Teman yang telinganya ga pernah lelah menampung cerita dan bawelnya aku, semoga kamu cepat menggendats yaa 🤎 https://www.instagram.com/p/CEp3KRVMJFhGCZCeGaSIrEYn79Bst5zWJn8rwc0/?igshid=1l1kdxkgqf3oj

No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
we're not kids anymore.
dirt enthusiast
TVSTRANGERTHINGS

Product Placement

if i look back, i am lost
Cosimo Galluzzi

Kiana Khansmith
KIROKAZE

shark vs the universe
No title available

izzy's playlists!
Xuebing Du
No title available

No title available
Peter Solarz
Three Goblin Art
Mike Driver
wallacepolsom
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Greece

seen from Brazil
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Norway

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Italy

seen from Brazil
@mayagstyn
Teman yang telinganya ga pernah lelah menampung cerita dan bawelnya aku, semoga kamu cepat menggendats yaa 🤎 https://www.instagram.com/p/CEp3KRVMJFhGCZCeGaSIrEYn79Bst5zWJn8rwc0/?igshid=1l1kdxkgqf3oj
Ternyata aku udah dewasa (:
Aku yang baru saja menolak pekerjaan
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
Catat dulu
Dasar Sebuah Perasaan
Semakin tumbuh dewasa, definisi kita tentang perasaan akan semakin kompleks dan lengkap. Kita akan semakin bisa memahami perasaan apa yang sedang kita rasakan kemudian menyikapinya dengan lebih bijak. Kemudian kita juga akan semakin mengerti bahwa perasaan yang selama ini membangun dan menyatukan orang bertahun-tahun ternyata tidak sekedar persoalan cinta.
Definisi kita tentang cinta dan benci pun semakin beragam dan lengkap, seperti kita memahami matematika, angkanya sama hanya ada 0 sampai 9, tapi ternyata ada begitu banyak rumus di dalamnya tergantung dalam konteks apa ia dibahas. Perasaan itu sederhana, tapi menjadi semakin kompleks ketika berada dalam situasi dan orang tertentu.
©kurniawangunadi
Mengapa?
Mengapa pada hal-hal yang belum kita miliki, kita selalu memandang dan mengatakan bahwa ia lebih indah, lebih cantik, lebih menarik dari yang kita miliki?
Saat itu, saat kita merasakan hal tersebut. Alih-alih kita merasa punya semangat untuk mencapai tujuan, justru kita telah kalah dalam mensyukuri segala sesuatu yang menjadi nikmat kita saat itu. Syukur pada hal-hal yang telah kita miliki.
©kurniawangunadi
Ternyata semesta tidak membuat semua ini menjadi mudah, tetapi ia mengajarkan kami untuk lebih bersabar dan tetap percaya bahwa semua niat baik akan dibalas dengan kebaikan pula oleh Allah.
Dari hati yang tidak mau berjuang sendiri.
NAMPAK
Kalau mau nampak kuat, mudah. Posting saja foto kita yang sedang menampakkan kekuatan.
Kalau mau nampak bijak, mudah. Posting saja foto kita dengan berbagai quote yang penuh kebijakan.
Kalau mau nampak baik, mudah. Posting saja foto kita yang sedang melakukan kebaikan.
Kalau mau nampak highclass, mudah. Posting saja foto kita yang sedang berada di tempat mewah.
Kalau mau nampak penyayang, mudah. Posting saja foto kita dengan kata-kata yang penuh rasa sayang.
Kalau mau nampak saleh, mudah. Posting saja foto kita dengan berbagai caption yang saleh.
Di zaman sekarang, mudah bagi kita untuk menampakkan, seperti apa diri kita. Tapi kita lupa, bahwa apa-apa yang nampak, kadang tidak seperti kenyataannya.
Sering saya menemukan, orang-orang yang punya dua kepribadian, begitu luar biasa di dunia maya, namun ternyata ketika saya bertemu di dunia nyata, tidak seperti apa yang ia tampilkan di dunia maya. Apa rasanya? Kecewa.
Tak perlu lelah-lelah menampakkan seperti apa diri kita di dunia maya, karena orang-orang yang akan membersamai kita, adalah orang-orang yang mengetahui kebaikan kita, kesalehan kita, kepribadian kita. Orang-orang yang akan menjadi sahabat kita, adalah mereka yang mengetahui diri kita secara nyata.
Tak perlu lelah-lelah menampakkan yang tidak ada, cukup apa adanya. Begitu saja, aku sudah senang.
===
Ditulis setelah melihat seorang teman, memosting sesuatu yang tidak sesuai dengan kehidupan nyatanya.
NAMPAK Bandung, 1 Maret 2018
When you don’t understand what’s happening in your life, just close your eyes, take a deep breath, and say: “Ya Allah, I know this is your plan. Just help me through it.”
Unknown
Berdo'a adalah cara menjaga cita-cita. Karena sadar atau tidak, do'a-do'a yang rutin adalah reminder atas setiap impian dan rencana hidup yang kita punya. Dan lupa akan impian dan rencana hidup adalah kesialan yang nyata. Maka, berdo'alah!
— Taufik Aulia
"Atau dia yang menjauhkanmu dari kebaikan. Ya siapa yang lebih kuat. Antara kamu menarik orang itu kepada kebaikan atau kamu yang ditarik dari kebaikan. Mungkin gak?"
Pertanyaan (dari seorang teman) yang mulai membuat khawatir, huft.
Kita Diberi Waktu
Setiap dari kita mungkin pernah sejenak berpikir, kenapa sesuatu yang kita kejar, sampai saat ini belum juga tercapai, kenapa sesuatu yang kita ingin tuju, belum juga sampai, dan banyak pertanyaan lain mengenai diri kita sendiri. Lalu kita melihat apa yang sudah dicapai orang lain, apa saja yang sudah mereka miliki. Kita merasa seperti perjalanan mereka tidak menemui hambatan apapun, tidak perlu merasakan lamanya menunggu, tidak perlu tahu bagaimana rasanya tertunda, tidak perlu bimbang untuk memutuskan pilihan, seperti semua berjalan sesuai dengan yang semestinya. Kita lalu mulai mempertanyakan apa yang Dia sudah berikan sampai saat ini. Kenapa masih belum sesuai dengan apa yang kita ingin, juga belum tercapai apa yang kita tuju. Padahal kita sama sekali tidak tahu apa yang disiapkan dibalik itu semua. Dimasa itulah Dia memberikan kita waktu, waktu untuk lebih mengenal diri sendiri.
Mungkin masih ada lubang dari niat lurus kita yang masih perlu dipulihkan. Mungkin masih ada sabar yang perlu kita tumbuhkan, karena akan ada tanggung jawab lain yang Dia siapkan untuk kita emban. Mungkin kita diminta untuk merasakan bagaimana berada difase yang sangat tidak nyaman, agar nanti setelah semua terlewati, kita tidak jadi hamba-Nya yang lupa diri
Kita diberi-Nya waktu untuk terus bersiap , karena Dia tahu kita lebih sanggup dan pantas untuk menerima apa yang sudah Dia persiapkan.
Kita Diberi Waktu - Danny Dzul Fikri Surabaya, Mei 2017
Bisa jadi ketidakberuntunganmu adalah implikasi dari banyaknya dosa dan sedikitnya do'a. See?
— Taufik Aulia
Pada akhirnya nanti, akan ada yang berhasil meyakinkanmu tentang masa depan. Bahwa di dekatnya, hidupmu akan menjadi lebih tenang. Bahwa dengannya, kau bisa membangun mimpi bersama. Bahwa bersamanya, berdakwah menjadi lebih mudah.
Mungkin ia memang tak akan pernah menjanjikanmu kebahagiaan, tetapi ia akan membuktikan bahwa ia mampu berusaha lebih demi membahagiakanmu.
Seseorang itu bisa saja berbeda sifat denganmu, karena Allah tau kau butuh penyeimbang yang dapat menggenapimu. Yang akan berjalan bersamamu tanpa membuatmu merasa rendah.
Suatu hari kau akan bersyukur karena ia telah menemukanmu dan memberanikan diri datang kepadamu. Bukan karena sesuatu yang kau miliki, bukan karena profesimu, bukan karena kecantikanmu, tapi karena Allah yang menuntun langkahnya kepadamu.
Kau harus tau bagaimana pada akhirnya ia melawan ketakutannya sendiri dan menyingkirkan segala asumsi. Sampai akhirnya ia mengetuk pintu rumahmu dan bertemu orang tuamu.
Bila ini kau alami, jangan kau persulit. Jangan mencari-cari alasan untuk mengurungkan niat baiknya tersebut. Permudahkanlah ia menjalankan ibadahnya, dan tolonglah sempurnakan separuh imannya.
Yakinlah bahwa tak ada yang lebih mengetahui kondisi dirimu selain Allah.
Bahwasanya di saat kau tidak mengharapkan siapapun, dan Ia datangkan seseorang padamu, maka Allah menganggapmu telah siap.
“Yang bikin ngga maju-maju kalau mau nikah itu terlalu banyak asumsi dan tebak-tebakan.”
-@kurniawangunadi
"Bahwa bersamanya, berdakwah menjadi lebih mudah"
Bisu
Dan bila aku marah,
Aku lebih suka membisu,
Itu membantu aku untuk lupakan kemarahan aku sendiri,
Itu juga fasa aku bertarung dengan diri,
Mencari titik titik kebaikan yang ada padanya,
Bagi menghapus kelemahan yang cumanya sebesar butir pasir,
Tpi terlihatnya sebesar gunung.
Jangan pernah kau hasad atas apa-apa yang Allah lebihkan kepada saudaramu.
Pesan Bapak pagi ini.
“Nduk, apa-apa yang menjadi ketetapan untuk kita saat ini adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya. Kepedihan yang kamu rasakan saat inipun demikian. Tidak usah bersedih, Insya Allah akan ada jalan untuk kita.”
Pada serumpun pagi yang mencoba untuk menghimpunnya. Pada serangkaian nasihat yang meneduhkan setiap jiwa. Dan pada kata yang menjadi penyemangat diri.
Maka setelah ini, berjanjilah kepadaku untuk tidak lagi mengkhawatirkan atas apa-apa yang belum terjadi. Akan ku katakan sekali lagi kepadamu, bahwasannya Allah tidak pernah akan menghancurkan hidupmu. Jika saat ini kau merasa terjun bebas dalam hidupmu, maka percayalah. Bahwa pertolongan Allah akan datang dalam keadaan dan cara yang tidak akan kau sangka-sangka.
Mulailah kembali, sebuah ide tidak akan terlaksana tanpa eksekusi. Sebuah mimpi tidak akan terwujud tanpa upaya nyata. Demikian pula dengan mimpimu. Wujudkanlah saat ini. Upayakanlah dengan sebaik-baik upaya, berdoalah dengan sebaik-baik pengharapan. Dan serahkan hasilnya kepada-Nya. Biar Allah yang tentukan jalan do'amu.
Sudah. Apapun kelak hasilnya, terimalah dengan ketetapan yang baik. Dengan tetap meluaskan sabar dan tetap melangitkan syukur.
Ketika kau meyakini bahwasannya Allah mengatur setiap rezeki hambanya, maka sudah sepatutnya kaupun menyadari bahwasannya Allah menetapkan kadar rezeki bagi hamba yang Ia kehendaki. Bukan pada kadar akalmu sendiri.
Pada kisah Ayyub alaihisalam dengan kesabaran dan keyakinannya, pada kisah Ibrahim alaihisalam dengan kepasrahannya kepada-Nya. Allah membuktikan janjinya dengan akhir yang baik. Dengan janji yang manis.
Maukah kau demikian?? Belajarlah.. Sebab nasihat ini kunasihatkan kepadamu, diriku sendiri..
Memaknai Hidup || 08.39
Catatan: Membenarkan Arah Tujuan
Semua darimu tau jika menggunakan sesuatu bukan pada tempatnya ia akan rusak dan tidak berguna. Sama layaknya seperti kapal selam yang ingin digunakan untuk berkendara di jalanan, ia tidak akan berguna dan justru akan membuatnya rusak.
“Sama halnya seperti hidupmu, jika saja tujuan hidupmu bukan untuk beribadah menghambakan diri padaNya, akan rusak dan berakhir tidak akan berguna semuanya. Mari sedikit mendengar lagi suara terkecil dalam hati, ia bisa membantumu untuk menentukan pilihan dan tujuan hidupmu, ia bisa sedikit membantu untuk apa sebenarnya semua ini kamu kerjakan. Dan jika memang bukan karenaNya, segeralah ubah tujuan utamamu, segera ubah rute perjalananmu, agar tidak ada penyesalan ketika sampai pada tujuan akhir nanti”
Hidupmu berhak untuk menjadi lebih baik, pun hatimu juga berhak untuk tenang, tenang dalam arti tanpa gelisah akan dunia. Tidak mudah memang menerima semua ketetapanNya, tidak mudah memang melatih berbaik sangka padaNya. Karena akan ada secuil amarah dan paksaan tidak rela yang akan memasuki setiap hati darimu, pun juga padaku. Namun, semua akan hilang dan lenyap saat dirimu kembali mengingat bahwa semua hanyalah perihal titipan, pun hati dan tubuhmu juga titipan yang sewaktu-waktu mudah bagiNya untuk mengambil titipanNya
Mari meluaskan hati, mari melebarkan sabar, dan mari meninggikan syukur. Agar semua bisa terlewati dengan tenang dan tanpa berlama-lama dalam kesedihan.
Karena yang terbaik bagi seorang yang di titipi adalah menyadari bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa dan harus menjaga setiap titipan, agar Ia tau dan percaya bahwa kamu adalah seorang penjaga yang baik.
Selamat menjaga dan memperbaiki
@jndmmsyhd
Menjadi Hebat
Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.
Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.
Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.
Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.
Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.
Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :
“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”
Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi
Semoga Allah memampukan kita, anak-anak perempuan, untuk menjadi kebaikan dan kebanggan bagi para Ayah, yaitu dengan menjadi sebaik-baik perempuan yang menjaga diri dan merayu Allah akan kebaikan akhirat dengan kebaikan-kebaikan dunia 😃