Maaf dan terimakasih sudah sabar dgn aku yg bnyk bngt kekurangan ini.
No title available

Kiana Khansmith
d e v o n

izzy's playlists!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Andulka
Today's Document
wallacepolsom

⁂
almost home
I'd rather be in outer space 🛸

★
noise dept.
🩵 avery cochrane 🩵
🪼
tumblr dot com
hello vonnie
No title available
EXPECTATIONS

Discoholic 🪩
seen from Iraq
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from Norway

seen from Bangladesh
seen from Oman

seen from United States

seen from United States

seen from Pakistan

seen from United States
@moccacino-senja
Maaf dan terimakasih sudah sabar dgn aku yg bnyk bngt kekurangan ini.
Ternyata benar, ada masanya aku benar2 kehilangan diriku sendiri. Smpai aku gak mengenal siapa diriku dan gak tau apa yg diriku suka dan gak suka. Benar2 gak bisa menjelaskan apapun. Seperti kehilangan arah mana yang bisa kutuju. Sampai orang mengira betawa plin plan nya diriku, betapa aku gak punya pendirian sendiri, seperti aku hanya berpangku dan mengekor. Cuma ngalir ngikuti arus yg aku gak tau kemana arahnya.
Sebenarnya aku punya alasan, tapi bagaimana aku menjelaskan yang nnti akan menimbulkan salah paham. Mungkin karena setiap kali aku berpendapat dan selalu disalahkan, lalu smpai skrg aku gak berani buat bicara lagi. Aku takut salah. Aku selalu takut setiap aku bicara dianggap sbgai bentuk bantahan, kemudian takut d anggap sbgai anak durhaka.
Aku dulu punya bnyk ambisi, aku dulu bisa mempertahankan pendapat ku. Tpi sekarang rasanya untuk bicara pun aku gak berani.
Terimakasih telah datang diwaktu yang tepat. Terimakasih telah membuktikan dan mengurangi keraguanku. Terimakasih dan maaf. Maaf atas segala kekurangan ku, terimakasih telah menjadi bagian dari cerita perjalanan hidupku. Entah bagaimana cara Allah menyatukan kita, aku hanya berharap itu adl waktunya. Aku telah meminjam namamu untuk kuceritakan pada Rabb ku. Pernahkah kau sebut namaku dalam do'a panjang yang kau panjatkan dan mengetuk pintu langit. Kita sama2 sedang berjuang kan. Mungkin yang orang lihat aku tidak benar2 serius, meragukanku dan menganggap ku hanya ingin, bukan benar-benar memikirkan. Taukah kamu, pemikiran panjang bahkan sudah benar-benar aku fikirkan. Belum cukupkah aku untuk serius.
Hari saat kamu datang kerumah, seolah semesta sedang merestui kita. Tak ada hujan, panaspun tidak. Harinya sedikit mendung tapi kemudian cerah. Berulang kali aku bertanya kepada bapak dan ibuku, apakah mereka bahagia. Karena bahagiaku itu ketika mereka bahagia. Dan sakitnya mereka adalah sakit yang sangat sakit. Alhamdulillah keluargaku menerima mu dengan baik.
Percaya atau tidak, bahkan dimalam itu aku tidak berani untuk mengangkat kepalaku dalam waktu lama, aku hanya sesekali memperhatikanmu. Bukan benar-benar melihatmu. Aku selalu berusaha untuk tidak saling bertemu pandang denganmu. Aku selalu bilang sama diriku sendiri, tetap jaga hati jaga mata jaga interaksi, jangan berada diposisi yang cukup dekat denganmu. Aku selalu berusaha menjaga diriku. Semoga kmu merasa bersyukur telah memilihku. Tak perlu sampai membanggakan aku, cukup bersyukur menerima diriku dengan segala apa yang aku miliki. Mungkin itu cukup.
Aku minta ya, syarat yang kusampaikan benar-benar harus dipenuhi. Tetap semangat, jaga diri, jaga lisan, jaga tangan, jaga mata, jaga telinga, jaga apa yang memang harus dijaga sepenuhnya. Termasuk menjaga kepercayaanku.
Capek dengan segala ekspektasi manusia yang mau ini dan itu, harus begini dan begitu. Kuingin begini saja. Sudah cukup mungkin aku yg begini dengan isi kepalaku sendiri.
Aku mau cerita bahwa aku senang. Alhamdulillah cukup senang ketika bersama dia. Klo pertanyaannya apakah aku sudah suka, jawabanku blm. Tpi aku merasa nyaman. Ketika berada disisinya, dia tdk mengabaikan. Maaf ya, aku memperhatikan apa yg terjadi waktu itu, ketika aku berjalan dibelakangnya sesekali kulihat punggungnya, terus aku bicara kediriku sendiri "ini dia org nya, perhatikan punggungnya yg suatu saat akan memikul tanggung jawab atas diriku". Dan lucunya, aku merasa dia seperti kakak bagiku, seperti spontan nada bicara dan cara bicaraku seolah aku ini seperti Adek kecil yg begitu manja. Apakah itu disengaja, tentu itu g d sengaja, tpi seperti spontan aja.
Dan tetap sama seperti biasa, jika ditanya bagaimana wajahnya, aku tetap tidak ingat. Karena aku g memperhatikan wajahnya. Jdi mohon maaf ya mas, bukan aku g mau. Tpi aku membatasi diriku.
Terimakasih ya, sudah ngajak dan memperkenalkan aku dgn hal2 yg berhubungan dgn hidupmu selama ini. Semoga kmu sabar dgn org seperti aku, semoga kmu g malu memperkenalkan aku didepan keluarga dan tmn2 mu.
Sampai saat ini aku blm menyebut namamu dlm diskusiku dgn Rabb ku. Aku hanya minta kmu jaga dirimu dan semoga Allah menjagamu dan niat baikmu.
"Jika aku dan kamu menjadi kita"
Jika alasan memilihku karena dari kepribadianku, mungkin alasan aku menerima karena aku tidak punya alasan untuk menolak.
Rupa tak selalu indah, harta bisa musnah, tahta tak menjamin amanah. Tpi semoga aku meyakini Rabb ku yang memilihkan kamu untuk menjadi penyempurna agamaku. Menjadi teman hidupku. Ajari aku bagaimana bisa bersyukur, ajari aku yg sangat miskin ilmu ini. Ajari aku ikhlas. Ajari aku untuk bisa menghargai. Ajari aku bagaimana cara aku harus memperlakukan syurgamu, bagaimana aku bisa membuatmu lebih berbakti kepada nya. Dan semoga kamu tidak membuat ku jauh dari org tuaku, ajari aku untuk tetap berbakti pada mereka. Ridhoi aku untuk tetap menjadi gadis kecil mereka. Jaga lisanku ya, supaya g bicara kasar dan hal2 yg g penting, jaga mataku ya untuk g melihat hal2 yg g bermanfaat, jaga tanganku untuk tetap melakukan kebaikan. Bahkan hingga saat ini, aku blm berani untuk meletakkan rasa padamu, aku hanya menggantungkan percayaku pada Rabb ku. Maaf ya, bahkan aku blm berani menyebut namamu dalam do'a ku. Aku belum berani memintamu pada pencipta kita. Tapi percayalah, aku sedang berusaha untuk memantaskan diriku, memantapkan niatku, dan menjaga kemuliaanku. Aku berharap kau yang Allah takdirkan untukku, sekalipun aku tak menyebut namamu untuk kupinta dihadapan Rabb ku. Jaga kesehatanmu, jaga ibadahmu ya, tetaplah berjuang, aku menunggu kau bnr2 dtng untuk mengucap akad suci itu.
Mungkin aku cuek dan tidak peduli apapun yg sedang kamu upayakan, atau apapun yg sedang kamu lakukan. Aku bukan tidak peduli, aku hanya tidak ingin terlihat seperti seorang yg mencari tau keadaanmu. Aku tak tau bagaimana interaksimu dgn lawan jenismu, mungkin saat ini aku tak bisa meminta kamu utk membatasi supaya kamu tidak berpegangan dgn wanita yg bukan mahrammu, entah itu sengaja atau tidak. Aku hanya mendo'a kan supaya kamu tetap terjaga, niatmu tetap terjaga dalam kebaikan. Percayalah, aku disini berusaha menjaga diriku, berusaha menjaga pandanganku, agar kmu d sana yg tak bisa aku lihat dan tak mendengar setiap ceritamu, kmu bisa menjaga dirimu.
Aku bahkan smpai saat ini tak bisa mengingat wajahmu, bukan karena aku tak mau melihatmu, hanya saja tak ada keberanianku untuk melihatmu. Bahkan melihat fotomu sekalipun.
Taukah kamu, saat kau menceritakan ttng wanita yg pernah ada dlm masa lalumu. Seketika aku terdiam. Bukan aku marah atau cemburu, aku hanya melihat diriku. Bertanya ttng diriku, seperti apa aku dimatamu. Maaf ya kalau aku membandingkan, aku berfikir seberapa hebat dia smpai membuatmu begitu terpuruk, sesakit apa yg kamu rasakan, dan apa aku bisa diterima dalam hidupmu. Maaf ya, aku bukan wanita hebat, bukan wanita mandiri, bahkan bnyk waktuku untuk hal yg sia2, aku kekanakan. Setiap kali aku bertanya kau katakan asal msh batas wajar itu tdk masalah. Kmu tau, batas bahkan tidak mengerti seberapa batas wajar yg kamu maksud. Dan aku takut klo kmu tdk menerima semua sifat burukku itu.
Hai kmu lelaki yang tak sengaja hadir dalam cerita perjalanan hidupku. Terimakasih telah menghargai ku sebagai wanita. Kau benar, setiap orang punya momentum nya saat merasakan rasa dihatinya. Dan kamu telah mendapat tempat dihatiku. Aku senang menceritakan tentangmu ke orang tuaku, saudaraku, bahkan teman-temanku.
Hai kamu lelaki yang semoga adalah jawaban dari pintaku pada Rabb ku. Aku tau berharap pada manusia bisa menghadirkan kecewa, tapi bisakah kau menjadi harapan yang terwujud dan menjadi impian yang nyata. Terimakasih telah hadir diwaktu yang tepat, saat diri ini tak mengharapkan siapapun, saat diri ini hanya berpasrah dan mengikhlaskan segala ketetapan Allah. Aku bertanya bukan untuk mengujimu, bukan untuk menghakimimu, aku bertanya karena aku ingin memastikan bahwa kau sungguh-sungguh padaku. Terimakasih, aku tak pernah menginginkan jawaban dengan ungkapan romantis atau apapun itu. Aku hanya ingin jawaban yg menentramkan hatiku. Kau telah memberikan jawaban itu. Kau tak memandang bagaimana diriku. Aku tidak berprasangka buruk tentangmu. Aku hanya berusaha meyakinkan diriku untuk tetap memilihmu. Aku hanya ingin meyakinkan bahwa kau orang yang tepat untuk menemani perjalanan panjang dalam hidupku, orang yang mampu menerimaku dan keluargaku seada-adanya. Aku ingin sebelum kau memegang tanganku, kau telah memegang tangan bapakku. Kau yang akan mengambil tanggung jawab kedua orang tuaku atas diriku.
Hai kau lelaki yang bahkan aku takut menyebut namamu. Maaf ya, sampai saat ini aku belum berani meminjam namamu untuk kupersembahkan do'a dihadapan Rabb ku. Tapi namamu telah kusimpan dalam kontak hp ibuku, yang bahkan aku sendiri belum menyimpan dengan namamu. Tapi percayalah, nomormu telah menjadi kontak favorit dihp ku. Dan kau adalah laki2 pertama selain keluargaku, dan aku berharap nomormu tetap menjadi kontak favorit sampai kapanpun hingga akhir waktu. Maaf kalau aku nyebelin, aku gak bermaksud begitu. Bahkan aku merasa bersalah ketika kamu bilang sekalipun aku tidak meneruskan proses nya. Maafkan aku ya. Dulu aku berfikir menginginkan seseorang yang bisa membuatku minta maaf. Ternyata, kamu berkali-kali membuatku minta maaf dan mengucapkan terimakasih. Semoga kau laki-laki bijaksana yang Allah kirimkan atas do'a2 ku yang kutabung sejak bertahun-tahun lalu. Tak butuh waktu lama diri ini mengatakan iya, dan semesta mendukungnya. Bismillah, aku memilihmu karena itu adalah kamu dan bukan orang lain. Bukan tentang apa yang kamu miliki, tapi apa yang telah kamu lakukan. Bukan tentang janji-janji, tapi tentang usahamu. bukan tentang rayuan, tapi tentang caramu yang sampai saat ini aku yakini. Maaf ya, bahkan hingga saat ini aku mungkin tak bisa mengingat wajahmu, karena aku tak berani melihat sekalipun sebatas fotomu.
Kau tau betapa aku bahagia ketika kau melibatkan ku dalam rencana masa depanmu menentukan tempat tinggal, bukan tentang bagaimana dan dimana rencana tempat tinggal itu. Tapi tentang bagaimana kau memasukkanku menjadi bagian dari rencana masa depanmu. Apakah kau telah menyusun bagaimana design keluarga yang akan kau bentuk didalam rumah nanti? Apakah kau percayakan aku menjadi bagian dari setiap rencanamu?. Kau benar-benar mengajakku untuk bersama mewujudkan rencanamu. Apakah kau sudah yakin jika aku mampu menemanimu bagaimanapun keadaanmu?
Mas Muhammad Husin. Sampai saat ini aku mempertanyakan pada diriku sendiri, apakah aku pantas untuk laki-laki sepertimu. Aku yang bahkan tidak tau bagaimana dirimu, aku tidak tau bagaimana jalan pikiranmu, aku tidak tau apa yang kamu suka dan tdk kmu suka. Bisakah kau terima aku anak manja ini, yang kau bilang aku mandiri. Bisakah kau terima cueknya aku yang kau bilang aku peduli. Sekali lagi aku minta maaf jika awal kau mengenalku sebagai orang yang perhatian, yang mungkin itu caramu menyukaiku. Aku sedikit pun g bermaksud buat kamu suka sama aku. Aku berbicara seperti adanya diriku bahkan sebelum kau mengenalku. Sampai saat ini, aku khawatir jika apa yang kulakukan seperti pencitraan. Aku sebenarnya sangat ingin menanyakan bagaimana kabar ibumu, tapi aku takut aku dianggap sedang mencari perhatian. Saat kau katakan akan mengenalkan ku ke kakak-kakak mu, aku senang. Itu artinya kau mengijinkan aku masuk dalam keluargamu. Tapi aku gugup, bagaimana aku harus bersikap pada mereka. Bagaimana mereka menilaiku. Tapi kukatakan lagi, bahwa aku senang menceritakan tentangmu kepada orang-orang yang kukenal.
Semangat ya untuk apapun yang sedang kamu usahakan. Aku percaya, kamu pasti bisa. Semoga Allah menjagamu dimanapun kau berada. Jaga ibadahmu ya, semoga kau bisa membimbingku. Jaga matamu untuk tidak melihat yang tidak seharusnya, sampai kapanpun itu. Jaga lisanmu ya untuk terus berkata yang baik, jangan kau gunakan lidahmu untuk berkata kasar. Jaga langkahmu untuk terus melangkah dalam kebaikan. Jaga tanganmu untuk terus melakukan kebaikan. Jaga hatimu ya, semoga keyakinan mu untukku tetap terjaga.
Aku bukan wanita sempurna, banyak kurangku, banyak salahku. Semakin aku menyombongkan diri, semakin aku merasa hina. Semoga kamu bisa menerimaku. Hingga aku bisa percaya bahwa aku pantas untuk menjadi wanitamu.
"Kamu Yang Allah Pertemukan dengan Cara Tak Terduga"
Hei kamu laki-laki yang tak sengaja hadir dalam cerita hidupku. Aku sedang bertanya-tanya tentang dirimu, apakah kamu telah benar-benar siap atau hanya sekedar menginginkan ku.
Hei kamu laki-laki yang tak kutahu cerita hidupmu. Taukah kau, sejak saat itu, sejak hari saat aku membaca kisahmu yang singkat dan tanpa bayangan apapun didalam otakku. Aku tak lagi merasa gugup saat berinteraksi dengan laki-laki lain, saat itu semakin aku merasa harus menjaga hati dan pandanganku. Gugup ku hanya untukmu. Bahkan saat aku akan menulis pesan singkat untuk orang yang kamu percaya. Dan taukah saat kau temui ayahku untuk sekedar memperkenalkan dirimu, aku disisi lain lebih ingin terus menggenggam tanganku karena sangat gugup. Aku bahkan gak berani untuk melihat kearahmu atau ayahku. Tak juga curi pandang untuk bisa melihat wajahmu. Aku mohon maaf, sejak awal bertemu aku tak memperhatikan bagaimana wajahmu. Bahkan pertemuan awal bagiku saat itu, kita sama-sama pakai masker. Dan saat itu tak pernah aku berfikir kamu laki-laki yang dengan berani masuk dalam cerita hidupku.
Hei kamu laki-laki yang namamu tak pernah kusebut dalam do'a ku. Saat ini, do'a apa yang tengah kau langitkan. Apakah begitu keras do'a mu yang riuh hingga mengganggu penduduk langit untuk mempertemukan dengan kekasih pilihan-Nya. Apakah kau pernah menyebutkan namaku dalam sujud sepertiga malam mu, apakah kau tengah berharap pada Rabb mu untuk memintaku pada Sang Pemilik hati. Sekeras apa do'a mu sebelum dan setelah mengenalku. Bagaimana cara kau berjuang ditempat yang tak terjamah oleh mataku. Bentuk perjuangan seperti apa yang tengah kau usahakan.
Hei lelaki yang aku tak tau bagaimana kau beribadah. Aku hanya berharap kau rajin dalam beribadah, pemahaman agamamu begitu luas, sedekahmu begitu baik, tuturmu begitu lembut, sikapmu begitu baik. Aku tak tau bagaimana dirimu yang sesungguhnya. Aku hanya bermodal yakin pada Rabb ku bahwa jalanku telah benar. Jika memang kamu, kuharap aku bisa ikhlas menerimamu apapun itu.
Hei laki-laki yang aku tak tau berapa besar tanggungan hidupmu. Apa kamu marah jika aku mengatakan bahwa aku memilihmu karena hartamu? Tapi tolong dengarkan penjelasanku ya, bukan perihal harta yang engkau miliki, karena aku bahkan tidak tau apapun tentang apa yang kau miliki. Tapi tentang caramu mencari dan mendapatkan rezeki. Tentang bagaimana kau dengan keras mengusahakan berbagai cara untuk mendapatkannya. Bukan seberapa besar nilainya, tpi seberapa gigih kau mempertaruhkan apapun. Kau berani mengambil keputusan, kau memikirkan sesuatu yang mungkin akan terjadi dikemudian hari. Dengan begitu, aku yakin bagaimana kau akan mengusahakan hidup yang layak untuk keluargamu, dengan begitu aku yakin akan kecukupan anak-anak ku.
Hei kau laki-laki yang Allah Pertemukan dengan cara tak terduga. Semoga selalu sehat, teruslah berjuang untuk apapun yang tengah kau perjuangkan. Berusahalah dengan gigih untuk apapun yang ingin kau capai. Dan teruslah memperbaiki diri dan kualitas ibadahmu. Jaga hati dan pandanganmu, jaga interaksimu dengan lawan jenismu, jaga pergaulanmu, semakin lah sayangi ibumu bagaimana pun keadaannya. Berjuang lah, jika kamu memang percaya padaku, bahwa seorang wanita yang telah kau buat gelisah ini, tengah menunggu segala bentuk perjuanganmu. Kuharap do'a mu untuk segala kebaikan.
Perihal jodoh itu konsepnya begini. Ketika menginginkan seseorang yang baik, maka kita harus memperbaiki dulu. Bukan sibuk mencari yang terbaik dan seseorang yang pantas untuk diri kita. Tapi sibuklah mempersiapkan diri menjadi versi terbaik sebagai seorang hamba, hingga menjadi pantas untuk seorang yang terbaik menurut versi Allah.
Pengharapan tertinggi itu pada Allah. Yakin deh, ketika ikhlas dengan segala ketetapan Allah, Allah akan berikan sesuatu lebih dari yang kita minta. Jika ingin dijemput dengan cara terbaik menurut aturan Allah, maka persiapkan diri dan tempuh dengan jalan terbaik itu, bukan dengan jalan pacaran. Jika tidak mengenalnya, teruslah berdo'a dan meminta petunjuk Allah. Biar Allah yang membimbing hati kita, memantapkan hati kita. Karena jika kita menempuh dengan cara yang baik, semoga Allah berikan seseorang yang terbaik agamanya, akhlaq nya, Budi pekertinya, dan baik tuturnya. Percaya ya, jika memang sudah waktunya dan dia adalah orang yang tepat, Allah tidak akan melewatkan dia begitu saja. Berlindung kepada Allah dari segala bentuk godaan syaitan. Karena 40 syaitan sedang bersama dengan orang-orang yang berniat untuk menikah. Syaitan sangat tidak suka dengan orang yang beribadah, segala bentuk godaan akan mereka lakukan untuk memisahkan sesuatu yang telah halal dan mencejagah seseorang untuk menikah. 10 syaitan menggoda calon suami. 10 yang lain menggoda calon istri. 10 yang lain lagi menggoda keluarga calon suami. Dan 10 sisanya menggoda keluarga calon istri. Maka dianjurkan untuk banyak berdo'a dan berlindung dari godaan-godaan syaitan yang terkutuk. Semakin tingkatkan ibadah adalah salah satu caranya.
Allah, jika telah tiba saatnya diri ini menyempurnakan separuh agama. Maka satukan dengan seseorang yang Engkau pilihkan, hamba yakin, pilihan-Mu adalah sebaik-baik takdirku. Satukan dengan cara yang baik dan jauhkan dari berbagai bentuk fitnah. Allah, hamba ikhlaskan cinta hamba hanya kepada-Mu. Engkau yang Maha memiliki cinta, maka tetapkanlah cinta ini pada orang yang tepat yang telah Kau takdirkan.
Aamiin
Bu, ada sesuatu yang ingin kukatakan namun aku bingung mulai dari mana dan bagaimana cara mengatakannya. Bu jika ada seorang lelaki yang dengan berani mengajukan diri, bagaimana?
Duduk tenang menikmati udara segar untuk mengisi oksigen diotakku, berfikir bagaimana cara aku menyampaikan sesuatu yang jauh dari pemikiranku. Bahkan sesuatu yang menurutku itu gak mungkin, tapi entahlah, takdir Allah sedang menempatkanku dalam kebingungan. Dan hampir dipersimpangan keputusasaan.
Allah, bentuk cinta tertinggi yaitu mengikhlaskan, apakah secepat itu Engkau mengganti keikhlasannya ini, bagaimana jika hamba menyakiti orang lain, bagaimana jika dia yang harusnya menjadi takdir hamba justru terlewatkan. Tpi bagaimana untuk meyakinkan diri kalau memang dia adalah takdir yang Engkau pilihkan.
Aku tak pernah lagi menyebut nama seseorang yang kuharapkan dalam do'a ku. Karena ketika aku meminta seseorang yang baik menurutku, tapi belum tentu baik menurut Tuhanku. Aku bahkan tak berani untuk menyukai seorang lelaki, karena aku takut memiliki rasa yang tidak seharusnya. Aku hanya meminta seseorang yang kubutuhkan untuk melengkapi diriku, dan pilihan terbaik menurut versi Allah. Karena ketika aku meminta dia yang kuharapkan, mungkin aku akan bahagia ketikan bisa bersamanya, namun jika takdir berkata lain maka aku akan merasa hancur.
Allah berikan dia yang terbaik, yang benar2 baik menurut versiMu. Allah hamba membutuhkan orang yang taat agamanya untuk membimbing hamba, untuk memperbaiki sholat, bacaan ngaji, cara berpakaian dan pergaulan yang harusnya tidak melampaui batas-batas dalam aturan Islam.
Hai langit, aku pernah bertanya perihal dunia setelah kematian, ttng pertemuan dan perpisahan. Ttng scenario yg entah bagaimana jln ceritanya. Ttng bnyk pertanyaan tanpa jawaban. Ttng bnyk nya keindahan dan kepedihan. Hai langit, kadang kau mempesona, sekaligus menakutkan
Dear kekasih hatiku yang telah Allah siapkan untukku. Aku ingin berbagi cerita kepadamu, bahwa sebelum kau datang, ada dua org tua yang mengharapkan aku menjadi menantunya dan ada seorang pria yang memintaku menjadi pendampingnya. Tahu kah kamu, aku menolak mereka semua. Tentu bukan tanpa alasan bukan. Aku menolak bukan karena paras karena dari dua org tua yg menawarkan anaknya aku bahkan tdk melihat wajah anaknya. Jika tentang harta aku yakin mereka telah berpenghasilan. Jika tentang keluarga aku yakin mereka dari keluarga yang sangat luar biasa. Dan jika dari agama, dapat tergambar dari kedua org tuanya. Lantas tak ada kan alasanku untuk menolak. Tentu ada, anak dari org tua yg pertama adalah duda dan telah memiliki seorang anak, memang benar dalam agama tidak ada yg melarang hal itu. Namun orang tuaku tidak mengijinkan itu. Untuk anak dari org tua kedua semuanya masuk dalam kategori yang aku inginkan, hanya saja target waktu nikahnya cukup lama, bukan maksud aku tergesa ingin segera menikah, aku hanya takut akan menjadi fitnah nantinya jika jarak yg terlalu lama. Bukankah itu cukup untuk menjadikan sebuah alasan untuk tidak menerimanya. Dan untuk laki2 ketiga yg mengatakan bahwa dia ingin aku menjadi pendampingnya saat ini statusnya masih seorang mahasiswa, sedangkan aku telah lulus 3 thn yg lalu. Memang ini hanya sebuah status sosial yg seharusnya tidak menjadi alasan untuk menolaknya. Hanya saja, dia memiliki rekam jejak yg kurang menurutku pribadi. Dan yg cukup membuatku yakin utk menolaknya adalah dia menggunakan kata rayuan untuk bisa meluluhkan hatiku. Aku tak ingin meletakkan hatiku pada siapapun untuk kucintai sebelum saatnya tiba.
Ramai orang bilang bahwa aku terlalu pemilih dalam mencari pasangan, mereka bilang aku terlalu sibuk mementingkan pekerjaan hingga melupakan pernikahan. Mereka menganggap aku hanya berambisi untuk mengejar pendidikan padahal belum jelas kapan dan apakah aku mampu untuk melanjutkan pendidikan ku.
Dear kekasihku dimasa depan, tahu kah kamu, sebelum kau menemukanku untuk menjadi pendampingmu, aku selalu merasa bahwa diriku tak pantas untuk siapapun. Aku merasa banyak sekali kekuranganku. Tapi akupun ingin mendapatkan seorang lelaki Sholeh yang baik tutur kata dan perilakunya, yang sabar menghadapi ku, yang tidak membentak ku dan tidak mencaci atau memarahiku didepan banyak orang. Dan orang itu semoga kamu.
Kelak aku akan memberikan pertanyaan sebelum kamu meminangku. Pertanyaannya adalah mengapa kamu memilihku untuk menjadi pasanganmu. Dan aku tak mau jawabannya karena aku baik, atau karena kamu menganggap aku Sholehah, atau bahkan kau menganggapku wanita yang sopan. Karena ketika ada wanita lain yang memiliki lebih dari aku, maka kamu akan menyesal telah memilihku. Aku hanya ingin jawaban "karena itu kamu, bukan wanita lain". Dengan begitu kamu menerimaku seperti apapun adanya diriku, tak peduli bagaimana orang lain menilai ku. Itu pertanyaan jika kamu mau menjadi pasanganku. Dan pertanyaanku lagi jika kamu mau menjadi ayah dari anak-anakku kelak, aku akan bertanya bagaimana kamu menjelaskan tentang Allah, iman, dan aqidah kepada anak kita kelak. Karena aku tidak hanya mencari seorang suami, tapi aku juga mencari seorang pemimpin yang akan membawa keluargaku ke syurga. Karena aku sadar betul apa kekuranganku, sangat banyak kekuranganku terutama pemahaman ilmu agamaku sangat sedikit. Maka aku perlu seorang pemimpin yang mampu mengajariku dengan sabar. Aku bukan hafizhah tapi aku menginginkan lelaki Hafizh dan ingin anak-anakku kelak menjadi Hafizh Hafizhah. Bantu aku mewujudkannya ya. Kita sama-sama berjuang.
Semoga kamu bahagia dan beruntung telah memilihku, semoga tak ada penyesalan karena telah memiliki aku suatu saat nanti.
Allah mematahkan bahkan menghancurkan hatiku, ternyata rencana Allah indah banget. Karena Dia menyuruhku untuk menjadi baik, bukan pura2 baik, karena Dia menyuruhku untuk memantaskan diri agar aku pantas untuk seseorang yang tepat.
Allah mau aku dijemput dengan cara yang baik, diwaktu yang tepat oleh seseorang yang tepat. Karena Allah tau selama ini aku sudah bermain2 dgn anugrah rasa yg Allah berikan, tapi tidak pada orang dan cara yang baik menurut-Nya.
Cinta yang abadi dan terbesar hanya milik-Nya, maka tidak seharusnya jatuh cinta pada orang yg salah, karena jatuh cinta pasti sakit dan berharap pada manusia pasti kecewa. Yang seharusnya adalah meletakkan cinta hanya kepada-Nya, hingga Dia menumbuhkan cinta bukan untuk jatuh tapi untuk membangunnya. Berharap pada-Nya adalah sebaik2 pengharapan yang tidak mungkin mengecewakan. Apa yg baik menurut pandangan manusia belum tentu yang terbaik menurut takdir Allah. Sedangkan yang telah Allah gariskan adl sebaik2 jalan takdir yang Dia pilihkan.
Aku tak memintanya, aku hanya meminta agar Allah berikan kelapangan hatiku untuk menerima segala ketetapan yang telah digariskan.
Aku hanya meyakini bahwa namanya telah tertulis dan bertemu dilangit. Namun belum bertemu didunia. Maka untuk menurunkan nama yang telah saling bertemu untuk menjadi nyata adalah dengan melakgitkan segala do'a.
Hatiku milik Allah, Dialah yg menggenggam dan Maha memiliki cinta. Jika Dia bisa menundukkan seluruh dunia, melemahkan yang kuat, dan mengatur seluruh alam semesta. Maka, Dia akan meluluhkan satu hati yang pantas untukku.
Rindu
Titip rindu untuk hujan yang telah reda dan senja yang mulai lenyap.
Hujan yang turun bagaikan jutaan rasa yang deras dengan sejuta impian, tpi kini hujan telah reda, dan rasa itupun terpaksa berhenti dan impian2 telah dipaksa berhenti.
Senja adalah sebuah harapan tentang sebuah cerita untuk saling bercerita. Tapi kini senja mulai lenyap, cahayanya semakin redup hingga harapan itu dipaksa untuk musnah dan harus lenyap tertelan malam.
#moccacinosenja
Sunshine in the morning Aku adalah senja yang mulai tenggelam ditelan gelap malam. Dan kau adalah pagi yang selalu kurindukan dalam dekapan malam. Saat aku terjaga disetiap malamku, menghitung detik yang terus berjalan menyusuri waktu, berharap malam yang gelap tidak selalu mengerikan, berharap ketenangan tengah malam akan selalu baik-baik saja, setiap detik itu selalu bersemangat menyambut pagi, disana aku selalu berharap aku bisa menikmati pagimu kembali setiap hari. Saat aku terjaga setiap malamku, bahkan mata tak dapat terpejam, karena aku takut itu adalah masa terakhirku menikmati segarnya dunia. Aku yakin pagi selalu hadir kembali, tapi aku tidak yakin bisa menikmatinya sampai berapa waktu lagi. Kembalilah diwaktu yang tepat, hingga matahari menyadarkanku, bahwa nyawa masih melekat pada raga yang merapuh. You are my sunshine in the morning, and the light in the dark. #morning #sunrise #sunshineinthemorning #lightinthedark #youaremysunshine #destiny #future https://www.instagram.com/p/CJPEZHhHXXx/?igshid=1lpa2a17sdimm