuannya untuk berlenggak-lenggok di depan umum, ayah yang membiarkan anak perempuannya dibawa pergi oleh laki-laki asing. Laki-laki yang tidak cemburu ketika istri dan anak perempuannya diperlakukan demikian adalah laki-laki yang paling lemah. Ketika laki-laki tidak lagi memiliki rasa bahwa “ini istriku, ini anak perempuanku, maka harus aku jaga harkat dan martabatnya sampai mati!”. Perasaan laki-laki yang kosong, tak merasakan apapun atas tanggungjawabnya, ialah laki-laki yang paling lemah!
Perjanjian kuat dalam pernikahan membuat laki-laki sudah harus menyadari tugasnya. Tugas utamanya untuk meneruskan penjagaan tersebut. Dan semua itu dibayar dengan nyawa, bukan dengan lisan semata.
Kalau laki-laki tidak memiliki kecemburuan, merasa biasa-biasa saja ketika istrinya difoto dengan gamblang kemudian dijadikan pajangan (hiasan) untuk menghibur orang lain. Naudzubillahimindalik. Ia tidak layak untuk perempuan shalihah.
Laki-laki haruslah menjadi pelindung, menjadikan istri dan anak-anaknya merasa aman. Hingga tak ada orang lain yang berani merendahkan mereka. Sungguh mulia agama ini menempatkan kehormatan perempuan.
Semoga kita berhasil mengalahkan setiap godaan yang menghancurkan kehormatan kita sendiri. Semoga setiap perempuan menyadari betapa berharga dirinya. Semoga setiap laki-laki mengerti bahwa tugasnya tidak sederhana. Berhentilah bercanda dan bermain-main. Sebab tanggungjawab besar itu sudah menanti dipelupuk mata.
Jagalah kehormatan perempuan-perempuan tercintamu. Ibumu, saudara perempuanmu, istrimu, anak-anak perempuanmu. Jagalah dengan nyawamu.
©kurniawangunadi
terinspirasi dari transkrip bahan naskah buku bunda Taty Elmir
bismillah :)