[(Hampir) Akhir Kisah] Mungkin ini sudah berkali-kali Aku katakan bahwa bagiku momen Wisuda bukanlah momen yang begitu bahagia, seperti orang lain bayangkan, melainkan Ia adalah momen Haru dan duka, ketika satu per satu orang yg ada di hidupmu melanjutkan anak tangga kehidupannya, meninggalkan Kami yang masih berjuang di tempat ini. Bagiku, tempat ini adalah pertama kali Aku memahami makna sesungguhnya dari kasih, peduli, sayang, dan rasa memiliki dan Aku tidak pernah sekalipun merasakan sekelompok orang yang begitu hangatnya, nyaman, menerangi hidupku yg Bisa Ku katakan penuh lika liku, Bahkan Aku tidak pernah membayangkan sejauh ini Aku Bisa melangkah, melainkan tanpa keluarga berhargaku, yg bernama Arkanaka dan IMMG. Namun, suatu kisah pasti memiliki akhir, epilog, dimana tiap insan akan mulai menuliskan kisahnya kembali, sequel, di jalan di depan sana yang masih jauh sekali membentang. Ini, tepat menjadi Alasan Ku akan kesedihan yg Aku rasakan setiap Kali momen yg bernama wisuda ini ada, ketika orang2 yang ada di hidupmu satu per satu meninggalkan buku tempat Ku menulis kisah Ku yg rumit. Kini, Kami rela melepas teman, sahabat, terlebih dahulu sukses menambahkan Huruf sakral S.T. di belakang namanya. Semoga Diska dan Nadia @nadiagdika , serta abang kakak alumni IMMG Ku juga, sukses di kehidupan selanjutnya. Doakan Kami, temanmu, yang masih berjuang untuk merengkuh S.T., untuk bersiap memulai Buku sequel Kami masing2, seperti kalian yg Lebih dahulu di depan Kami. Semoga Tuhan berikan Anugerah dan masa depan cerah bagi Kita semua. Ket. : Wisuda kali ini menjadi kesempatan orasi tunnel (walau jam -4 Baru diminta), dan maaf ga ada Foto bareng Wisudawan karena Ingin diam dalam tenang saja di Hari H, he he #JayaMetalurhi #MetfisNo1 #JuliGaYa (di Bandung Institute of Technology | ITB)