Blink! 👀 #natural #eye #makeup #asiangirl #beauty #justeyeliner #monolid #blinkedeye #naturallook #eyemovement #wingedeyeline #quickmakeup #tips #asianeye
dirt enthusiast

Love Begins
Three Goblin Art
No title available
will byers stan first human second
wallacepolsom

titsay
ojovivo
we're not kids anymore.
TVSTRANGERTHINGS
cherry valley forever

blake kathryn
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Claire Keane
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Kaledo Art
Peter Solarz
Xuebing Du

JBB: An Artblog!
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Australia
seen from Canada

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Australia
seen from Congo - Brazzaville
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@michaela151190
Blink! 👀 #natural #eye #makeup #asiangirl #beauty #justeyeliner #monolid #blinkedeye #naturallook #eyemovement #wingedeyeline #quickmakeup #tips #asianeye
uyeah...finally, i capture this moment. the moment when i finally end my education in medical faculty, been seven years!! OMG!! gosh!! cool :) collage - clerkship - internship. DONE! i’m officially a doctor now, general practitioner. :)
First selfie on 2015! Happy new year, people
First post in 2015!
2014. Bisa dibilang tahun penuh makna buat gw. Tahun yang ga akan gw lupakan. Banyak perubahan, pencapaian, kebahagiaan di tahun ini. Banyak juga cobaan dan rintangan yang gw lalui dan awalnya gw yakin kalo gw ga mampu melewati tahun 2014 se-amazing ini. 2014. Tahun dimana gw selesai menjalani seluruh perjalanan pendidikan gw, gila men 6tahun,semacam mengulang sekolah dasar hahaha... Bukan, bukan karena gw telat lulus, tapi memang itu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan profesi gw sebagai dokter. Dari mulai pertama kali menginjakkan kaki di fakultas kedokteran atmajaya, koas, lalu ujian, ujian dan ujian lagi, sampe akhirnya sumpah dokter ya itu 6 tahun. Melewatkan 6 kali tahun baru dan 6 kali imlek, akhirnya usai sudah pertanyaan dari sanak saudara "KAPAN LULUS?" hehe... Sekarang bisa gw jawab "saya resmi jadi dokter sekarang" hehehe... Cape? Ga kok, namanya juga proses kehidupan, there's always a risk in every fight. 2014. Tahun penuh dilema, penuh cinta, penuh kejutan. Yang kedua ga usah dibahas lah, nanti ada yang tersinggung hihihi... Ya intinya up and down Kisah cinta gw ya paling ga terlupakan tahun ini, dari satu hati ke hati yang lain, pindah pindah kayak tupai, ya meskipun akhirnya gw belum menemukan yang cocok haha mau dijadikan resolusi 2015?ga usah, toh nanti kalo jodoh pasti ketemu hihihi... 2014. Tahun make over. Hahaha why? Ya mungkin bagi orang orang yang ga terbiasa ketemu gw, akan bergumam "lu beda banget lho sekarang". Jangan tanya kenapa karena gw juga bingung itu awalnya gimana. Dari yang tomboi banget ga pernah perawatan diri sampe bisa lebih feminin sekarang. Dari yang pake kacamata, jadi pake soflens (padahal dulu gw anti banget pake soflens karena takut iritasi mata). Dari yang ga bisa dandan, sekarang bisa lah dikit dikit pake eyeliner, eyeshadow sampe pake false lashes. Dari yang ga suka pake rok, sekarang jadi demen banget belanja rok. Haha good changes I think! :) 2014. Tahun pelepasan. Kenapa? Selama kurang lebih 20tahun gw habiskan semuanya sama teman teman lewat kepanitiaan, pendidikan, hang out, every crucial moment kayaknya gw lewatin sama temen. Tapi di 2014 ini, selepas dari pendidikan, baru deh sadar kalo your eternal friends is your family. They are always by yourself in up and down situation. Teman sih tetep ada tapi ga seintens my family. Sisters and brother always beside me even in the whole night, they try to cheer me up in every situation. My parent also the best motivator ever! Love you to the fullest lah pokoknya hehe... 2014. Unpredictable year. Why? Dimulai dari mimpi. Selepas dari dunia pendidikan, ga munafik kalo kita harus upgrade life to the next level. DUNIA KERJA. Yup. Di pendidikan profesi kedokteran ini, gw belom bisa praktek pribadi karena masih ada prosedur prosedur dan surat surat yang harus di urus, so bisa dibilang di tahun ini gw skip sebagai mahasiswa kedokteran, just waiting. Then, gw ga terbiasa cuma menunggu dan diam, I've to do something in this leisure time, itu yang ada di benak gw. Gw mulai aktif lagi di kegiatan gereja semacam lektris (pembaca injil tiap misa), aktif di organisasi Orang Muda Katolik, aktif di koor, jadi relawan dokter di setiap baksos gereja, pokoknya apapun deh for colouring my leisure time ini. Dan hari itu pun tiba, I forgot the exact date, gw inget itu adalah kamis putih. Saat itu gw seorang lektris yang mau ga mau harus nyanyi di depan seluruh umat gereja untuk doa umat. Seusai misa, there was one strange person always keep his eyes on me. Bayangkan gw aja sampe risih dengan tatapan itu orang karena di liatin terus. Day by day, ada new invitation in mu bbm app, ga dikenal, ya sudah di accept saja. Isinya? "Michaela, kamu mau main film?" banyak orang kayak begini, gw anggap ini modus penipuan. Tapiiii yang satu ini sangat ngotot supaya gw ikut main film dia sampe akhirnya gw bilang "gw ga minat di bidang film, teater ato nyanyi masih oke deh" then guess what smacam takdir, tnyata dia seorang pencari bakat. Intinya, mulai saat itu gw di"orbitkan" nyanyi di beberapa event, dari event kecil sampe lumayan besar lah (ga usah gw sebut kali ya hehe). It such a great changes, sekarang gw ngerasa passion gw ada di dunia entertain ini, hobi yang menghasilkan. Noted this, doctor is my profession and also my passion. By this two passion, it's just enough for my life. :) Gw juga bersyukur di penghujung tahun ini, Tuhan masih melindungi gw. He sent me a super fabulous families, friends, ex-lovers, haters, up and down situation, happiness, healthiness, successful, etc. Resolusi di tahun 2015 gw ga muluk muluk, semoga Tuhan selalu melindungi semua yang ada di sekitar gw, tetap seperti ini sampe akhir tahun 2015, bertambah boleh tapi jangan berkurang hehe... Happy new year 2015, readers! God bless us!
Not important
Rasa itu hadir tanpa kata. Mengetuk setiap pintu hati yang tertutup tak terkunci. Didorong saja pun sebenarnya akan terbuka. Tapi terkadang si pendorong ragu akan keadaan si pintu, "terkunci atau dikunci? ", jarang sekali ada pendorong pintu yang berpikir "ah, mungkin tidak dikunci". And believe it or not, pemikiran pecundang seperti itu lah yang akhirnya membuat niat yang ada pun menjadi pupus. Pupus tak bersisa. Andai kata si pendorong pintu itu sedikit berpikir tidak mainstream, pasti ada secercah perubahan yang terjadi. Ya at least ada rasa puas dibalik ke-antimainstream-an itu. Tapi ya begitulah manusia, terkadang seperti ikan salmon, hanya mengikuti arus. *ya salmon hahahaha... * Back to topic... Ya, rasa itu. Betul. Rasa itu yang kumaksud, ga ada yang lain. Rasa itu alami timbul dari ayah ke anak, ibu ke anak, kakak ke adik, adik ke kakak, dst. Rasa yang ga bisa diungkapkan tapi cuma bisa dirasakan. Rasa yang aku pun yakin ga akan hilang walaupun dua pihak itu berpisah. Sebut saja itu rasa cinta supaya ga tumpang tindih sama rasa yang lain. Oh ya, ngomong ngomong soal pisah nih, pasti ada rasa lain yang bergejolak di tubuh ketika berpisah, sebut saja kangen. Apa sih yang dikangenin? Kangen raganya? Kebersamaannya? Atau apanya nih? Kalau aku sih, kangen semua muanya, ga bisa diungkapin. Makanya aku selalu membuat kisah dan kenangan di tiap pertemuan cinta. Supaya saat pisah, aku jadi mengerti apa aja sih yang dikangenin. Berbicara soal si rasa cinta nih. There's saying, WE IGNORE THOSE WHO ADORE US, ADORE THOSE WHO IGNORE US, HURT THOSE WHO LOVE US AND LOVE THOSE WHO HURT US. hmm... Kalimat yang menarik dan ada kebenaran di dalamnya. Begitulah hidup. Bahasa kerennya sih, rumput tetangga memang selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Makanya kalau kata orangtuaku jangan pernah berharap berlebihan, cukup bersyukur aja akan apa yang udah kita capai, kalau hasilnya berlebihan anggap itu sebagai reward. Karena bagaimana pun juga awal dari sebuah kekecewaan itu adalah harapan. Memang betul kalo kata orang bijak dulu, YOU'VE TO DREAM AS HIGH AS A SKY, ya benar, tapi jangan ketinggian, kalau jatuh sakit rasanya :p. Jadi kalo mau dirangkum begini kira kira, mimpi tinggi boleh asalkan sadar akan kemampuan diri sendiri, mimpi sesuatu yang mungkin bisa dicapai oleh kemampuan diri sendiri. *percayalah gw masih muda walaupun gw tau ini adalah omongan orangtua* Sekian untuk celoteh tak penting hari ini.
Let It Be - teaser
The More I See You
The More I See You
never say 'I Hate You' !
Yup,jangan pernah katakan "gw benci itu...gw benci lu" karena pada akhirnya segala sesuatu yang dibenci itu bisa jadi sesuatu yang gak bakal lu rela lepaskan... Gw bisa ngomong seperti itu karena memang gw perla ngalamin beberapa kali hal seperti itu hahaha...karma does exist kayaknya... Salah satu contohnya di dunia per-koas-an ini. Dari awal koas, ada dua hal yang paling gw takut dan rasanya gak pengen gw lakuin (pengen diskip aja)...2 siklus I meant,mereka adalah surgery dan anesthesiology.... Surgery...siklus menyeramkan dan mencekam, besides karena ada si dokter "itu" yang katanya super killer kalo lagi visite, juga karena berhubungan dengan kamar operasi (ini juga bisa masuk ke satu hal yang gw ga suka lho, kamar OK). Di bayangan gw, kamar OK itu menyeramkan, sunyi serius senyap hmmm...mungkin karena waktu gw masih di preklinik dan sempat mencicipi jadi observer dan kebetulan boleh ikut masuk ke ruang OK ikutin operasi dr.D,Sp.B kali yaa. Saat itu jam 3 pagi, ngantuk dan ada operasi telinga. Koas yang bertugas sebagai asistensi diperintahkan ini itu tapi tidak sesuai dengan kemauan operator. Hmmm alhasil bentakan keluar dari mulu sang operator. Yah, memori yang membuat trauma itulah alesan gw ga suka sama siklus bedah. Dan juga waktunya yang ga tentu, bisa kapan aja ada operasi. Duh enggak deh yaa suka sama siklus itu. Anestesi....siklus penuh ketelitian yang berhubungan sama bius membius beserta obat-obatannya...belum lagi mesti hafal segala macam dosis,onset dan durasi tiap obat. Even gw ga menemukan sisi mengasyikan dari siklus ini, ditambah lagi gosip-gosip yang beredar tentang ujian akhir yang kudu berhadapan langsung sama papi. Oh God, ga suka banget sama siklus yang satu oini rasanya. Tapiiiii,segalanya sungguh berubah 180derajat dari apa yang gw bayangkan hahaa once again never hate anything in your life, even to someone :p Datanglah hari itu, hari dimana gw melangkahkan kaki menginjak RS sebagai koas bedah. Dengan pin eksklusif yang dicanangkan di sebelah kiri snelli, ga seenteng apa yang terlihat, berat beban koas bedah yaa dipengaruhi sama pin itu. Dan gw terpilih sebagai ketua bedah saat ituu, tadaaa...thanks God konsulen killer lagi ga ada di sarangnya hehehe *pizz... Semua berjalan lancar tanpa masalah sih dengan jamal 4 hari sekali, tiap pagi soap dan visit sama asdos bedah...agak datar sebenernya tanpa konsulen killer ya tapi thanks God there was no him :p Apa yang membuat gw brubah 180drajat? Segaalnya berawal di rumah sakit jejaring yang gw hinggapi waktu senior, yaa RS polisi itu yang ada di Kramat Jati, sungguh memberikan gw pencerahan tentang betapa menariknya siklus bedah. Dari sisi konsulen, jumlah mereka banyak tetapi mereka care ke koas dan mereka mau menyempatkan waktu mereka untuk berdiskusi bareng koas. Wow... Gw merasa beruntung dapet siklus bedah dssana... Ditambah lagi ada 1 dokter orthopedi yang passion banget di bidangnya that's why gw suka banget sama ini dokter. Karena bimbingannya, segala sesuatu tentang orthopedi terasa mudah dan masuk logika..dan gw jadi bertekad untuk ambil spesialisasi orthopedi karena beliau. Hahaha bayangkan, dari yang benci banget bisa jadi cinta banget (˘o˘")... Dan gw merasa kalo gw memang diarahkan kesana. Bayangkan, dari sekian banyak subspesialis bedah (urologi,bedah umum,plastik, anak, dll) gw selalu dapet case tentang pertulangan dan ujian pun dapet kasus orthopedi (˘o˘") sisi untungnya yaa gw udah ga canggung lagi saat harus berdiskusi tentang bidang ini ke konsulen. Lalu siklus kedua yang gw benci adalah anestesi. Permintaan gw saat pembagian tempat siklus anestesi adalah "dimanapun tuhan, asalkan jangan di RS atm*jay* (sbut saja RS A). Dan saat pembagian siklus pun diumumkan, betapa lemasnya gw saat tau gw anestesi di RS A dan hanya bertiga which was mean tiap kali jaga, hanya ada 1 koas yang stand by... errrr... Pasrah. Satu-satunya kata yang tersirat dan memang harus begitu adanya. Mau komplain juga ga bisa. (̾ ˘̶̀̾̾ ̯˘̶́̾ ̾̾̾)̾ Lalu semua itu perlahan hilang,ketakutan kecemasan, hilang smua deh. Karena ternyata kita gak bener2 bertiga, ada 1 koas yang menjalani periode her saat itu, setidaknya membantulah karena bisa ngarahin ini itu dan dia pernah menjalani sebagai koas anes di RS A ini sebelumnya. Dan ada kabar bahwa ada observer juga saat itu di bagian anestesi, ga tanggung-tanggung gw dianugerahi 4 orang observer baik hati dan pandai :) yaa memang agak sungkan karena ga semuanya kenal baik. Bahkan ada yang ga pernah tegur sapa sama sekali dan dipertemukan di anestesi ini. Semua pandangan di awal amat sangat berubah, 4 dokter observer sungguh sangat baik,humoris,pintar dan sangat membantu terutama saat presentasi case. Setiap dokter observer membimbing 1 koas intinya. Berkat mereka pun gw jadi tau ternyata anestesi ga cuma sebatas obat obat dan obat, karena banyak sekali yang bisa dilakukan seorang anesthesiolog. Sungguh, merasa terberkati sekali memiliki mereka saat siklus anestesi. Dari yang ga tertarik sama skali, jadi sangat tertarik membaca dan mencari ini itu tentang anestesi. Superthanks dokter dokter observer :) Dan papi pun ga semenyeramkan yang dibicarakan di dunia persilatan RS A. Beliau sosok yang patut dicontoh dan dikagumi. He is talkative and full of experience. He is open-minded and also memorize everything in detail. Wow!! Sungguh suatu kebanggaan boleh dapet ilmu dari beliau, tak terlupakan dan tiada duanya. Even He is a famous men outside RS A, seems like semua orang mengenal dia. Patut dicontoh si papi yang satu ini. Anyway, meskipun gw sempet her di siklus ini, bukan merupakan suatu kegagalan, tapi ada rasa syukur juga dibalik her ini, karena diperbolehkan belajar lagi dan lagi di bidang anestesi. Tapi cukup skali saja mengulang hahaha ga perlu yang kedua kali. Ya bgitulah contoh kecil dari never say I Hate you :) simple tapi nyata. So, never truly bilieve in what u've heard before it happen to you. Everything is good when u see in the positive way. Good luck,people! Happy valentine's day anyway :)
Don't blame it.
Ketika dua insan bertemu dan seberkas bibit kenyamanan tumbuh di antara mereka untuk kemudian nantinya bibit itu berkembang menjadi bunga Cinta, saat itulah kedua insan merasa bahagia. Bahagia karena ketika dimana si A berada, pasti si B ada di sampingnya, mendampingi dengan sepenuh hati. Bahagia karena ketika semua orang menyalahkan si A, si B tetap ada hadir di sisi si A untuk tetap memberi dukungan. Bahagia karena ketika si A bergembira, si A tahu kemana Ia harus membagi kebahagiaannya tersebut. Bahagia karena ketika si A sedih, Ia tau kepada siapa Ia harus berkeluh kesah. Selayaknya sebuah tanaman. Tanaman pun akan layu dan akhirnya gugur jika tidak ditopang dengan keberadaan pupuk dan air yang memadai. Begitu pula Cinta ketika tiada lagi bumbu seperti kepercaayn, kejujuran, kesetiaan dan slaing terbuka, cinta itu perlahan-lahan akan memudar. Akan hilang. Tetapi akan membekas. Bekas yang sulit untuk dihapus. Bagaimanapun juga tanaman itu pernah ada dan mewarnai kehidupan. Tanaman itu pernah hidup, memberi kasih, canda dan tawa. Tanaman itu pernah memberikan goresan luka dan pelajaran hidup yang tak terlupakan. Bukan manusia yang memutuskan hubungan, bukan juga Tuhan. Semua karena emosi semata, menginjak-injak logika. Semua janji, semua perkataan manis, semua kenangan indah, ya hanyalah kenangan. Yang hanya mampu manusia kenang tetapi tidak dapat diulang. Jika benar tanaman itu pernah exist, pasti sulit untuk menggantinya dengan tanaman lain. Pasti sulit untuk membuat tanahnya gembur kembali. Pasti sulit untuk membangun kepercayaan lagi. Pasti takut kalau sewaktu-waktu tanaman itu akan gugur kembali. Lebih baik membiarkan tanah itu kosong. Tenang dan damai tanpa sesuatu yang mengganggu sehingga tanah itu tidak perlu lagi merasakan bagaimana suka duka ketika ada tanaman yang tumbuh di dalamnya. Biarlah tanah itu tenang, jangan diganggu. Lebih baik begitu. Karena bagaimana pun juga, suatu bekas tidak akan pernah hilang, akan selalu membekas dan tidak pernah terlupa. "don't blame it" why? Jangan salahkan cinta. Karena cinta datang tidak kenal tempat, waktu, maupun jenis manusia. Semua bisa memiliki cinta. Ya. Jangan salahkan cinta. Ia tidak berdosa. Salahkan waktu saja. Mungkin waktunya tidak tepat, mungkin waktunya terlalu lama. Dan salahkan juga keadaan...
Haloo
Lumayan sering gw nulis blog tapi kayaknya sangat jaranggw bercerita tentang aktivitas sehari-hari hehe.. Okeh, let’s begin. Gw adalah seorang koas *untuk saat ini*. Apa itu koas? Koas atau dokter muda sih tepatnya, adalah suaru jenjang yang kudu dijalani kita *gw maksudnya* setelah 3,5 taon menjalani dunia perkuliahan di fakultas kedokteran, trus diwisuda, trus dapet gelar S1, trus kudu menjalani koas selama 2 taon. Pasti masih belom mudeng juga deh apa itu koas. Dari sebutannya aja seharusnya udah ketauan sih kerjaannya apa. Dokter muda. Udah dokter, tapi masih di bawah bimbingan dokter yang lebih senior. Nah, itu mungkin lebih menjelaskan (semoga). Gw pribadi ada di titik 1,5 taon koas, it means sebentar lagi sumpah dokter. Bisa langsung praktek dong? Seharusnya bisa sih, tapi ada peraturan baru yang menetapkan kita *gw* kudu ikutin internship dulu 1 taon *semoga tetep 1 taon. Boleh kurang, tapi jangan nambah waktunya plis*. setelah 1 taon. Internship baru deh sumpah dokter dan dibubuhkan gelar dr. Di dpan nama gw *bangga hehehe*. untuk internship kayaknya nanti aja dibahasnya, toh masih 6bulan lagi hoho… Koas ini sebenarnya ga memberatkan sih, dan memang harus kudu must have dijalani supaya bisa ngerti dan memahami bagaimana menjadi dokter yang baik, bagaimana melayani dan menyembuhkan pasien. So, jangan ngeluh dulu kalo harus koas 2taon. Menyenangkan kq, yakin deh. Melelahkan sih, tapi trust me it was not useless. Setidaknya setelah gw menjalani kira-kira 10 siklus dan sekarang lagi praktek di puskesmas. Wow. Thanks God gw bisa sampe di titik ini :). Menjadi dokter itu profesi, pelayanan. Ga munafik sih dan bukan materialistis, semua orang butuh uang. Gw udah merasakan juga gimana rasanya keyika liat pasien dateng, trus gw treat, dan pasien itu sembuh trus ngomong “trimakasih ya, dok" wah, ga terbayarkan deh rasanya. Serasa semua pengorbanan yang gw lakuin sama ini *jarang libur, ga ada waktu kosong, kurang tidur, capek, lusuh2an, ga mandi, jaga malam, dll* terbayarkan.
Hidup bukan rumus
Hidup memang sulit... Entah itu persepsi atau memang sult beneran...entahlah... Kita harus menjalani hidup sesuai dengan kemauan kita sendiri, tapi tanpa menyinggung perasaan orang lain, bahkan kadang harus mengorbankan kepentingan kita sendiri untuk menyenangkan orang lan, ya itu lah yang dinamakan cinta... Untuk itu, lihatlah orang lain apakah mereka tersinggung dan bagaimana mereka menganggap kita... Tetapi terkadang ada suatu saat dimana kita tidak perlu memperdulikan apa yang orang lain katakan mengenai diri kita...karena hanya melelahkan pendengaran dan membuang waktu...jadi dalam berbuat harus pintar2 menerima teguran dan pendapat yang dilontarkan orang lain... Hidup memang tidak sendiri... Sekalinya melakukan hal yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, hukum rimba bertindak, orang itu kalah dari populasi mayoritas... Tapi terkadang juga ada kelompok minoritas yang diterima karena inovasi yang dilontarkan sehingga menimbulkan kesempatan baru di populasi mayoritas... Wow, luar biasa hidup ini berjalan...tidak ada rumus atau angka pasti yang menggambarkan apa itu hidup... Bukan seperti 1 + 1 = 2.
Just break, burn, and end...
Everyone has their own choice(s)
Yap. Semua orang memiliki pilihan. Pilihan untuk tidak memilih, dipilih dan memilih. Pasti ada risiko atau konsekuensi di balik setiap pilihan. Pilhan untuk mencintai tetapi tidak memiliki pilihan untuk dicintai. Pilihan untuk mengikuti arus atau membuat suatu perubahan. Pilihan untuk menyendiri dan bermasyarakat. Yap. Smua orang bebas menentukan apapun pilihan mereka, di saat apapun, di keadaan yang bagaimana pun, dan bersama siapapun. Tetapi tidak semuanya bisa dipilih. Memutuskan hubungan yang sudah terjalin lama pun merupakan pilihan. Pilihan untuk mencari hidup yang lebih baik, suasana yang lebih baik, dan dengan pasangan yang tentu saja lebih baik. Ambil positifnya saja lah dari setiap pilihan. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, yang benar adalah pilihan yang tepat atau tidak tepat. Semuanya depends on person. Kesalahan dari memilih suatu pilihan juga bukan suatu kesalahan sebenarnya namun lebih tepat dikatakan sebagai ketidaktepatan. Pasti ada suatu pelajaran yang kita petik di balik ketidaktepatan itu, yakni supaya nanti jika dihadapkan pada pilihan yang sama, sekiranya kita pernah menjalani salah satu pilihan dan mencoba pilihan lain. Ya, hidup memang serumit itu. Bisa sih jika dijalani datar tiap harinya, tanpa warna. Itu pilihan masing-masing orang. Skali lagi, itu pilihan juga :)