Kau yang dulu bukanlah yang sekarang (wkwk bukan nyanyi ya). Kau yang akan datang belum tentu yang sekarang.
Karena sebetulnya hanya ada tiga tipe orang selama fase hidupnya. Lebih baik, sama saja, dan lebih buruk.
Ada yang bertanya bukankah jati diri sudah kita bawa sejak lahir sehingga kita tidak perlu sibuk mencari.
Seseorang hanya membawa gen dari lahir. Entah dia perempuan atau laki-laki. Putih atau hitam. Bukan baik atau buruk. Petakilan atau pendiam.
That's why gua sepakat sama omongannya George B. Shaw,
"Life is not about finding yourself. Life is about creating yourself."
Dan gua sudah membuktikan itu!
Masa lalu yang suram bisa jadi cerah atau tidak tergantung niatmu. Kau mau jadi orang yang seperti apa.
"Ngapain harus jadi yang lain kalo bisa jadi diri sendiri?"
Jangan-jangan kita sendiri tidak yakin dengan diri kita yang sekarang.
Atau jangan-jangan kita tidak tau mau jadi diri yang bagaimana yang lebih baik.
Atau bahkan kita hanya ingin ada di zona nyaman.
Butuh motivasi eksternal, dan yang terpenting internal, seberapa kuat kita mau berubah.
"Lo berubah ya sekarang."
Jadi kalo kita nemuin orang yang dulu bareng-bareng kita ga sama kayak dulu harusnya gak kaget.
Harusnya kita bersyukur kalau dia berubah jadi lebih baik dan prihatin kalau malah justru lebih buruk.
Intinya perubahan itu harus terus dilakukan. Karena diri kita gak sempurna. Tapi kita kudu coba niru yang sempurna (Rasulullah).
Kalo kata seorang ustadz di sebuah kajian. Jangan jadi kayak Nokia yg ngerasa udah baik. Akhirnya dia tergerus oleh zaman.
Jangan sampe kita jadi orang yang nyesel di kemudian hari. Na'udzubillahi min dzaalik.
Gatau akhir-akhir ini suka kepikiran masa lalu (tapi bukan ga bisa move on wkwk) sambil ngebandingin gua yang sekarang dan mikirin buat masa depan.