Sejujurnya, aku bukan seseorang yang mengedepankan persepsi tentang betapa pentingnya teman. Bagiku keluarga tetap yang utama, selalu dan terus menjadi prioritas dalam pilihanku. Tentang apapun itu, kalo mengkait urusan keluarga aku pasti memilihnya, dan juga hanya keluarga yang selalu berhasil membuat sedih karena rindu.
Namun nyatanya persepsi bahwa teman hanya sekedar teman dan bukan apa-apa itu salah, sebab hakikinya teman bukan hanya orang yang sekedar menemani, tapi juga menjaga, menolong, menjadi tempat curhat, dan yang terpenting ia ada mendampingi di saat keluarga menjadi orang terjauh dari sisi kita.
Nyatanya menganggap teman sebagai orang asing itu keliru, karena keberadaannya untuk kita sama dengan keluarga. Yang kadang berperan menjadi ibu, atau kakak, atau adik, yang kemudian membuat nyaman.
Lalu, persepsiku beralih menjadikan teman sebagai keluarga.
Tapi, pernahkah merasa jauh? Atau merasa seakan kamu melupakan teman lama?
Jarang menyapa, tidak pernah menghubungi untuk bertanya kabar atau melakukan basa basi lainnya?
Mungkin sebagian ya, atau tidak. Mungkin sebagian dari kita ada yang tidak pernah memutuskan kontak dengan teman lama, dan sebagian lainnya memilih untuk jauh, atau karena bingung mencari bahan obrolan mungkin, seperti aku yang tidak suka basa-basi, karena menurutku awalnya basa-basi itu sampah, yang ada hanya membuat kikuk dan membuat obrolan ngalor ngidul.
Tapi nyatanya, kita membutuhkan basa-basi itu.
Basa-basi untuk sekadar bersapa hai, menanyakan kabar, alih-alih bilang rindu. Lewat basa-basi itu koneksi dengan teman lama kembali terbangun, setidaknya menunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak lupa, dan untuk menampiskan kata ‘ sombong ‘ yang terkadang mangkir di kolom komen sosial media kita.
Lalu sejak saat itu, aku berjanji dalam diri untuk berbasa-basi kepada beberapa teman lama yang sudah lamaaaa sekali tidak pernah kusapa
‘Assalamu’alaikum...’ ‘ Haiii, apaa kabaarr?’ ‘ Kuliah dimana sekarang?’ ‘ Ecaaa,, Fajrii,,, Sintyaa,,,Nisaa,,Sanah,,Jelyyy’
Hingga sapaan nama-nama yang akrab sekali dulunya aku panggil, dan semua itu membuat aku sadar, bahwa aku sebenarnya merindukan mereka.
‘ Udah lama gak ketemuu :((‘ ‘ heiii, kangennn ’ ‘ ketemuan yuk, kamu ada waktu kosong kapan?’
Sebagian dari mereka menjawab dengan antusias, sebagian lagi mungkin sibuk hingga pesanku yang sudah terkirim belum juga terbaca
Lalu setelahnya, aku merasa benar-benar rindu.
Aku merindukan teman lama yang jarang kusapa, aku rindu kenangan bersama mereka, kelucuan dan tawa yang dulu rasanya begitu menyenangkan. Sekarang susah sekali digapai ya?
Tapi yang tepenting saat ini, mulailah berbasa-basi, kirim sapaan terbaikmu pada teman lama yang sangat kau rindukan, tidak peduli pesan itu terbaca atau tidak.
Setidaknya, rasa rindu bisa diobati dengan sapaan, alih-alih jika hasilnya membuahkan pertemuan dan menghadirkan percakapan hangat seperti dulu lagi, tertawa bersama lagi, membuat kenangan lagi.
Maka mulailah menyapa, tanyakan kabarnya, obati rasa rindu yang membuat sesak itu. Jangan menunggu waktu terurai lama lagi sampai kamu benar-benar melupakan teman lamamu. Bangun lagi koneksimu dengannya ya, sapa mereka dengan cinta.