Shifting Perubahan dari ibu satu anak menjadi ibu dari dua anak cukup mengejutkan saya. Tidak se-eye opening…

Kaledo Art

★

JBB: An Artblog!
Alisa U Zemlji Chuda
Show & Tell

izzy's playlists!

tannertan36
tumblr dot com

titsay

❣ Chile in a Photography ❣

pixel skylines
Three Goblin Art
Lint Roller? I Barely Know Her
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
YOU ARE THE REASON

No title available
dirt enthusiast

⁂
cherry valley forever

#extradirty

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia

seen from United Kingdom
seen from Spain
seen from Malaysia
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Indonesia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from North Macedonia

seen from United States
seen from United States
@mind-fingers
Shifting Perubahan dari ibu satu anak menjadi ibu dari dua anak cukup mengejutkan saya. Tidak se-eye opening…
My Planned VBAC Journey
My Planned VBAC Journey
Orang bilang, kelahiran anak biasanya punya “cerita”-nya masing-masing. Buat saya yg punya riwayat persalinan lama, berujung macet, dan c-section, sebenernya ga berani berekspektasi untuk bersalin secepat kemarin. Saya pikir dgn planned VBAC ini, bisa ngerasain mules dan bukaan nambah aja kyknya bakal bersyukur bgt😅 Mengingat dulu pembukaan stuckmeski udah diinduksi 2 hari 2 malem dan ga ada…
View On WordPress
Acceptance
As someone with prior birth trauma, I found myself this quote really good. “Improving our life hinges not on our ability to turn lemons into lemonade, but on learning to stomach lemons better.” -Mark Manson, The Subtle Art of Not Giving A F*ck. Yes, that acceptance. It’s all about learning to bear with every sensations that might come during and after the labor in a proper way possible.
View On WordPress
Tentang INTERLAC® Si Teman Baik Ususku
Tentang INTERLAC® Si Teman Baik Ususku
Menyambung postingan kemarin tentang cemplu yg mau adek, otomatis bikin saya inget masa-masa kehamilan. Satu hal yang paling nempel di otak tentang kehamilan pertama saya dulu adalah sembelit! Yup, waktu itu saya sembelit selama 9 bulan. LOL. Makanya nih kalau tiba-tiba sembelit saya suka wondering jangan-jangan saya hamil. Jadi, selain telat datang bulan, sembelit juga bisa jadi salah satu…
View On WordPress
Mau Adek! Kalo liat bayi, cemplu ini melting-nya melebih-lebihi saya yg ibu-ibu 😀 Dia selalu seneng liat bayi ato batita.
Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak
Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak
Last week, cemplu has been through a lot. Ya imunisasi, ya kunjungan pertama ke dokter gigi. Tapi, Alhamdulillah semuanya ia lewati dgn berani. Couldn’t be prouder! *hatsoff. Padahal kalo tau riwayat hubungan cemplu sama tindakan medis, waduh ga kebayang deh minggu lalu bakal rewelnya gimana. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin ia gede, ia semakin bisa mengatasi kekhawatirannya menghadapi…
View On WordPress
Finally, A blog post.
“You don’t find time, you make time”, -Dinda Utami Beberapa hari lalu baca-baca artikel Mommies Daily dan merasa tersindir dengan kutipan itu 😀 Kalau di artikel aslinya itu tentang olah raga, pikiran saya malah melayang ke blog ini. Well, it’s been almost a year that this blog sail slowly, too slow. Dan yg selalu ada di pikiran saya adalah “duh ga sempet”, padahal sih ya emang ga nyempetin -__-…
View On WordPress
“The meaning of life is to find your gift. The purpose of life is to give it away” -Pablo Picasso
Belakangan ini, saya lagi tertarik banget sama yg namanya konsep Fitrah Based Education. Suatu konsep pendidikan anak yg membuat saya semakin tersadar bahwa setiap anak lahir dengan fitrah bakatnya masing-masing. Kalo saya boleh ngutip dari buku “Fitrah Based Education”-nya Ust. Harry Santosa, fitrah bakat adalah bahwa setiap anak memiliki keunikan tersendiri, sifat produktif atau potensi produktif yg merupakan panggilan hidupnya dan akan membawanya kepada peran spesifik peradaban. Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak menemukan potensi tersebut dan menumbuhkannya sesuai tahap perkembangan, salah satunya melalui tour the talents.
Dalam tour the talents, anak diajak untuk mencoba berbagai kegiatan, mengikuti bermacam-macam event, atau mengikuti beragam klub. Ada satu tempat wisata keluarga yg menarik perhatian saya sejak cemplu lahir, yaitu Kidzania. Dari dulu pengen banget ke sini dan baru kesampaian weekend lalu. Sekarang saat usia cemplu udah mencukupi, pas banget ada satu program yg bikin saya penasaran, yaitu Parent’s Experience.
Courtesy: Kidzania Jakarta
Kidzania adalah tempat bermain anak dan keluarga dengan konsep city of kids yg sarat unsur edukasi dan hiburan (edutainment). Di Kidzania ini ada sekitar 70 establishments dengan 110 profesi global dengan setting yg suuuperrr kerennn didukung oleh brand-brand terkait. Jadi feels real gitu pas anak nyoba beragam profesinya. Establishment di sini bisa dimainkan oleh anak usia 2-6 tahun. Yang bikin saya takjub adalah profesinya di sini beragam bangets, mulai dari kerja di pabrik Indomie sampe secret agent ada di sini. Nah, program Parent’s Experience yg hadir sejak bulan April 2017, memungkinkan para orang tua buat ikut main bareng anak. Jadi bisa ikut masuk ke establishment dan berkegiatan bersama. Seru kan kan kan? ⭐
Courtesy: Kidzania
Untuk program Parent’s Experience sendiri, harga tiketnya Rp150.000 (Jumat) atau Rp200.000 (Sabtu&Minggu). Dengan harga tiket tsb, kita bisa explore Kidzania sepuasnya. Karena tiap establishment di sini durasinya 15-30 menit, kita mesti pinter-pinter atur waktu. Bisa mulai dari yg paling kita suka ampe yg unik bikin penasaran. Lebih enak memang kalo seharian, tapi ga usah khawatir karena di Kidzania juga ada tempat makan dan mushola. Kita gak perlu keluar masuk saat main full day 🙂
Barangkali ada ortu yg punya profesi impian tapi gak tercapai atau mungkin penasaran dengan profesi tertentu, bisa banget deh dicoba di sini. LOL. Karena banyak profesi yg bisa dikenalkan dan fasilitas yg oke banget itulah menurut saya Kidzania ini salah satu tempat yg recommended buat tour the talents, semacam mini museum profesi gitulah.
How to Play at Kidzania
Saat kita berkunjung ke Kidzania, kita seolah baru saja mendarat di bandara lengkap dengan pemeriksaan boarding pass dan area pemeriksaan barang. Pembelian tiket dilakukan ticket counter dan kita bakal dipakein gelang khusus yg nantinya akan di-scan tiap masuk ke establishment.
Saat masuk ke Kidzania, kita udah dapet cek senilai 150 Kidzos yg bisa ditukar menjadi cash di Bank BRI Kidzania. So, Kidzos itu mata uang di Kidzania. HAHA! Lucu yah sampe punya mata uang sendiri 😀 Cek ini kita dapet bersamaan dengan boarding pass di pintu masuk. Uang dalam satuan Kidzos ini nantinya bisa ditukar dengan merchandise di Kidzania Department Store pada akhir kunjungan. Merchandise bisa didapatkan mulai dari 100 Kidzos, kalo masi kurang bisa disimpen dulu buat kunjungan selanjutnya 😉
cek sebelum ditukar
cash setelah ditukar
Selain itu, setiap selesai mengikuti kegiatan di establishment, kita bakal dikasih sejumlah Kidzos yg bisa kita kumpulin. Semacam dapet gaji gitu deh, dan tiap-tiap establishment menawarkan jumlah Kidzos yg berbeda tergantung profesinya. Jumlah “gaji” kita ini bisa diliat di tiap pintu establishment bareng keterangan lain, seperti batas usia anak dan lamanya aktivitas.
Weekend kemarin, kita baru bisa dateng sore dan berhasil nyoba 5 establishment yg seru banget. Mengingat kalo ditanya cita-cita cemplu jawabnya dokter gigi, arsitek, dan… moana -__-, jadi kita fokus ke profesi-profesi itu dulu.
Pepsodent Dental Clinic
Masuk ke establishment, kita diberikan pakaian khusus yg sesuai dengan profesi. Untuk ortu yg ikut Parent’s Experience, tidak diperkenankan untuk mengambil gambar di dalam karena akan ikut beraktivitas seperti anak. Jadi di dalem bukannya malah sibuk foto-foto yes 😛 Foto bisa dilakukan oleh keluarga yg menunggu di luar.
Setelah pake baju dokter gigi, kita diajak buat nonton video edukasi dari Drg. Pepso. Abis itu, kita diajak buat praktek gosok gigi pake miniatur mulut & gigi, dan melakukan tindakan pada manekin pasien. Asyik yak! 😀 😀
Yg saya suka dari tiap establishment di sini, anak gak sekedar dikenalkan profesi, tapi juga diedukasi hal-hal yg berkaitan dengan bidang tersebut. Seperti di Pepsodent Dental Clinic, anak gak cuma dikenalkan apa saja yg dilakukan oleh dokter gigi, tapi juga diedukasi mengenai kesehatan mulut dan gigi. Selain itu, anak juga dibiasakan mandiri dengan membereskan kembali peralatan yg dipake dan mengantri. Penting nih!
Bellfoods Nugget Factory
Setelah dari Pepsodent Dental Clinic, kita bertiga cuss ke lantai 2. Sebenernya kita nyari profesi arsitek, tapi gak nemu karena sepertinya belum ada… apalagi moana -__- Nah, di lantai 2 ini, cemplu tiba-tiba tertarik buat masuk ke Bellfoods Nugget Factory. Akhirnya kita masuk deh, dan di dalam ternyata ga kalah seru dari klinik gigi. Di Bellfoods Nugget Factory ini kita diajak buat belajar bikin nugget. Awalnya kita nonton video tentang alur produksi nugget di Bellfoods Factory. Setelah itu, kita nyoba sendiri nguleni adonan dan di akhir sesi tiap peserta bisa dapet 2 potong nugget yg sudah jadi. Nyaam!
Di Bellfods Nugget Factory ini, anak juga dibiasakan untuk menjaga higienitas dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
Dexa Medica Pharmacy
Serupa dengan Bellfoods Nugget Factory, di establishment ini anak dan orang tua akan belajar hal-hal dasar seputar pembuatan obat. Seperti biasa, di awal kunjungan peserta akan menonton video yg kali ini dipersembahkan oleh Stimuno. Setelah itu baru deh praktik membuat obat dengan panduan petugas di tempat.
Obat-obat yg berhasil kita buat akan dibungkus dan dikasih keterangan di bungkusnya. Mirip bikin obat beneran deh. Namun, mainan obat tersebut hanya untuk disimpan oleh pihak apotik. Jadi gak dibawa pulang oleh peserta.
Urbano Living Room
Setelah menjelajah tiga establishment, kita melihat sesuatu yg unit di Urbano Living Room. Gak kayak di tempat-tempat sebelumnya, di sini kental banget suasana homey-nya. Jadi Urbano Living Room ini semacam protoype rumah di Kidzania. Ada beberapa sofa, piano, dan rak buku yg dipenuhi buku-buku anak baik lokal maupun impor. Lebih seru lagi, di sini juga ada pertunjukkan boneka (puppet show) yg dibawakan oleh petugas jaga.
Anak-anak seneng banget lesehan dan nyantei-nyantei di sini. Establishment ini bisa dimasuki oleh anak usia batita. Di situ anak dan orang tua bisa beristirahat sejenak, leyeh-leyeh, dan main mainan edukasi yg tersedia. Selain buku dan alat musik, tersedia juga wooden toys yg bebas digunakan oleh anak.
Nursery Room at Pocari Sweat Hospital
Ini adalah establishment terakhir yg kami kunjungi hari itu. Setelah istirahat dan sholat maghrib, kitapun mengunjungi Pocari Sweat Hospital. Sejak pertama kali bilang ke cemplu kalo kita bakal main di Kidzania, dia tertarik banget sama Nursery Room yg ada di hospital-nya. Dan bener aja, ini satu-satunya establishment di mana cemplu gak berhenti senyum sepanjang kegiatan. Girang banget, bok! LOL.
Di Nursery Room ini, kita gak nonton video sama sekali. Pertama dateng langsung berganti pakaian dan dipandu oleh petugasnya terkait handling newborn. Yes, handling newborn, guys! Ini entah cemplu yg emang keibuan apa dia kebelet pengen punya adek ya. HAHAHA. Tapi cemplu nampak enjoy sekali main sama boneka bayi di situ. Mulai dari belajar mandiin, sampe belajar nimang sambil nyanyi nursery rhymes. Haaa~
Selain belajar ngurus bayi, di Nursery Room ini kita juga diedukasi soal pentingnya ASI lho. Menurut saya ini bagus banget karena menyadarkan anak akan pentingnya air susu ibu sejak dini, yup sejak gadis cilik… wkwkwk.
All in all, meskipun udah ngunjungin 5 establishments, hari itu rasanya belum puas main di Kidzania. Masih banyak profesi yg pengen kita coba. Beberapa profesi ada yg belum bisa dicoba karena usia ato tinggi badan cemplu yg masih kurang, kayak di Bogasari Baking Center dan Garuda Flight Simulator. Next time dateng lagi, mesti deh dicoba 🙂
Dari awal kunjungan sebenernya saya tertarik banget sama pemadam kebakaran yg kayaknya asyik banget. Aktivitasnya sampe keliling naik mobil pemadam dan menyelamatkan kebakaran sebuah gedung. Tapi sayangnya cemplu gak mau nyoba karena suara sirine yg cukup bising dan liat orang lari-lari, jadi dia agak-agak syok 😀 Mungkin belom pas aja usianya kali ya, karena saya liat memang anak-anak yg nyoba usianya >5 tahun.
Gak jauh dari lokasi pemadaman, ada juga Archeological Site yg disponsori oleh Combantrin. Belum kesampaian masuk ke sini, karena tiap lewat pas lagi baru mulai terus jadinya mesti nunggu lama. Bayangan saya, selain bakal belajar tentang profesi arkeolog, main pasir, juga bakal diedukasi soal kebersihan tangan dan penyakit cacingan deh, ya gak sih? 😀 Layout-nya itu lho unik banget bikin penasaran pengen nyoba!
We really need to come by next time buat ngenalin anak profesi yg lebih banyak lagi. Siapa tahu dengan mengetahui banyak profesi, anak akan terinspirasi dan ortupun bisa melihat minat dan bakat anak dari cara mereka enjoying the establishment.
Saat kunjungan selesai, kita akan keluar dari Immigration Office dan kembali ke dunia nyata. HAAAA~ Sampai jumpa, Kidzania! Semoga di kunjungan selanjutnya udah ada establishment buat profesi arsitek ya 😉
Buat yg mau nyoba program Parent’s Experience, bisa dateng di waktu-waktu ini ya:
Senin – Kamis : 09.00 – 16.00
Jumat, Sabtu, Minggu :
Sesi 1 : 09.00 – 14.00
Sesi 2 : 15.00 – 20.00
Ada yg pernah main ke Kidzania juga? Kira-kira profesi apa nih yg jadi favorit ato pengen dicoba? 🙂
Jangan lupa follow sosial media Kidzania untuk tahu info-info terbaru dari mereka ya…
Facebook:
KIDZANIA JAKARTA
Twitter:
@kidzaniajakarta
Instagram:
@kidzaniajakarta
Website:
jakarta.kidzania.com
*This post is sponsored by Kidzania Jakarta
Seru Ikut Main Bareng Anak di Kidzania Parent’s Experience "The meaning of life is to find your gift. The purpose of life is to give it away" -Pablo Picasso…
No Gendong, Plis!
Seiring bertambahnya usia dan berat badan cemplu, maka menggendongnya bukanlah hal yg berada dalam kemampuan saya 😀 Kalo masih jarak deket 5 langkah ya okelah, tapi kalo dari rumah ke warung ato belanja sayur gitu misalnya, ampun deh gak kuat. LOL. Makanya, tiap kali saya ke warung dan minta ikut, hal pertama yg saya syaratkan sama cemplu adalah: jangan minta gendong ya! Dan biasanya sih di awal…
View On WordPress
Lebaran masih setengah perjalanan lagi, tapi orang udah ngomongin baju dari sebelum puasa. Toko-toko udah diskon dari kapan tau dan yg jualan fashion item, baik online maupun offline, mulai banjir orderan. Sebagai emak-emak alhamdulillah saya ga terlalu latah kalo soal baju, tapi kalo buku… duh!
Balik lagi soal baju, yg paling penting buat saya adalah simplicity. Simple dipakenya, simple lipetnya, masuk koperpun bisa dipake untuk berbagai occasions. Ditambah masih punya balita gini, waktu dandannya mesti seefisien mungkin karena masih harus ngurusin si nona kecil. Makanya belakangan saya jauh lebih prefer pake kerudung instan yg tinggal “lep” dan cardigan panjang. Sure, cardigan muslimah panjang ini must have item buat saya! Bahkan kalo masuk ke online marketplace kayak Matahari Mall, yg dicari pertama kali adalah section Jaket & Cardigan. Here’s why:
Cardigan is like a fairy godmother
Selain cocok buat dipake kapan aja, cardigan bisa bikin dress up dari yg tadinya “setelan rumah” banget. Hal ini berguna saat kita lagi leyeh-leyeh terus tiba-tiba diajakin silaturahim ke rumah kerabat karena orangnya jarang-jarang di rumah. In a minute… tanpa harus mengganti pakaian rumah yg lagi dipake, you’ll be so ready to go!
Courtesy: Mataharimall.com
Cardigan helps you to cover the whole body
Bagi yg muslim, ada anjuran untuk menggunakan pakaian luar/rangkap yang dipakai saat keluar rumah. Beberapa hadis mendefinisikan jilbab sebagai pakaian tambahan untuk menutup aurat. Adapun perbedaan pendapat ulama terkait jilbab ini ada yg mengartikannya sebagai khimar, milhafah (mantel), atau mula’ah (baju kurung berlengan). Buat saya, cardigan panjang ini bisa jadi alternatif kalo gamis-gamis lagi gak available buat dipake. Setidaknya cardigan ini sangat membantu untuk menyamarkan bentuk tubuh.
Courtesy: Mataharimall.com
One for All
Ada beberapa model cardigan yang “ke warung hayu, kondangan juga hayu”. LOL. Ini adalah model-model yg paling saya suka apalagi kalo kaitannya sama packing. Simple dan irit tempat. Well, sebagian besar cardigan modelnya semiformal sih jadi gak susah juga nyari yg satu untuk semua acara kayak gini. Cardigan can always make you gracefully modest!
Saran saya sih, kalo pengen cardigannya bisa dipake buat segala occasion, biasanya pilihlah warna-warna netral dan model yg casual tapi loose *sotoy. Cardigan dengan warna yg netral dan tanpa motif biasanya gampang dan gak ribet buat dipadupadankan dengan model pakaian yg lain.
Tapi, biarpun cardigan ini serba guna, ada beberapa “dos and don’ts” juga yg saya dapet dari sini nih dan bisa jadi referensi buat yg mau mix ‘n match, di antaranya:
Untuk model cropped cardigan, sebaiknya ga dipake barengan atasan lengan panjang karena selisih panjangnya itu malah bisa bikin jadi dress down. Cropped cardigan bakal lebih oke kalo dipake dengan dress atau high waist skirt.
Banyak sumber yg bilang kalo cardigan itu cocoknya dipadukan sama legging atau skinny jeans. Well, saya rasa selain legging atau skinny jeans, baggy cullote pants juga masih bisa oke tuh buat dipake bareng cardigan bahkan dengan long cardigan sekalipun. Memang jadi agak bulky sih, tapi kalo nyaman sih why not 😛
They highly recommend you not to wear it with short skirt. Because… back to point number 2.
Sooo… that was all. Adakah di sini pecinta cardigan seperti saya dan James Franco? 😛
*this post is sponsored by Matahari Mall*
3 Alasan Kenapa Cardigan “A Must Have Item” Lebaran masih setengah perjalanan lagi, tapi orang udah ngomongin baju dari sebelum puasa. Toko-toko udah diskon dari kapan tau dan yg jualan fashion item, baik online maupun offline, mulai banjir orderan.
Tentang Operasi Katarak dan BPJS
Tentang Operasi Katarak dan BPJS
Sejak sebulanan yg lalu saya dinyatakan katarak oleh dokter spesialis mata, pertanyaan mengandung keheranan yg kemudian muncul dari orang-orang sekitar adalah “katarak? semuda ini?”. This question surely came a lot. Bahkan mungkin yg lagi baca tulisan ini juga sedang bertanya-tanya demikian. Atau mungkin memang sengaja datang ke postingan ini karena keheranan tsb, hehe. Gak aneh sih, karena pada…
View On WordPress
Cerita Cemplu dan Buku
Cerita Cemplu dan Buku
Melihat kebiasaan baca bukunya cemplu belakangan ini, beberapa orang nanya ke saya, “was cemplu born a reader?” Jawabannya, of course… not. Saya bahkan sempet mikir keras gimana caranya supaya dia mau dibacain buku, mau engage sama buku, mau dia yg nyodorin buku buat saya bacain. Karena awalnya, tentu gak seindah impian. Pertama kali saya nyodorin buku sama cemplu itu di usia 8-9 bulanan lah, dan…
View On WordPress
Beberapa hari yg lalu, saya dapet kabar kalo salah satu teman saya dikaruniai kehamilan anak kedua. Rasanya excited bangeeett! :D Se-excited kabar kehamilan pertama dulu. Yup, sekarang adalah masa-masanya temen seangkatan lahiran dulu pada mulai beranjak ke kehamilan kedua, makanya lagi sering-seringnya ini ditanya: “Kapan nyusul nambah?”. Mehehehe. Anehnya, saya ga merasa offended ditanya gitu karena emang pengen juga sih, tapi santai lah… Alloh Maha Tahu kapan saat yg tepat :)
Mengingat proses persalinan dulu yg cukup traumatis, ada keinginan pada diri saya untuk selanjutnya bisa bersalin secara gentle, baik itu normal maupun c-section. Pengennya sih normal ya biar rada irit gitu, wkwkw. Tapi yg penting seluruh prosesnya berjalan dengan penuh kesadaran dan persiapan. Makanya, sekarang ini saya lagi getol-getolnya belajar sebagai persiapan, seperti check up kondisi tubuh biar siap menghadapi kehamilan kedua, lalu exercise yg diperlukan buat mendukung VBAC (vaginal birth after cesarean), dan nutrisi yg cukup supaya plasenta bisa tumbuh di tempat yang baik serta janin berkembang dengan normal.
Saya juga baru tau belakangan lho, bahwa ada kondisi yg dinamakan plasenta previa/akreta, yaitu kelainan implantasi plasenta. Jadi selain janin, penting bagi para bumil memantau kondisi dan kesehatan plasenta. Apalagi kalo tahu risiko terburuk dari plasenta previa/akreta adalah perdarahan kehamilan yg bisa saja mengharuskan pasien menjalani pengangkatan rahim. Nah, untuk mengedukasi para calon orang tua, tanggal 8 April 2017 lalu, Prenagen menggelar acara yang bertajuk “PRENAGEN Pregnancy Educational Journey – Siapkan Awal Kehidupan Terbaik Si Kecil & Launch Pregnancy Apps” di Pullman Hotel, Central Park.
Courtesy: Prenagen
Di acara itu, ada talkshow interaktif dengan narasumber dr. Boy Abidin, SpOG (K) tentang “Dampak Penting Kesehatan Plasenta untuk Perjalanan Kehidupan Si Kecil”. Menurut dr. Boy, plasenta adalah organ spesifik kehamilan yang berfungsi dalam transportasi nutrisi dan oksigen dari ibu kepada janin. Gak cuma itu, plasenta juga sangat berperan dalam pembentukan system saraf melalui transportasi asam lemak esensial (DHA) yg berperan dalam pembentukan kognitif atau kecerdasan. Dari situ bisa dibilang kalo kesehatan plasenta itu turut mempengaruhi kesehatan jangka panjang janin yg sedang dikandung. Melihat vitalnya peran plasenta, maka kesehatan organ satu itu wajib banget diperhatikan. Adanya gangguan pada organ plasenta, bisa menyebabkan komplikasi kehamilan semacam pre-eklampsia, prematuritas, bahkan kematian janin.
Courtesy: Prenagen
Untuk mencegah terjadinya plasenta previa/akreta, saya juga pernah konsul dengan obgyn yg menurut beliau bisa dicegah dengan mencukupi asupan vit. D, misalnya yg bersumber dari ikan atau kalo masih diperlukan nutrisi tambahan bisa dengan mengonsumsi susu ibu hamil. Dengan begitu, hopefully si plasenta akan tumbuh di tempat yg baik, yaitu bagian atas sehingga tidak menutupi jalan lahir.
Selain acara edukasi seputar kehamilan, Prenagen juga meluncurkan aplikasi pendamping kehamilan bernama HALLO BUMIL. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kampanye “PRENAGEN Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat” tahun 2017 sebagai bentuk apresiasi kepada para bumil yg telah memilih Prenagen sebagai penambah nutrisi kehamilan. Aplikasi Hallo Bumil dirancang oleh PT Cakra Radha Mustika dan dulunya bernama ILUVUBABY. Pengembangan yg berkelanjutan pada aplikasi ini disponsori oleh PRENAGEN Ahlinya Nutrisi Kehamilan & Menyusui dan KALBE Nutritionals. Menurut Sianne Permadi selaku Senior Produk Manager Prenagen, aplikasi Hallo bumil ini diharapkan bisa menjadi penyedia informasi seputar kehamilan yg membantu memenuhi kebutuhan informasi dan mengurangi kekhawatiran para ibu hamil.
Yang unik dan menarik dari aplikasi ini adalah konsepnya yg interaktif seolah-olah si kecil sedang berbincang dengan ibu tentang perkembangannya dari waktu ke waktu. Lucu banget ga siiih, bikin makin ga sabar pengen ketemu debay nantinya :star: Ada empat fitur utama di aplikasi Hallo Bumil ini, yaitu timeline kehamilan, artikel kehamilan, kontrol kehamilan, dan juga album foto yg membantu ibu dalam mendokumentasikan setiap perkembangan janin.
Artikel yg disediakan oleh aplikasi ini disusun sesuai dengan usia kehamilan ibu, jadi informasi yg diberikan benar-benar pas dengan kebutuhan. Tapi ibu juga bisa kok membaca kembali tips dan saran dari minggu-minggu sebelumnya. Di fitur control kehamilan, ibu akan diberikan informasi terkait kondisi yg mungkin dirasakan. Penting nih, biar ibu ga ngerasa kaget ato bingung dengan sindrom-sindrom yg sering muncul di tiap jenjang usia kehamilan. Ibarat mall, aplikasi bumil ini one stop banget! Segala informasi yg dibutuhkan ibu hamil bisa didapet dari aplikasi ini. Saya jadi inget pas hamil pertama dulu, tiap awal minggu selalu excited browsing-browsing perkembangan janin. Tapi ya itu, informasinya nyebar dari berbagai sumber jadi kadang bingung dan lupa mesti nyari kemana kalo mau baca-baca ulang. Sekarang udah ada aplikasi Hallo Bumil tentu jadi lebih mudah ya kalo nanti dikasi rejeki anak kedua :)
Oya, aplikasi Hallo Bumil bisa diunduh di PlayStore ya! Instalasi dan registrasi awalnya juga ga ribet.
Untuk ibu yg belum tahu usia kehamilan, tenang aja… aplikasi Hallo Bumil akan membantu ibu secara interaktif. Rasanya jadi kayak lagi konsul ke klinik deh :D
Hayooo yg bumil ato temennya yg bumil, udah donlot Hallo Bumil beloom? Untuk informasi lain seputar kehamilan dan nutrisi silakan cuss ke lama Prenagen berikut:
Website | Facebook | Twitter | Instagram
*tulisan ini diikutsertakan dalam Prenagen Writing Competition*
Hallo Bumil: Aplikasi Andalan Ibu Hamil Masa Kini Beberapa hari yg lalu, saya dapet kabar kalo salah satu teman saya dikaruniai kehamilan anak kedua. Rasanya…
Ibu dan Support Group
Ibu dan Support Group
Tahun 2014 lalu, saya pernah curhat tentang perlunya seminar tentang perkawinan di blog ini. Saat itu merupakan satu tahun sejak saya melahirkan dan menyandang status sebagai Ibu sekaligus istri sekaligus anak sekaligus karyawati. Hectic rasanya! Tahun 2014 merupakan tahunnya buku parenting and in between saking setahunan itu yg saya baca ya buku-buku seputar pengasuhan anak dan manajemen…
View On WordPress
5 Hal Penting dalam Mengajarkan Anak Multilingual
5 Hal Penting dalam Mengajarkan Anak Multilingual
Ngeliat tumpukan buku cemplu di rumah yg lebih banyak buku berbahasa Inggris, saya jadi mikir sendiri: “am I going to raise multilingual kids?“. Well, ngomongin tentang multilingual, biasanya kekhawatiran ortu adalah terkait keterlambatan bicara (speech delay) dan bingung bahasa (code switching/language mixing). Karena sekarang anak ngomongnya udah cas-cis-cus, jadi saya sih lebih khawatir ke…
View On WordPress
Ada yg tahu buku Snugi and Snarl? :)
Pas pertama kali liat Snugi and Snarl, saya pikir ini buku anak impor, lho… padahal ternyata asli karya anak negeri. Yuk cari tahu!
Snugi and Snarl
Judul: Snugi and Snarl
Tahun: 2016
Penerbit: Monstery
Penulis dan Ilustrator: Chike Tania
Jumlah Halaman: 32 halaman, paperback.
A story about one big monster and one small girl who love each other. Until one day…
Buku Snugi and Snarl menceritakan kisah persahabatan antara seekor monster besar bernama Snugi dan seorang gadis kecil bernama Snarl. Cerita dimulai dari pertemuan keduanya hingga suatu hari, Snarl tiba-tiba merasa kesepian. Looking at how different Snugi and Snarl are, Snarl thought that she shouldn’t belong with that big monster. Snarl pikir akan lebih baik jika ia berteman dengan makhluk-makhluk yg mirip atau sejenis dengannya. Namun, benarkah begitu? Then the story goes along with her journey…
Menurut saya, buku ini punya ilustrasi dan jalan cerita yg menarik. Di awal, saya bilang sempat salah kira ini buku impor karena selain berbahasa inggris, narasi yg disampaikan pun khas buku-buku dari UK, USA, ato Australia sana. And is that a good thing? YES!
Yang membuat saya jatuh cinta pada buku-buku impor biasanya karena ilustrasi yg ciamik dan narasi sederhana. Meski begitu, makna yg disampaikan dari buku-buku tersebut selalu JLEB banget. Mereka selalu bisa menyampaikan sebuah pesan secara implisit, beautifully. Nah, buku karya Mbak Chike ini punya all the good things of those imported books! :star: Meskipun berbahasa inggris, pemilihan kata dalam buku ini mudah dimengerti dan terdiri dari kalimat-kalimat pendek sehingga nyaman untuk dibacakan.
Snugi and Snarl adalah buku tentang persahabatan dan menghargai perbedaan. Kalo kita refleksikan ke kehidupan nyata, tentu perbedaan bisa macem-macem, mulai dari yg menyangkut SARA ampe sesuatu yg bersifat jasmani (physically). Oleh karena itu, buku ini bisa jadi media yg menyenangkan bagi orang tua untuk mengajarkan anak tentang menghargai perbedaan. Melalui buku ini, orang tua hendaknya menyampaikan bahwa perbedaan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk berteman baik dan saling membantu :) Banyak pesan yg bisa orang tua sampaikan sambil membacakan buku ini, misalnya seperti apa rasa sayang terhadap teman, bagaimana menjadi teman yg baik, menjaga diri dari teman yg mengganggu, dsb.
Supaya lebih asyik storytelling-nya, orang tua juga bisa lho berimprovisasi kira-kira gimana ya suara Snugi si monster besar ini. Lebih seru lagi jika sambil memeragakan cara berjalan Snugi dan Snarl di buku ini. Terbukti tuh, dengan gaya bercerita seperti itu, cemplu selalu nagih untuk dibacakan dan ngajak pretend play jadi si Snugi dan Snarl setelahnya. Iya, seolah bermain drama :D Menurut saya, buku ini cocok dibacakan pada anak dengan usia mulai dari 3 tahun.
Oya, bagi yg tertarik dengan buku Snugi and Snarl, buku ini bisa dibeli di Perpus Ibun ya! :)
[Review] Snugi and Snarl Ada yg tahu buku Snugi and Snarl? :) Pas pertama kali liat Snugi and Snarl, saya pikir ini buku anak impor, lho...
Dalam rangka #HariGiziNasional tahun 2017 kemarin, saya sign up ke salah satu acara simposium yang diadakan oleh Sunco. Iya, saya daftar sendiri karena tertarik banget sama temanya, yaitu “Masakan Rumah, The Silent Killer“. Saya ngerasa temanya itu deket banget sama kehidupan sehari-hari saya sebagai penentu menu harian di rumah. Siapalah yg gak setuju kalo masakan rumah itu dianggap paling sehat? Tapi ternyata, masakan rumah juga bisa jadi silent killer kalo ngolahnya salah atau bahan makanannya gak menyehatkan. Sebagai orang yg masih sering menyajikan menu gorengan yg super simpel dan awet, saya ngerasa perlu untuk tahu lebih jauh tentang tema ini. Dan memang banyak banget informasi yg dipaparkan, mulai dari pentingnya gizi baik hingga penyakit degeneratif yg sekarang sedang marak di Indonesia.
Moderator dan Narasumber Simposium “Masakan Rumah, The Silent Killer”
Dari paparan pertama oleh Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM mengenai manfaat zat gizi bagi kecerdasan anak, saya diingatkan kembali mengenai pentingnya zat gizi bagi tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral, kalori/lemak, dsb. Selain sebagai sumber energi, lemak di sini juga berfungsi sebagai transporter vitamin ke seluruh tubuh dan tenaga pembentuk sel saraf. Beliau juga menyebutkan bahwa di 1000 hari awal kehidupan itu penting untuk kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, gizi pada ibu hamil lebih perlu diperhatikan. Ibu hamil yg mengalami gizi buruk atau anemia akan berisiko melahirkan bayi yg kelak di usia dewasa dapat terkena penyakit degeneratif, seperti jantung koroner dan gagal ginjal.
Ibu Theresia dari Kementerian Kesehatan selaku narasumber kedua, menyebutkan bahwa saat ini di Indonesia sedang terjadi perubahan pola penyakit yg terkait dengan perilaku masyarakat (pola makan dan gaya hidup). Pada tahun 1990, penyebab kematian di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penyakit menular, seperti tuberkulosis, infeksi saluran pernafasan (ISPA), diare, dsb. Namun, sejak tahun 2010, kematian masyarakat Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular, yaitu tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker, dan kencing manis. Mengingat Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan populasi obesitas terbanyak, maka rasanya hal ini patut diwaspadai dengan memperbaiki pola makan sehari-hari.
Menurut dr. Tirta Prawita Sari selaku salah satu narasumber, penyebab obesitas dan penyakit degeneratif terkait dengan masakan rumah, yaitu:
Tingginya kandungan lemak trans, yaitu lemak tak jenuh yg telah mengalami proses hingga sebagian berubah menjadi jenuh,
Tingginya asupan gula atau karbohidrat,
Tingginya kandungan garam, dan
Rendahnya serat.
Terkait hal tersebut, Ibu Theresia mengajak para ibu agar lebih aware dengan konsumsi gula, garam, dan lemak di masakan sehari-hari. Nah, supaya masakan rumah gak jadi silent killer, melalui Permenkes No. 30 Tahun 2013 diatur mengenai batasan konsumsi gula-garam-lemak sebagai berikut:
Gula: maksimal 50 gram/orang/hari atau setara dengan 4 sendok makan
Garam: maksimal 5 gram/orang/hari atau setara 1 sendok teh
Lemak: maksimal 67 gram/orang/hari atau setara dengan 5 sendok makan makan
NAHLOH!!
Terus saya yg masi doyan mendoan mesti gimanaaah?? :(
Buat yg masih ga bisa lepas dari minyak sang sumber lemak, solusinya bisa dengan lebih cermat dalam memilih minyak yg digunakan untuk menggoreng. Berhubung saya belom sanggup beli minyak zaitun buat masak sehari-hari, maka saya mesti milih minyak yg punya ciri-ciri minyak goreng yg baik: karakternya seperti air dan sedikit nempel di makanan, tidak mudah beku, dan bening, kayak si Sunco ini.
Sunco, Minyak Goreng Baik yang Dikit Nempel di Makanan
Intinya sih kalo minyak udah berubah warna, sebaiknya jangan dipake lagi, macem minyak jalantah gitu lah kalo orang Sunda biasa bilang. Satu lagi, perhatiin nutrition facts yg ada di kemasan! Kalo ada “partially hydrogenated veg.oil/hydrogenated oil”, sebaiknya dihindari aja. Karena itu artinya, makanan tsb mengandung lemak trans yg kurang baik bagi tubuh. Jadi, sebisa mungkin zero trans fat :star:
Informasi Gizi Sunco #MinyakGorengBaik #DikitNempel
Simposium kemarin akhirnya ditutup dengan demo masak dan tes organoleptik oleh Brand Ambassador Sunco, yaitu Christian Sugino beserta 3 peserta terpilih. Tes organoleptik adalah pengujian untuk membuktikan kualitas minyak goreng yg baik secara sensorik, salah satunya dengan cara diminum. Tapi minumnya cuma 1 sendok makan kok, gak mesti segelas itu. LOL. Berdasarkan uji tersebut kayak yg sering kita liat di iklan Sunco, para peserta dan Christian Sugiono sendiri mengakui kalo tekstur Minyak Goreng Sunco ini memang seperti air, tidak terlalu kental, dan juga tidak menimbulkan rasa gatal/mual.
Oya, demo masaknya juga seru! Kita dapet resep homemade mayonaise ala Sunco yg mungkin akan saya post di lain kesempatan :)
Demo Masak bersama Sunco
Yuk, kalopun belum bisa meninggalkan cara memasak dengan menggoreng, kita lebih cermat lagi dalam memilih minyak yg digunakan ;)
*this post is sponsored by Sunco (Fan Page Sunco)
Cegah Masakan Rumah Jadi Silent Killer Dalam rangka #HariGiziNasional tahun 2017 kemarin, saya sign up ke salah satu acara simposium yang diadakan oleh Sunco.