“Kamilah yang membagi-bagi penghidupan (rezeki, jodoh dan segala halnya) mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32)
Kita tidak sedang menjalani hidup orang lain, kita edang menjalani bagianmu, kita tahu apa yang diberikan Allah kepada manusia, tetapi sering lupa apa yang ditahan dari mereka.
Penampilan luar hanyalah sampul. Dan di balik sampul itu, sering tersembunyi cerita yang tak pernah ingin mereka ceritakan.
Ketahuilah, ketenaran adalah ujian yang banyak orang gugur di dalamnya. Dan jabatan adalah fitnah yang membuat banyak jiwa kehilangan dirinya.
Sedangkan harta adalah sihir yang pernah menelan akal Qarun. Dan wajah rupawan adalah cobaan yang di baliknya tersembunyi luka yang panjang.
Hari ini, kita hidup di zaman di mana hidup orang lain tampak lebih utuh di layar, lebih bahagia di unggahan, lebih berhasil di cerita. Padahal kita hanya melihat potongan, bukan keseluruhan takdir.
Allah menempatkan setiap hamba di tempat yang paling sesuai untuk jiwanya. Bukan yang paling terlihat, tetapi yang paling menyelamatkan. Maka jangan bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.
Karena kita tidak tahu doa apa yang mereka panjatkan di malam hari, dan beban apa yang mereka sembunyikan di balik senyum. Orang yang sibuk membandingkan hidupnya akan kehilangan satu nikmat besar: ketenangan.
Ia tidak pernah benar-benar menikmati apa yang ia miliki, karena matanya selalu tertuju pada apa yang bukan miliknya.
Tenanglah. Kita tidak terlambat. Kita tidak tertinggal. Kita hanya sedang berjalan di jalur takdirmu sendiri. Dan takdir yang Allah pilihkan tidak pernah salah alamat.
@jndmmsyhd












