RUMAH PARA BUNGLON

Product Placement
styofa doing anything

Kaledo Art
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Sweet Seals For You, Always
Today's Document

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
Claire Keane
No title available
almost home
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver
DEAR READER
Xuebing Du

izzy's playlists!
Keni
tumblr dot com
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

seen from Argentina
seen from Spain
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from United States
seen from India

seen from Malaysia
seen from France
seen from United States
seen from Germany
seen from Italy

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from Italy
seen from Malaysia
@mklind
RUMAH PARA BUNGLON
Pada Setapak Kaki
Yang berjalan sedari kecil
Hingga beranjak tua
hingga menuju tempat paling di rindu
Hujan yang turun pada pasir itu
Udara dingin yang menusuk kulit
Yang menjadikan nafas pendek
Gongong anjing liar di malam hari
Aku merindukan memetik kurma
Dari pohon pohon yang selalu di airi sepanjang hari
MEMAHAMI RUANG GERAK PESERTA DIDIK
Posisikan diri kita adalah seorang yang berada di belantara pengetahuan, sebuah belantara yang dipenuhi dengan argumen muthakir, yang terkadang asing bagi kita. Argumen tersebut dimiliki oleh generasi muda dari kita. Dan mereka yang sedang mengenyam pendidikan dan kita yang berperan sebagai pendidik. peserta didik memiliki milyaran ruang kosong. selain belantara yang mereka ciptakan di ruang pikir mereka. Kita sebagai pendidik bisa memandang dengan luas padang yang kosong tersebut. Maka ketika kita disesakkan oleh belantar tersebut, yang mereka ciptakan sebelum bertemu dengan kita. Maka kita tak akan mampu melihat hamparan yang luas tersebut.
KONTEN DAN KONTEKS (II)
Konten dan konteks merupakan dua konsep penting yang sering dibahas dalam berbagai bidang, termasuk komunikasi, linguistik, dan teknologi informasi. Berikut penjelasan singkat masing-masing istilah:
Konten: Secara umum, konten mengacu pada informasi, materi, atau substansi yang disampaikan atau diungkapkan melalui suatu media. Konten merupakan inti dari apa yang dikomunikasikan atau pokok bahasan yang disajikan. Konten dapat berbentuk berbagai macam, seperti teks, gambar, video, audio, atau jenis media lainnya. Misalnya, dalam artikel tertulis, teks itu sendiri merupakan konten, sedangkan dalam film, gabungan antara visual, dialog, dan suara membentuk konten.
Dalam ranah digital, konten sering kali mengacu pada informasi yang tersedia di situs web, blog, platform media sosial, atau platform digital lainnya. Konten dapat mencakup artikel, posting blog, video, podcast, infografis, dan lainnya. Kualitas, relevansi, dan penyajian konten berperan penting dalam melibatkan audiens dan menyampaikan pesan secara efektif.
Konteks: Konteks menyediakan kerangka kerja atau latar belakang yang menjadi dasar pemahaman atau penafsiran terhadap sesuatu. Ini mencakup keadaan, kondisi, lingkungan, dan faktor-faktor yang melingkupi suatu peristiwa, situasi, atau komunikasi. Konteks membantu menentukan makna, signifikansi, dan relevansi konten.
Konteks dapat terdiri dari berbagai jenis, termasuk:
Konteks fisik: Mengacu pada lingkungan fisik atau lingkungan tempat terjadinya interaksi atau komunikasi. Ini dapat mencakup faktor-faktor seperti lokasi, waktu, latar, dan objek fisik.
Konteks sosial: Berkaitan dengan lingkungan sosial dan hubungan sosial di antara para peserta yang terlibat dalam suatu komunikasi. Ini mencakup norma-norma budaya, peran sosial, hierarki sosial, dan pengetahuan atau kepercayaan bersama.
Konteks linguistik: Dalam bahasa, konteks mengacu pada kata-kata, frasa, atau kalimat yang muncul sebelum atau sesudah kata atau frasa tertentu dan memengaruhi maknanya. Ini membantu menghilangkan ambiguitas kata-kata dengan banyak makna dan memberikan petunjuk untuk interpretasi.
KONTEN DAN KONTEKS
Konten dan konteks adalah dua konsep mendasar yang sering kali bekerja sama tetapi mewakili aspek komunikasi, informasi, dan pemahaman yang berbeda.
Konten
Definisi: Konten mengacu pada informasi, ide, pesan, atau data aktual yang disajikan dalam sebuah komunikasi. Ini dapat mencakup teks, gambar, video, audio, dan bentuk media lainnya.
Contoh: Dalam sebuah buku, konten akan menjadi alur cerita, karakter, dan tema. Dalam sebuah video, konten akan menjadi visual, dialog, dan suara. Dalam sebuah artikel, konten akan menjadi fakta, argumen, dan kesimpulan.
Konteks
Definisi: Konteks mengacu pada keadaan, latar belakang, atau lingkungan di sekitar konten yang memengaruhi makna dan interpretasinya. Ini termasuk faktor budaya, sosial, historis, dan situasional.
Contoh: Konteks pidato mungkin mencakup audiens, kesempatan, dan peristiwa terkini yang memengaruhi topik. Dalam literatur, periode sejarah saat sebuah buku ditulis dapat memberikan wawasan penting tentang tema dan karakternya.
Hubungan Antara Konten dan Konteks
Interpretasi: Konten yang sama dapat ditafsirkan secara berbeda tergantung pada konteksnya. Misalnya, sebuah frasa mungkin lucu dalam satu situasi tetapi menyinggung dalam situasi lain.
Arti: Konteks dapat meningkatkan atau mengubah makna konten. Memahami konteks membantu memperjelas maksud dan makna.
Singkatnya, sementara konten adalah apa yang dikomunikasikan, konteks adalah kerangka kerja yang membentuk bagaimana komunikasi itu dipahami. Keduanya penting untuk komunikasi dan pemahaman yang efektif.
Answer (1 of 3): Content and context are two important concepts that are often discussed in various fields, including communication, linguis
mengaruhi lautan jauh
dari jantung hatimu
sebagai balasan keberanian
orang-orang yang kau cintai tumbuh
dan tanah airmu menjadi dongeng
menjelang senja dan tidurmu
yang muskil adalah kembali
sebab tak akan kau temukan
perasaan yang sama
semua beranjak dan memudar
semua merdeka mengarungi
lautan hidup penuh ombak
dan suaramu yang semakin renta
sudah tertutup seperti laut pasang
menenggelamkan daratan-daratan landai
kemana engkau pergi
pejalan yang tak mengenal haus
kau tinggalkan air di kampung halaman
kini kau abadi bersama lagu-lagumu
kau menjadi pengingat
bagi mereka yang meninggalkan ketakutan
dan menyongsong masa baru
dan engkau semakin tenggelam
jauh ke dasar lubuk jaman
mari kecap hidup yang sekejap
TERORISME (ada tapi tidak ada)
suatu ketika saya menyaksikan sebuah konten yang lumayan lucu dan menusuk dari Mbak Inggar, kurang lebih seperti ini;
TERORISME bisa diteliti lebih lanjut melalu penelitian yang mengedepankan 4 Aspek yaitu :
1. FUngsional
2. Futuristik
3. FAktual
4. FAsih
Atau disingkat FUFUFAFA.
Fufufafa adalah TEROR, Ada tapi tidak ada 😁😁😁
Mba Inggar 🔥🔥🔥
Cak Sentot dan Para Santri kecil.
Cak Sentot : Apa itu Gas Rumah Kaca?
(mereka semua menggelengkan kepala?)
Obrolan itu dimulai dengan santai, karena waktu istirahat setelah ngaji adalah waktunya nggedabrus.
Santri memang jarang baca buku-buku semacam itu. Dan persediaan buku di pondok tersebut memang tak banyak. Cukuplah buku-buku cerita lucu, atau kumpulan syair.
Cak sentot terkekeh, lalu ia bertanya lagi.
" kita tinggal di planet apa?
"Bumi!!! (serentak dan penuh semangat jawab mereka)
"Tul"
lalu Cak sentot bertanya
"dimana inti bumi itu?
suasana jadi hening lagi, sebab mereka tak punya jawaban atas pertanyaan itu.
"yang menjalankan tubuh dan memompa darah kita menuju seluruh tubuh, apa namanya?
"Jantung, Cak!!
"Nah" sahut cak sentot.
ia menggambar dengan telunjuk jari di lantai tempat mereka duduk dan bersantai.
"bumi itu berbentuk apa?"
"Bulat, Cak"
"Bukanlah, bumi itu berbentuk seperti telur, Oval.
Kata bulat tersebut disanggah Cak sentot, sebab tak tepat menurutnya. Kata bulat tak boleh jadi padanan dari oval. Karena menurutnya, oval sangat berbeda walau sama mempunyai diameter dan tak memiliki sudut.
"Nah, Bumi itu punya inti, letaknya ditengah garis oval ini." Jemarinya terus bergerak walau tak ada bekas goresan di lantai yang bersih tersebut. Sambil terus menggerkkan jarinya, bercerita. Di dalam inti ini ada Magma, dan terkadang menyembur keluar, namun, tangannya telah berubah pola ia seakan menggambar huruf a besar, dan diujung huruf a tersebut diberi rambut. Menggambarkan magma yang menyembur. semua santri itu terdiam. Cak sentot pun diam.
Udara makin dingin, Mereka yang tadinya duduk, sekarang meringkuk seperti udang goreng. Sarung-sarung itu di jadikan selimut. Namun mata mereka terbuka. dan seperti biasa Cak sentot berhasil memantik ruang imajinasi para santri. Dalam posisi udang goreng yang tertata rapi di depan kamar pondok, mereka tersenyum dan membayangkan inti bumi. mereka mengimajinasikan bentuk bumi, letak magma. dan faedahnya. Yang lapar mengimajinasikan magma bisa buat memanggang ayam sembari memegang perutnya. di sudut lain ada yang jarinya menirukan gambar Cak Sentot.
Bangsa lain yang terkenal kikir adalah orang Skot dari kepulauan
Inggris. Suatu hari, seorang ibu mencari-cari orang yang menolong
anaknya yang hampir tenggelam di danau sehari sebelumnya. Ketika
sampai ke si penolong, orang itu menjawab agar tidak usah terlalu
dipikirkan, karena sudah kewajiban manusia untuk menolong
sesamanya. Jawab ibu tersebut, "Ya, tetapi topinya hilang sewaktu
Anda menolong anak saya kemarin. Siapa yang harus bertanggung
jawab kehilangan itu?"
Dari kemampuan mengenal kekurangan diri sendiri itu, lalu
muncul pengertian juga akan keadaan orang lain. Seorang Skot pergi
ke Laut Galilea di Israel. Oleh pemandu wisata ditawarkan untuk
membawanya menyeberang dengan perahu, mengikuti garis lintas
Yesus dahulu berjalan kaki di atas air. Ketika ditanyakannya biaya
penyeberangan dengan perahu itu, sang pemandu wisata itu
menjawab sepuluh dolar Amerika Serikat. Orang Skot itu menggerutu
dalam batinya, "Pantas Yesus memilih berjalan di atas air, biaya
penyeberangannya dengan perahu semahal itu!"
(Sepotong pengantar: Mati Ketawa Cara Rusia)
Jika kita kembali ke masa kecil
mungkin akan ada tawa di masa itu
juga tangisan ketika kita berebut makanan
namun masa itu telah berlalu
kita tak lagi saling berebut hal besar pada masa itu
dan makanan menjadi hal kecil yang tak layak diperebutkan
adik, jika ada hal yang bisa membuatmu bahagia
adalah melihatmu tumbuh dengan pikiran merdekamu
langkah merdekamu, dan pundak yang merdeka pula
seperti laut yang biru dan luas, kuharap itu menjelma retina matamu
kau lebih angkuh dariku, maka caramu menantang dunia juga tak sama denganmu
tapi kita ini adalah saudara, mari kita jelajahi waktu
kumpulkan apa yang selama ini terserak dimasa lalu
apa itu, kak?
harapan.
Santri dan Setitik Embun
Mondok nyambi sekolah, hal tersebut adalah kata yang sangat melekat pada diri saya. Bukan karena saya pernah mondok. Namun saking seringnya saya ada di wilayah pesantren. Sebuah kesadaran yang coba dibangun oleh KH. Nawawi Ali pengasuh pondok pensantren Ar Ridlo di Dusun Tawang, Sukowilangun, Kalipare. Sebab di dusun, Pesantren adalah tempat paling mungkin kita bisa menimba ilmu. Namun sebagai lembaga pendidikan agama islam, pesantren masa kini juga harus mulai mempunyai wadah lain yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai yang ada di dalam pesantren. Madrasah adalah wadahnya. wadah bagi santri yang diharuskan oleh jaman dan segala perubahannya agar mereka juga bisa bersaing dalam bidang keilmuan yang lain.
Santri, Mendapatkan prilaku khusus dan para pengasuh. dan mereka yang ingin nyantri juga tunas yang tumbuh dari benih khusus, di dalam laju dunia yang sangat cepat. Ngaji adalah rutinitas yang harus dijalani para santri. Agar kelak mereka kokoh dan menjadi pribadi yang mampu memegang teguh nilai nilai dalam islam. Memiliki prilaku yang baik, dan ber akhlak mulia.
Mondok nyambi Sekolah adalah kalimat yang ketika dibentangkan faedahnya tak akan habis dan tak akan pernah selesai. Sebab para santri sedang menjalani pendidikan yang tak sama dengan manusia yang lain. yang mengedepankan sisi akal semata. Namun di pesantren mereka mendapatkan perlakuan khusus, baik dari sisi akal dan jiwa, jasmani dan rohani. bagus dalam prilaku, mulia dalam akhlak serta mampu bertahan dan berdaya di masyakat.
#paragrafkecil
Kepada Waktu
Kepada waktu yang berlari
Kau tak pernah ingin siapa pun mengejarmu.
Hidup itu riuh namun mudah hilang
Seperti angin menyapu debu
Ku persilahkan kepada mereka yang berlomba
menaruh harap pada masa
agar mereka bisa berlindung di bawahnya
aku lebih memilih puisi sebagai tempatku
sebab disitu lebih damai
jauh dari raung ambisi
walau aku ia tak bisa melindungi
setidaknya ia jauh dari bahaya-bahaya
sebab di ceruk puisi selalu tertanam do'a
juga gelisah
sebab do'a dan gelisah mendekatkanku kepada tabah
dan tabah adalah tameng untuk bertahan di dunia
Kepada waktu,
Di ceruk terdalam masa,
ternyata ia ruang bermain para penguasa.
# 16 Oktober 2024
#Martaka_Inspira
ketika mereka menagih janji untuk menonton film.
maka saya ajak saja mereka nonton Asimetris karya wacthdoc.
MEMBANGUN DARI DASAR
Meletakkan batu pada dasar bangunan adalah sesuatu yang sangat vital. Batu tersebut akan menjadi alas akan bangunan yang dibangun. Namun di jaman modern ini bentuk fondasi yang di buat bukan lagi menggunakan batu seperti fondasi bangunan sederhana tempo dulu. Bangunan jaman modern ini di bentuk sedemikian hingga, dan memiliki fungsi ganda. Oleh sebab itu, selain atas dasar kekuatan, dan daya pakai yang lama. Fondasi yang di buat itu, memerlukan sedikit sistem yang lebih mutakhir dibanding, bangunan di masa lalu.
Mungkin bisa dijadikan gambaran, bagaimana bentuk fondasi yang harus dibangun untuk generasi baru. Dan terkhusus, generasi yang sedang menjalani pendidikan di lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai titik di seluruh nusantara raya, baik di tingkat kanak, dasar atau pun lanjut. Namun pada itu tidak akan pernah mudah. Sebab jika kita hanya menjadi peniru yang sudah ada tanpa tahu dan mempelajari seluk beluk diciptakannya fondasi bangunan itu, maka kita hanya akan membangun sesuatu yang mungkin saja tak dibutuhkan untuk kehidupan kita. Jika bangunan itu sudah tak sesuai dengan tujuan dan fungsi yang kita mau. Maka kita membuang waktu dan daya pikir kita, untuk sesuatu yang tak kita paham manfaatnya.
Pada hal-hal yang bersifat alami, seperti struktur alam semesta. Mereka terbentuk dari kejadian-kejadian khusus dan momentum, yang sebenarnya jika kita mau mencari tahu, mereka memiliki aktivitas kecil yang jarang kita gali, dan aktivitas tersebut memberi dampak juga dalam hidup makhluk. Revolusi bumi akan menciptakan musim yang berbeda, erupsi gunung akan menyemburkan debu, yang membuat subur, namun mereka harus membuat beberapa flora tersebut mati terkubur menjadi humus tanah. Lempeng benua yang saling bertemu akan menggerakkan dataran, yang akan mengangkat sebagian permukaan laut menjadi dataran baru. Boleh mungkin hal tersebut disebut sistem dasar yang bahasanya hanya bisa dipahami oleh mereka yang mau membaca gerak semesta.
Namun bagaimana dengan membuat pola dasar dalam pendidikan, agar mereka juga merasakan, dan mengetahui bagaimana ruang-ruang yang diciptakan oleh sang pencipta tersebut merupakan ilmu yang bisa mereka pelajari, agar mereka bisa berlaku baik untuk semesta. Tujuan utama pendidikan apakah hanya untuk menjadikan sang penuntut ilmu itu menjadi cerdas semata, namun tumpul dalam memperlakukan sumber daya, ruang, waktu yang diberikan kepada mereka dengan tak bijak. Mengabaikan hak dan kewajiban antar komponen penyusun kehidupan.
Srrp....
Mari sejenak minum secangkir teh, jangan bubuhkan gula. Biarkan tetap tawar. Agar lidah kita terbiasa merasakan hal yang murni. Dan sistem di lidah kita tak dirusak oleh hal semacam rasa gula. Dan mampu merasakan pahit dari teh tersebut. Agar kita tahu bahwa rasa semacam itu yang dibutuhkan jantung, bukan yang manis yang tak terukur itu. Mereka yang akan lambat laun, akan menggerogoti organ kita. Mari kita cari rasa yang sebenarnya dari menuntut ilmu, yang rasanya pahit dan cenderung tak kita sukai, namun tentu mereka mempunyai manfaat yang benar-benar dibutuhkan oleh kehidupan kita.
Di mana itu?
Apakah di sekolah, di kampus. Di mana ?
Di dalam dirimu ada universitas besar, yang bisa kau pelajari.
Di keluargamu ada perpustakaan besar yang harus kau baca.
Di tempat kau bertahan hidup ada detail-detail yang harus kau amati dengan saksama.
Mungkin hal tersebut yang akan membawamu ke atas titik yang cerah. Di situ kau akan dapat melihat dengan jelas, apa yang sedang alam kerjakan, sistem sosial bentuk di alam yang modern ini, dan paronama budaya yang dilahirkan jaman. Tapi kau akan memahami pola-pola pikir yang unik, dan autentik dari setiap makhluk, mereka digerakkan oleh apa, dan untuk ke arah mana?
Jika di sana, ada ruang yang sangat sempit. Maka memang mereka belum mampu memanfaatkan sesuatu itu.
Engkau menyentuh hati mereka dengan perintah
Aku menyentuh mereka dengan kata dan tawa
Engkau menyentuh pikiran mereka dengan pikiranmu
Aku menyentuh mereka dengan pikiranku
Engkau besar
dan aku kecil
Namu aku tak kerdil
Engkau kuasa
Aku ...
Lewat doa
Lewat doa
Aku bahkan tak punya cukup nama untuk menyebut diriku apa