Kalau sabar bukan buatan Allah, percobaan pertama aja pasti udah babak belur.
Fai_Ryy
noise dept.
🩵 avery cochrane 🩵
The Bright Sessions

tannertan36
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Color Me Curious
Cosmic Funnies

bliss lane

Discoholic 🪩

Jimmy Eat World
🪼

pixel skylines

@theartofmadeline

#extradirty
tumblr dot com
Sweet Seals For You, Always
Today's Document

if i look back, i am lost
Mike Driver

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Colombia
seen from Philippines

seen from China
seen from Morocco
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Hungary

seen from Colombia
seen from Philippines

seen from United States

seen from Ukraine

seen from Germany
seen from United States

seen from Colombia
seen from Georgia

seen from Singapore
seen from Germany
seen from Spain
@miltaaisyah
Kalau sabar bukan buatan Allah, percobaan pertama aja pasti udah babak belur.
Beberapa waktu kebelakang aku menyimpan sebuah perasaan aneh yang tidak tahu bagaimana mengungkapkannya, hingga berakhir hanya dengan sesak nafas dan air mata berlinang.
Sampai pada Allah kasih solusi yang gak pernah terbayang sedikitpun. Ternyata ada yang lebih tinggi perihal memahami kita selain diri kita sendiri yaa, Allah tahu aku harus menyelesaikannya maka Allah bantu dengan cara paling menakjubkan.
#06082023
Jadi penumpang emang ga punya kuasa bahkan untuk hal sesederhana menata jemuran baju. Sepele keliatannya kan? Tapi kadang ada moment hal sepele gitu jadi ngaruhin mood karna merasa keputusan sendiri gak dihargai.
#06082023
Jadi Ibu
Dear sobat-sobat lajangqu, kalo dirasa sekarang kalian lagi menghadapi sesuatu yang berat entah itu masalah karir, hubungan, keluarga, pertemanan dan semacamnya. Aku mau spill dikit kalo nanti didepan kalian akan menemukan sesuatu yang lebih berat dibanding masalahmu sekarang yaitu ketika jadi ibu.
Gak mudah ternyata yaaa
Kamu bahkan kehilangan diri kamu sendiri mulai dari fisik dan rohaninya. Dimulai dari perubahan fisik akibat hamil dan melahirkan, tidak ada waktu untuk merawat dirimu walau sebentar.
Waktumu 24/7 ditempelin makhluk lucu yang melelahkan tapi menyenangkan. Apalagi kalo si anak udah kenal kita ibunya, paham kalo ini yang ngasih dia kehidupan. Jangan harap kamu bisa melakukan aktivitas dengan tenang. Makan aja sekarang yang penting tinggal hap hap kunyah kenyang selesai, gak peduli dan gaakan sempet kasih review makanannya.
Belum lagi dilema, di rumah terus suntuk tapi kalo pergi-pergi juga males karna harus bawa banyak barang, nyesuaiin sama jam tidur anak belum harus jadi paranormal cuaca. Pokoknya sebelum pergi juga udah cape deh. Cape bayanginnya:')))
Kalo sesuatu terjadi sama anak entah itu sakit, tumbuh kembang gak sesuai, sejujurnya sebelum disalahin banyak orang ibu udah nyalahin dirinya sendiri. Makanya gausah ditambahinnnn cukup!
Tapi tapi dibalik secuil huru hara menjadi ibu itu kalian akan menemukan definisi kebahagiaan baru setelah kalian punya anak. Bahagiaanya bisa jadi bahagia yang belum pernah kalian rasain sebelumnya padahal cuma dari hal sederhana seperti anak kalian senyum.
So, tolong jangan pernah komen apapun selain hal baik buat ibu-ibu yang rajin update tentang anaknya. Karena bisa jadi itu adalah kebahagiaan yang berharga buat dia saat itu.
Kaget banget liat isi beranda tumblr yang asing, tapi pas baca lagi tulisan sendiri "tempat pulang yang masih sama"
Sebelum lagu Hati-hati di Jalan rilis, lagu milik Fabio Asher lebih dulu mencuri hati banyak orang karna penggalan liriknya yang menyayat hati seperti ini : "andaikan kau tahu rasa sayangku melebihi rasa sakit ini".
Ada kalimat serupa yang lebih indah pernah aku dengar dari Habib Jafar katanya "Kasih sayang Allah itu lebih besar dibanding murkaNya". Kalimat tersebut didukung kuat oleh cerita yang sudah sering kita dengar tentang seorang wanita pelacur yang masuk surga karena memberikan air untuk anjing yang kehausan di akhir hidupnya.
Kalau kita bayangkan penggalan lirik tersebut diucapkan Allah untuk setiap hambaNya. Lantas setiap tindakan memperbaiki diri kita semata-mata hanya untuk membalas kasih sayang Allah yang sudah dan akan selalu kita nikmati. Hubungan cinta yang terbentuk akan menjadi hubungan paling indah yang pernah kita rasakan.
"Uuu...uuhhh and you gonna be happy, uuu..uuhhh and you gonna be happy, uuu...uuuhhh and you gonna be happy" potongan lirik Zero O'clock menjadi mantra untuk secuil harapan.
Hari-hari Milta (3)
Waktu masih gadis dulu (cielah) kayaknya paling males banget kalau diajak pergi ke pasar. Pas udah nikah ternyata pasar menjadi tempat yang paling sering dikunjungi. Nalurinya jadi keluar dengan sendirinya.
Tapi tergantung, pasar bisa menjadi tempat yang menyenangkan ketika isi dompet masih penuh. Berubah menjadi tempat yang menegangkan ketika isi dompet menipis, sepanjang belanja kayak ikutan kuis Who Wants To Be A Milioner, kalau salah pilih (beli yang gak perlu) duit hangus haha makanya sambil jalan keliling pasar otak juga ikut jalan, ngitung uang tersisa dan apa aja yang harus dibeli buat makan 1 minggu.
Padahal beli sesuatu yang gaada di list belanjaan justru seru. Beli karna pas lewat kecium harumnya, beli karna pas lagi gak bisa jalan saking penuhnya orang, atau beli karena gak sengaja ngeliat baru diangkat dari penggorengan. Semacam godaan duniawi yang justru memberikan orang lain kehidupan.
Ada satu cerita, waktu itu dari rumah udah niat pengen beli kue pukis di pasar, berhubung yang jualan pukis ada di jalur yang berbeda dari arah pulang, aku kearah tukang pukis dulu biar gak jadi bulak-balik. Sayangnya, hari itu amang-amang tukang pukis kesiangan buka lapak, akhirnya aku keliling dulu belanja kebutuhan yang lain dan pergi lagi kearah jalan tukang pukis. Waktu lewat kedua kalinya ke jalan yang jualan pukis, harum mangga dari yang jualan buah-buahan memberhentikanku, padahal beli buah gak ada di list belanjaan waktu itu. Aku tahu ternyata yang berhentiin aku bukan caum wangi mangganya tapi hati penjualanya juga, karna ternyata yang jualnya baik bukan cuma sekedar biar jualannya laku aja. Jadi aku beli mangga untuk di jus, aku sotoy lah milihin mangga sesukaku waktu mau dibayar aku bilang mangga ini untuk dibikin jus, tapi si penjual dengan baiknya bilang kalo aku salah pilih mangga dan diganti ke jenis mangga yang cocok buat dibikin jus yang mana harganya lebih murah dari mangga yang udah aku pilih sebelumnya.
Coba kalau hari itu si amang pukis gak kesiangan, mungkin yang jual mangga gak akan dapet rizki dari aku. Gak jarang pulang dari pasar dibikin tertegun sama cara kerja rizki, bener-bener gak terduga.
Seperti salah satu ayat favoritku "Tidak ada satu makhlukpun di dunia yang tidak Allah jamin rizkinya". Masya Allah.
#31102021
standar bahagia
waktu saya masih mahasiswa, bisa makan nasi alo (semacam nasi gila) seharga tujuh ribu saja rasanya luar biasa. pada kesempatan spesial, saya akan memilih menu sate setengah porsi--dan itu sangatlah mewah. saat-saat itu, standar senang dan bahagia saya sangat sederhana.
mungkin juga, itu karena saya nggak kenal makanan-makanan yang kelewat mahal. pilihan tidak banyak tapi tidak pernah terasa kurang atau membosankan.
sekarang saya sudah berpenghasilan. sudah bisa pakai baju yang lebih bagus, pakai skincare yang lebih oke, punya gadget yang lebih mumpuni, memilih makanan dari resto-resto. tetapi hei, mengapa rasanya tidak se-wah dulu ya? makanan enak mahal biasa saja nikmatnya. bermenit-menit bingung ingin pesan apa melalui online food delivery, ujung-ujungnya masak telor ceplok dengan kecap. mengirit iya, tetapi lebih besar karena bosan dengan pilihan yang ada.
saya pikir-pikir, punya standar bahagia yang sederhana itu justru anugerah. tidak punya banyak keinginan duniawi itu anugerah. tidak memimpikan benda-benda yang kalau dipikir-pikir manfaatnya tidak seberapa itu anugerah.
maka, yang menjadi tantangannya adalah bagaimana agar kita tetap punya standar bahagia sederhana.
gaya hidup yang naik itu selalu nggak kerasa. oleh karena itulah, secara berkala kita perlu mengaudit gaya hidup kita sendiri. berlebihan nggak ya. bisa lebih sederhana saja nggak ya. seperlu itu nggak ya.
tidak, ini tidak hanya untuk berhemat dan menabung lebih banyak. maksudnya, ini supaya kita tetap mudah dibuat bahagia. kini saya berusaha mengajak diri sendiri. yuk, turun satu dua anak tangga gaya hidup untuk naik sangat banyak anak tangga bahagia.
Meski tidak ada yang tau takdir akan membawamu kemana. Sejatinya, kamu selalu berada di tempat terbaik menurut-Nya, bukan menurutmu.
#07102021
Hari-hari Milta (2)
Patah hati suami istri baru tuh cuma 1, datang bulan. Kebanyakan pasangan yang baru nikah pasti berharap langsung dikasih kepercayaan buat punya anak. Tapi jalan setiap pasangan suami istri yang baru nikah tuh kan gak sama ya.
Aku kebetulan nikah pada saat jadwal datang bulan, jadilah banyak yang berharap langsung dikasih 2 garis merah pada bulan pertama pernikahanku.
Tingkat kepedean akupun meningkat dengan begitu. Harapan itu semakin kuat karena aku yang tidak mempunyai terlalu banyak kegiatan, aku butuh teman.
Bulan pertama dan kedua yang drama. Aku merasa ada yang aneh sama tubuhku, ko jadi cepet capek padahal gak ngapa-ngapain, terus kalo tiap pagi tuh rasanya pengen muntah, kadang pusing gak ketulungan. Berdasarkan keanehan itu, aku tes sebelum jadwal datang bulanku dua kali masing-masing sekali per bulan, duaduanya 1 garis. Aku menertawakan diri sendiri, ko bisa-bisanya berulah sendiri haha karena heran kenapa aku kaya gitu padahal gak hamil. Aku yang terlalu mendramatrisir sepertinya, karena 2 bulan pertama jadwal datang bulanku lancar jaya.
Menuju bulan ketiga pernikahan jadwal datang bulanku gak lancar, tentu itu menjadi angin segar buat semua orang. Sampe di hari ke 7 terlambat datang bulan dan aku coba tespack aku langsung nangis kejer liat hasilnya. Bukan, bukan nangis terharu tapi menangisi kepedeanku. Hasilnya 1 garis. Semenjak saat itu aku mencoba memperbaiki apa yang mugkin seharusnya gak terucap atau terjadi. Biar sakit hatinya ini gak keulang lagi.
Jawabannya cuma 1, pasrah. Menuju bulan keempat aku lebih santai menghadapi jadwal datang bulanku yg lagi-lagi terlambat beberapa hari, menikmati tanda-tanda datang bulan yang sebelumnya aku campakan karena berharap besar untuk hamil.
Pada akhirnya semua kembali pada skenario Allah kan?
Insya Allah ya, aku percaya dikasih kepercayaan di waktu yang tepat.
#27092021
Hari-hari Milta
Hai...
Sudah lama ya, dilihat dari tulisan terakhirku itu 1 bulan sebelum aku menikah. Sekarang sudah 3 bulan lebih pernikahan itu terlewati. Iya, sudah 3 bulan lebih aku menyandang status istri, yang tidak bekerja, hanya tinggal di rumah bersama mama mertua.
Rasanya? Luarbiasa.
Kalau kata orang 3 bulan pertama pernikahan adalah hari-hari semanis madu. Untukku tidak selalu karena aku kayanya sering nangis 3 bulan terakhir ini, kenapa? Kurang bersyukur.
Dulu aku kira kehidupan menjadi seorang istri yang tidak bekerja, hanya mengurus suami, anak dan rumah kemudian mempunyai banyak waktu luang untuk bersantai, menekuni hobi, belajar hal-hal baru adalah menyenangkan. Itu pikiranku dulu ketika menjadi pegawai yang sudah jenuh dengan rutinitas pergi terang pulang gelap, dimarahi atasan, kerjaan numpuk, dikejar-kejar deadline, belum lagi waktu itu aku sambil menjadi seorang mahasiswa, jadilah kehidupanku sekarang menjadi impian besarku.
Ternyata, apa yang aku pikirkan tidak selalu berjalan sama. Karena sebelumnya kegiatanku banyak sekali kemudian sekarang semua hilang, membuatku malah menjadi sangat tidak produktif, awal-awal menikmati kesantuy-an ini dengan hanya scroll sosial media, nonton drakor, belajar masak seadanya, beres-beres rumah juga gak semua bagian karna mama mertuaku udah ambil alih, lama-lama kebablasan sampe rasanya otak aku udah gak berfungsi haha. Makanya aku nangis aja lah, tidak terima dengan kenyataan yang berbanding jauh dengan apa yang aku bayangkan dulu.
Sebelum akhirnya otakku karatan sepenuhnya, aku rasa akan aku pakai untuk sering menulis disini mulai sekarang. Walaupun yang ditulis pasti yaa gitu-gitu aja kehidupan berumah tangga sepasang anak muda yang sedang menanti momongan, do'ain segera yaaa :)
#16092021
Surat untuk Masa Depan
Ditulis untuk orang yang kelak akan memanggilku ibu.
Dengan tangisan yang tertahan ketika menulis ini, mungkin kamu gaakan percaya kalau sudah banyak sekali yang aku korbankan bahkan jauh sebelum kamu terbentuk dan akan seterusnya begitu. Tapi gapapa ko, kamu gak perlu merasa kasihan, karena satu hal yang harus kamu percaya bahwa itu semua dilakukan dengan tulus.
Yang terlihat mungkin aku begitu menyedihkan karena harus mengubur banyak mimpiku dalam-dalam padahal yang akan terjadi adalah kita akan membangun mimpi baru bersama. Ya kan nak?😊
#07052021
H-1 bulan sebelum ibumu menikah.
Permisi, disini apa kabar?
Walaupun sudah berganti tahun pada hari kelima, tapi tangan belum terbiasa menulis angka baru di tulisan angka tahun. Jadilah ritual awal tahun yang lazim terjadi adalah menebalkan angka terakhir pada angka tahun yang baru.
Sedangkan di sudut ruangan sana sudah menumpuk kalender tahun lalu di tempat sampah sejak 5 hari yang lalu.
Begitukah konsep dari melupakan saat ini? Membuang yang terlihat, padahal tetap tinggal di hati. *ups
#05012021
"Duuuaaaaaaaa" namaku dipanggil dengan cukup keras yang selanjutnya akan disusul dengan sebuah perintah.
Iya, namaku dua, kata dua memang tertulis di rentetan namaku. Keluarga ini terlihat cukup unik, anaknya diberikan nama sesuai urutan mereka lahir. Abang satu dan adik tiga adalah saudaraku. Tentu saja aku anak kedua, yang bernasib menjadi pesuruh abangku yang sok berkuasa dan harus menjadi pelayan yang baik untuk adik kecilku. Aku tidak mengerti kenapa di keluarga ini sepertinya hanya aku yang bisa seenaknya disuruh-suruh. Aku benci angka dua.
Sejak kecil aku suka dengan kompetisi, berbagai lomba aku ikuti tapi sekuat apapun aku berjuang aku hanya bisa menjadi juara kedua. Bukankah itu seperti sebuah kutukan dari namaku sendiri? Benar apa yang sering orang bilang "yaaa namanya juga dua, gaakan pernah jadi satu". Aku semakin benci angka dua.
Sepanjang 20 tahun hidupku, patah hati terberatku ketika aku tahu kenyataan bahwa ibuku hanya istri kedua dari seorang laki-laki yang aku panggil ayah. Waktu itu umurku 13, cukup paham dengan situasi yang terjadi. Tapi seberapa pahamnya akupun tidak bisa mengubah status ibuku hingga sekarang. Aku sangat benci angka dua.
Ketika aku sangat benci dengan namaku sendiri. Aku bertemu seorang laki-laki di gerbang sekolah ketika hari pertama masuk dengan seragam putih abu. Dia anak pertama dan satu-satunya, sejak kecil terbiasa hidup sendiri karena kesibukan kedua orang tuanya, membuat dia juga jadi tidak terbiasa berteman dengan banyak orang. Disaat aku menjadi pesuruh di rumahku, aku menjadi tuan putri ketika bersamanya, memastikan aku selalu baik-baik saja, selalu mendengarkan apapun yang keluar dari mulutku.
"Kalau kamu benci dua, tolong kasih aja ke aku, aku butuh dua agar tidak merasa sendiri terus." Namanya Sorangan, yang katanya butuh dua dihidupnya.
#02012021
Ada yang sakit hati pada manusia, namun Tuhan yang ia jauhi. Ada yang tak pahami dirinya sendiri, namun Tuhan yang ia salahi. Ketika Tuhan tidak lagi menjadi pilihan untuk kembali, maka kemana lagi akan mencari?
@awbyan x @creativemuslim