World Asthma Day 2017
Hari selasa pada minggu pertama bulan Mei selalu diperingati sebagai Hari Asthma Sedunia. Tahun 2017 ini jatuh pada tanggal 2 Mei dengan tajuk Better Air, Better Breath. Asthma sendiri merupakan penyakit yang cukup sering ditemui di masyarakat, tercatat di CDC bahwa ada sekitar 300 juta orang di dunia yang terkena penyakit ini, dan pada tahun 2025 akan menjadi 400 juta orang. Penyakit asthma tidak bisa sembuh, namun jika diterapi dengan optimal, serangan asthma bisa terkontrol dan menjalani aktivitas seperti layaknya orang normal. Di Sisi lain, asthma juga bisa mematikan jika tidak ditangani dengan segera, oleh karena itu penting bagi pasien untuk mengikuti terapi dari dokter secara teratur.
Kata Asthma berasal dari Bahasa Yunani yang artinya adalah “sukar bernafas”. Penyakit asthma adalah proses inflamasi (peradangan) kronis yang melibatkan banyak sel dan elemennya. Proses peradangan ini, menyebabkan obstruksi (penyumbatan) di jalan nafas. Proses inflamasi ini bersifat reversible (dapat kembali) , bahkan terkadang tanpa perlu dilakukan pengobatan. Buruknya kualitas udara dan perubahan pola hidup menjadi salah satu alasan mengapa pervalensi ini terus meningkat.
Beberapa faktor yang juga berkaitan dan sering dikaitkan dengan asthma adalah buruknya kualitas udara, obesitas, dan alergi. Asthma sendiri merupakan salah satu bentuk reaksi atopi (alergi), artinya beberapa orang yang alergi terhadap udara (biasanya dingin) memiliki reaksi alergi berupa asthma. Namun, tidak semua orang yang alergi akan mengalami serangan asthma , sebagian besar anak anak (90%) serangan asthma nya dipicu oleh alergi, sedangkan pada orang dewasa adalah 50%. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mengetahui apa ada riwayat dari keluarga yang memiliki alergi asthma, karena pada orang yang memiliki keluarga dengan riwayat asthma jauh lebih beresiko terkena serangan asthma daripada yang tidak.
Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara obesitas (kegemukan) dengan asthma. Data di amerika menunjukkan dari studi populasi 1000 orang di amerika, lebih dari separuhnya menderita serangan asthma . Penelitian ini juga menunjukkan bahwa asthma dengan obesitas memiliki respon terapi yang lebih buruk dibanding kan dengan orang yang tidak obesitas. Penderita asthma yang obesitas memiliki jumlah kunjungan ke dokter/IGD yang lebih banyak. Selain itu, respon terapi yang membaik juga ditunjukkan ketika pasien dengan obesitas perlahan menurunkan berat badan.
Sesuai dengan tema “better air better breath” pada world asthma day tahun ini, kualitas udara memiliki peranan penting pada penderita asthma. Sangat tidak dianjurkan bagi para penderita asthma untuk merokok. Penelitian di inggris menunjukkan 82% asap rokok dapat menyebabkan gejala asthma bahkan menyebabkan serangan asthma. Selain asap rokok, polutan udara lain yang memperburuk serangan asthma adalah ozon. Ozon dapat ditemui pada kabut atau kabut yang mengandung debu/asap. Kadar Ozon dalam udara meningkat pada saat musim panas/kemarau pada saat udara panas. Beberapa pabrik mengatakan penyaring udara mampu membersihkan udara dari partikel partikel ozon, nyatanya cara kerja partikel udara ini hanya mengubah rantai senyawa ozon, namun tidak membersihkan debu dan pengotor udara lainnya.
Oleh karena itu, penting bagi penderita asthma untuk menghindari faktor yang dapat memperberat gejala asthma, karena terapi utama pada penderita asthma adalah menghindari hal yang menjadi pencetus serangan asthma. Kami sangat menyarankan pada pasien atau keluarga para penderita untuk menmperhatikan beberapa hal berikut :
*asap dari rokok/ pembakaran sampah
*debu kotoran rumah
*bahan kimia yang berbau menyengat (cat, lem, pestisida)
*alat alat kosmetik
Selain itu juga diharapkan bagi penderita asthma untuk mengurangi aktifitas fisik yang berlebihan dan membuat lelah.
Seperti yang diceritakan pada bagian di atas, asthma tidak dapat disembuhkan, namun jika terkontrol, penderita dapat beraktifitas layaknya orang normal. Oleh karena itu, kunci dari kesuksesan terapi asthma adalah dengan rutin kontrol ke dokter, karena dokter memiliki rencana terapi yang disebut “asthma control test” untuk mengetahui seberapa parah asthma yang dialami dan harus sejauh apa terapi yang akan diberikan. Penderita asthma harus segera ke dokter apabila mengalami gejala gejala seperti mengi, batuk yang terus menerus , dan sesak, terutama bila gejala tersebut mulai tidak mempan dengan pengobatan. Dokter melakukan skoring yang bernama Asthma Control Test untuk merencanakan terapi agar berjalan optimal. Pasien juga perlu tau penggunaan inhaler asthma karena setiap inhaler memiliki kandungan obat dan fungsi yang berbeda. Selain itu, penderita juga harus cermat dalam mengetahui efek samping dan kontraindikasi dari obat asthma. Misalnya salbutamol memiliki efek samping mulut kering dan dikontraindikasikan bagi pemilik riwayat tekanan darah tinggi.
Sekian artikel kami tentang world asthma day 2017 ini, semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu. Better Air, Better Breath.
Penulis : dr. Primadhityo
Disunting dan dibantu oleh : dr. Rizqi Yuni Ardhani, dr. Deden Permana











