AKU YANG TIDAK PERNAH LUPA :)
Pagi itu hujan membasahi setiap kaca mobil kami. Ditemani secangkir hazelnut hangat yang kubuat di rumah sebelum pergi. Di tengah perjalanan menuju kantor, kamu tiba-tiba berseru 'perusahaan penerbangan yang identik dengan warna merah itu kok terkenal sekali delaynya, tapi penumpangnya juga banyak. Fenomena aneh. Tiket murah tapi ternyata bikin penumpang menunggu berjam-jam.' Lalu kurespon 'makanya aku ga pernah mau naik pesawat itu lagi, 6jam di bandara itu beneran ga enak.'
Lalu, kamu berpendapat 'kayanya mereka itu bermasalah deh' dan di situ kuceritakan sesuatu yang belum pernah kamu tahu mengenai perusahaan raksasa itu. Setelahnya, kamu nyeletuk 'pasti kamu tau dari masalalumu kan?' Spontan aku kaget, aku memilih menyeruput hazelnut lalu diam.
Batinku, bagaimana bisa aku langsung berbicara tanpa jeda, seolah serba tahu tentang dunia penerbangan, menjadi bagiannyapun tidak pernah. Tapi di sisi lain otakku, seakan kumenarik lagi sosok itu, pria dengan postur tubuh 185cm, berkulit putih, di tahun 2021 lalu menjadi teman bertukar kabar, cerita, dan si paling mengerti kondisi.
Dia seorang pramugara di perusahaan yang berbasis di Negeri Jiran sana. Kutahu seluk beluk dunia industri transportasi udara itu melalui dirinya. Dia yang setiap akan flight selalu memberi kabar, landing pun begitu. Yang kuingat betul, dia pernah bilang 'aku gak tahu setiap aku memberi kabar akan take off padamu, merupakan kabar yang akan berakhir dengan 'alhamdulillah aku sudah landing' atau justru kamu tahu kabarku melalui televisi.'
Diapun tidak pernah lupa untuk mengirim schedule penerbangannya dalam 1minggu berjalan. Katanya, dia ingin aku tahu kemana saja pesawat itu akan membawanya. Aku pernah merasakan begitu beruntung bisa menjadi wanitanya, hingga kata 'cukup sampai sini saja' kita sepakati bersama.
Kini, dia adalah bagian cerita yang ingin kusimpan rapi, sebab cinta tidak meski memiliki saja melainkan melalui doapun cinta bisa lebih abadi. Biarkan takdir menyimpan namamu, akan kulipat rindu ini yang tak akan pernah pulang.